Zaskia harus menelan pil pahit, menjelang pernikahannya yang tinggal menghitung hari, dia dihadapkan kalau Adnan calon suaminya itu selingkuh dengan temannya sendiri bahkan sampai hamil.
Sedih, hancur, marah, bahkan trauma harus dirasakan oleh Zaskia. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkan luka dalam hatinya.
Tapi bagaimana jika sudah sekian lama bisa melupakannya, tiba-tiba saja dipertemukan kembali dalam situasi dan kondisi yang berbeda.
Akankah Zaskia memaafkan dan kembali kepada sang mantan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendekati Zaskia
Malam pun tiba....
Arya berdiri di balkon kamarnya menikmati udara malam yang terasa sangat segar, Arya tidak tahu kalau rumah yang berada di sebelahnya itu adalah rumah Nenek Zaskia dimana Zaskia tinggal.
"Nek, Kia ke warung dulu ada yang harus Kia beli."
"Iya."
Kia pun segera keluar untuk pergi ke warung, mendengar suara pintu dibuka, Arya pun menoleh dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang sudah keluar dari dalam rumah sebelahnya.
"Bukannya itu Zaskia ya, jadi itu rumahnya dia?" gumam Arya.
Arya terus saja memperhatikan Zaskia sampai Zaskia menghilang, tiba-tiba senyumannya mengembang saat melihat Zaskia.
"Jodoh memang tidak ke mana?" batin Arya dengan senyumannya.
Tidak lama kemudian, Zaskia pun kembali terlihat. Dia berjalan sendirian sembari menenteng kantong kresek, lagi-lagi Arya senyum-senyum gak jelas seperti orang gila.
***
Keesokan harinya....
"Pagi, Ma!"
"Pagi sayang, ada apa? tumben wajahnya tampak berbinar seperti itu? ada kabar bahagiakah?" tanya Mama Mia.
"Ma, Arya sedang menyukai seseorang."
"Hah, siapa?"
"Namanya Zaskia, Ma. Arya bertemu dia kemarin waktu Arya jalan-jalan sama Ridwan, Zaskia adalah temannya Maya, tunangan Ridwan."
"Orangnya seperti apa?"
"Zaskia cantik banget Ma, tapi sayang dia seperti yang takut sama Arya."
"Oh jadi, yang kemarin kamu tanyakan itu masalah ini toh."
"Iya Ma, dan Mama tahu, ternyata Zaskia itu tinggal di rumah sebelah."
"Iyakah? astaga, berarti itu namanya jodoh sayang."
"Mudah-mudahan ya Ma, soalnya Arya sudah terlanjur jatuh cinta sama Zaskia pada pandangan pertama."
"Kamu ini."
Arya dan Mama Mia pun menyelesaikan sarapannya, Arya pun pamit untuk kerja. Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Arya sempat menoleh ke arah rumah Zaskia dan ternyata terlihat sepi.
"Mungkin Zaskia sudah berangkat kerja," gumam Arya.
Arya pun masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya ke tempat kerja barunya itu.
Sementara itu, di tempat kerja Zaskia, semuanya sudah berkumpul di tempat rapat.
"Ada apa ini, kok tiba-tiba rapat?" tanya Zaskia.
"Katanya ada Direktur baru di perusahaan kita, selama ini kan posisi Direktur kosong," sahut Maya.
Semuanya tampak riuh menunggu kedatangan sang Direktur baru, hingga Arya pun sampai di perusahaan dan langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan rapat.
"Astaga, aku terlambat," batin Arya.
Pintu ruangan rapat terbuka dan seketika semuanya menoleh ke arah pintu masuk. Arya dan Kasim pun masuk, membuat Maya dan Zaskia membelalakkan matanya.
"Ya ampun Zas, bukannya itu Arya ya? temannya Mas Ridwan," bisik Maya kaget.
"Iya, sepertinya," sahut Zaskia dingin.
Tatapan Arya dan Zaskia pun bertemu, lagi-lagi Arya menyunggingkan senyumannya, dia tidak menyangka kalau Zaskia bekerja di perusahaan itu juga.
"Kita memang berjodoh, Zaskia," batin Arya dengan senyumannya.
Melihat Arya tersenyum, Zaskia memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Arya pun membuka rapat dan memperkenalkan diri kepada semuanya, hingga beberapa menit pun berlalu dan rapat pun selesai.
Maya dan Zaskia pun keluar dari ruangan rapat, Arya mempercepat langkahnya untuk menyusul langkah Zaskia. Arya berjalan di samping Zaskia tapi Zaskia belum menyadarinya.
"Hai, kita bertemu lagi," seru Arya.
