NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:479.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Jawab Shaila! Jangan hanya diam dengan mata tertunduk, tatap mata saya! Saya yang berbicara dengan kamu bukan keramik itu," titah Arshaka mutlak.

"Saya kerjakan sendiri saat di rumah sakit, Pak," jawab Shaila dengan kepala terangkat menatap mata sang dosen dengan tatapan datar, tidak bisa diartikan.

"Apa begitu berat rasa kamu meminta tolong padaku? Setidaknya meminta dispensasi agar tugas itu dikumpulkan belakangan."

"Tanpa bantuan ataupun dispensasi saya masih sanggup mengerjakannya, Pak," jawab Shaila masih dengan wajah datarnya.

"Jangan terlalu memaksakan diri, bila kamu tidak mampu!"

"Insyaallah saya masih sanggup," sahut Shaila lagi dengan penuh keyakinan.

Arshaka terdiam, sebenarnya dia tidak tega melihat istri kecilnya itu. Selama satu Minggu menikah dengannya, bukan kebahagiaan yang didapat gadis itu. Azka yang tiba-tiba sakit karena dia lupa memberitahu bahwa tubuh sang anak tidak bisa mengkonsumsi gula secara berlebihan.

Lambung anak itu akan kembung jika terlalu banyak mengkonsumsi gula atau buah. Perutnya akan kembung lalu diare sehingga Arshaka harus memantau konsumsi gula dan buah pada anaknya. Bukan rahasia lagi di keluarga Mandala, semua pegawai di rumah Mandala sudah tahu itu.

"Masih ada waktu untuk membetulkan tugas ini. Kamu masih menyimpan dalam bentuk draft bukan?" Arshaka melihat jam yang melingkar di tangannya, masih ada waktu dua jam lagi.

"Baik, Pak. Boleh saya bawa makalah itu?" tanya Shaila sembari menunjuk makalah yang tadi diperiksa oleh sang dosen.

"Saya belum selesai membaca ini. Isinya lumayan bagus hanya saja typo bertebaran," sahut Arshaka seraya mengangkat makalah atas nama Shaila Ghaliba.

Shaila pun meninggalkan ruangan itu, lalu bergegas menuju perpustakaan. Untung saja dia membawa flashdisk yang berisi tugas-tugas kampus, sehingga dia bisa mengedit kemudian mencetaknya. Untungnya lagi, dia diberitahu letak kesalahan yang harus diperbaiki, jadi tidak butuh otak yang segar untuk mengerjakan ulang.

Waktu dua jam terasa singkat karena diisi dengan berbagai kesibukan. Itulah yang dirasakan oleh Shaila, gadis itu merasa waktu berputar terlalu cepat karena baru saja dia selesai mencetak tugasnya tadi, jam sudah menunjukkan waktunya kuliah.

Kedua sahabat Shaila bingung mencari keberadaannya. Gadis itu pergi ke perpustakaan tanpa pamit atau memberi kabar. Dia lupa karena sibuk merevisi tugasnya yang akan dikumpul.

Shaila masuk ke kelas yang sudah ramai para mahasiswa. Mereka sebagian besar membicarakan tentang tugas yang akan dikumpulkan sebentar lagi. Termasuk Adiba dan Rosa, dua sahabat Shaila itu juga terlihat membahas tugas yang susah dikerjakan menurut mereka.

"Shai, lo ke mana saja? Kami cariin nggak juga ketemu. Gue kirain lo gak masuk, jagain anak asuh lo," tanya Rosa dengan tingkat penasaran tinggi.

"Ngerjain ini!" ujar Shaila sambil menunjukkan makalah yang baru saja dicetaknya.

Adiba langsung mengambil makalah itu, mulai mengamati lalu membolak-balik kertas yang dipegangnya. Kertas itu masih mulus belum ada goresan atau terlipat tanda baru saja kelar dicetak.

"Baru kerjain atau baru cetak?"

"Baru cetak, gue lupa bawa!" jawab Shaila berbohong karena tidak mungkin dia mengatakan, jika makalahnya sudah dikoreksi dan dicetak ulang atas perintah sang dosen.

Ketua kelas mengumpulkan makalah itu lalu meletakkan di meja dosen. Dengan sigap, Arshaka menyerahkan setumpuk kertas berisi soal untuk dikerjakan oleh para mahasiswanya. Setelah itu dia mengambil acak satu makalah dan membacanya, kemudian dia letakkan terpisah dengan makalah lainnya.

