mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak sengaja bertemu
Suasana mall siang itu sangat ramai. Musik lembut terdengar dari pengeras suara, sementara pengunjung berlalu-lalang membawa kantong belanja.
Mira dan Tika berjalan santai di sepanjang koridor mall.
Di tangan mereka sudah terdapat beberapa kantong belanja dari berbagai toko.
"Hari ini puas banget belanjanya," ujar Tika sambil tertawa.
"Iya betul, jarang-jarang bisa santai seperti ini." ucap mira tersenyum kecil
"Padahal uangmu cukup buat beli satu toko itu." goda tika
"Berlebihan." sahut mira
"aminin gitu yaelah mir" ujar tika
"haha, iya amin" kekeh mira
"Mir." panggil tika
"Hm?"
"lu masih mau bertahan dengan pernikahanmu?" tanya tika
"Entahlah." jawab mira sambil tersenyum tipis
"Masih sakit?" tanya tika
"Tidak." jawab mira singkat
"Tidak?" beo tika
"Karena gua sudah gak berharap apa-apa lagi." ucap mira
Tika menghela napas. Sebagai sahabat, ia tahu semua yang terjadi.
Mereka berjalan menuju lantai berikutnya. Namun langkah Tika mendadak terhenti.
Matanya menyipit.
"Mir." lirih tika
"Hm?"
"Lihat ke depan." ucap tika
Mira mengikuti arah pandang sahabatnya.
Dan saat itu juga matanya menemukan sosok yang sangat dikenalnya. Pandu, suaminya.
Namun yang membuat suasana menjadi menarik bukanlah keberadaan Pandu. Melainkan wanita yang sedang bergelayut manja di lengannya yaitu tari. Tari tampak tertawa manja.
"Mas Pandu, lihat tas itu lucu banget." ucap Tari dengan suara manjanya
"Iya." jawab pandu
"Aku suka warnanya." ujar tari
"Nanti kita lihat."
Tari semakin menempel. Bahkan tangannya melingkar di lengan Pandu. Pandu sendiri tampak nyaman.
Sampai akhirnya ia melihat seseorang. Wajahnya langsung berubah pucat.
"Mira?" gugup pandu
Tari bingung.
"Kenapa mas?" tanya Tari
Pandu langsung melepaskan tangan Tari. Tari semakin bingung dengan pacar nya.
Pandu menelan ludah. Di hadapannya berdiri Mira dan Tika berdiri menatap mereka.
Tika melipat tangan.
"Mesra sekali kalian" sindir tika
Pandu langsung panik.
"Mira, dengarkan aku dulu." gugup pandu
Mira hanya memandangnya datar.
"Tidak perlu." ucap mira datar
"Ini bukan seperti yang kamu pikirkan." ucap pandu
"Oh ya?" tanya mira tersenyum miring
"Iya." jawab pandu
"Lalu seperti apa?" tanya Mira dingin
"A..aku cuma menemani Tari." jawab pandu gugup
Tika langsung tertawa sinis.
"Menemani sambil gandengan?" sindir tika
"Itu cuma..." ucap pandu
"Cuma apa?" tanya tika memotong ucapan pandu
Pandu tidak bisa menjawab. Tari yang di sebelahnya akhirnya ikut berbicara.
"Mbak Mira jangan salah paham." ucap Tari melangkah mendekat ke arah mira
Mira mengangguk pelan.
"Aku tidak salah paham." ucap mira
Pandu sedikit lega.
"Syukurlah." ucap pandu
"Tidak salah paham karena memang sudah tahu." lanjut mira
Senyuman Pandu langsung hilang.
"Apa maksudmu?" gugup pandu
"Aku tahu kalian sering jalan bersama." jawab mira santai
Pandu membeku. Tari juga terdiam.
Mira menatap keduanya dengan tenang. Tidak ada kemarahan, tidak ada air mata dan tidak ada kecemburuan.
Dan itu justru membuat Pandu semakin tidak nyaman.
"Mira..."
"Ada lagi?" tanya mira
"Kamu marah?" tanya pandu hati hati
Mira mengangkat bahu.
"Untuk apa?" tanya mira
Pandu merasa dadanya sesak.
Ia tidak mengerti kenapa sikap istrinya begitu dingin.
"Ayo Tik." ajak mira
"Ayo."
Mira langsung berjalan pergi. Tika sempat melirik Pandu dengan tatapan tajamnya.
****
Mira dan Tika memasuki sebuah restoran mewah. Interiornya elegan, lampu gantung kristal menghiasi langit-langit.
Pelayan menyambut setiap tamu dengan ramah.
Tika tersenyum.
"Akhirnya makan juga." ucap tika
"lu lapar?" tanya mira
"banget, gua memang lapar cuman harus nahan karena masih ada dua benalu itu" jawab tika
Mereka duduk di dekat jendela sambil menikmati pemandangan . Tak lama kemudian pelayan datang.
"Selamat siang, Kak. Mau pesan apa?" ucap pelayan dengan ramah
"Sebentar ya." ucap mira dengan lembut
Pelayan mengangguk.
****
Sementara itu di luar restoran. Tari memandangi tempat tersebut dengan kagum.
"Mas." panggil tari manja
"Hm?"
"Aku mau makan di situ." ucap Tari
Pandu langsung menoleh.
"Hah?" kaget pandu
"Aku mau makan di sana, ayo" ajak tari
"Tari, itu mahal." bisik pandu
"Memangnya kenapa?" tanya tari yang mulai kesal
"Aku tidak punya uang sebanyak itu." bisik pandu
Tari langsung cemberut.
"Mas pelit." kesal tari
"Bukan pelit." bantah pandu
"Kalau mas sayang ke aku harusnya nurutin keinginan aku." ucap tari
Pandu menghela napas panjang. Ia sebenarnya tidak punya banyak uang, gajinya habis diserahkan kepada ibunya setiap bulan. Tari memang tidak mengetahui hal itu karena pandu tidak pernah bercerita
Hari ini saja ia datang ke mall karena meminjam uang dari temannya.
"Mas." panggil Tari
"Apa lagi?"
"Ayo masuk." ajak tari menarik tangan pandu
Pandu memejamkan mata. Lalu menyerah.
"hufft... yaa sudah." pasrah pandu
Tari langsung tersenyum lebar. Mereka akhirnya masuk ke dalam restoran. Begitu masuk, Tari langsung melihat Mira dan Tika.
"Mas mereka di sana." tunjuk tari
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca