NovelToon NovelToon
DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

DINIKAHI OM-OM KAYA KARENA UTANG AYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siska bbt644

Ayahku punya utang 500 juta. Aku dipaksa nikah sama om-om 40 tahun buat lunasin. Malam pertama dia malah tidur di sofa. Ternyata dia simpan foto mantan istri yang mirip aku. Siapa wanita itu? Kenapa dia mati? Dan kenapa om itu takut aku hamil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska bbt644, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: RAJA MAIN CURANG, RATU DIGODA IBLIS

Jam 3 pagi. Mas Arga masih depan laptop, mata merah, jari nggak berhenti ngetik. Di layar ada 6 window: grafik saham, rekening Rendra, CCTV Singapura, dark web, email, sama YouTube. Dia udah beli saham Pratama Group 18% dalam 2 jam. Rendra buang, Mas Arga pungut. Harga anjlok, Mas Arga malah kaya.

Gue? Gue di ranjang, meluk guling, pake jubah mandi. Tadi "perang" ronde ketiga batal. Mas Arga bilang, "Tunda dulu, Sayang. Mas lagi nafsu... tapi nafsu bunuh orang."

"Mas," panggilku pelan. "Bobok yuk. Udah jam 3."

"5 menit lagi," jawabnya tanpa noleh. "Mas lagi trace IP Rendra. Dia pake VPN, tapi Mas punya orang dalem di Interpol. Ketemu dia, Mas kulitin."

Gue turun dari ranjang, nyamperin, bikin kopi item. Gue taruh di meja. "Mas, ini. Jangan sampai stroke."

Dia narik tanganku, nyium punggung tangannya sekilas. "Makasih, Sayang. Yang kesembilan." Terus balik ngetik.

TUT. Notifikasi masuk. Email. Dari: rendra.m@protonmail.com

Subjek: Penawaran Damai Untuk Nyonya Pratama

Gue sama Mas Arga baca bareng. Isinya:

"Kepada Siska Putri Lestari,

Saya Rendra. Adik Arga. Saya tau kamu nikah sama kakak saya karena terpaksa. Kontrak. Saya tau kamu menderita. Kakak saya dingin, tua, trauma.

Saya tawarin kamu 10 MILIAR cash. Syaratnya gampang:

Ceraiin Arga.

Bikin video pengakuan kalau Arga KDRT, selingkuh, nikahin kamu karena hamil sama orang lain.

Nikah sama saya. Saya lebih muda, lebih ngerti kamu.

Kalo kamu setuju, balas email ini. Uang 10M masuk 1 jam. Hidupmu berubah. Nggak perlu lagi ngelayanin om-om 35 tahun tiap malem.

Hormat saya,

Rendra Mahardika

Calon Suami Kamu Yang Sebenarnya."

Gue bacanya sambil gemeteran. Bukan takut. JIJIK. Mual.

Mas Arga diem. Lama banget. Layar laptop mantulin muka dia yang datar. Terlalu datar. Bahaya.

Terus dia ketawa. Pelan. Dingin. "10 M?" Dia ulang. "Dia nawar istri gue 10 M?"

Dia muter kursi, natap gue. "Sayang. Lo dibeli 10 M. Murah banget ya? Mas aja kasih lo kartu black card limit 50 M per bulan. Nggak pake syarat. Nggak pake cerai."

Gue langsung peluk lehernya, duduk di pahanya. "Mas, aku nggak mau! Sumpah demi Allah! Aku jijik sama dia! Aku cuma mau Mas! Duit 10 M juga nggak ada apa-apanya dibanding Mas!"

"Ssst," dia ngusap punggungku. "Mas tau. Mas nggak curiga sama lo. Mas curiga sama dia. Kenapa berani nawar lo. Berarti dia mikir lo murahan. Berarti dia mikir Mas nggak bisa jaga lo."

Mas Arga dorong gue pelan, balik ke laptop. Jarinya ngetik balesan email.

CC: kapolri@polri.go.id, interpol@lyon.int, jaksa.agung@kejaksaan.go.id

Isi:

"Rendra,

10 M? Istri gue kalo kentut aja harganya 100 M. Lo nawar kayak nawar ayam pasar.

Tapi gue tertarik. Ketemuan yuk. Besok jam 9 pagi. Di kantor gue. Jakarta. Sendiri. Nggak usah bawa pengacara. Bawa nyali aja.

Kalo lo nggak dateng, gue yang ke Singapura. Dan gue jamin, lo bakal kangen Clarissa di penjara. Minimal dia masih hidup.

Salam,

Arga Pratama

Suami Sah Siska Putri Lestari

Pemilik 68% Saham Pratama Group per jam 03.17 WITA"

SEND.

Gue mlotot. "Mas! Mas nggak beneran mau ketemu dia kan? Dia bahaya!"

Mas Arga nutup laptop. Matanya akhirnya natap gue, capek tapi puas. "Dia nggak bakal dateng, Sayang. Dia banci. Dia cuma berani di belakang layar. Email ini cuma buat mancing dia keluar dari lubang. Biar Interpol gampang tangkep."

