NovelToon NovelToon
Risalah Hati

Risalah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

WARNING!!
Cerita Dewasa, tak baik dibaca oleh anak dibawah umur!

"Menikahlah denganku," ucap Soraya memohon, berlutut di hadapan lelaki yang baru ditemuinya dalam waktu hitungan jari.

Ada apa dengan Soraya, hingga bertindak demikian? Kita ikuti saja kisahnya...




Tpe 23-12-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Soraya berada tepat didepan sosok lelaki yang ia cari, sedang lelaki didepannya yang tak lain adalah Rudi menatap bingung pada Soraya. Sebab wanita dihadapnya saat ini menarik lengannya, seraya berucap lirih, namun masih bisa ia dengar, "Terimakasih karena masih disini."

Keluarga dari Soraya mulai menuruni panggung menghampirinya. Soraya berbalik menatap mereka, namun tangannya tak lepas mencengkeram kuat lengan Rudi. Seolah ia menyalurkan rasa ketakutannya disana. Ini adalah satu-satunya cara terlepas dari rencana keluarganya, pikirnya.

Rudi yang merasakan lengannya dicengkeram kuat hanya diam tak memprotes perilaku Soraya. Ia hanya sedang memahami situasi apa yang tengah terjadi.

"Siapa dia Soraya?" tanya Om Bramantyo padanya.

"Dia pasangan Soraya, dia orang yang baru saja Soraya ceritakan."

Soraya sudah tak bisa menilai ekspresi orang-orang disekitarnya. Bibir tipisnya terkatup rapat, Soraya memberanikan diri untuk mendongak menatap Rudi yang ternyata tengah menatap dirinya.

Rudi bisa menangkap ada ketakutan dan tatapan permohonan dari sorot mata Soraya. Ia sudah banyak bertemu dengan orang, memahami ekspresi bahkan air muka yang nampak dari pasiennya. Dan lagi ia tak asing dengan tindakan Soraya yang dilakukan padanya.

"Apa benar yang dikatakan oleh keponakan saya?" tanya Om Bramantyo kepada Rudi.

Belum Rudi menjawab, Soraya makin mencengkeram kuat lengannya. Bahunya terlihat menegang seakan mencegah Rudi mengeluarkan kata-kata. Rudi yang paham akan situasi, mencoba menenangkan orang disampingnya dengan mengangguki pertanyaan tersebut.

Dan terbukti Soraya bisa lebih tenang. Justru kini Om Bramantyo tengah mengulurkan tangannya dan disambut oleh Rudi, selanjutnya mereka saling memperkenalkan diri.

"Maafkan Om yang tidak membicarakan masalah tadi terlebih dahulu, dan untuk nak Rudi kita perlu banyak waktu untuk mengobrol lebih lanjut dilain hari. Sekarang, mari kita nikmati dulu pesta malam hari ini," ucap Om Bramantyo menepuk pundak Rudi. Lalu ia berganti menyapa tamu-tamu lain.

Tinggallah Rudi dan Soraya dalam kebisuan, ditengah kebisingan para tamu undangan. Fokus tamu undangan pun sudah teralihkan dengan kemeriahan pesta yang tengah berlangsung. Kini Soraya mulai membuka suara namun masih tetap dengan pandangan yang menunduk, "Kita perlu bicara."

"Iya," ucap Rudi singkat, ia kemudian bergerak melangkah keluar dari kerumunan dan refleks diikuti oleh Soraya. Bahkan tanpa sadari tangan Soraya masih bergelanyut pada lengan milik Rudi.

Kini mereka berdua berada di area luar gedung hotel, tepatnya di dekat swimming poll hotel Wijaya.

Rudi berdehem, Sontak Soraya melepas tautan tangannya pada lengan Rudi. Pelan ia mengangkat wajahnya.

"Nikahi aku," ujar Soraya pelan, menatap dalam orang di depannya.

Pandangan mata Rudi berubah serius, bila didefinisikan penampilan fisiknya tergolong sempurna. Tinggi, bahunya bidang tegap, garis wajah tampan dan sorot mata tajam. Soraya dengan kepercayaan dirinya tanpa berfikir dua kali berani meminta lelaki itu untuk menikahinya.

Keseriusannya tak bertahan lama. Buktinya kini Rudi terlihat santai menanggapi ucapan Soraya. Dia hanya menganggap ucapan Soraya tadi angin lalu.

"Suasana disini dingin, lebih baik kita kembali ke dalam," ucapnya mengalihkan pembicaraan.

Soraya sontak menggeleng, "aku gak mau balik kesana."

"Kalau begitu, aku pergi dulu," kata Rudi kemudian berbalik meninggalkan Soraya.

Soraya yang menyadari Rudi semakin menjauh, dengan tergesa ia melangkah menghalangi jalan Rudi. "Menikahlah denganku," ucapnya lagi.

Rudi tergelak, tanpa suara. ia mengernyit, Lelucon apalagi ini, pikirnya. "Sudah malam, sebaiknya kamu kembali beristirahat."

"Aku gak bercanda, yang aku ucapkan serius." Soraya mendongak memberanikan diri menatap Rudi. Rudi pun tak menemukan candaan disana, tatapan wanita dihadapannya terlihat putus asa. Tak mau berpikiran lebih, Rudi menampik hal itu dengan berujar, "Aku hanya akan menikah dengan orang yang aku cintai."

Ucapan Rudi mampu membuat Soraya tersentak, nafasnya tercekat. Cinta?. Ia mematung, hal yang sama sekali tidak ia pikirkan tapi jauh dari dalam lubuk hatinya ia meyakini ada kepercayaan pada orang di hadapannya.

Cukup lama mereka diam. Tubuh Rudi hendak berbalik, namun Soraya dengan sigap menangkap lengan Rudi, tak memperolehnya pergi.

"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Rudi pada akhirnya.

To be Continue

1
Ruswa 123
kereeen thor
falea sezi
lebih senang karakter soraya daripada amaira yg kayak anak kecil soraya lebih dewasa
Pasikah CwElosbes
luarbiasa
Holid Heryadi
kok gitu sih cara kerjanya awalnya enak di baca kok jadi ada adegan gak enak yaah
Rohana Juhari
aku mampir ya
kafa ainshod
aku balik lagi... gara gara gak bisa move on... bolak balik profil ArRyana ga ada novel baru...
kafa ainshod
ihhh... pede banget... aku balik lagi thor... kangen sama bang Icang alias babang rudi... lupa sudah berapa kali saya baca ini
Ely
Hallo thor.....baru baca.....🙏
Nancy Sirapandji
bagus ceritanya..menarik tdk bertele2..tdk terlalu bnyk konflik yg tak berarti..eps jg pas ngga terlalu panjang bngt jd tdk membosankan..🙏🙏😋😋
Erni Fitriana
mampir thorr
Irawati Danubrata
watak soraya terlalu lemah,mungkin sekian lamanya ia di doktrin oleh ebgel n tantenya shg dia tdk bisa memenage dirinya sndiri😭😭
Irawati Danubrata
masa seorang dktr spesialis tdk ada alat medis n obat dirmhnya?wkwkwk
Irawati Danubrata
soraya n rudi malukah?sakting kedyanya🤭🤭
Muajidah Firdausi
wajah Indo lebih enak dipandang Thor.
Muajidah Firdausi
Kok yg periksa dokter lain. Rudi kan dokter juga.
Muajidah Firdausi
untung ada Jenny
Yus Gerin
knapa tidak di beri tahu siapa yg menjebak soraya sama produser itu......
Yus Gerin
oh ....ternyata kevn dan soraya satu bapak lain ibu....
Yus Gerin
p
Donna Armen
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!