NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:909
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Rencana Licik Nayla

Tanpa tujuan yang jelas, kaki Nayla seolah membawanya kembali ke tempat asalnya. Ia melajukan mobilnya menuju perumahan sederhana di pinggiran kota, rumah kecil tempat tinggal Sari dan Pak Agus.

Di dalam hati, Nayla dipenuhi amarah. Ia menyalahkan kedua orang ini atas nasib buruknya. Kalau saja mereka tidak menukarkannya dulu, ia tidak akan berada di posisi yang menyedihkan sekarang. Kalau saja mereka orang kaya, teman-temannya tidak akan meninggalkannya.

Sesampainya di sana, pintu rumah terbuka sedikit. Terlihat Sari dan Pak Agus sedang duduk di ruang tamu dengan wajah lesu, masih memikirkan nasib Dinda dan kejadian kemarin.

Melihat kedatangan Nayla, mata Sari langsung berbinar. Ia berdiri dengan wajah penuh harap.

"Nayla... Nak... Kamu datang? Kamu... kamu mau tinggal di sini sama Ibu dan Bapak ya?"

Sari berjalan mendekat, ingin menyentuh tangan anak kandungnya itu. Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh, Nayla sudah mendorongnya dengan kasar.

 "JANGAN SENTUH AKU! Jangan panggil aku Nak! Kamu bukan ibuku! Kamu bukan siapa-siapa!"

Terkejut dengan serangan itu, Sari mundur terhuyung. Pak Agus segera berdiri menenangkan.

 "Nayla, Nak... tenang dulu. Kenapa kamu marah-marah begitu?"

Mata nayla memerah menahan tangis dan amarah "Tanya lagi ? siapa kalau bukan sama kalian?! Lihat nih! Lihat nasib aku sekarang! Semua gara-gara kalian! Gara-gara keserakahan kalian 17 tahun yang lalu!"

Nayla berteriak sejadi-jadinya, melampiaskan semua frustrasi yang ia rasakan sejak pagi tadi.

 "Kalian pikir enak apa?! Aku dikucilkan! Teman-temanku semua ninggalin aku karena tau aku anak pembantu! Dasar orang miskin! Kalian tuh cuma bisa bikin aku malu aja!"

Sari menutup wajahnya dengan tangan, bahunya bergetar hebat menahan tangis. Setiap kata yang keluar dari mulut Nayla bagaikan pisau yang mengiris- ngiris hatinya.

 "Maafkan Ibu... Maafkan Ibu ya Nak... Ibu tahu Ibu jahat... Ibu salah..."

"Maaf?! Maaf doang gak cukup! Kenapa kalian lahirin aku?! Kenapa kalian ngerusak hidup aku?! Kalau kalian gak menukar aku dulu, aku gak bakal ngerasain jadi orang kaya terus tiba-tiba jatuh miskin lagi! Aku benci kalian! Aku benci jadi anak kalian!"

"Lihat Dinda! Dia sekarang hidup enak! Dia jadi putri tunggal keluarga kaya! Dan aku?! Aku harus nerima nasib jadi anak orang susah kayak kalian! Aku benci darah yang mengalir di tubuhku ini! Aku benci!"

Terakhir, Nayla berteriak dengan lantang, "AKU BENCI KALIAN BERDUA!"

Setelah melontarkan kata-kata yang begitu menyakitkan, Nayla menarik napas panjang. Ia melihat Sari yang sudah terduduk lemas di lantai sambil menangis tersedu-sedu, dan Pak Agus yang menunduk dalam dengan wajah penuh penyesalan.

Mereka sadar sepenuhnya. Ini semua adalah akibat dari perbuatan mereka sendiri. Mereka menuai apa yang mereka tanam. Mereka mencuri kebahagiaan orang lain, dan kini anak kandung mereka sendiri membenci mereka karena kehidupan yang tidak bisa mereka berikan.

Suara pak Agus terdengar parau dan lemah. "Sudah... sudah La... Jangan dimarahi lagi... Bapak dan Ibu mengerti... Kami yang salah... Kami yang merusak masa depanmu... Maafkan kami..."

Melihat mereka yang sudah hancur lebur, Nayla tidak merasa puas. Justru ia merasa semakin hampa dan sakit. Ia tidak tega melihat mereka menangis, tapi egonya terlalu tinggi untuk memaafkan.

"Aku gak mau tinggal di sini! Aku gak mau ngaku kalian sebagai orang tuaku! Mulai sekarang, kita gak ada hubungan apa-apa!"

Tanpa menunggu jawaban, Nayla berbalik badan dan berlari keluar rumah. Ia masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang menangis tersedu-sedu di dalam rumah kecil itu.

 Di dalam rumah...

Sari merosot ke lantai, memeluk lututnya sendiri. Hatinya hancur berkeping-keping.

 "Ya Allah... Hukum apa ini... Anak kandung sendiri benci aku... Dia benci sama aku... Padahal aku lakukan semua ini dulu demi dia... Tapi kenapa jadi begini..."

Pak Agus duduk di samping istrinya, memeluk bahunya ikut menangis.

 "Ini balasan kita, Bu... Kita sudah berbuat dosa besar. Kita memisahkan ibu dan anak, sekarang anak kita sendiri memisahkan diri dari kita. Kita tidak punya hak untuk marah... Kita harus terima semua ini..."

Malam itu, di rumah sederhana itu, hanya terdengar suara tangis penyesalan yang tak kunjung reda. Mereka sadar, harga yang harus mereka bayar sangat mahal.

 Hujan deras membasahi jalanan . Nayla saat memarkirkan mobilnya di garasi belakang rumah besar itu. Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam. Rumah itu sunyi senyap, semua orang pasti sudah tidur lelap.

Nayla berjalan menyusup masuk lewat pintu samping. Sepatu dan bajunya basah kuyup, mencerminkan perasaannya yang dingin dan hampa. Ia tidak menyapa siapa pun, tidak juga memanggil asisten rumah tangga. Ia hanya ingin segera bersembunyi di dalam kamarnya.

Dengan langkah berat dan hati yang penuh dendam, ia naik ke lantai dua. Saat melewati lantai satu, ia melirik sekilas ke arah kamar tamu tempat Dinda tidur. Lampu di sana sudah padam. padahal Dinda sudah pindah di lantai 3 di kamar yang dulunya kosong sekarang disulap menjadi kamar yang sangat cantik untuk Dinda .

"Dia tidur nyenyak ya... sementara aku menderita di luar sana..." gerutunya dalam hati.

Sesampainya di kamar, Nayla langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Ia tidak mandi, tidak berganti baju. Ia hanya memeluk bantal sambil menatap langit-langit kamar dengan mata yang berkobar-kobar.

Air matanya kembali menetes, tapi kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebencian.

Nayla Bergumam pelan dengan suara parau "Kenapa semua jadi begini... Kenapa Tuhan begitu jahat sama aku... Dulu aku punya segalanya. Aku putri tunggal, aku disayang, aku kaya, aku populer. Tapi sejak Dinda datang... semuanya hilang!"

Ia memukul bantalnya dengan keras.

"Semua kasih sayang Mama, Papa, Nenek, semuanya beralih ke dia! Bahkan teman-temanku juga ninggalin aku gara-gara statusku turun! Dan itu semua gara-gara Dinda! Kalau dia gak ada, kalau dia gak muncul... semuanya bakal baik-baik saja kayak dulu!" gumam Nayla .

Nayla mengepal kedua tangannya kuat-kuat. Rasa iri dan cemburu itu berubah menjadi niat jahat yang membara.

"Kamu pikir kamu menang ya, Din? Kamu pikir dengan jadi baik dan rajin kamu bisa dapetin semuanya selamanya? Nggak! Aku nggak akan biarin itu terjadi!"

Ia bangkit dari tempat tidur, matanya memancarkan tatapan licik dan penuh dendam.

 "Aku akan bikin nama kamu jelek di mata keluarga ini. Aku akan bikin mereka sadar kalau kamu nggak pantas ada di sini. Aku akan bikin mereka benci kamu sama kayak aku benci kamu!"

Otaknya mulai bekerja menyusun rencana jahat. Ia berpikir bagaimana cara menjelekkan citra Dinda.

 "Mereka bilang kamu baik, sopan, rajin ya? Oke... aku akan buktikan sebaliknya. Aku akan bikin skenario seolah-olah kamu pencuri, kamu pembohong, atau kamu anak yang durhaka. Pokoknya aku akan menghancurkan reputasi kamu di rumah ini!"

Ia tersenyum sinis di tengah kegelapan kamar.

"Tunggu saja besok, Dinda. Permainan baru akan dimulai. Kamu pikir mudah jadi putri keluarga Dewantara? Kamu harus melewati aku dulu!"

Nayla memejamkan matanya, namun bukan untuk tidur tenang, melainkan untuk mematangkan rencana jahatnya. Ia bertekad bulat, ia akan melakukan apa saja agar Dinda diusir dari rumah ini dan ia bisa kembali menduduki tahtanya sebagai putri kesayangan.

...----------------...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!