Ahimsa Radeya Sanjaya adalah kandidat Presdir dari kerajaan bisnis milik kakeknya. Salah satu syarat yang harus dia penuhi sebelum menjadi seorang Presdir pilihan adalah menikahi perempuan pilihan kakeknya. Sevim Zehra Mahveen adalah perempuan yang harus dia nikahi.
Awalnya Ahimsa menyetujui syarat tersebut hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Presdir. Namun, akhirnya dia jatuh cinta kepada Sevim. Sayangnya, meskipun saling mencintai, tapi mereka seringkali dibuat salah paham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat Perjanjian
Sevim menyodorkan surat perjanjian pernikahan yang sudah dibuatnya kepada calon suaminya. Ahimsa yang sebenarnya ingin menjalani pernikahan yang sesungguhnya, merasa kecewa. Tapi, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena terhalang oleh ancaman Rosy. Kekasih yang sudah tak dianggapnya itu tipikal perempuan yang nekad. Dia tidak akan main-main dengan ucapannya. Bagi Ahimsa, yang paling penting sekarang adalah pernikahannya bersama Sevim yang akan digelar 2 minggu lagi berjalan dengan lancar.
" Serius Se.., jadi ada surat perjanjian? Perlu? "
" Ya.., setelah kita pisah, kamu bebas ngapain aja Him..",
" Kamu nggak percaya sama aku?"
" Percaya, tapi di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin kan Him?"
" Oke..suratnya nanti akan aku periksa, tapi sekarang ikut aku ya?"
" Kemana?"
" Jemput adikku di Bandara, tadi Mami minta aku ajak kamu..",
Sevim setuju, setelah meletakkan surat itu di meja Ahimsa, dia keluar kembali ke meja kerjanya untuk mengambil tasnya.
Saat ini, ketiganya sudah berada di Bandara untuk menjemput anak Bungsu dari tante Anin, sekaligus anak perempuan satu-satunya .
Setelah menunggu hampir 30 menit, akhirnya Hyana tiba. Gadis muda nan cantik itu berlari kecil langsung memeluk tante Anin.
" Mami..aku kangen banget..",
" Mami juga kangen sama kamu, sehat kan?"
" Sehat Mi.., halo Aa.."
" Long time no see Na..",
" Aa' sih nggak pernah mau ke KL.."
" Aa', sibuk Na..",
" Ini siapa?", tanya nya menunjuk Sevim yang berdiri di samping Ahimsa.
" Sevim, calonnya Aa'..",
Oh, pantesan. Cantik.
" Halo..Hyana kak..", ucapnya dengan menyalami Sevim. Tapi, pandangan Hyana tampak lain, seperti ada perasaan yang dia sembunyikan. Apa?
" Sevim..",
" Kakek sama Papi mana Mi? Abang juga? "
" Mereka ada di Rumah, kita langsung pulang ya sayang. Kita makan siang bareng..",
Tidak ada rasa canggung lagi bagi Sevim ketika berada di tengah-tengah keluarga Sanjaya seperti ini. Sevim merasa dirinya sudah di terima baik oleh anggota keluarga Sanjaya. Sebagai calon menantu pertama , Sevim memang merasa kehadirannya selalu diistimewakan.
" Aa', nikahnya kapan Mi ?"
" Dua minggu lagi..",
" Oh..., kak Sevim udah mantep kan sama Aa'?", tanyanya kepada Sevim.
Sevim tersenyum tipis.
" Jangan sampai kepincut sama laki-laki lain loh, apalagi sama Bang Harsa, jadi perang saudara nanti..",
Maksud Hyana apa? Dia tau kalau Sevim sebenarnya memang lebih tertarik kepada Harsa dibanding dengan Himsa? Darimana dia tahu?
" Na.., ngomong apa sih sayang? ",
" Kan cuma ngingetin kak Sevim aja Mi.."
Beruntungnya Sevim tidak terpengaruh, dia menyibukkan diri dengan membantu tante Anin untuk membereskan piring bekas makan siang tadi.
" Na.., jangan sampe Aa' denger kamu ngomong kayak tadi. Bisa marah dia kalo kamu ngusik calon istrinya..",
" Tenang Mi,, seharusnya Aa' malah berterima kasih sama Hyana.."
" Kamu masih berhubungan sama Rosy?"
