[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percaya
"Apa?" kaget Radit
"Maaf..." ucap Zora sambil meneteskan air mata
"Kamu nggak bercanda kan?" tanya Radit
"Aku serius," jawab Zora
"....."
"Aku harus pergi," ucap Zora
"Tunggu!" panggil Radit
Radit menarik tangan Zora dan memeluknya erat. Tangisan Zora pecah dipundak Radit.
"Gak peduli kamu virgin atau nggak, aku bakal tetep terima kamu apa adanya," ucap Radit
"Nggak Dit, nggak," sela Zora dalam tangisnya
"Mau seperti apapun keadaanmu, aku akan selalu menemanimu sampai akhir hayatku," ucap Radit
"Nggak, pergi! Tinggalin aku, kamu berhak dapat yang lebih baik!" ucap Zora
"Kamu yang terbaik untukku, baik atau tidaknya kamu untukku, aku yang berhak menilainya. Bukan mereka ataupun orang lain," ucap Radit
"Aku mohon! Tinggalkan aku Dit, aku yang tidak pantas untukmu. Kamu terlalu sempurna untukku," sela Zora dalam tangisnya
"Aku rela menjadi tidak sempurna demi berada di sisimu," ucap Radit
"Kenapa? Hiks... Kenapa pria sebaik kamu bisa bertemu wanita sepertiku hiks..." tangis Zora
"Kamu adalah anugerah Tuhan yang terindah dalam hidupku, kamu adalah manusia yang sama pentingnya seperti orang tuaku," ucap Radit
"Pergi Dit, pergi! Hiks... Cari wanita lain," ucap Zora
"Nggak akan," ucap Radit
Saat pelukan Radit sedikit longgar, Zora langsung mendorong Radit dan berpesan. Lalu Zora berlari meninggalkan Radit.
"Jaga diri kamu baik-baik!" ucap Zora
"Zora... Zora... Zora!" panggil Radit
Maaf, ini yang terbaik untuk kita Dit - Batin Zora
"Akh... Sialan!" gumam Radit sambil memegangi dadanya
Baru saja aku akan memberikan kado ulang tahunmu. Kenapa kau malah seperti ini - Batin Radit
****
Malam Hari
Di Villa Gavin
"Bagaimana usahamu hari ini untuk kabur? Gagal lagi?" tanya Gavin
Zora tak menanggapinya dan memilih berjalan meninggalkan Gavin.
"Hei aku bicara padamu!" ucap Gavin
"Apakah ada syarat agar aku bisa pergi dari sini?" tanya Zora putus asa
"Tidak! Kau tidak boleh pergi!" ucap Gavin
"Biarkan aku pergi! Kumohon, aku akan menganggap tidak pernah ada apa-apa diantara kita setelahnya," ucap Zora
"Lahirkan bayi untukku, tinggalkan bayi itu disini dan kau boleh pergi," ucap Gavin
Zora diam termenung sejenak lalu kembali menjawab.
"Baiklah," jawab Zora
"Apa kau gila?" kaget Gavin
"Tidak, aku masih waras," ucap Zora lemas
"Apa sebegitunya kau ingin pergi dariku?" tanya Gavin
"Iya," jawab Zora
"Bahkan untuk berhubungan denganku?" tanya Gavin
"Ya," jawab Zora singkat
"Hargai dirimu sendiri!" bentak Gavin
"Lagipula kau ini mysophobia, tidak akan melakukan hal itu. Sebelumnya? Karena kau mabuk," gumam Zora yang didengar Gavin
"Aku menunggumu di kamar!" murka Gavin
Gavin naik ke atas dengan langkah kasarnya dan membanting pintu kamarnya, tak lama Zora menyusul.
"Kau tidak takut melakukannya padaku?" tanya Gavin
"Tidak," jawab Zora
Kenapa wanita ini tidak memiliki rasa takut sama sekali? Apa dia suka hal ini? - Batin Gavin
"Kenapa?" tanya Gavin
"Karena kau gay," jawab Zora
"G gay?" kaget Gavin
"Iya, aku membaca banyak artikel yang menulis jika kau seorang gay. Kau tidak tertarik pada wanita dan tidak pernah menyentuh wanita. Bahkan kebanyakan yang bekerja denganmu para pria tampan. Untuk kejadian sebelumnya, karena kau mabuk dan menganggapku pria," ucap Zora asal
Tidak salah kan? Banyak artikel yang menulis jika dia itu gay - Batin Zora
Tidak pernah menyentuh wanita? Ugh, itu karena mysophobia ku yang membuatku jijik pada wanita! - Batin Gavin
"Lebih baik kita buktikan apa aku ini gay atau bukan," ucap Gavin dengan senyum seringainya
"Ma maksudnya?" kaget Zora
Apa dia akan benar-benar melakukannya? Bagaimana jika dia ini pria normal? Kenapa aku menggali kuburanku sendiri! - Batin Zora
"Kau tau kan bagaimana caranya membuktikan kalau aku ini bukan gay," bisik Gavin ditelinga Zora yang membuat Zora memerah.
