NovelToon NovelToon
Ratunya Sang Mafia

Ratunya Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Warning: Hiatus

Alana anastaya, gadis malang yang memiliki kisah tragis, setelah kepergian ayahnya Alana menjadi sebatang kara, sang bibi dan kedua anaknya yang jahat dengan tega mengusirnya dari rumahnya sendiri.

Takdir mempertemukannya dengan mafia paling kejam Alexander jaiden yang memiliki penyakit aneh dan penyakit itu justru sembuh saat dirinya dan Alex saling bersentuhan.

Bagaimana kisah mereka berdua?


Ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps: 18

Alana dan Sellyn saat ini sedang menikmati waktu luang mereka di halaman belakang mansion. kedua perempuan itu membuat piknik ala- ala di halaman rumput yang luas,Mereka mengampar tikar lalu menyusun kue dan buah- buahan di atasnya, keduanya nampak bersenang-senang.

Saat ini Alana sedang membaca novel yang di rekomendasi kan Frida padanya, sementara Sellyn nampak sibuk sendiri dengan pikirannya.

"Alana." panggil Sellyn pelan.

"Ya? " sahut Alana.

"Apa kau masih berfikir untuk terbebas dari Alex? "tanya perempuan itu. Mengingat saat di bar waktu itu, betapa Alana sangat berjuang untuk bisa terlepas dari sang ketua mafia tersebut.

" Yaa... Masih. " jawab Alana, terkesan ragu- ragu.

"Kalau begitu ku kasih tahu padamu. " Sellyn mengubah posisi nya yang tadinya rebahan kini duduk bersilang kaki, sebelum melanjutkan kata- katanya yang terpotong, Sellyn sempat mengambil buah cerry yang berada di atas cupcake lalu memakannya.

"Jika kau memang ingin benar- benar terbebas dari Alexander, cobalah untuk membuat nya luluh pada mu. "

"Membuat nya luluh? " Alis Alana mengernyit dalam, ia bahkan sampai menghentikan aktivitas bacanya dan beralih menatap Sellyn.

"Iya." Sellyn mengangguk semangat. "Daripada kau sering kabur- kaburan dan hanya berakhir sia- sia, bagaimana jika kau membuat Alex bisa luluh dan melepaskan mu dengan sukarela tanpa ada ancaman apapun. "

Alana jadi sedikit tertarik dengan arah pembicaraan Sellyn.

"Lalu bagaimana caranya? " Perempuan yang memiliki mata bulat indah itu nampak antusias.

Sellyn tersenyum. "Gampang saja, cobalah menjadi gadis manis dan penurut di depan nya."

Alana termenung. Apakah kini ada cara ampuh yang benar-benar membuat ia bisa terbebas dari Alex.

"Bagaimana kau tertarik? " pancing sellyn. "Jika iya, aku bisa memberitahukan mu step- step nya. " lanjut nya kemudian.

Alana berkedip untuk beberapa saat. Lalu menganggukkan kepala.

Sellyn semakin melebarkan senyum nya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Pertama, cobalah untuk ramah padanya. Jangan selalu menatapnya dengan kebencian, sekali- sekali cobalah untuk berkata lembut dan tanya keadaan nya. "

Perkataan sellyn tentang step pertama yang di ajarkan padanya kini terngiang-ngiang kembali di otak Alana.

Saat ini, seperti anak kecil yang bersiap untuk menunggu namanya di panggil ke atas panggung, seperti itulah Alana yang tengah berdiri gugup di depan pintu mansion.

Alana beberapa kali menarik nafas lalu membuangnya perlahan, kedua tangan nya ia kepalkan karna nervous yang menyerang. Saat ini Alana sedang menunggu kepulangan Alex dari kantor nya.

Tentu saja ide untuk menyambut kepulangan Alex datang dari sellyn, dia berkata cara ini ampuh untuk memulai pendekatannya dengan laki-laki dingin itu.

Baiklah, apapun untuk memperjuangkan kebebasannya, Alana akan mengusahakan itu. Toh tak berat, ia hanya harus tersenyum dan basa- basi ke Alex saja, sebelum ke step berikut nya.

Tak lama kemudian, mobil hitam Alex masuk ke dalam gerbang dan terparkir di halaman mansion. Alana bisa melihat nya dari sini.

Pria itu berjalan ringan menaiki anak tangga di depan mansion lalu saat jarak mereka semakin dekat, Alex baru menyadari keberadaannya.

Alana tersenyum. Alex tak langsung membalas, justru mempercepat langkah hingga kini mereka berhadapan.

