Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAKIT
Adzan subuh berkumandang, seperti biasa aku bangun lalu pergi ke musholla.
Disana sudah ada kak Rey menunggu. Kami sholat bersama. Selesai sholat aku mencium tangannya , namun belum satu kata pun terucap dari bibirku.
Aku langsung berjalan menuju kamar ibuku.
...........
Jam dinding menunjukkan pukul 06.40 pagi.
Rey kembali gelisah karena istrinya tak kunjung keluar kamar.
Tok tok tok
Rey mengetuk pintu kamar Vina, lagi lagi tak ada respon.
Karena khawatir, Rey segera membuka pintu itu.
" dek, kamu kenapa? Sakit? "" ucapnya khawatir setelah melihat Vina masih berbaring di ranjang.
" hari ini aku malas ke sekolah." jawabku lemas
"kamu sakit?" saut Rey cemas lalu menempelkan tangannya di dahi Vina.
" aku gakpapa kok," jawabku lalu menarik selimutku lagi
" badan kamu panas, kita ke dokter aja yuk." ucap kak Rey panik.
" gak usah kak, dibawa tidur juga sembuh." tolakku lembut.
" tunggu sebentar ya." kata Rey lalu pergi.
Rey mengambil ponsel lalu menghubungi Putri. Rey mengabari sahabatnya itu, kalau Vina sakit dan tidak bisa masuk sekolah.
Rey juga menghubungi pihak kampus, kalau hari ini dia libur mengajar.
Rey kembali ke kamar Vina dengan membawa teh manis hangat dan dua potong roti untuk sarapan, tak lupa membawa thermometer dan obat penurun panas.
" ini dimakan dulu sarapannya, lalu minum obat." ucapnya sambil menyodorkan makananan itu.
Aku menggelengkan kepala, aku hanya mengambil obat dan teh hangat itu lalu minumnya pelan.
" kakak gak ke kampus?" tanyaku
" kakak udah izin, hari ini mau nemenin kamu aja disini."
" aku cuma mau tidur kok kak, bisa sendiri." ucapku agar kak Rey tak sampai bolos ngajar.
.............
Rey duduk disamping ranjang istrinya.
Dilihatnya thermometer masih menunjukkan suhu 38 derajat.
Tiba tiba Vina menggigil sambil meringkuk.
" dek badan kamu panas banget." ucap rey makin cemas.
Vina hanya diam lalu menarik tangannya,
" kak dingin."suaranya meracau
Rey kemudian memeluk tubuh istrinya itu.
" jangan pergi kak." ucapnya lirih.
Vina layaknya anak kecil yang sedang sakit, dia mengigau lalu merangkul tubuh suaminya, hingga tertidur.
Rey menjaga istrinya dengan penuh kasih sayang.
.................
Aku terbangun dari tidurku, aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan posisi tidurku.
Ternyata aku tidur di pelukan kak Rey.
Sepertinya seharian kak Rey disini menemaniku.
Aku mencoba mengangkat tubuhku pelan, tapi kepala ini serasa berputar putar.
" aaaaakkhhhhhhh." rintihku sambil memegang kepalaku.
Kak Rey yang sedang tertidur lantas bangun mendengar rintihanku.
" kenapa dek, masih sakit?" ucapnya sambil membaringkan tubuhku ke ranjang.
" pusing kak." jawabku.
Kak Rey lalu mengambil ponselnya, untuk menghubungi dokter keluarganya.
Akhirnya dokter datang, lalu memeriksa keadaan Vina.
" gimana keadaannya dok?" jawabnya panik
" tenang dulu nak Rey, istrimu menderita anemia, ini sudah saya tuliskan resepnya." ucap dokter sambil menyodorkan secarik kertas.
"terima kasih donk." jawab Rey
" jangan lupa, usahakan istrimu banyak makan, makanan yang bernutrisi." kata dokter lebih lanjut.
" iya dok, sekali lagi terima kasih." kata Rey sambil mengantar dokter itu ke depan.
.................
Pagi ini aku sudah rapi dengan seragam dan rambut terikat.
Ku gendong tasku keluar kamar menuju dapur.
" hari ini kamu sekolah?" ucap Kak Rey setelah melihatku.
" iya kak, kenapa?" jawabku sambil mengoleskan selai di atas roti.
Kak Rey menyentuh dahiku.
Dibolak balikkan tangannya untuk mengecek keadaanku.
" aku udah sembuh kak." jawabku lalu memalingkan kepalaku.
" y udah nanti kakak anter." jawab Rey lalu mengambil kunci mobilnya.
" sini ikut sarapan dulu." ucapku lalu menyodorkan beberapa potong roti dan segelas susu hangat.
Selesai sarapan, kami berangkat bersama.
Aku turun di depan sekolah, tak lupa ku cium tangan suamiku itu sebelum pergi.
Kak Rey kembali menarik tanganku, lalu mencium lembut keningku.
" kak ini sekolah." ucapku malu malu.
Kak Rey hanya tersenyum, lalu aku segera keluar dari mobilnya.
Tanpa sadar aku ikut tersenyum senyum sendiri mengingat kejadian itu.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak