Karena kesalahanya yang sangat fatal hingga membuat sepasang kekasih batal untuk melangsungkan pernikahannya, Gabriella harus terpaksa menggantikan dan menerima pernikahaan bersama dengan Morgan seorang CEO yang memiliki sifat kasar dan arogan guna mengembalikan nama besar keluarga pria itu.
Karena keduanya memiliki sifat yang sangat bertolak belakang, membuat pernikahaan yang mereka jalani bagaikan sebuah neraka.
Mampukah mereka meyakinkan satu sama lain untuk saling mencintai?
Mari ikuti kisah Briell dan Morgan 🥰🥰🙏🏻
Ini adalah karya season kedua dari Hot Mother 🙏🏻🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
🌹 Happy Reading 🌹
“Aku-,” Morgan terlihat ragu untuk melanjutkan kalimatnya, dia benar-benar merasa ada di bawah saat ini.
“Aku apa ? Itu semua karna kamu bodoh,cikh memalukan,” ketus Briell dengan kasar.
“Briell aku-.”
“Kenapa kamu tidak menyebutku murahan lagi sekarang ha? Kemana kata-kata dan panggilan jalang yang selalu kamu gunakan untuk memanggil ku ?” Kalimat demi kalimat kasar yang terlontar dari mulut Briell seketika langsung melenyapkan segala kesombongan dan ke angkuhan Mogan kemarin.
“Briell aku mau kita-,”
“Aku gak punya waktu buat bicara panjang lebar sama kamu.” Sahut Briell yang terlihat tengah bersiap-siap untuk pergi.
Morgan yang melihat itu langsung menahan tangan Briell untuk yang ke sekian kalinya untuk mencegah kepergian Briell.
“Briell aku suamimu melarang untuk kamu pergi,” tegasnya menampilkan wajah marahnya namun bukanya takut Briell terus keluar dan menggunakan kunci duplikat yang di buatnya agar pintu itu terbuka.
Dia sengaja membuat kunci duplikat agar saat Morgan mengunci pintu itu dia masih bisa membukanya, sungguh pintar bukan.
Morgan yang melihat langkah Briell yang tak memperdulikan larangananya benar-benar hanya bisa mengumpat dengan kasar saat ini.
“Apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa di ajak bicara baik-baik Briell, aarrghhhhh, siapa sebenarnya kamu? Mengapa sifatmu begitu dingin tak tersentuh seperti itu.” Gumamnya frustasi menghadapi keangkuhan istrinya sendiri.
Di saat Morgan tengah pusing dengan sifat istrinya, berbeda dengan Briell yang tidak perduli sama sekali dengan Suaminya, bahkan dia sama sekali tidak menanyakan luka gigitan di tangan Morgan yang tadi terlihat kembali memgeluarkan darah. Baginya jika suatu saat Morgan berubah dia tetap tidak akan pernah luluh dengan pria yang sudah Dengan berani menghina dan merendahkan derajatnya, siap pun Morgan dan keluarganya, harusnya tidak boleh bertindak seperti itu kepadanya.
Saat ini dengan menahan amarah Briell memasuki sebuah perusahaan besar yang berada di Asia, yaitu perusahaan Cyberaya Grup.
Tidak ada yang menghalangi jalanya, karna mereka tahu siapa yang saat ini tengah berkunjung di Perusahaan ini.
Dia adalah Gabriella Jonathan, wanita yang dulu pernah menjalin hubungan dengan CEO mereka yaitu Aiden Giovano Lesham.
Dengan kasar Briell membuka pintu ruangan Aiden dan menatap tajam kepada pria yang tengah berkutat dengan pekerjaanya. “Sebenarnya apa yang kamu lakukan ha,” bentak Briell pada Aiden yang tengah lancang mengancam dirinya.
Ya informasi Briell telah menikah dan di perlakukan kurang adil oleh keluarga suaminya, kini telah berada di gengaman Aiden, pria yang dulu menjalin hubungan denganya sebelum mendiang Alson.
Aiden yang di bentaknoleh Briell sudah merasa tak heran lagi, karna memang sepeti itulah sifat dan karakter wanita yang di cintainya sampai saat ini.
Dengan tersenyum iblis, Aiden berdiri melangkah mendekat ke arah Briell, “kamu sudah tahu jelas alasanya, kamu milik ku dan selamanya akan jadi milik ku,” ucap Aiden dengan tegas memberikan peringatan pada Briell bahwa dia telah di lebeli sebagai wanita dari pria terkaya nomor Dua dunia yaitu Aiden yang berasal dari keluarga Lesham.
"Kamu gila Aiden, kamu sakit jiwa." Bentak Briell muak dengan segala tingkah laku Aiden yang selalu saja membahayakan orang lain.
Aiden langsung tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut Briell, dia berjalan dan menangkup wajah Briell lalu merapatkanya ke tembok, dan menyatukan wajah mereka. "Kamu milik ku Briell, gak akan ku biarkan satupun yang bisa merebut kamu dari aku, camkan ini baik-baik." Ucapnya dengan tegas penuh dengan aura kematian di belakangnya.
Dan detik kemudian dia langsung melahap kasar bibir Briell dengan paksa.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra