Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.
"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".
Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.
Akankah Angel bisa hidup kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Mata Angel langsung berkaca-kaca mendengar perkataan Senja itu, dia baru sadar jika apa yang dia katakan benar adanya. Mereka akan kembali asing setelah dia kembali dalam tubuhnya karena ingatannya saat mengembara seperti ini akan hilang saat dia kembali hidup.
Melihat ekspresi Angel yang sedih seperti itu entah mengapa bisa membuatnya ikut bersedih, merasa bersalah dan juga sakit.
"Tidak apa, yang penting kamu hidup, kamu masih memiliki keluarga dan sahabat yang menunggu kehadiran mu, kamu harus berjuang untuk tetap bisa mendapatkannya dan juga hidupmu". Ucap Senja dengan pelan, dia mengelus kepala Angel pelan
Gadis itu menatap Angel untuk menguatkannya, Entah perasaan apa yang dia miliki pada gadis gentayangan ini, perasaan yang berbeda yang baru dia miliki seperti rasa sayang kepada adik perempuan nya
Mata Angel kini menjatuhkan air mata yang sejak tadi dia tahan, dia tidak menyangka perempuan dingin dan tidak tersentuh itu kini terasa seperti kakak yang memberinya sebuah dukungan padahal mereka tidak pernah dekat sebelumnya.
Dia memang sejak dulu menginginkan memiliki kakak perempuan, kata ibunya kakaknya hilang saat mereka berjalan-jalan dan sampai sekarang belum ditemukan.
"Apa aku bisa hidup kembali kak?, sampai sekarang pun kalung ini belum terisi 3 airmata ketulusan seperti yang kuinginkan, aku pikir semua orang mencintaiku dengan tulus tapi nyatanya mereka hanya menangis buatan".
Angel menunduk dalam, saat dia berbincang dengan malaikat maut tentang ketulusan dia dengan sombongnya mengatakan banyak yang mencintainya dan kini dia melihat dengan jelas jika ornag yang terlihat tulus didepan kita belum tentu seperti ya g terlihat.
"Kamu harus semangat, kamu beruntung masih mempunyai orang yang begitu mencintaimu, perjuangkan itu karena tidak semua orang memiliki nya".
Senja membuang wajahnya kesamping, kini matanya yang berkaca-kaca, dia menyadari betapa pahitnya hidupnya selama ini, dibuang keluarganya saat dia masih kecil dan lelaki yang begitu dia cintai juga meninggalkannya karena kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Kini dia hidup sendiri dan tidak memiliki siapapun, andai dia bisa mati dia akan menyusulnya rasanya mungkin akan jauh lebih baik.
"Kak". ucapnya dengan suara parau.
Dia menyadari perubahan pada sikap Senja barusan saat mengatakan tentang keluarga dan orang yang menyayanginya, dia yakin Senja memiliki kenangan pahit tentang itu.
"Tidak apa Angel, hidup ini kadang terlalu jahat untuk kita, bahkan orang yang paling kita cintai dan kita lindungi bisa menusuk kita dari belakang bahkan membuang kita seperti tak ada harganya".
Dia menatap kosong dinding ruangan kamarnya itu, dia ikut duduk di samping Angel menekuk lututnya dan menenggelamkan wajahnya, inilah sisi rapuhnya yang tidak pernah diketahui oleh orang lain selain kekasihnya yang meninggal karena kecelakaan.
Angel ingin memeluk perempuan rapuh yang ada disebelahnya, walau terlihat kuat dan dingin, perempuan itu tetap saja punya sisi rapuh seperti saat ini, entah apa yang dia alami.
Dia berusaha mendekat mencoba memeluknya dan ternyata bisa, matanya membulat sempurna, bagaimana dirinya bisa menyentuh benda dan orang padahal jelas-jelas dia tidak bisa melakukan hal itu kepada kedua orangtuanya,
"Apa yang terjadi sebenarnya? ". Pikirnya.
Dia teringat perkataan Galaxi tempo hari jika mereka memiliki ikatan bathin dan emosional maka dia akan mendengarkan dan merasakan kehadirannya bahkan bisa saling bersentuhan dan kini dia sadar sepenuhnya bahwa itu benar adanya.
Dia mengesampingkan perasaannya kemudian memeluk Senja dengan penuh perhatian. Senja yang mendapat pelukan penuh ketulusan itu akhinya melepaskan tangisnya, dia menangis tersedu-sedu.
Angel yang mendengar iru semakin mengeratkan pelukannya, entah mengapa hatinya sakit sekali mendengar tangisannya.
Tak ada kata yang keluar dari keduanya hanya terdengar tangisan Senja dan Angel membiarkan hal itu.
"Ayahku selalu bilang, seburuk apapun yang kita alami, itu akan menghilang seiring waktu digantikan dengan kebahagiaan suatu saat nanti, jangan terlalu sedih kak".
Angel mengusap punggung Senja yang masih bergetar karena luapan tangisan dan emosi terpendam selama ini, dia berusaha memberikan dukungan agar Senja tidak merasa sendirian walau akhirnya mereka tidak akan saling mengenal nantinya
Senja hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin mengatakan apapun masalahnya pada orang lain, biarkan itu menjadi rahasianya sendiri.
"Tidak semua takdir orang itu jelek kak".
Perkataan Angel yang baru saja keluar membuatnya langsung meledak seketika. Entah mengapa jika bicara soal takdir dia akan langsung meledak tanpa terkontrol
"Tapi takdirmu tidak seperti ku Angel, aku ini orang terbuang, tidak seperti mu yang memiliki segalanya". Bentaknya dengan keras.
"Kak". Angel tersentak mendapatkan bentakan itu.
Seumur hidupnya dia tidak pernah mendapatkan hentakan keras seperti itu dan selama berada disamping Senja, inilah yang pernah dia inginkan
Ini pertama kalinya mereka berinteraksi lebih intens dibandingkan duduk seperti patung. Apalagi melihat luapan emosi yang meledak seperti ini. Mereka bisa berinteraksi layaknya dua manusia yang memiliki emosi.
"Bahkan takdir seolah berpihak padamu dengan memberimu kesempatan untuk bisa hidup, bisa membereskan semua hal yang belum kamu selesaikan sedangkan aku?, aku dibuang ibuku demi adik ku yang baru lahir, mereka lebih mencintai adikku kemudian menyingkirkan ku, aku dibully, aku dihina dan orang yang begitu kucintai juga meninggalkanku untuk selamanya dalam kecelakaan, bahkan tidak diberi kesempatan untuk bisa melihatnya ". Teriaknya dengan frustasi.
Angel menunduk mendapatkan luapan amarah dari orang yang begitu merasa takdir mempermainkan dan menyiksa hidupnya berbeda dengan dirinya
"Kamu beruntung diberi kesempatan, kamu memiliki segalanya, sedangkan aku? , aku dapat apa dari kehidupan ini selain rasa sakit yang tak terkira, terbuang dan tidak berharga".
Senja tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, dia seakan merasa dipermainkan takdir yang begitu kejam sedangkan orang disebelahnya mendapatkan semua kemudahan dalam hidupnya walau mendapatkan kekasih dan sahabat yang menusuknya dari belakang, bukankah itu lebih baik dari hidupnya yang tidak punya pegangan sama sekali".
"Maaf kak". Ucapnya meneteskan airmatanya.
Senja benar, ada orang yang lebih menderita darinya, dia hanya mendapatkan cinta dan sahabat yang tidak setia tapi dia memiliki keluarga yang hangat dan semua kemewahan hidup yang sangat kontras dengan hidup perempuan disebelahnya itu.
Senja meraup wajahnya dengan kasar, dia tidak sadar melampiaskan emosi yang selama ini dia pendam pada seorang yang tidak tahu apapun.
"Maaf". Ucapnya membuang wajahnya dengan rasa bersalah.
Angel menggelengkan kepalanya pelan, tanda dia tidak keberatan dengan perkataan Senja barusan.
"Apa yang kakak katakan benar adanya, aku selama ini memiliki segalanya hanya mendapat lelaki dan sahabat yang pengkhianat tapi aku memiliki kedua orangtua yang begitu mencintaiku dan beberapa sahabat yang baik, dibandingkan kakak yang merasakan ketidak adilan seperti itu, jika itu aku mungkin aku akan mati bunuh diri".
Angel meneteskan airmatanya, ternyata inilah yang membuat hati senja tertutup rapat dan bersikap dingin serta tidak memiliki gairah hidup.