" Sesekali aja Mi. Na kaget waktu Mami bilang Aa' terima perjodohan. Terus nasib Rosy gimana? Kan kasihan Mi.."
" Jangan mentang-mentang Rosy itu temen kamu, terus kamu kasian sama dia. Kamu tau kan kalo Mami nggak pernah setuju kalo Aa' pacaran sama dia?"
" Iya Na tau Mi..",
" Ya udah, nggak usah bahas. Mendingan kamu bantuin kakak ipar kamu tuh, tapi jangan ngomong apa-apa lagi ya.., jangan ketus-ketus kalo ngomong.."
" Iya..",
Hyana sudah diperingatkan oleh Maminya untuk tidak berbicara macam-macam pada Sevim. Saat di dalam mobilpun, Hyana hanya diam, lebih memilih menyibukkan diri dengan ponselnya. Sedangkan Sevim, memusatkan pandangannya ke arah luar jendela. Berada di dalam mobil berdua dengan calon adik iparnya, membuat Sevim tidak nyaman. Bukan hanya karena belum mengenal baik, tapi Sevim sadar jika Hyana kurang suka terhadapnya. Karena apa? Sevim sendiri tidak yakin karena Rosy adalah penyebab Hyana bersikap agak sinis padanya. Sevim memang bukan followers instagram Rosy, model idolanya dulu. Tapi, dia pernah tidak sengaja melihat Rosy dan Hyana yang berfoto bersama dan di upload di feed IG Rosy dengan caption " My best friend ".
" Kak Sevim, udah pernah pacaran berapa kali sebelum ketemu sama Aa'?" akhirnya Hyana membuka obrolan.
" Belum pernah.."
" Hah, pantesan. Jangan kebaperan kak, kalo ada laki-laki yang baik sama kamu? "
Kakak sama adik sama-sama nyebelinnya.
" Maksud kamu gimana Na?"
" Nggak apa-apa. Emang nggak pernah ada yang deketin?",
" Kakak kemana-mana pake " Sopir"...",
" Oh pantesan, dikawal terus ya..Na juga dulu gitu. Tapi, tetep aja bisa punya pacar..",
" Kamu punya pacar?"
" Iya dong..",
Akhirnya mereka berdua tiba di kantor Sanjaya grup. Hyana sendiri mengintil di belakang Sevim, mengikutinya sampai di dalam ruang kerjanya.
" Kenapa meja kerjanya nggak di dalam aja? "
" Nggak tau, emang dari awal gini..",
" Oh..",
" Kamu kalo mau nunggu Aa sama Bang Harsa di dalem aja Na..",
Tanpa permisi, Hyana langsung melenggang masuk ke dalam ruang kerja Himsa.
" Suka-suka kamu, ini emang kantor punya keluarga kamu..", ucap Sevim dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya Hyana bukan tidak suka dengan Sevim, dia hanya belum mengenal dekat saja calon kakak iparnya. Hyana masuk dalam ruang kerja Himsa. Kakak laki-lakinya memang dari dulu lebih suka sesuatu yang simple. Jadi, Hyana tidak heran saat masuk di sambut dengan desain minimalis yang menjadi tema ruang kerja kakaknya.
Mata Hyana tertarik dengan tumpukkan berkas yang menumpuk di meja kerja Himsa. Karena penasaran, dia iseng membuka map berwarna hijau yang berada di tumpukkan paling atas. Betapa kagetnya Hyana saat membaca sekilas isi dari map tersebut. " Surat Perjanjian Pernikahan ", judul dari berkas tersebut yang langsung membuat Hyana tertarik untuk membacanya lebih lanjut.
" Ini gila..", Hyana langsung mengambil ponselnya dan memotret surat tersebut.
Hyana merasa perlu untuk memberitahu seseorang perihal surat yang baru saja dia baca. Bagaimanapun juga, pernikahan kakaknya harus tetap berlangsung. Tapi, setelah mengetahui jika pernikahan yang akan dijalani kakaknya hanyalah pernikahan pura-pura. Hyana harus melakukan sesuatu.
Hyana keluar dari ruangan kakaknya dengan terburu-buru. Lebih cepat untuk dia bertindak, lebih baik. Hyana tidak suka dengan Sevim, tapi dia menginginkan Kakaknya itu tetap melangsungkan pernikahan dengan Sevim? Ada apa sebenarnya?
semoga ad kelanjutan season 2nya
Selamat ya Sevim untuk kelahiran baby girl