Dia berdiri, gendong gue ala bridal style lagi. "Udah. Perang saham selesai. Mas udah borong 22%. Besok saham naik 40%. Rendra rugi 3 T. Sekarang..." Dia rebahin gue ke ranjang. "Giliran perang yang ketunda tadi."

"Mas! Kan udah jam 3! Mas capek!"

"Mas capek kalo nggak nyium lo," bisiknya, udah naik ke atas gue. "Jatah 'Sayang' belum lunas. Kurang satu. Yang kesepuluh."

---

Jam 7 pagi. HP gue bunyi. Nomor nggak dikenal. +65. Singapura.

Mas Arga masih tidur, meluk pinggang gue dari belakang. Napasnya teratur di leherku. Gue angkat pelan-pelan biar dia nggak bangun.

"Halo?" bisikku.

"Siska?" Suara cowok. Berat. Licik. "Ini Rendra. Adik Mas Arga."

Gue langsung duduk. Selimut melorot. "Mau apa lo?"

"Eh, jangan galak dong calon istri," dia ketawa. "Gimana? Tawaran 10 M? Kurang? 20 M gimana? 50 M? Sebut aja. Gue kasih. Asal lo tinggalin Arga. Dia udah tua, Sis. Lo masih muda. Lo berhak nikmatin hidup. Sama gue."

Gue lirik Mas Arga. Masih tidur. Tapi alisnya ngerut dikit. Denger kali ya.

"Gue nggak butuh duit lo," jawabku dingin. "Gue udah kaya. Suami gue sultan. Lo nggak ada apa-apanya."

"Oh ya?" Rendra ketawa lagi. "Sultan tapi nggak bisa berdiri, kan? Burungnya udah mati, kan? Makanya lo disuruh kontrak. Makanya lo nggak hamil-hamil. Kasihan."

BRAK. Mas Arga bangun. Mata kebuka langsung merah. Dia rebut HP dari gue, speaker on.

"Rendra," suaranya rendah, ngebunuh. "Lo ngomong apa tentang burung gue?"

Di seberang hening 3 detik. Terus, "K-Kak Arga? Ng... ngapain lo denger?"

"Ngapain?" Mas Arga turun dari ranjang, cuma pake boxer, badan penuh bekas cakaran gue semalem. "Gue lagi dengerin istri gue. Yang baru aja gue 'pake' 3 ronde semalem. Sampai dia pingsan. Mau gue rekamin suaranya? Biar lo tau burung gue mati apa enggak?"

Gue tutup muka. MAASSS! MALU!

Rendra nggak jawab. Kedengeran dia nelen ludah.

"Denger ya, dek," Mas Arga jalan ke balkon, ngadep laut. "Lo mau istri gue? Boleh. Dateng ke Bali sekarang. Kita duel. Tangan kosong. Yang menang bawa Siska. Yang kalah mati. Berani?"

"Lo... lo gila!" teriak Rendra.

"Gue gila kalo ada yang sentuh istri gue," jawab Mas Arga santai. "Jadi? Dateng? Atau lo tetep jadi banci di Singapura, ngegoreng saham sambil ngocok?"

Tut. Rendra matiin telepon.

Mas Arga lempar HP ke kasur. Terus noleh ke gue. Senyum miring. "Nah. Kelar. Dia nggak bakal nelepon lagi. Mentalnya udah Mas bunuh."

Gue lari, peluk dia dari belakang. "Mas, makasih... udah bela aku lagi."

Dia muter, angkat dagu gue. "Udah berapa kali Mas bilang? Lo itu ratu. Ratu nggak perlu berantem. Rajanya yang maju." Terus nyium bibirku. Pagi-pagi udah panas.

"Sarapan dulu, Sayang. Terus kita lanjut bulan madu. Rendra biar diurus Interpol sama Elang. Tugas kita cuma satu."

"Apa, Mas?" tanyaku pasrah.

"Bikin anak," bisiknya. "Biar Rendra stroke beneran kalo denger lo hamil anak Mas. Anak Arga Pratama. Bukan anak kontrak."

Dan gue tau, bulan madu ini... bakal lebih panas dari matahari Bali. Karena rajanya udah nggak ada rem.

1
Erniati Filiang
apaan sih ceritanya kok lama banget
Siska bbt644: Aduh Kak Erniati maaf banget bikin nunggu lama 😭🙏
Maya janji gak ngaret lagi. Bab 4 udah maya tulis,
malam ini jam 8 Maya up langsung.
Rahasia Kamar 301 dibongkar semua di bab 4 Kak.
Jangan kabur ya Kak, makasih udah setia baca ❤️
total 1 replies
Bundanya Rayfin
harusnya jgn terlalu lancang siska
Siska bbt644: Iya Bun 😭Maya emang keceplosan karena panik.
Doain ya Bun biar Maya gak lancang lagi di bab depan.
Makasih udah sayang sama Maya ❤️ Sehat2 Bunda & Rayfin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!