NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# Penyesalan

Satu minggu kemudian…

Tak terasa satu minggu sudah akan berlalu. Tepat hari ini Bianca harus membuktikan kalau dirinya tidak bersalah. Namun saat ini Bianca masih berada di rumahnya menunggu Dinda datang menjemputnya.

Sebenarnya Bianca ingin berangkat sendiri karena dia tidak ingin melibatkan siapa pun hari ini, mengingat kejadian dulu saat dia pernah disiram air. Bianca takut semuanya tidak berjalan seperti yang diharapkan nantinya.

Tak lama kemudian Dinda pun sampai di rumah Bianca dan mengajaknya untuk segera berangkat. Namun Bianca menghentikan langkahnya dan bertanya pada Dinda, "Apa yang sebenarnya kamu rencanakan? Kenapa kamu terlihat sangat tenang sekali?"

Dinda pun teringat kembali kejadian dua hari yang lalu.

(Kilas Balik Dinda)

Waktu itu di kamar Dinda. Dinda terus mondar-mandir memikirkan cara untuk mendapatkan rekaman CCTV itu. Dinda benar-benar kasihan melihat kehidupan sahabatnya yang selalu saja diterpa masalah.

Kali ini Dinda berjanji akan melakukan apa saja untuk mengembalikan nama baik Bianca.

Dinda pun mendatangi rumah Leo karena hanya Leo satu-satunya orang yang bisa membantunya saat ini. Namun Dinda sangat kaget melihat ada Aza di rumah Leo. Dinda pun menguping pembicaraan antara Leo dan Aza.

Ternyata alasan Leo tidak mau membantu Bianca adalah karena Aza adalah mantan pacar Leo. Hati Dinda sangat sakit. Leo lebih memilih Aza daripada membantu Bianca yang jelas-jelas tidak bersalah dan hanya dijebak orang.

Dengan amarah yang memuncak, Dinda langsung menghampiri Leo dan menamparnya dengan sekuat tenaga.

Leo dan Aza sangat kaget karena tiba-tiba Dinda datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Dengan mata berapi-api dan air mata yang menetes, Dinda berkata kepada Leo.

"Gue enggak nyangka kalau Lo menolak membantu Bianca hanya demi mantan pacar Lo yang baru saja Lo temui ini! Lo bilang ke gue kalau Lo mencintai Bianca, tapi Lo langsung berubah sikap begitu dia datang," ucap Dinda sambil menunjuk ke arah Aza.

Aza yang tersulut emosi dan merasa rahasianya diketahui oleh Dinda—bahwa dia dan Leo pernah berpacaran—langsung menjadi emosional.

"Eh, asal Lo tahu ya! Gue enghak pernah menghasut Leo. Kalau Leo memang tidak mau membantunya ya sudah, kenapa Lo jadi marah-marah datang ke sini? Dan apa yang Lo bilang tadi? Leo mencintai Bianca? Hahaha," Aza tertawa sinis. "Gue tahu Leo, selera Leo bukan wanita kampungan sepertinya," ucap Aza dengan nada meremehkan.

Leo sangat kaget mendengar Aza berbicara dengan sangat kasar dan jahat, tidak seperti sosok Aza yang dulu pernah Leo kenal.

Dinda tertawa sambil menangis mendengar perkataan Aza.

"Ooh, jadi begitu ya dia wanita kampungan?" Dinda menatap tajam ke arah Leo. "Satu hal yang harus kalian berdua tahu: pelakunya bukan Bianca, dan Gue udah menemukan buktinya. Dan khusus untuk Lo, Leo. Mulai sekarang pertemanan kita berakhir, dan Lo jangan pernah kembali mendekati Bianca lagi. Karena guelah yang akan menjadi penghalang di antara kalian berdua."

Setelah berkata begitu, Dinda langsung pergi meninggalkan rumah Leo.

Leo mengejarnya dan ingin menjelaskan sesuatu pada Dinda, namun Dinda sama sekali tidak mau mendengarkan sepatah kata pun dari mulut Leo. Bagi Dinda, apa yang didengarnya tadi sudah sangat jelas dan nyata.

Aza juga pergi meninggalkan rumah Leo dengan perasaan kesal, karena Leo tidak membelanya sedikitpun dan malah mengejar Dinda.

Mama Leo yang mendengar ada keributan di luar pun segera menghampiri Leo dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Leo menceritakan semuanya kepada mamanya, dan ternyata Mama Leo sependapat dengan sikap Dinda. Mama Leo bertanya kenapa Leo tidak mau membantu Bianca? Padahal selama mereka mengenal Bianca, gadis itu tidak pernah berbuat hal yang aneh-aneh atau jahat.

Mama Leo mengingatkan Leo kalau dulu sebelum bertemu dengan Bianca dan Dinda, mungkin Leo tidak akan menjadi sosok Leo seperti sekarang: lebih ceria, bahagia, dan bisa menikmati hidup dengan gembira. Pasti saat itu Leo masih terus mengurung diri dan bersedih hati karena patah hati.

"Tapi sekarang, cinta yang datang kembali itu malah merusak kebahagiaanmu," kata Mama Leo tegas. Leo hanya diam mendengar perkataan mamanya. Mama Leo juga berpesan kalau sampai terjadi apa-apa pada Bianca, Mama Leo akan sangat marah besar kepada Leo.

Leo sadar dia telah melakukan kesalahan besar. Dia segera pergi menuju ke rumah Dinda, namun sayang Dinda sama sekali tidak mau bertemu dengannya.