"A apa yang kau lakukan?" gugup Zora
Gavin sedikit menggoda Zora dengan menjilat dan sedikit menggigit telinga Zora. Hal itu membuat wajah Zora semerah tomat. Gavin mulai menciumi leher jenjang Zora.
"Jika aku melakukan ini, kau akan membiarkan aku pergi kan?" sela Zora
Kenapa wanita ini bersikeras pergi dari sisiku? Aku ini kurang apa? - Batin Gavin
Ucapan Zora membuat Gavin kesal dan semakin menggila pada Zora. Malam itu Gavin cukup ganas, ia melakukannya berkali-kali hingga Zora benar-benar lemas dan kehabisan tenaga.
*****
Pagi Hari
Zora terbangun dengan lengan kekar Gavin di perutnya. Zora kembali melanjutkan tidurnya berharap semalam hanya mimpi, sementara Gavin langsung bangun dan bersiap pergi kerja.
Dia ini manusia atau apa sebenarnya? Semalam benar-benar berapi-api, pagi hari sudah seperti tidak ada apa-apa - Batin Zora yang tetap menutup mata
Gavin pergi lebih dahulu ke kantor, setelah Gavin pergi, baru Zora keluar dan masuk k kamarnya.
*****
Di Kamar Zora
Zora mengambili ponselnya dengan tangan bergetar dan menekan name contact 'Kak Vio' lalu menelfonnya.
"Halo Zora.... Ada apa?"
"Kak bisa jemput aku sekarang! Aku akan pergi sekarang."
"Apa? Kenapa mendadak sekali? Apa Gavin tidak mengawasimu?"
"Tidak, jemput aku sekarang! Di Villa Gavin."
"Tunggu aku 10 menit lagi!"
Zora mandi membersihkan badannya, ia hanya membawa beberapa berkas penting dan biola pemberian ibunya.
*****
Di Luar
"Maaf anda mau bertemu siapa nona?" tanya pengawal
"Aku mau bertemu Zora," ucap Viola
"Ada perlu apa? Ada hubungan apa anda dengan Nyonya Muda?" tanya pengawal
"Hei, dia itu adikku! Aku ini Viola Agustin," ucap Viola
"Maaf, tapi anda tidak diperbolehkan membawa koper," ucap pengawal sambil menunjuk koper Viola
"Aku ini baru pulang dari luar negeri, aku langsung kesini. Di koperku isinya bajuku dan makanan ringan," ucap Viola
"Maaf, tapi Tuan Muda tidak mengijinkan hal ini," ucap pengawal
"Ish, ini hanya makanan ringan. Kau mau? Ini kuberikan, masing-masing 1 ya jangan berebut," ucap Viola sambil memberikan makanan ringan pada masing-masing pengawal
Viola membuka kopernya dan memberikan makanan ringan yang ia bawa. Para pengawal saling bertukar pandangan dan akhirnya mengijinkan Viola masuk. Viola langsung masuk dan mencari kamar Zora.
*****
Di Kamar Zora
"Kau sudah datang kak?" tanya Zora
"Jadi apa yang akan kau bawa? Masukkan semuanya ke dalam koper ini," ucap Viola
"Oh kau benar-benar kakak terbaik," ucap Zora
Zora memasukkan beberapa dokumen yang menurutnya penting dan beberapa baju ganti. Ia membawa biola ditangannya. Setelah selesai ia keluar bersama Viola.
"Anda mau kemana nyonya?" tanya pengawal
"Aku ingin jalan-jalan dengan kakakku yang baru datang dari luar negeri," ucap Zora
"Apa yang anda bawa?" tanya pengawal
"Ini biola, mau lihat?" tanya Zora
Zora membuka kotak biolanya dan menunjukkan pada pengawal agar percaya.
"Sudah percaya kan?" tanya Zora
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