NovelToon NovelToon
Dunia Langit

Dunia Langit

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Petualangan / Misteri / Tamat
Popularitas:14k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rainhard Frealdo

Bersiaplah untuk mengetahui rupa langit yang sesungguhnya, wahai manusia.

~

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Evan, mendapat kabar buruk tentang neneknya, neneknya terkena penyakit stroke ringan. Evan benar-benar tak percaya akan kabar itu, sosok yang terkenal lincah dan aktif walau sudah tua, pandai menari pula, bisa terkena penyakit separah itu. Saat Evan dan dua sepupunya, Yoel dan Yosua, tak sengaja mengunjungi dunia Langit menggunakan buku portal, mereka menemukan rahasia-rahasia yang selama ini disembunyikan oleh keluarga mereka, termasuk alasan kenapa nenek mereka bisa terkena penyakit tersebut. Bersama sang pemandu, Farraz, mereka menjelajahi dunia Langit bersama-sama. Untuk cerita lengkapnya, simak terus dalam cerita ini. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rainhard Frealdo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kediaman Pemimpin Dunia Langit Hitam ~ Langit Hitam Bagian Pusat

"Akhirnya kita sampai di kediaman pemimpin dunia Langit Hitam," kata kakek itu.

"Eh, kenapa tidak langsung menuju ke penjara saja?" tanya Yosua.

"Aku ingin memberitahu tentang bola sihir ledakan paling hebat itu terlebih dulu kepada pemimpin sebelum kita menuju ke penjara, agar bisa menjadi berita besar bagi seluruh penduduk dunia Langit, dan seisi dunia Langit pasti akan gembira mendengar kabar bahwa laki-laki itu telah dilenyapkan, nak," begitu penjelasan dari kakek itu.

"Ah, ide yang bagus kek, mari kita masuk," ucap Yoel.

Kakek itu mengangguk.

Terlihat tiga orang yang berada di dalam kediaman tersebut yang tengah membukakan pagar untuk kami semua. Mereka yang sebelumnya membukakan pagar menatap kami semua, mengecek isi hati kami menggunakan sihir. Lalu berbicara sesuatu pada kakek dan Farraz, yang bahasanya sama sekali tak aku dan dua sepupuku mengerti. Tiga orang yang membukakan pagar sebelumnya pastilah tak dapat menguasai seluruh bahasa.

"Nak, mari kita masuk!" ajak kakek itu.

Aku dan dua sepupuku menerima ajakan itu.

Kami semua sedang berjalan menuju pintu depan bangunan itu.

"O iya, apa yang sebelumnya kalian bicarakan?" tanya Yoel amat penasaran.

"Ah itu. Tadi mereka bilang kalau pemimpin sedang berada di luar kediaman ini, beberapa menit lagi dia akan menuju ke sini," kata kakek itu.

"Memang begitulah semua pemimpin dunia Langit Hitam, dari dulu sampai sekarang, karena mereka tidak memiliki begitu banyak tugas, jadi mereka bisa keluar dari kediaman seenaknya," ujar Farraz.

"Haha, kau memang benar," kakek itu tertawa.

Setelah itu kami pun telah sampai di depan pintu tersebut.

Farraz hendak membungkuk, mengucapkan kata sandi. Tetapi kakek itu menahan Farraz, kakek itu berkata, "Biar aku saja."

Kakek itu mulai membungkuk, mengucapkan kata sandi.

"Kumohon bukalah pintu ini, tak peduli sang pemimpin ada di dalam atau tidak, jangan lupa untuk cek isi hati kami, harap engkau percaya pada kami."

Tiga detik kemudian pintu itu terbuka lebar, kami semua pun masuk, lalu duduk di kursi yang tersedia.

Bangunan ini rupanya indah sekali, sangat terlihat mirip seperti istana dibanding kediaman pemimpin dunia Langit Biru. Aku amat terpesona melihatnya.

"Kukira kata sandinya sama dengan kata sandi untuk membuka pintu masuk kediaman pemimpin dunia Langit Biru," kata Yoel.