Zaskia tersentak dan menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Arya.
"Eh Pak Arya, kita tidak menyangka kalau yang menjadi Direktur itu Pak Arya," seru Maya.
"Aku juga tidak menyangka, kalau kita akan satu kantor seperti ini," sahut Arya dengan senyumannya lagi.
"Maaf Pak, aku kembali ke ruangan ku dulu," seru Zaskia.
Zaskia pun dengan cepat pergi meninggalkan Arya, dan Maya pun ikut menyusul Zaskia.
"Aku tidak tahu ada apa denganmu, tapi aku akan terus mendekatimu sampai kamu tidak bisa menghindar lagi dariku," batin Arya.
Arya segera melangkahkan kakinya menuju ruangannya, pagi ini mood Arya benar-benar sangat bagus. Entah kenapa Zaskia seketika menjadi mood boostenya kali ini.
Arya sudah 3 tahun lamanya menyendiri, setelah kepergian calon tunangannya akibat penyakit kanker yang dideritanya. Arya belum bisa membuka hatinya, tapi tidak tahu kenapa Arya langsung jatuh hati saat bertemu dengan Zaskia.
***
Waktu berjalan pun dengan sangat cepat, jam sudah menunjukan pukul 17.00 sore dan itu waktunya semua karyawan pulang.
"Zas, aku pulang duluan ya," seru Maya.
"Oke."
Maya pun langsung pulang meninggalkan Zaskia, sedangkan Zaskia tampak berdiri di pinggir jalan menunggu taksi online yang sudah dia pesan karena motornya saat ini sedang di bengkel.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depan Zaskia membuat Zaskia mengerutkan keningnya.
"Zas, mau pulang bareng denganku?" seru Arya.
"Tidak, terima kasih," sahut Zaskia tanpa menatap Arya.
"Rumah kita kan searah, daripada menunggu taksi lama, mending bareng sama aku aja."
Zaskia melihat taksi yang dia pesan sudah datang.
"Maaf Pak, aku pulang duluan."
Zaskia langsung berlari dan masuk ke dalam taksi online itu, Arya sedikit kecewa tapi Arya tidak merasa marah.
"Sekarang kamu mungkin masih tidak mau pulang denganku, tapi untuk ke depannya mudah-mudahan kamu mau ikut pulang bersamaku," gumam Arya.
Selama dalam perjalanan, Zaskia tampak memejamkan matanya sungguh Zaskia merasa sangat lelah.
Sementara itu, Mama Mia saat ini sedang bertamu ke rumah Nenek Zaskia.
"Jadi Nenek hanya tinggal berdua dengan cucu Nenek?" tanya Mama Mia.
"Iya, cucu dari Jakarta."
Tidak lama kemudian, taksi yang ditumpangi Zaskia pun sampai di depan rumah dan Zaskia pun segera turun.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, Kia kenalkan ini Tante Mia tetangga baru kita," seru Nenek Ainun.
Zaskia mencium punggung tangan Mama Mia dengan senyumannya.
"Kamu cantik sekali, sayang. Nama kamu siapa?"
"Zaskia, Tante. Kalau begitu, Kia permisi masuk dulu."
"Iya sayang."
"Cucunya cantik sekali," puji Mama Mia.
"Alhamdulillah."
"Apa, cucu Nenek sudah punya calon?"
"Belum, entahlah Kia mau berhubungan dengan laki-laki lagi atau tidak, karena saat ini Kia sepertinya mengalami trauma dengan laki-laki," sahut Nenek Ainum.
Mama Mia mengerutkan keningnya. "Trauma dengan laki-laki? maaf kalau boleh tahu, Zaskia trauma kenapa?" tanya Mama Mia penasaran.
Nenek Ainun menghela napasnya dan ia pun mulai menceritakan apa yang sudah terjadi kepada Zaskia.
"Astagfirullah, kasihan sekali Zaskia."
Tidak lama kemudian, mobil Arya pun memasuki halaman rumahnya.
"Arya sayang, sini sebentar!" teriak Mama Mia.
Arya pun segera menghampiri Mamanya itu..
"Kenalkan ini Nenek Ainun."
"Halo Nek, aku Arya."
Arya mencium punggung tangan Nenek Ainun.
"Nek, ini putra saya satu-satunya."
"Tampan sekali, mana sopan lagi."
Arya hanya menyunggingkan senyumannya..
"Ya sudah Nek, sepertinya kita pamit dulu nanti kita ngobrol-ngobrol lagi," seru Mama Mia.
"Mari Nek."
"Iya."
Mama Mia dan Arya pun akhirnya pamit pulang.
.
.