Leo pun bertekad akan menunggu sampai Dinda mau keluar dan mau berbicara dengannya. Dinda membiarkan Leo menunggu di luar rumahnya, menurut Dinda itu adalah hukuman yang pantas bagi Leo karena telah berbuat jahat kepada mereka. Dinda yakin kalau Leo nanti akan pergi sendiri kalau sudah lelah menunggu.

Keesokan paginya Dinda sangat kaget melihat Leo yang tertidur di kursi teras rumahnya. Dinda bersyukur kedua orang tuanya sedang berada di luar negeri saat ini. Kalau mereka tahu ada laki-laki yang menungguinya seperti ini, bisa-bisa dia langsung disuruh menikah muda.

Dinda membangunkan Leo dengan cara menendang kursi yang diduduki Leo. Leo langsung terbangun dan tersentak kaget melihat Dinda sudah berdiri di depannya. Dinda menyuruh Leo pergi dan jangan pernah mengganggunya lagi.

Leo langsung berlutut di hadapan Dinda dan memohon maaf dengan tulus. Dinda yang merasa kasihan melihat keadaan Leo akhirnya luluh hatinya dan memaafkan Leo.

Leo berjanji akan segera mendapatkan rekaman CCTV dari minimarket itu. Dinda sontak kaget dan bertanya dari mana Leo tahu kalau dia sedang membutuhkan rekaman CCTV itu.

Leo menceritakan kalau diam-diam dia juga sedang mencari bukti tanpa menyinggung perasaan Aza karena selama ini yang Aza ketahui adalah Bianca lah pelakunya. Dinda menjawab dengan nada sewot kalau dia tidak ingin mendengar kisah Leo dan mantan pacarnya itu. Dia hanya ingin segera mengumpulkan bukti agar nama baik Bianca bisa dibersihkan.

Leo mengangguk mengerti dan berjanji akan menebus kesalahannya.

(Kilas Balik Berakhir)

Bianca yang melihat Dinda melamun menyadarkannya dengan menepuk bahu sahabatnya itu. Dinda pun tersadar dari lamunannya.

Bianca bertanya apa yang sedang dipikirkan oleh Dinda, dan menanyakan jawaban atas pertanyaannya tadi tentang rencana apa yang disiapkan oleh Dinda.

Dinda berjanji akan menceritakan semuanya kepada Bianca nanti. Tapi untuk sekarang mereka harus segera berangkat ke kampus karena yang lain pasti sudah menunggu Bianca untuk membuktikan kalau dia tidak bersalah.

Bianca yang masih merasa bingung hanya mengikuti apa yang dikatakan Dinda. Akhirnya mereka berdua pun berangkat menuju ke kampus.

Sesampainya di kampus, seluruh mahasiswa dan mahasiswi sudah berkumpul menunggu Bianca untuk membuktikan janjinya bahwa dia tidak bersalah. Bianca sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi karena jujur saja dia memang tidak mendapatkan bukti apa pun selama seminggu ini.

Dinda dari tadi berusaha menelepon Leo, namun Leo tidak juga mengangkat telepon darinya. Dinda menjadi takut kalau tiba-tiba Leo berubah pikiran dan mengingkari janjinya. Dinda menjadi bingung apa yang harus dia lakukan untuk menunda acara ini sebentar lagi.

Bianca memegang tangan Dinda dan mengucapkan terima kasih karena Dinda sudah banyak membantunya selama ini. Bianca menyuruh Dinda menjauh sedikit karena apa yang akan terjadi nanti pasti sangat memalukan. Keluarga Dinda pasti akan marah kalau Dinda ikut terlibat dalam masalah ini.

Bianca berbicara dengan suara lantang di hadapan semua orang yang berkumpul di sana.

"Gue Bianca, sekali lagi gue tegaskan kalau gue bukan pelakunya. Tapi sayangnya gue saat ini enggak menemukan bukti apa pun yang membuktikan kalau gue tidak bersalah. Gue akan bersikap sportif dengan janji gue. Gue akan mengundurkan diri dari kampus ini. Seperti janji gue dulu, kalian boleh menyiram gue dengan air sesuka hati kalian!"

Mendengar itu semua orang bersorak riuh. Bianca hanya bisa pasrah menerima takdirnya. Para dosen sebenarnya tidak bisa mengambil tindakan apa pun karena Bianca sendiri yang sudah berjanji seperti itu. Namun mereka tetap mengawasi dengan ketat, kalau sampai ada yang bertindak melampaui batas, mereka akan segera turun tangan.

Aza juga melihat dari kejauhan bagaimana Bianca dipermalukan di depan umum. Wajah Aza terlihat sangat puas karena rencananya untuk menghancurkan masa depan Bianca akhirnya berhasil.

Salah satu mahasiswa yang menjadi perwakilan kampus maju ke hadapan Bianca. Dia bertanya apakah Bianca sudah yakin dengan keputusannya. Akan lebih baik kalau Bianca mengaku saja dan meminta maaf kepada semua orang yang ada di sini.

Namun Bianca dengan tegas menjawab kalau dia tidak bersalah. Untuk apa dia harus mengakui perbuatan yang tidak pernah dia lakukan?

Salah satu siswa bersiap-siap untuk menyiramkan air ke tubuh Bianca. Bianca pun menutup matanya pasrah.

Namun belum sempat air itu jatuh ke tubuh Bianca, terdengar suara lantang memecah keramaian itu.

"Tunggu… Gue punya buktinya!

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!