"Haha... tidak, Yoel," Farraz menggeleng.

"Wah, kalian sebelumnya menuju ke kediaman pemimpin dunia Langit Biru, ya. Jadi di dalam sana ada apa saja, nak?" tanya kakek itu.

"Tadi sih kami melihat wajah-wajah para pemimpin dahulu, terus kami melihat buku portal, terus kami juga melihat buku raksasa yang menjelaskan mengenai sihir-sihir di dunia Langit, dan juga ada bola-bola sihir," aku menjelaskannya dengan semangat pada kakek itu.

"Hah, hanya itu saja, jadi apa gunanya bangunan itu dibuat besar-besar?" kakek itu terlihat kecewa, seolah kakek itu berharap aku akan menjawab hal yang lebih menarik dari itu.

"Sebenarnya banyak ruangan di kediaman itu, tapi pemimpin tak mengizinkan kami untuk masuk ke ruangan itu, karena ruangan itu dipenuhi rahasia-rahasia yang hanya boleh diketahui oleh pemimpin saja," kataku lagi.

"Ah begitu rupanya, aku akhirnya tahu sekarang," kakek itu mengangguk.

Dua menit berlalu, kami semua masih menunggu, pemimpin dunia Langit Hitam masih belum menuju kemari.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

"Hmm Yoel, kau masih menyimpan surat itu kan?" tanyaku pada Yoel.

Yoel mengangguk, "Iya Evan."

"Apa aku boleh memintanya, aku ingin membacanya lagi," pintaku.

"Oh, tentu saja... tidak." Yoel menolak.

"Loh kenapa?" aku amat kecewa, kenapa Yoel jadi bersikap seperti ini?

"Aku hanya bercanda, Evan, nih surat nya," Yoel mengambil surat itu dari saku celananya, lalu memberikan surat itu padaku. Aku pun menerimanya.

"Haha, kau pasti banyak belajar dariku," ujar Farraz.

"Tau aja deh," Yoel tertawa.

Aku tak memedulikan mereka. Aku mulai membaca surat itu kembali.

Nak, maafkan ibu yang memberi kabar ini, entah ini kabar buruk atau bukan.

Ibu sudah melakukan langkah-langkah sihir itu, sihir yang tak pernah berhasil dilakukan oleh satupun penduduk dunia Langit, ibu melakukannya karena siapa tahu ibu berhasil melakukannya, dan ibu mungkin bisa menjadi manusia kedua di dunia Langit yang berhasil melakukan hal berbahaya itu, setelah istri dari pencipta dunia Langit. Memang terlihat gila, tapi hanya inilah salah satu jalan untuk bisa mengalahkan ia, kau pastilah tahu orang yang ibu maksud.

Ibu sudah melakukannya, bahkan sebelum surat ini sampai ke tanganmu. Ingatlah selalu, jangan sekali-sekali beritahu anakmu itu, kalau adiknya telah keguguran karena sihir yang telah ibu lakukan. Ibu tak mau cucu ibu sedih berkepanjangan karena adiknya telah keguguran karena ibu.

Semoga kamu dapat menerima apa yang ibu lakukan ini, nak, ibu benar-benar terpaksa. Maafkan ibu yang telah membuat kehilangan anak kedua kalian.

~ Ibu ~

Setelah selesai membaca surat itu aku mulai berpikir...

Apakah anak yang dimaksud adalah aku...

Aku dari dulu ingin sekali memiliki adik...

Tapi tak kunjung diberikan hingga sekarang.

Jika benar anak yang dimaksud dalam surat itu adalah aku...

Apa aku harus menyalahkan nenek...

Atas kejadian itu, kejadian saat nenek melakukan sihir ledakan paling hebat...

Tidak, itu tak ada gunanya...

Itu tak akan membuatku mendadak memiliki adik...

"Hei, kau melamun, Evan?" pertanyaan Yoel itu membuyarkan lamunanku.

