Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.18 kecelakaan
Tring... tring....
Tia:" Hallo..."
Penelpon:"ini dengan saudari Tia? Saya dari rumah sakit Husada memberi tahukan bahwa ibu anda mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit kami."
Tes...tes...
Tak ada angin
Tak ada hujan
Tiba-tiba ada kabar ibunya kecelakaan.Tangan Tia bergetar dan napasnya sesak.Tia kaget dan jatuh pingsan.
Jason:"Tia,bangun sayang."
Jason segera membawa Tia ke kamar.Tia diberikan minyak angin.Tak lama dia terbangun dan memeluk Jason sambil menangis.
Tia:"Jason,ibu kecelakaan...ayo kita ke Bandung!"
Mereka secepatnya ke Bandung.Jason menyetir mobilnya sendiri.Tiba di rumah sakit Husada,disana ada ibu siti tetangga ibunya.
Ibu Siti:"Tia, maafkan ibu.Ibu lalai menjaga ibumu.Kejadiannya begitu cepat hingga ibumu tertabrak mobil saat menyeberang jalan."
Flashback
Semenjak Tia lulus kuliah dan bekerja di rumah sakit.Tia melarang ibunya untuk berjualan sayur di pasar.Tia mengirimi ibu uang tiap bulan.Namun ibunya tetap ingin berjualan walaupun hanya di rumah.Ibunya sendiri,akan terasa bosan jika tidak ada kegiatan.akhirnya Tia mengizinkan ibu untuk membuka toko sembako.
Tiap pagi ibunya ke pasar untuk membeli belanjaan.Dia diantar tukang ojek langganan.Hari itu ibunya Tia sedang tak enak badan.Namun karena banyak barang yang kosong, ibunya tetap ke pasar.
Seperti biasa tukang ojeg nya selalu menunggu di pinggir jalan.Saat ibu hendak menyeberang tiba-tiba dari arah kiri ada sebuah mobil yang melaju kencang.Dengan begitu cepat ibunya terpental hingga tak sadarkan diri.
Orang-orang disana segera memberhentikan mobil tersebut.Ternyata mobil itu remnya blong .Pengemudi diserahkan ke kantor polisi.
Tia masuk melihat kondisi ibunya.Ibunya terbaring tak berdaya diatas kasur.Banyak alat yang dipasangkan ditubuhnya.Sudah setengah hari ibunya belum sadar juga.
Dokter memanggil Tia keruangan nya.
Tia:"Dok, bagaimana kondisi ibu saya?ibu saya akan sembuh kan dok."
Dokter:"Sepertinya di kepalanya ada gumpalan darah akibat benturan yang keras.tulang kakinya juga retak.kita tunggu ibunya sadar dulu."
Tia menangis,air matanya membasahi pipinya.Di dunia ini keluarga yang dia punya hanya ibu.Dia belum rela kalau ibunya meninggalkan dia.
Tia memegang tangan ibunya.Dia setia menunggu di ruangan itu.
Tia :"Ibu bangun....jangan tinggalkan Tia.Aku sayang ibu."
Rapuh,sedih,merasa bersalah itu yang dirasakan Tia saat ini.Kenapa kemarin dia tidak memaksa ibunya ikut ke Jakarta?. Mungkin tak akan ada kejadian seperti ini.
Tapi semuanya sudah digariskan Tuhan.Manusia tak bisa berbuat apa-apa.Sudah seminggu,ibunya belum sadar juga.Tia meminta Jason untuk kembali ke Jakarta.Karena bagaimana pun dia banyak kerjaan di kantor.
Tia:"Sayang, sebaiknya kamu kembali ke jakarta.tidak apa-apa aku di sini ada Bu Siti yang menemani."
Jason:"kamu tidak apa-apa sayang?."
Tia:"I'm ok."
Sejak saat itu,Tia selalu tidur di rumah sakit.Tak pernah semenit pun meninggalkan ibunya.Saat Tia terlelap,jari ibunya bergerak mengelus rambut Tia.Tia segera bangun dan memanggil dokter.
Ibu sudah sadar.Namun ada sesuatu yang harus dokter sampaikan.Kemudian Tia menemui dokter di ruangannya.
Dokter:"Tia, apakah sebelumnya ibumu pernah mengeluh sakit kepala atau pusing?."
Tia:"Tidak pernah dok.Ibu selalu sehat dan semangat.dia belum pernah mengeluh."
Dokter:"Berdasarkan diagnosa,ibu anda mengalami kanker otak stadium 1 dan kelumpuhan.Namun hanya bersifat sementara dan bisa sembuh."
