NovelToon NovelToon
Menikah Dengan SEPUPU

Menikah Dengan SEPUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:187.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Menikah dengan sepupu sendiri? Canggung pastinya, apalagi belum didasari rasa cinta.

Itulah yang dialami oleh Pandji Marthadipura, seorang abdi negara usia 36 tahun. Akibat ulah bedjat adik laki-lakinya, Panji terpaksa mengambil alih tanggung jawab menikahi adik sepupunya sendiri -- Melitha Lisana -- yang masih SMU, padahal dirinya sudah bertunangan dengan seorang dokter.

Tidak mudah memang. Pandji harus menghadapi kemarahan sang tunangan, sementara Melitha harus siap menghadapi sanksi sosial karena kehamilannya diluar nikah.

Mampukah keduanya menjalaninya? Akankah tumbuh cinta? Yuk, ikuti kisah mereka dalam Novel Menikah Dengan SEPUPU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Tamu Malam

"Kak... Kita perlu bicara... " seorang mahasiswi tiba-tiba datang dan menarik tangan kotor celo yang masih sibuk mengaduk semen dan pasir sebagai pengikat pasangan batanya.

Diperlakukan demikian, Celo hampir terjatuh, untung saja ia cepat menyeimbang tubuhnya, mengikuti langkah mahasiswi yang menyeretnya keluar dari workshop.

"Apaan sih, Na'! Aku lagi ada tugas penting!" Celo menghempaskan tangan Nana, tubuhnya berbalik hendak masuk ke workshop lagi, sebab waktunya kini tersisa dua puluh menit lagi.

"Kapan kamu kerumah? Papa sama Mama tunggu itikad baik kamu, Celo!" pekik Nana tertahan di belakang Celo, akhir-akhir ini pemuda itu sulit sekali ia temui.

Celo menghentikan langkahnya, tangannya mengepal kuat di kedua sisi tubuhnya. Detik berikutnya, ia berbalik dan kembali melangkah mendekati Nana yang masih menunggunya penuh harap.

"Aku masih sibuk mengurus skripsiku, Na'. Kalau tahun ini aku tidak wisuda, bukan hanya mas Pandji yang tidak mau menanggung biaya kuliahku, tapi aku juga sudah dipastikan DO dari kampus ini," pelan Celo memberi pengertian pada pacarnya itu.

"Tapi kan, Celo.... perutku ini juga tidak bisa menunggu lebih lama lagi, sudah lima bulan!" Nana menyibak blazernya, memperlihatkan perutnya yang sudah membuncit dibalik kemeja kuliahnya.

Sesaat, Celo memandangi perut Nana yang sudah perempuan itu tutup kembali dengan blazernya yang kebesaran, agar tidak mudah terpantau oleh teman-temannya atau siapapun.

"Aku sudah bilang, gugurkan saja... kamu yang keras kepala. Kalau sudah begini, aku juga yang direpotkan. Iya, kan?" sesal Celo pada pacarnya.

Mendengar ucapan Celo, tentu saja Nana yang selama ini berusaha menahan diri langsung meradang, emosinya sudah di ubun-ubun.

"Badjingan kamu, Celo!"

Tidak sulit bagi Nana yang memiliki postur sama tinggi dengan Celo mencengkram dan menarik kasar kerah kemeja Celo hingga wajah pria itu hampir menabrak wajahnya.

"Rasakan ini! Hufh!" Dengan kekuatan penuh lutut Nana yang menekuk menghantam bagian vital Celo.

Duph!

"Ughhhh!" tubuh Celo seketika menekuk, mengerang tertahan sambil memegangi area selang kangan nya yang sakit luar biasa. Walau hanya sekali hantukan, serasa mau pingsan rasanya.

"Itu hadiah untuk burung brengsek kamu!" umpat Nana dengan napas memburu, wajahnya merah padam penuh emosi.

"Aku sudah berubah fikiran, Celo! Menikah dengan kamu hanya akan mempersulit hidupku di kemudian hari! Cukup sekali aku salah langkah. Mulai hari ini, jangan pernah cari aku lagi! Aku akan buat kamu menyesal seumur hidup kamu karena selalu beralasan bila dimintai pertanggung jawaban!"

Selesai berucap, Nana berlari pergi, tak ada tangisan lagi seperti yang sudah-sudah. Sikap Celo hari ini membulatkan tekadnya menutup rapat pintu hatinya buat pria itu.

"Celo, ngapain kamu di situ?" tanya Karina yang baru datang beberapa menit kemudian.

"Ugh," Celo berusaha menegakan tubuhnya, area sensitifnya masih terasa sangat sakit.

"Maaf, Bu... Saya terjatuh saat akan mengambil pasir di sana... " pelan Celo sembari menunjuk tumpukan pasir yang menggunung tidak jauh dari mereka.

"Saya tahu kamu berbohong, tadi kamu pergi sama pacar kamu. Iya, kan?" Karlina menatap dingin mahasiswa bimbingannya itu sambil berlalu memasuki workshop.

