Hai readers kesayangan.
Kembali lagi bersama Author
kali ini cerita nya tentang anak sekolah ya
yang bernama Freya dan Gardan .
ikuti terus gimana kisah cinta dua pasangan muda mudi ini.
No Wa.082187884540
ig : Nr_trisyaae21
jangan lupa follow ya
and SV no WA nya Trisya
jangan lupa follow akun ig gue ya @nrtrisyaae21
jangan lupa vote ya guasy
***
jangan lupa vote dan komen ya
salken
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nr_trisyaae 21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit
****Happy reading pembaca setia 😘😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak ya biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
I love you ❤️
🌹🌹🌹
Freya menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Hari ini Freya sedikit kesiangan karena semalam ia maraton menonton drakor sampai pukul 3 pagi.
Akibat dari tawuran kemarin, seluruh fasilitas Freya disita oleh Mommy dan Daddy nya kecuali ponselnya. Kini Freya menunggu grab yang akan mengantarkannya menuju sekolah. Sesekali ia menggerutu karena grab pesanannya belum datang.
Seorang laki-laki memberhentikan motornya tepat dihadapan Freya lalu bertanya, "atas nama Nona Freya?"
Freya mengangguk, "ayo berangkat sekarang, saya udah telat nih bang.
"Kemana neng? Ke pelaminan?" tanya orang itu.
"Neraka." jawab Freya ketus, ia benar-benar jengkel pada orang yang ada dihadapannya saat ini.
"Bercanda buset, serem amat ngajak ke neraka." canda orang itu lalu memberikan helm pada Freya.
"Biar saya yang bawa," ucap freya yang membuat orang tersebut melongo.
Karena kesal tidak ada respon dari Abang tukang grab itu, Freya pun mendorong orang tersebut agar mundur dari duduknya lalu ia yang membawa motor.
Freya yang membawa motor seperti orang kesetanan pun membuat laki-laki yang duduk dibelakangnya terus histeris. Sesekali laki-laki itu membaca doa untuk keselamatannya. Ia seakan mengingat banyaknya dosa-dosa yang telah ia perbuat saat hampir saja Freya menabrak bus. Bahkan laki-laki tampan itu dengan lancangnya memegang bahu Seorang Freya sangking takutnya.
Hanya butuh 10 menit untuk Freya sampai di sekolah. Ia membuka helmnya lama.
menyerahkannya pada laki-laki itu. Ia terkekeh melihat wajah pucat tukang grab tersebut. Freya merogoh kantong sakunya lalu memberikan uang seratus ribuan pada laki-laki itu.
"Makasih bang, jangan kapok ya," ucap Freya lalu pergi masuk ke dalam sekolah.
"Cantik-cantik tapi sadis kalo bawa motor." gumam laki-laki itu lalu mulai menjalankan motornya.
Freya berjalan di koridor sekolah. Seketika ia memberhentikan langkah kakinya saat melihat Gardan berada di ruang OSIS. Ia pun mengeluarkan kotak bekal yang ia bawa lalu menghampiri Gardan yang sibuk dengan kertas ditangannya.
"ini buat kamu sayang," ucap Freya seraya menyodorkan kotak bekalnya pada Gardan.
Gardan mendongakkan kepalanya, menatap Freya sekilas lalu mengambil kotak bekalnya. Karena tidak ingin menggangu Gardan yang tampak sibuk, Freya memutuskan pergi menuju kelasnya.
Beberapa Jam kemudian.
Suasana kantin tampak heboh tidak seperti biasanya. Karena penasaran, Freya dan teman-temannya buru-buru melangkahkan kakinya masuk ke dalam area kantin.
Freya membulatkan matanya saat melihat wajah pucat Gardan yang memuntahkan makanan yang ia buat. Buru-buru Freya menghampiri Gardan .
"Gardan kenapa?" tanya Freya panik.
"Nanti gue jelasin, sekarang kita bawa Gardan ke rumah sakit," ucap Raka yang memapah tubuh Gardan dan dibantu oleh Julian.
Freya mengigit bibirnya, ia benar-benar khawatir dengan kondisi Gardan. Sepertinya ada masalah dengan makanan yang ia buat. Freya pun memutuskan ikut menyusul Gardan ke rumah sakit dengan bantuan teman-temannya.