Dosen muda itu mengambil satu lagi makalah dan membaca isi makalah tersebut. Sementara itu para mahasiswa sedang menekuni soal-soal yang baru saja dibagikan. Kelas itu tampak lengang tanpa suara kecuali suara kertas dibalik.

Waktu mengerjakan soal hanya lima belas menit seperti biasa, sehingga banyak mahasiswa yang mengosongkan jawaban karena tidak bisa menjawab kuis dadakan tersebut. Arshaka selalu mengadakan kuis dadakan pada anak didiknya, untuk menguji dan mengetahui siapa juara yang sebenarnya.

Waktu mengerjakan soal sudah habis, semua wajib mengumpulkan ke depan tanpa perwakilan. Lagi-lagi dosen muda itu melakukan seperti tadi saat baru saja menerima makalah di atas meja.

Setelah mendapat dua lembar jawaban yang akan dijadikan perbandingan, Arshaka mulai menjelaskan materi kuliah. Usai memberi materi, dosen muda itu mulai membahas soal kuis tadi dilanjutkan membahas makalah. Ternyata hanya segelintir mahasiswa yang mengerti dengan pertanyaan itu.

Dosen muda mengatakan kekecewaannya di akhir pertemuan hari ini. Sebelum menutup kelas, lagi-lagi Arshaka meminta Shaila untuk membawa makalah ke ruangannya seperti biasa. Gadis itu hanya mengangguk mengiyakan tanpa suara, bukan karena takut hanya saja sedang malas ribut.

Shaila mengikuti dosen gagak menuju ruangannya. Gadis itu sengaja berjalan di belakang karena tidak mau gosip tentang mereka semakin ramai. Kejadian tempo hari saja sampai saat ini masih ramai diperbincangkan, tetapi Shaila dan Arshaka sama-sama tidak begitu memikirkannya.

Arshaka masuk terlebih dahulu dan membiarkan pintu tetap terbuka sampai anak didik sekaligus istrinya masuk, barulah dia menutup lalu mengunci pintu. Shaila langsung menatap nyalang pada sang suami.

"Duduklah ada yang ingin saya sampaikan pada kamu!" perintah Arshaka dengan suara lembut.

Shaila pun duduk di sofa sesuai perintah sang suami. Menunggu apa yang akan diucapkan suaminya itu tanpa bersuara sedikit pun. Setelah menikah dengan dosen yang di hadapannya saat ini, gadis itu tidak lagi menguatkan suara atau sengaja mengajak berdebat seperti dulu.

"Saya minta maaf karena semenjak menjadi istri saya kamu belum pernah merasakan bahagia. Bukan ingin saya marah-marah dengan kamu. Semua itu reflek begitu mendengar Azka sakit."

"Soal tugas itu saya juga minta maaf, saya tidak meragukan kemampuan kamu. Saya hanya heran saja, tidak biasanya kamu mengumpulkan tugas dengan banyak typo, Saya hanya ingin dengan pernikahan ini tidak mengurangi waktu belajarmu. Azka biarkan bersama pengasuhnya, kamu tetap menjalani kewajiban kamu sebagai istri juga seorang mahasiswa." Arshaka meminta maaf pada sang istri, dia juga menjelaskan alasannya agar sang istri mengerti.

Laki-laki itu duduk di sebelah Shaila, memegang tangan sang istri. Arshaka menatap istri kecilnya penuh cinta, kini kedua tangan gadis itu sudah berada dalam genggaman sang dosen. Wajah Shaila menunduk karena malu dipandangi dengan intens oleh suaminya.

Arshaka menyentuh dagu sang istri, mengangkatnya perlahan. Tanpa aba-aba dosen muda itu mengecup benda kenyal berwarna merah alami. Sejak tadi dia sudah mengincar bibir itu dan kini tahu bagaimana rasanya, manis.

Awalnya hanya kecupan biasa, dari bibir atas pindah ke bibir bawah. Lama-lama Arshaka menyesap dan m3lum4tnya karena tidak ada penolakan ataupun perlawanan dari sang istri. Tangan laki-laki itu berpindah memegang tengkuk Shaila untuk memperdalam ciu mannya.

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!