Keduanya saling menatap sesaat sebelum akhirnya Alana lebih memilih untuk menatap lantai di bawah karna gugup yang tak kunjung reda.

"Kau sudah pulang? " Alana tersenyum. "Selamat datang. "

Alex mengernyit bingung lalu menggeleng kan kepalanya, pelan.

"Kau bicara padaku tapi menatap ke bawah?" lelaki itu terkekeh. "Apa lantai itu lebih menarik daripada wajah ku yang tampan ini? "

Haish! sejak kapan pria ini menjadi senarsis ini?

Alana mengangkat wajahnya lalu mulai menatap ke arah pria tersebut.

"Begitu lebih baik, " kata Alex.

"Kenapa kau berdiri di sini?" tanyanya kemudian.

"Untuk menyambut mu, " kata Alana dengan polosnya. "Bagaimana kabar mu? "

Seperti yang di ajarkan sellyn, Alana harus memulainya dengan basa- basi dan menanyakan keadaan nya.

Namun tak ada jawaban dari Alex. Hening sekali.

Sedetik, dua detik tak ada reaksi darinya sampai tiba-tiba saja suara tawa Alex menyembur membuat Alana tertegun lantas memicing kan mata, heran.

Alex menarik tangan Alana hingga kini mereka berdekatan dan wajah keduanya berhadapan.

Alana memekik tertahan karena nya.

"Katakan, sejak kapan kancil nakal ini mulai berubah? kenapa tiba-tiba kau jadi seperhatian pada ku?"

Wajah Alana kini berubah jadi semerah tomat. Ia tak tahu harus bicara apa.

"A- anu itu--" sebelum menyelesaikan ucapan, Alana sudah mengibrit pergi dengan membawa rasa malunya.

          🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Di kamarnya, sellyn tertawa terbahak- bahak saat mendengar cerita Alana membuat gadis itu nampak misuh- misuh di tempat nya.

"Idemu buruk sekali dan itu gagal total! aku tidak akan mengikutinya lagi. " Alana mendengus sewot.

"Ya habisnya kau polos sekali, langsung percaya saja dengan semua yang ku katakan. "

Alana cemberut.

"Baiklah, baik. Begini saja, bagaimana jika kau mendengar step selanjutnya dariku. "

"Apa? tidak- tidak, aku tidak mau! " Alana dengan cepat menolak.

"Tenang.Yang ini gampang kok, simpel." Sellyn nampak meyakinkan. Alana diam, lalu sellyn mendekati nya, lantas berbisik di telinganya.

"Kau hanya perlu mengikuti kata hati mu. "

Ucapan sellyn sontak membuat Alana menoleh menatap nya, keduanya saling melemparkan pandang sesaat.

"Ikuti saja apapun yang hatimu katakan, buat semuanya berjalan mengalir seperti air. "

"Aku tak mengerti. " tukas Alana.

Sellyn tersenyum. "Jika kau menemukan maknanya, kau pasti akan mengerti dengan yang ku katakan. "

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Hari- hari berikutnya Alana dan Alex tidak berinteraksi satu sama lain, jangankan menyapa Alana bahkan tak bisa menemui Alex.

Hans bilang jadwal lelaki itu sangat padat akhir- akhir ini dan Alana memakluminya. Tapi jika begini terus, bagaimana dia bisa menjalankan rencananya?

Haish! sepertinya Alana pun sudah kehabisan akal.

Malam itu, sudah empat hari kesekian Alana tidak bisa menemui Alex sama sekali. Biasanya pria itu akan mengajaknya makan malam seperti waktu itu, meskipun ia sudah menolak. Tapi sekarang Alana bahkan hanya duduk seorang diri di meja makan. Sementara sellyn saat ini sedang ada urusan mendesak di bar yang harus dia selesaikan sendiri.

Hah. Alana benar-benar kesepian.

Setelah makan malam pun Alana langsung menuju kamar lalu berniat untuk tidur lebih awal.

Seperti kebiasaan lamanya tidak bisa hilang, Alana bangun dini hari sekali, karna merasa tenggorokan nya kering.

Saat keluar kamar, Alana sengaja melewati kamar milik Alex, mengecek mungkin saja Alex sudah kembali ke meski hanya harapan nya saja.

Tapi harapan hanya tinggal harapan, Alana tidak menemukan kehidupan sama sekali saat melewati kamar yang tertutup rapat itu.

"Memang seperti nya dia sangat sibuk akhir- akhir ini. "

Batin Alana, hanya bisa menghela nafas pelan.

Gadis itupun menuruni tangga untuk memenuhi dahaganya, setelah hausnya hilang Alana pun kembali ke kamarnya dan kali ini saat ia melewati kamar Alex lagi, Alana menemukan sebuah keanehan.

Alana mendengar suara orang batuk dari dalam kamar yang pintunya kini terbuka setengah. Entah sejak kapan seseorang membuka pintu itu, Alana tidak merasakan apa- apa.

Suara batuk itu kini mulai di iringi dengan suara grasak- grusuk benda yang berjatuhan.

Di bekuk rasa penasaran, Alana pun melangkah kan kaki menuju ke kamar Alex. Ia mencoba untuk mendorong pintu pelan- pelan, saat di intipnya sedikit, Alana melihat Alex yang tengah terduduk di depan dipan kamarnya. Pria itu nampak kepayahan dan suara batuk itu ternyata berasal dari nya.

Alana segera menuju ke arahnya. Alex tidak menyadari kehadiran nya bahkan saat kini ia sudah mensejajarkan tubuh mereka berdua.

"Alex, kau kenapa?" tanya Alana sedikit panik. Ia bingung harus melakukan apa saat ini.

Alex mulai menyadari kehadiran nya. "Kenapa kau di sini? " tanyanya dengan suara serak.

Saat kulit mereka tidak sengaja bersentuhan, Alana kaget karena tubuh Alex yang sangat panas. Tangan mungil nya lalu memeriksa dahi lelaki itu membuat Alex terperanjat sesaat karena tindakan nya yang tiba-tiba.

"Kau demam. " gumam Alana.

"Pergilah.Tidak usah memperdulikan ku. " sentak Alex menyingkirkan tangan Alana dari dahinya.

Alana terkejut. Ia ingin sekali memarahi pria itu, Baiklah, sesuai perkataannya lebih baik dia pergi saja.

Tapi tiba-tiba saja Alana teringat perkataan Sellyn.

"Kau hanya perlu mengikuti kata hati mu. "

Lantas Alana bangkit kembali dan mendekati alex lagi.

"Aku tetap akan merawat mu, " ujar Alana bersikukuh. Lalu dengan susah payah dia memindahkan Alex yang lemah ke kasur.

Setelah membantu Alex merebahkan diri ke kasur, Alana berbalik hendak mengambil air di baskom dan handuk untuk mengompres suhu tubuh nya.

Tapi lengan Alana di tahan oleh lelaki itu.

"Kau mau kemana? katanya mau merawat ku? " tanya Alex dengan tangannya yang menggenggam lengan alana, agar tidak pergi.

Alana tersenyum sekilas. "Tenang saja aku tidak akan kemana-mana, tunggu sebentar ya. "

Alex mengangguk lemah, Alana lalu menutupi tubuh alex dengan selimut tebal.

*****

Bersambung...

1
mety
jangan kabur lagi Alana
Saja Endah
lanjut dong Thor...
Yekin Yong
Thor lanjut😁
Suhadhanie Nur Ezah
aku suka caranye....org yg x pndai berterima kasih mcm tu je lyknye...dh dbtu sombong...pdn lh muka dia
Yuli
lemah tp sok
Yuli
good job biar dia sadar dn bodoh
Yuli
gila tp d gendong
Diah Al Khalifi
lanjut Thor 🙏🙏
Utari Rahma: gak jelas bjir berhenti disini😭
total 1 replies
Umi Yati
lanjut
panty sari
q ikutan kaget ter tangkap basah
panty sari
dasar kakek ga berr prasaan cucunya mau nikah harus dg keinginnnya
panty sari
alana kenapa kamu tdk mencoba membuka hati untuk Alex kasian dia sudah memperjuangkan mu dari kakek nya tapi kamu mau meninggalkan Alex
panty sari
thor kenpa mc cw nya lemah
Rusni
ya Allah jahat benar yg namanya rusni ap jahat y karn namaku Sm dgn Tante alana
Dancingpoem: ya ampun bun, tidak kok ini cuma fiksi😊🤭, btw terimakasih sudah mampir ya bun
total 1 replies
Via Fitriani
sumpah novel mu bagus bangetttt thor🔥
Dancingpoem: terimakasih komen baiknya kak, dukung terus ya
total 1 replies
Dancingpoem
charis@ŕŕa
paling 💕
Sunarti
ceritanya menarik 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Sunarti
lanjut Thor update terbaru 👍👍👍
Yati
kasihan Alana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!