Celo terkesiap, dirinya tersadar bila dosennya itu pasti melihat Nana dari CCTV yang ada di dalam workshop. Matanya cepat mengedar ke plafon luar workshop, berharap disana tidak dipasang CCTV. Dan sayangnya, ada dua kamera CCTV yang langsung mengarah padanya.

"Matilah, aku...." Celo meringis, merasa hidupnya hari ini begitu sial.

"Lihat, hasil kerjamu, Celo!" teriak Karlina dari dalam workshop.

Celo buru-buru masuk, mengesampingkan rasa sakit pada si gundal-gandul yang masih begitu nyeri, lebih takut pada teriakan sang dosen pembimbingnya.

"Kamu itu ngerti nggak sih cara yang benar membuat dinding pasangan bata?!" sentak Karlina. Mata dosen perempuan itu melotot tajam dengan raut dongkol.

"Campurannya udah benar kok Bu, sesuai yang Ibu minta tadi," sahut Celo cepat.

"Satu semen banding empat pasir, dan satunya lagi... satu semen banding enam pasir," tunjuknya pada dua dinding pasangan bata hasil kerjanya yang belum rampung sepenuhnya.

Karlina menggeleng frustrasi mendengar jawaban asal keluar dari mulut Celo, rasa dongkolnya jadi berlipat-lipat kali ganda.

"Waterpas nya mana, Celo?" Karlina nampak gemas sekali.

"Bagaimana bisa kamu lupa kalau itu alat paling krusial untuk memastikan pasangan bata rata secara horizontal dan vertikal!" pekiknya nyaring, memenuhi ruang workshop, beberapa kepala yang ada di ruang berbeda terlihat saling melongok ke arah mereka.

Mendengar nama alat itu disebut, Celo langsung menepuk jidatnya.

"Maaf, Bu.... Sa-ya lupa..." Celo meringis, menjawab kikuk, ada rasa malu dalam nada kalimatnya.

"Unting-unting nya?" Kalina kembali menyebutkan satu nama alat penting lainnya dalam dunia pertukangan, sebab dirinya tidak melihat benda itu menggantung di sudut dinding pasangan bata Celo untuk mengecek apakah dinding miring atau sudah lurus vertikal.

Celo kembali berucap kikuk. "Alat itu... saya juga lu-pa, Bu..." nadanya pelan.

Karlina mendesah mendengar jawaban Celo. "Benang Acuan? Jidar? Meteran (Measuring Tape)? Siku-siku (Steel Square)," Karlina sengaja menyebutnya satu persatu semua nama alat pertukangan itu secara lengkap, karena tidak satupun dari alat-alat itu digunakan oleh mahasiswa bimbingannya itu dalam membuat dinding pasangan bata.

Celo diam mematung, sudah tidak sanggup berkata-kata lagi.

"Apa kamu sudah mengerti, Celo... Kenapa tadi saya mengatakan bangunan rumah, gedung, hotel, atau apapun itu, akan roboh kalau kamu yang jadi Struktural Engineering nya," lanjut Karlina, saat melihat Celo tidak bisa berucap lagi.

"Seorang Engineering Teknik Sipil tidak mengandalkan insting saja melainkan menggunakan peralatan tukang dan alat ukur presisi karena pekerjaan konstruksi menuntut akurasi tinggi, keamanan, dan kepatuhan terhadap standar teknis. Mengandalkan insting memiliki risiko kegagalan struktur dan pembengkakan biaya, sedangkan alat ukur memberikan data kuantitatif yang objektif. Saya harap kamu mengerti ini, Celo."

Celo tidak berucap, hanya mampu menjawab dengan anggukan malu.

"Ini sudah beranjak sore, kita sudahi saja pertemuan ini. Minggu depan, di waktu yang sama, silahkan buat tugas yang sama dengan bantuan peralatan yang saya sebutkan tadi."

Karlina melirik arloji tangannya sekilas lalu beralih pada area kerja Celo.

"Semua material yang kamu pakai tidak gratis, Celo. Kamu harus membayarnya ke bagian kepegawaian workshop ini. Dan jangan lupa bongkar, dan buang sampah-sampahmu ini pada tempatnya," ucap Karlina tanpa beban menutup sesi konsultasi skripsi mahasiswa bimbingannya.

"Di-dibongkar, Bu?" Celo ternganga.

"Iya, masa nggak. Ngaco kamu, Celo. Dinding pasangan bata kamu itu tidak ada manfaatnya disini. Adik-adik tingkat kamu bakalan terpingkal-pingkal kalau melihatnya. Kamu nggak malu, hah?"

Celo mengusak rambutnya kasar, begitu frustrasi.

Terbayang olehnya tugas berat membongkar dinding pasangan bata hasil karyanya itu. Selain membongkar, butuh tenaga ekstra pula untuk membuangnya dari sana.

...***...

Tok! Tok! Tok!

"Ada tamu..." gumam Harry menatap adiknya.

"Meli saja.yang bukain pintunya, Mas," Melitha yang sedang menata hidangan di atas meja makan menghentikan kegiatannya itu.

Harry mengangguk, lalu mengambil alih melanjutkan menata hidangan di atas meja sepeninggal adiknya.

Klek-klek...

Begitu anak kunci berhasil diputar pelan, Melitha menarik gagang pintu rumahnya.

"Selamat malam, Mel... " pria berusia matang yang tengah berdiri di depan pintu itu tersenyum tipis.

"Aaaa.... M-mas Pa-ndji... " Melitha yang kaget melihat kakak sepupunya itu mendadak jadi gugup.

"Se-selamat malam juga, Mas...." balasnya menyapa.

Pandji masih tersenyum di tempatnya melihat kegugupan adik sepupunya itu.

"Boleh Mas masuk?"

"Aaaaa.... I-iya, Mas. Bo-boleh, tentu, Mas...." Melitha bertambah gugup, sampai lupa bergeser untuk memberi ruang pada kakak sepupunya itu.

Bersambung✍️

1
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu Soraya, kamu pikir Harry sedemikian bodohnya mau kembali sama pelacur murahan seperti kamu? mimpi kamu ketinggian
Dewi Payang: Pas bangun dari mimpi langsung jatuh🤭🤭🤭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
lah masih punya muka buat Dateng ke rumah mantan suami🤔
Dewi Payang: Akibat tersanjung si Harry kelai sama si Iwan gara² dia kak🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
Teteh Lia
Vote senin sore dulu.
Dewi Payang: Terima kasih banyak kak votenya🥰🥰
total 1 replies
Teteh Lia
Nyari jahe merah di daerah ku agak susah, kak. mesti ke kota dulu.
Teteh Lia: gimana sama kunyit putih, kak? ada juga kah?
total 6 replies
Teteh Lia
kerah sama gumam ya, kak. 🙈
Dewi Payang: Padahal udah skrol ulang sebelum di up🤣 masih aja yg nyempil🙈🙈
total 3 replies
Teteh Lia
Nda ya, pak. celo udah bener2 tobat.
Dewi Payang: Semoga bener²🤭
total 1 replies
Calisa
Acara syukuran anaknya Pandji bukan sih
Dewi Payang: Iya bener kak😁
total 1 replies
Calisa
mesendengkan maksudnya memiringkan? bukannya menyendengkan ya?
Dewi Payang: Tadinya aku bikin menyendengkan kak, namun saat nulis itu garis peringatan typo aktif, jadi aku ubah bikin mensendengkan, alhasil garis typonya lenyap, tapi kok rasanya asing dan gak tepat. Tapi aku coba aja tulis itu, berharap ada yg komen, ternyata ada. Terima kasih ya kak, aku otw ubah lagi😁😁 gak enak memang kata² mensendengkan🙈🙈
total 1 replies
Calisa
yaa begitulah kalau gak paham 🤣
daunnya dibabat semua wkwk
Dewi Payang: Wkwk🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nanti lebih kaget lagilah kau
Dewi Payang: Kaget dan termehek-mehek juga kak😄
total 1 replies
mama Al
pasti lamaran Harry dan Rachel
Dewi Payang: Syukurannya si Cleo kak. 😁🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
tergantung sih sebenanya... tergantug orangnya mau makan apa gak🤣🤣
Dewi Payang: Dibawa asik dan seru²an aja, biar hati tetep bahagia🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
suatu saat dirimu gak bisa apa apa dan anakmubsukses, mereka gantian nolak kamu loh Raya
Dewi Payang: Iya bener kak... dan seringnya banyak yg dendam... apalagi org yg melihara si anak hobi nanam dendam ke hati anak itu😄 tambahlah dia gak peduli sama si emak ....🙈🙈🙈
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
jingkrak jingkrak gak tuh🤣
Dewi Payang: Maunya kak🤣 tapi masih ja'im🤭🤭
total 1 replies
Calisa
kan.. dikasih penegasan sama Pandji wkwk
Dewi Payang: Si Nana sama si Seli kak🤭🤭
total 5 replies
Calisa
Gimana perasaan Celo nanti seandainya dia udah bebas, terus ketemu sama Cleo. Nggak mungkin mereka sama sekali nggak bersinggungan, karena gimana pun Celo tetap keluarganya Pandji.
nggak bisa bayangin, anak sendiri tapi manggil paman..
yaah.. itu gara2 kamu sendiri Celoo 🤧
Dewi Payang: Kata orangtuaku, penyesalan selalu datang dibelakang, jadi hati²lah melangkah....🥰
total 3 replies
mama Al
Bagaimana rasanya Celo?
Dewi Payang: Celo : sakit😭
total 1 replies
Marini Suhendar
Celo..
sekarang kmu baru terasa sakitnya g d anggap ayah itu karena dosa kmu sendiri..perbaiki diri teruus & sll berdoa u putri kecilmu💪
Dewi Payang: Celo : terima kasih untuk nasihatnya, Kak🙏🏻
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
celo
Dewi Payang: Ma kasih kak, OTW perbaiki😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
karena kebodohan kamu Cleo, jadi kamu hanya bisa menjadi paman bagi anak kamu
Dewi Payang: Bennar sekali.....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!