Perkenalkan Nama ku BUMI, aku penulis pemula. Kebanyakan orang menulis itu membosankan tapi bagiku menulis adalah teman yang bijak, teman paling setia.
Tempat berbagi cerita setiap kisah yang di rasa oleh hati, yang bisa kita baca kemudian hari. Aku selalu memotivasi diriku sendiri dengan setiap tulisan yang ku buat. Menulis adalah terapi terbaik saat kita mulai lelah berbicara. Tulisan ku adalah nasehat terbaik untuk diriku sendiri, semoga tuhan menggerakan hati seseorang untuk mampir kenovel pertama yang ku tulis.
Ini pengalaman pertama aku menulis novel.
Cerita ini mengisahkan kisah cinta mafia cantik untuk Ceo tampan.
Novel ini juga menceritakan pembunuhan percintaan dan misteri.
Banyak misteri di masa lalu antara Mila Louise dan Patir Angkara.
Aku hanya bisa membuat cinderamata untuk semua orang dan menulis puisi untuk orang yang senantiasa mendukung aku untuk tetap menulis. Meski jauh dari kata bagus dan sempurna. Setidaknya aku berusaha membuat karya untuk ku ceritakan pada dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putih gelap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keesokan Paginya
Jam lima pagi itu Mila Louise terbangun dari tidurnya, Mila Louise pun bergegas kekamar mandi.
Untuk membersihkan tubuhnya, Mila pun berendam dengan air hangat di kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Setelah Mila selesai dengan ritual wanita pada umumnya, Mila pun keluar dari kamar mandi untuk mengenakan baju. Karena memang hari ini Mila akan kerja di perusahaan tempat Patir bekerja, Mila pun mengenakan setelan kerja pada umumnya.
Namun Mila terlihat sangat cantik tanpa make up sedikit pun,
cantiknya natural. Akhirnya Mila selesai dengan ritual wanita berdandan pada umunnya, Mila pun duduk di atas sopa sambil mengutak ngatik handphone yang Patir berikan sebelumnya. Sesekali Mila memfoto dirinya sendiri dengan kamera depan yang sangat jahat, di tambah Mila udah cantik.
Terus di foto oleh handphone yang sangat canggih, tambah berkali-kali lipat kecantikan Mila Louise.
Plasback kekamar Patir Angkara,
Patir pun terbangun dari tidurnya. waktu menunjukan pukul enam pagi. Patir pun bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan melakukan ritual pria pada umumnya. Sesekali Patir membayangkan Mila Louise.
Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah cantikmu pagi ini,oh Mila.
Setelah Patir selesai membersihkan tubuhnya, Patir pun keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap mengenakan setelan kerja pada umumnya. Patir pun mengunakan jas hitam dengan kemeja putih, dasi berwarna hitam. Patir pun terlihat sangat tampan dan gagah, semua wanita pasti terpesona dengan ketampanannya. Setelah Patir selesai dengan ritual para pria pada umumnya, Patir pun duduk di atas sopa, sambil mengutak ngatik handphone nya. Patir pun menelepon Mila Louise untuk menanyakan apa Mila sudah bangun atau belum. Kebetulan Mila yang sedang mengutak ngatik handphone nya, terlihat oleh Mila ada yang menelepon yang bernama Patir. Mila pun akhirnya mengangkat telepon dari Patir,
Patir pun berkata pada mila.
“Selamat pagi Mila Louise, apa kau sudah bangun.”
Mila pun berkata pada Patir “Sudah aku sudah bangun. Malahan aku sudah siap kekantor untuk bekerja di perusahaan mu.”
Patir pun berkata pada Mila, “Baiklah kalau kau sudah siap. Mari kita turun kebawah sama-sama untuk sarapan.”
Ujar Patir kepada Mila “Kau tunggu di kamar mu. Aku akan kemarmu.”
Balas Mila “Baik-baik aku tunggu. Akhirnya Patir pun memutuskan teleponnya.”
“Dalam hati Patir, sebenarnya aku ingin menjadi orang pertama yang melihat wajah cantikmu Mila Louise.”
Akhirnya Patir pun bergegas kekamar Mila Louise, karena memang dekat kamar Mila dan Patir, tidak butuh lama untuk sampai di kamar Mila. Setelah Patir sampai di depan pintu kamar Mila, Patir pun mengetuk pintu kamar Mila.
Tok ... Tok ... Tok ...
Mila yang sudah tau itu Patir, akhirnya membukakan pintu kamarnya. Saat Patir melihat Mila Louise, Patir pun tidak bisa melepaskan pandangannya pada Mila. Mila pun sama menatap Patir dan mengagumi ketampanan Patir, Patir berkata dengan sepontan cantik sekali. Mila pun sama, memanggil Patir dengan sebutan tampan namun dalam hati Mila.
Tidak lama kemudian, mereka pun tersadar dari lamunannya.
Patir berkata pada Mila Louise “Apa kau sudah siap.”
“Sudah ucap Mila.”
Ujar Patir kepada Mila “Mari kita turun kebawah bersama-sama dan akhirnya, mereka pun turun bersama. Layak nya Raja dan Ratu,sangat serasi sekali. Kalau di sebut pasangan kekasih yang serasi, yang satu tampan,
yang satunya lagi cantik.”
“Sesampainya di meja makan, Patir dan Mila pun di sambut oleh para pelayan. Silahkan tuan Nona untuk duduk,” ucap Pak Maman dengan sopan.
“Sarapan sudah saya siapkan,” ucap pak Maman.
Sarapan pagi pun di mulai.
Sarapan pagi itu begitu hangat, layaknya pasangan suami istri.
Sarapan itu pun akhirnya selesai, Patir pun berkata pada pelayan “Kau ambilkan tas kerja ku, yang ada di ruangan kerjaku.”
“Baik tuan,” balas pelayan itu.
Sambil nunggu pelayan.
Mila dan Patir saling bercanda layaknya pasangan kekasih. Pelayan itu datang kembali untuk memberikan tas kerjanya, ini tuan tasnya.
Akhirnya Patir pun mengambil tas kerjanya dan berkata pada Mila Louise “Ayo kita berangkat keperusahaan ku, semoga harimu menyenangkan bekerja di perusahaan ku.”
Akhirnya mereka pun sampai di depan mobil BMW yang sudah supir persiapakan, Chiko pun membukakan pintu mobil untuk Patir dan Mila. Akhirnya mereka pun meninggalkan mansion untuk pergi keperusahaan tempat bekerja.
Patir pun mengabari Dika sahabatnya, untuk mempersiapkan para pekerja untuk berkumpul di perusahaannya.
Seperti biasa aku buat puisi di akhir
cerita untuk para pembaca setiaku.
...Andai Kata...
Andai kata aku adalah orang yang hebat
Seperti malaikat
Apakah aku akan menjadi seseorang yang jahat
Ataukah akan menjadi pelindung setiap umat
Aku ingin memiliki sebuah martabat
Yang disayangi semua kerabat
Tetapi aku bukanlah orang hebat
Aku hanya sosok yang mencoba bertaubat
Pasti dia syok
Semoga terlaksana dengan lancar
Ngga papa, yang penting berakhir dengan bahagia huwaaaa
Wah ada yang bantuin, ngga sia sia didik kalian.. Hehe