Tia:"Tidak mungkin dokter,kenapa harus ibu saya yang mengalaminya..."
Dokter:"Rahasiakan ini kepada ibu anda.Jangan bebani pikirannya,hibur dan sayangilah ibu anda.insyaallah dengan rajin terapi dan kemoterapi ibu anda akan sembuh."
Tia:"Terimakasih dok, setelah diperbolehkan pulang.Saya akan membawa ibu saya ke Jakarta."
Tia berjalan dengan tatapan kosong,kakinya seakan tak berpijak,hatinya sesak mendengar kabar sang ibu.Dulu ibunya berjuang banting tulang membiayai hidupnya.Rasa sakit sang ibu tak pernah dirasa, hanya dengan melihat senyum anaknya semua sakit menjadi hilang.
Tia kembali ke ruang ibunya.Ibunya banyak diam dan sering tidur.Tia menghubungi Jason untuk menjemputnya.Mereka berencana akan memindahkan ibu ke rumah sakit di Jakarta.
Tia dengan telaten mengurus ibunya sampai diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.Ibunya duduk di kursi roda menatap kosong kedepan.Aku jongkok menatapnya.
Tia:"Ibu mau sesuatu?."
ibu:"Antarkan ibu ke makam ayahmu.ibu sudah lama tak mengunjunginya."
Tia:"Tapi cuma sebentar ya, kondisi ibu masih belum stabil."
Sang ibu menganggukkan kepalanya.Dia sudah ikhlas ikut Tia ke Jakarta.Namun,dia ingin berpamitan dulu kepada suaminya bahwa dia akan tinggal di Jakarta.
Jason segera menjemput mereka lalu membawanya ke Jakarta.Setelah 4 jam perjalan,mereka tiba di perumahan .Jason segera membuka pintu mobilnya dan meletakkan kursi roda dekat pintu mobilnya.Tia membantu ibunya duduk di kursi roda dan mendorongnya masuk ke rumah.
Hari ini Jason mempekerjakan seorang perawat dan asisten rumah tangga.Tia mengambil perawat dari rumah sakitnya sedangkan Jason mengambil asisten rumah tangga dari rumah ayahnya.
Bi Minah adalah asisten rumah tangga mereka.Bi Minah sudah lama bekerja di rumah ayahnya.Sudah 40 tahun mengabdi di keluarganya.Bi minah lah yang mengasuh Jason dari kecil.Bi Minah sangat menyayangi Jason, begitu pula dengan Jason.
Perawat sang ibu adalah asistennya Tia di UGD.Tia sudah menganggap dia sebagai adiknya,Mira namanya.Mira sangat telaten membantu Tia mengurus ibunya.Begitupun dengan bi Minah selalu jadi teman ngobrol ibunya.
Tiga bulan berlalu, kondisi ibu semakin membaik.Setiap bulan Ibu kemoterapi.Mira selalu merawatnya dengan baik.Bi Minah selalu menyemangati sang ibu supaya cepat sembuh.
Tia sudah kembali bekerja di rumah sakit.Namun Tia hanya mengambil 1 ship saja dari pagi sampai sore. Setiap pagi Tia dan Jason berangkat dan pulang bersama.
Pagi ini Mira mendorong ibunya Tia keliling komplek.Ibunya sudah mulai ceria dan mulai banyak berkomunikasi.Tia selalu berpesan agar selalu menghubunginya jika terjadi sesuatu.
Setelah keliling komplek,Mira mengajaknya kembali ke rumah.Disana ada bi Minah yang sedang menyirami bunga.
Bi Minah:"Mau sarapan sekarang nyonya,biar saya siapkan."
Ibu:"Panggil ibu saja,tak usah panggil nyonya."
Bi Minah:"Saya tidak enak nyonya...kalau panggil ibu."
Sang ibu mencoba berdiri dan berlatih melangkahkan kakinya.satu langkah,dua langkah lalu jatuh.Mira dengan segera menghampiri dan membantu nya duduk di kursi roda.
Mira:"Nyonya,kalau mau berlatih berjalan saya dampingi saja.Saya takut nyonya kenapa-kenapa."
Ibu:"ibu tak apa-apa mira.ibu harus bisa berjalan lagi.ibu harus cepat sembuh biar nanti bisa gendong cucu..."
Ibu mulai berlatih berjalan kembali. Mira setia menemaninya di belakang .Berkat perjuangan dan semangatnya ,
ibu bisa berjalan 10 langkah.Itu sudah pencapaian yang luar biasa.
Mira memfoto dan mengirimkan video saat ibunya berjalan kepada Tia.
💪 terimakasih