NovelToon NovelToon
Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cinta pada Pandangan Pertama / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Kalistha, seorang gadis malang yang dibuang oleh keluarganya. Dia terpaksa menghidupi adiknya seorang diri sambil kuliah. ketika sedang bermain piano di kampus, ia bertemu dengan seorang laki-laki.

Barsh, anak dari pengusaha kaya raya. ia merasa tertarik kepada seorang gadis yang begitu lihai ketika bermain piano.

Sejak saat itu, Barsh mulai mendekati Kalistha, dengan menjadikan gadis itu sebagai guru les privat pianonya

Namun kisah cinta mereka tidak mulus. Barsh ternyata memiliki seseorang dari masa lalunya yang kini berada di Seoul. Gadis yang begitu buta dengan cintanya terhadsl Barsh. Siapa yang berani mendekati Barsh pasti akan celaka.

Dia yang mengetahui hubungan Kalistha dan Barsh, mencoba untuk memberikan ancaman kepada Kalistha, jika dia tidak meninggalkan Barsh.

Siapa yang akan dipilih oleh Barsh? Masa depan, atau masa lalu yang masih berharap kepada dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Penyiksaan Vince dan Tressya

Ini pukul delapan malam jalanan ini sedikit sepi dari biasanya. Hawa dingin semakin menjadi saja semakin malam. Sesekali Kalistha menggosok-gosokan tangannya.

"Dingin sekali!" ujar Kalistha menggigil. Barsh melirik kecil gadisnya yang meniup-niup telapak tangannya sendiri.

"Kugendong saja bagaimana?" tanya Barsh pada Kalistha. Kalistha menggeleng cepat mendengar itu. Barsh nampak gemas melihat ulahnya, dia kemudian mencubit singkat pipi milik Kalistha.

"Lagi pula di sini juga sepi kenapa harus malu?" tanya Barsh padanya. Namun Kalistha bersikukuh tetap menggeleng.

"Tidak!" jawab Kalistha padanya.

"Kau tadi menciumku tanpa ragu sekarang bersikap seperti ini. Kemarilah!" ucap Barsh merentangkan tangannya berusaha meraih Kalisthanya.

Dengan susah payah sambil berjalan Kalistha berusaha menolak itu menggunakan tangannya menahan tubuh Barsh yang hendak menciumnya.

Di tengah kegembiraan itu terlihat seorang Pria berjaket Hoodie mendekat ke arahnya. Barsh melihat Pria itu mendekat ke arah mereka dari arah depan. Nampak mencurigakan sekali gerak geriknya.

Deggg

Mereka berdua berhenti ketika melihat pria bertubuh besar itu datang ke arahnya. Kali ini, Kalistha merasakan sesuatu yang tak baik akan terjadi sebentar lagi di sini.

Matanya menatap takut ke arah Pria besar itu. Hoodie itu menghalangi wajahnya, baik Kalistha ataupun Barsh masih menebak-nebak siapa orang di balik Hoodie tersebut.

"Wah, mesra sekali kalian ini ya!" ujar suara Baritone itu tak asing bagi Barsh.

Barsh berusaha mengenali dengan baik suara itu. Hingga dia menemukan jawaban kali ini dia tau siapa Pria besar itu.

"Itu hak kami!" jawab Barsh berani. Sebab dia tau bahwa orang ini adalah dia manusia keji yang datang beberapa waktu lalu ke kediaman Barsh. Ya, Pria itu adalah Vince.

"Hakmu melukai hati manusia yang sudah lama mencintaimu!" ujar Vince geram menatap lekat ke arah Barsh dan Kalistha di sana.

Barsh maju membelakangi Kalistha. Dia tidak ingin hal buruk menimpa Kalisthanya. Barsh adalah seorang lelaki. Sampai kapan pun Barsh akan melindungi Kalistha sekalipun itu dengan nyawanya.

"Lalu, bagaimana? Bukankah sudah kukatakan dengan baik dulu? Aku tidak mencintai Tressya!" ujar Barsh mencoba membela dirinya.

Sungguh dia tidak mencintai Tressya di sini. Yang dia cintai dengan segenap hatinya adalah Kalistha. Gadis yang ada di belakangnya saat ini.

"Mudah sekali kau mengatakan itu tanpa berpikir?" tanya Vince lagi semakin geram.

Amarah membuatnya mengepalkan tangannya kuat. Rasa ingin membunuh dalam dirinya kian membeludak.

"Lalu kau ingin aku bersama adikmu saat ini? Kau memikirkannya tapi tidak dengan orang lain! Hanya Tressya! Tidakkah kau tau tiap tindakannya itu salah!" ujar Barsh menjelaskan pada Vince atas apa yang sudah mereka lalukan.

Tapi setan tetaplah setan. Vince bukanlah manusia yang berhati. Vince tertawa jahat mendengar hal itu. Argumen benar dari Barsh tidak mempengaruhinya.

"Kesalahannya, untuk sesuatu yang penting baginya! Bukankah kita harus melindungi sesuatu yang penting bagi kita?" ujar Vince pada Barsh.

Ucapan itu membuat Barsh menaikkan satu alisnya. Dia sama sekali tidak paham perihal jalan pikiran Vince saat ini.

"Melindungi? Dari apa?" tanya Barsh padanya.

Pertanyaan itu tak mendapat jawaban dari Vince. Terlihat beberapa mobil zedan berwarna hitam mulai berhenti di depan dan di belakang Kalistha dan Barsh.

Beberapa pria berjaket Hitam Hoodie turun terhitung ada dua puluh orang di sana. Kalistha mulai takut sekarang.

"Jika cintaku sampai saat ini tidak mendapatkan balasan! Tidak seorang pun bisa memilikimu kecuali diriku!" ucap Tressya turun dari dalam mobilnya.

1
Risa Virgo Always Beau
Kalistha bersemangat lagi gara gara kata kata Barsh
Risa Virgo Always Beau
Barsh menerobos kerumunan orang demi melihat lukisan
Risa Virgo Always Beau
Barsh beruntung dapat Kalistha yang ngga marah walau kamu telat datang
Risa Virgo Always Beau
Barsh ternyata cemburu gara gara seperti di cuekin oleh Kalistha yang sibuk memandangi kota
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati salju berduaan
Risa Virgo Always Beau
Kalistha pasti bingung mau di bawa kemana oleh Barsh
Risa Virgo Always Beau
Kalistha sama Barsh tahan dengan udara dingin ternyata
Risa Virgo Always Beau
Kalistha mengajari Barsh main piano
Risa Virgo Always Beau
Kalistha kamu memang wanita yang berbakat bisa main piano
Risa Virgo Always Beau
Kalistha memang sangat hebat berbakat di bidang seni
Risa Virgo Always Beau
Barsh lupa dengan Kalistha pasti Kalista sedih banget
Risa Virgo Always Beau
Barsh bersahabat dekat dengan Andrew dan Michael
Risa Virgo Always Beau
Kalistha gara gara kamu koma membuat Arteta merasa bersalah
Risa Virgo Always Beau
Barsh kamu bisa menahan sakit di depan Kalistha
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha pasti syok mendengar Tressya juga akan membunuh Barsh
Risa Virgo Always Beau
Tressya kamu itu dendam ke Barsh gara gara cintamu di tolak
Risa Virgo Always Beau
Barsh karena ulahnya kamu membuat Kalistha malu
Risa Virgo Always Beau
Kalishta mengajak Barsh mendekat ke arah anak kecil penjual coklat
Risa Virgo Always Beau
Barsh pengin manja manjaan sama pacarnya yaitu Kalistha
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati sunset bareng pasti bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!