"Ah, ti...tidak kok, kata siapa aku melamun, aku hanya melihat-lihat sekitar kediaman ini saja," aku berbohong pada Yoel, lalu mencoba tersenyum sungguh-sungguh agar terlihat bahwa aku jujur.

"Ah, jangan bohong. Tadi kami lihat kok kamu sedang melamun, ayo ngaku saja," ujar Yoel.

Apa, kami?

"Ya Evan, aku juga lihat," Yosua ikut-ikutan.

"Kami berdua juga lihat, loh!" ujar Farraz dan kakek.

Ya ampun, jadi tadi mereka semua melihat aku melamun?!

"Iya deh aku ngaku, aku barusan melamun, puas!" aku pun mengaku.

Yoel tertawa melihat ekspresi wajahku yang masam.

"Haha, akhirnya kau mengaku juga. Memangnya apa sih yang kau lamunkan?" tanya Yoel.

"Aku sedang memikirkan apakah anak yang dimaksud dalam surat ini adalah aku. Jika itu benar, aku merasa kecewa karena adikku keguguran karena nenek kita, Yoel," ucapku sedih.

"Ah, itu bukan masalah Yoel, kami berdua kan ada sebagai adik sementara, kau sendiri kan yang bilang pada saat kita berada di bandara tadi pagi," ucap Yoel.

"Itu benar juga," Aku menghampiri Yoel dan Yosua sembari tersenyum, kemudian memeluk mereka berdua.

Mereka berdua pun ikutan tersenyum, amat bahagia karena kita bersama-sama saat ini. Tanpa adanya mereka berdua, aku pasti akan selalu merasa kesepian.

Pemimpin dunia Langit Hitam belum kunjung datang, entah dimana dia sekarang.

^^^BERSAMBUNG...^^^

AUTHOR MINTA MAAF JIKA ADA KESALAHAN SEPERTI CERITA TIDAK NYAMBUNG, ADANYA TYPO (SALAH KETIK), DAN LAIN-LAIN 🙏

JANGAN LUPA:

✔️ LIKE

✔️ VOTE

✔️ BERI HADIAH

✔️ KOMEN

✔️ TAMBAHKAN KE FAVORIT

1
☠ᵏᵋᶜᶟ🍾⃝𝚀ͩuᷞεͧεᷠnͣ
luar biasa keren






semngat dalam berkarya semoga semakin sukses dengan karya karyanya
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
wkwkwk tua2 keladi mangkin tua mangkin menjadi 🤣🙈
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
ini nenek bukan sembarang nenek, wkwkwk bisa menebak apa yang dia alamin 😁
CebReT SeMeDi
mampir
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Ngedenger ayam goreng jadi pengen sarapan ayam gireng kremes dah
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Huh bahagia bener dah si evan sama kedatangan keluarganya
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Akujuga kagak sabar gimana entar meraka wkwk
baru mampir
sakura bersinar
jadi orang jujur emang gak ada salahnya. apalagi kalau mengakui apa adanya dan tidak bohong 🐱
sakura bersinar
sama aja lah tuh langit sama dunia langit 🙃🤣
sakura bersinar
di langit 😂😂
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
nenek mmg adalah contoh bagi anak cucunya, walaupun Sudah tidak ada pasti dia akan meninggalkan sejuta pesan nya
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
rangkaian kata2nya keres 👍
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
biasanya terlalu sombong itu sendiri yg akan menjatuhkan nya
𓆩𝓮𝓵➛
jangan galak galak atuh bg, masih kecil ntuh
𓆩𝓮𝓵➛
penasaran yg berkelanjutan, eh tetiba udah pindah dunia aja
𓆩𝓮𝓵➛
bahasa neneknya lucu ya🤭
Feyza
apa neneknya evan itu merasa anah ditubuhnya karena ada percobaan kekuatan sihir dari psman,bibi dan ibunya evan ya..kok penasaran aq..
Feyza
apa tempat tinggalnya ibunya evan di dunia langit ya..
Feyza
kasian evan ya selalu disindirin terus..ya walaupun paman bibinya selalu bercanda..tp kan kasihan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!