"Mulai besok kamu akan di pindahkan ke apartemen CEO, kamu bisa melakukan tugas mu disana. Gajimu akan dinaikan dua kali lipat. Dan ingat, jangan sampai membuat kesalahan. Ada yang ingin di tanyakan?" ucap Diki pada Kirana
"Maaf, Pak. Jika saya menolak apa konsekuensi nya?" tanya Kirana
"Tidak ada penolakan, karena kamu sudah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Yang diperbolehkan, kamu hanya menyetujui dan menjalankan tugas mu dengan benar. Dan ingat, jangan ceritakan ke staff yang lain" ucap Diki
"Peraturan macam apa ini" ucap Kirana seraya membaca lembar demi lembar peraturan yang tertulis pada kertas di hadapan nya
Dari kantor CEO Steven menatap layar monitor cctv dari ruangan nya, menatap ekspresi Kirana seraya berkata
"Ide cemerlang ku bagus juga, aku jadi lebih leluasa menatap mu setiap hari. Kirana"
Senyum nakal menyeringai dari bibir seksi nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Nova
Sejak kejadian di Restoran Nova tidak lagi bertemu Steven. Dan pagi ini..
Tok... Tok... Tok.. terlihat Diki membukakan pintu
"Pak Diki, ada nona Nova ingin bertemu dengan Pak Steven" kata Tita
"Suruh dia masuk" di belakang Diki terdengar suara Steven meminta membiarkan nya masuk
"Huh, sudah saya bilang kan pasti saya di ijinkan masuk" sahut Nova dan berjalan memasuki ruangan dengan wajah angkuh nya
"Gadis aneh nggak ada sopan santun nya sama sekali, emang sih cantik mungkin ilmu belajar kesopanan nya kurang tinggi" gerutu Tita dalam hati lalu melangkah kembali ke meja kerja nya
Sambil menutup pintu kantor Diki menatap Tita dan tersenyum malu.. Steven memperhatikan Diki dari belakang meja kerja nya
"Hemm" gumam Steven. Kemudian dengan segera Diki menutup pintu dan kembali ke posisi berdiri di dekat Steven
"Sayang, kenapa kamu nggak pernah hubungi aku. Aku coba menghubungimu tapi nomor ponsel mu di luar jangkauan" ucap Nova seraya mendekat dan merayu Steven
Diki yang melihatnya merasa jengkel dan kesal, karena ulah Nova membuat Steven sampai rela melakukan percobaan bunuh diri.
"Sayang kenapa diam saja, jawab aku. Apa kamu sudah nggak cinta sama aku. Kita sudah dua tahun lho, dan aku mau percepat tunangannya. Aku hari ini berencana ke rumah mu menemui Papa sama Mama mu" imbuh Nova lagi
"Hem.." jawab Steven datar tanpa ekspresi
"Sayang kita makan siang bareng ya hari ini" ucap Nova manja
"Aku sudah ada janji makan siang di luar" ucap Steven cepat
"Yah, aku kan ingin makan siang sama kamu sekalian bahas soal pertunangan kita" ucap Nova semangat
Steven membuka m-banking di ponsel nya dan mentransfer sejumlah uang ke rekening Nova
"Aku sudah transfer uang nya, kamu ajak saja teman teman mu makan" ucap Steven
"Kan aku mau nya makan siang sama kamu Steven" paksa Nova
"Apa kurang jelas telingamu mendengar saya bicara" ucap Steven dengan nada sedikit emosi
Tanpa membalas perkataan Steven lagi, Nova keluar dan tertunduk. Perlahan menghilang dari pandangan Steven, Steven kembali melihat kamera cctv apartemen lewat layar ponsel nya
Memperhatikan gerakan Kirana dan tersenyum kecil, Diki yang memperhatikannya dari belakang tampak ikut tersenyum.
Ponsel Diki bergetar, dan benar saja Tita mengiriminya pesan..
"Mas, kita makan siang bareng ya" pesan singkat Tita pada Diki
"Mas belum tau makan siang dimana, Pak Steven belum bahas mau makan siang dimana ni" membalas pesan Tita
"Baiklah" balas Tita
"Siapa, pacarmu" tanya Steven pada Diki
"Ah, bukan Pak. Hanya teman" jawab Diki
"Kapan kau ambil cuti mu, saya fasilitasi semua liburanmu. Maksimal dua orang" wajah datar Steven membuat Diki sedikit tersenyum..
"Saya ingin makan siang di Apartemen, katakan pada nya" imbuh Steven
"Baik, Pak" jawab Diki
"Pak Steven setengah jam lagi sampai apartemen. Beliau ingin makan siang disana" Diki mengirim pesan ke Kirana
Sibuk menyelesaikan tugasnya, baru sepuluh menit Kirana membaca pesannya
Kirana langsung panik karena waktunya tersisa dua puluh menit untuk memasak. Akhirnya Kirana memasak tumis kangkung dan tempe serta telur goreng
*Ceklek *suara pintu terbuka
"Untung sudah siap sekarang" gumam Kirana melihat kedatangan Steven dan Diki
"Kamu boleh pulang sekarang, ajak wanita mu makan siang" ucap Steven pada Diki
"Terimakasih,Pak" ucap Diki pada Steven lalu melangkah kan kaki nya meninggalkan Apartemen Steven
"Tita, kita ketemu di restoran A ya tiga puluh menit lagi saya sampai" Diki mengirim pesan ke Tita
"Oke, mas" Tita menjawab pesan Diki
sampe traveling kmna mana hahaaa