Saat ini Gardan sedang ditangani oleh Dokter. Freya,Raka dan Julian menunggu diluar. Tidak lama pun Dokter keluar ruangan setelah selesai memeriksa keadaan Gardan.
"Dimana keluarga pasien?" tanya Dokter itu bingung.
"Saya dok," ucap seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri mereka dengan berlari an .
"Begini, pasien alergi terhadap kerang betul?" tanya Dokter tersebut. Wanita paruh baya itu pun mengangguk.
"Apa pasien tadi makan kerang?" tanya Dokter membuat wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya.
"Gardan makan bekal yang saya buat, dan saya menaruh kerang saus tiram di kotak bekal tersebut." terang Freya membuat wanita paruh baya itu kaget Ya wanita paruh baya itu adalah Ibunya Gardan ,Andin.
"Untung saja pasien cepat dibawa ke rumah sakit, bila terlambat bisa membahayakan nyawa pasien. Untuk saat ini pasien harus dirawat, besok baru diperbolehkan pulang. Saya akan menuliskan resep obat untuk pasien, nanti ibu bisa tebus di apotek." jelas Dokter tersebut lalu pergi.
Plakk
Tamparan keras mendarat di pipi Freya. Wanita paruh baya itu menatap tajam ke arah Freya. Andin selaku Ibu kandung Gardan benar-benar marah pada Freya.
"Jauhi anak saya. Kamu membuat anak saya hampir mati , dulu saya berniat menjodohkan kalian,tapi apa kau membuat Putra ku hampir mati!" bentak Andin membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Ya ,dulu pas kedatangan Keluarga Gardan di rumah Freya , mereka berniat menjodohkan gardan dan Freya, Namun sekarang ,iya tidak ingin kejadian yang dulu terulang lagi di mana anak pertama nya juga meninggal karena seorang Wanita.
Mungkin bisa saja ,Freya lupa dengan sosok Andin Namun tidak dengan Andin iya sangat tau ,kalau wanita di depan nya itu adalah Anak sahabat nya.
"Sa-saya tidak tahu kalau Gardan alergi pada kerang Tante," cicit Freya , Awalnya Freya kaget dengan perlakuan dan perkataan Yang ibu gardan bilang kalau iya dan gardan akan di jodohkan,Namun sedetik kemudian iya baru ingat kalau wanita di depan ini adalah Orang yang pernah datang kerumahnya dulu.
"omong kosong, Jangan pernah mendekati anak saja, kau hampiri membuat nya mati,"UCAP Andin dengan berteriak kepada Freya.
Tubuh Freya bergetar. Raka yang melihat pun merangkul bahu Freya membawanya pergi menjauh dari hadapan Andin. Saat Andin ini menyusul Freya, buru-buru Julian mencegahnya,
"Tante mau kemana ,di sini saja , nanti gardan cariin Tante"Ucap Julian Membuat Andin kembali ke tempatnya .
"Gue anter lo pulang," ucap Raka seraya menyodorkan helmnya pada Freya.
Freya hanya menurut saja. Entah mengapa ucapan Andin terus terngiang-ngiang di kepala Freya
"Apakah perjuangan nya Hanya sampai di sini saja ?"Freya bingung.
Raka memberhentikan motornya tepat didepan gerbang mansion Milik Freya. Setelah mengucapkan terimakasih, Freya pun masuk ke dalam mansion.
"Tumben pulang jam segini, kamu bolos ya?" tuduh Ayunda.
", Engk lah ,Guru-guru rapat, semua murid dipulangkan." alibi Freya.
"Sana ganti baju dulu lalu makan." titah Ayunda.
Freya mengangguk. Ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya berada. Nanti ia akan menanyakan keadaan Gardan kepada Julian.
🌹🌹🌹Bersambung ❣️❣️❣️
******Jangan lupa tinggalkan jejak ya ,biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
Mohon maaf jika Masih ada kekurangan kata dalam Karya saya 🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa***
📌vote
📌Komen
📌Like
📌Rate bintang lima nya
📌Dan share
Setiap yang kalian tinggal kan adalah keberuntungan bagi Author 🎗️
i love you ❤️
Jangan lupa mampir ke karya author yang lain ya 🌹
Makasih banyak buat yang udah mau komen ,like dan vote karya author🙏🏻**.
sayang banget