Cerita ini merupakan cerita fantasi yang berunsur kisah manusia serigala di dalamnya. Mengisahkan seorang wanita bernama Elleona yang hidupnya selalu menemui masalah, dari pack tempat tinggalnya hancur, keluarganya habis di serang, ia di-reject mate-nya sendiri, hingga masalah-masalah yang selalu saja ia temui seakan kebahagiaan enggan untuk menghampiri.
Lalu, apakah Elleona akan berakhir bahagia?
atau
Elleona tidak akan pernah bahagia hingga akhir hidupnya?
Silahkan baca novel gratis ini dengan perlahan. Akan bosan di awal dan semoga tidak di akhir, selamat membaca :)
Salam kenal,
ptrmyllln
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ELLEONA 17
"Bagaimana? Apa kau menemukan Elle?"
James menggeleng mendapati pertanyaan Bella.
Tubuh Bella merosot, ia terisak kecil. Bella sangat khawatir dengan keadaan Elle, gadis itu tidak memiliki siapapun di dunia ini. Bagaimana keadaannya sekarang? Kemana ia pergi? Apakah ia makan dengan layak? Tidur dengan tenang? Atau ia sudah--
Tidak! Tidak akan terjadi apa-apa pada Elleona, sahabatnya.
James memeluk matenya. Ia tau Bella sangat menyayangi Elleona, oleh sebab itu James berusaha mencari keberadaan gadis itu.
"Aku ingin mencarinya, James," lirih Bella.
"Aku tidak akan membiarkanmu, kau sedang mengandung, sayang."
Ya, Bella sedang mengandung. Harusnya ia mengatakan kabar bahagia ini pada sahabatnya, tetapi Elle malah menghilang. Suasana hati Bella harusnya tidak boleh tertekan, suasana hatinya harus bagus. James khawatir jika Bella terus-terusan seperti ini maka akan membahayakan kandungannya sendiri.
"Tapi aku khawatir," lirihnya lagi.
James mengusap puncak kepala Bella. "Elle pasti ketemu, Alpha Alex sendiri yang turun mencarinya,"
Bella melepaskan pelukan James, ia menatap pria yang menjadi matenya ini. "Alex?"
"Alpha Alex, Bella," koreksi James.
"Alpha tidak cocok untuk disandang olehnya," jawab Bella.
James hanya menghela napasnya. Kemarahan Bella pada Alex nyatanya tidak pernah pudar, James memaklumi itu.
"Jadi, pria itu menyesali perbuatannya dan ingin kembali rujuk dengan Elle?" tanya Bella.
James mengangguk. "Sepertinya begitu, aku hanya berdoa yang terbaik untuk mereka," jawabnya.
"Mustahil! Aku yang akan menentang kembali hubungan mereka," ucap Bella.
"Kau tidak bisa berbuat apa-apa, sayang. Jika mereka ingin maka apapun akan terjadi," ucap James.
"Tapi mereka bukan sepasang mate lagi, James! Mereka tidak ada ikatan!"
"Tidak ada yang tau, pasrahkan semuanya pada Moon Goddess,"
Mata Bella memicing. "Mengapa kau terlihat berada di pihak Alex?!"
"Aku berada di pihakmu--"
"Bohong! Kau selalu membela Alexander!" tuduh Bella.
"Sayang--"
"Aku tidak ingin berbicara padamu, pergilah!"
James hanya pasrah, jika tidak dituruti maka Bella akan semakin mengamuk. Serigala hamil itu sungguh emosional.
***
"Raina apa kau sudah menemukan matemu?"
"Jika aku sudah menemukannya mengapa aku masih di sini? Pertanyaanmu tidak masuk akal!" Raina menggunting duri-duri bunga mawar. Mereka sedang memetik bunga cantik itu untuk menghias sudut-sudut ruangan kamar mereka.
Elle tertawa, pertanyaannya memang tidak masuk di akal. Tentu saja Raina belum menemukan matenya.
"Ngomong-ngomong, Elle." Raina menatap Elle, "aku sangat setuju jika kau bersama saudaraku, aku yakin kalian akan menjadi keluarga bahagia," ucap Raina.
Elle termenung, fikirannya langsung melayang pada kejadian semalam di mana dia sedikit berbincang dengan Alpha Revanio. Bukankah semalam mereka terlihat seperti keluarga? Yang mana ada ayah, ibu, dan anak yang terlihat piknik di sebuah tempat.
Revania tertawa membaca fikiran Elle, gadis itu sungguh polos. Bukankah dia tau bahwa Raina bisa membaca fikiran, tetapi mengapa ia tidak mengunci fikirannya?
"Ya kalian terlihat seperti keluarga,"
Elle mendelik. "Raina, ini adalah privasiku! Mengapa kau membacanya!" Elle menutup telinganya.
"Salah sendiri, mengapa tidak menguncinya?" lagi-lagi Raina tertawa.
Elle mencebik, memang pada dasarnya Elle masih terbilang muda makanya ia bertingkah kekanakan seperti ini. Raina saja ketika seusia Elle masih menangis jika permintaannya tidak dituruti.
"Elle, Revanio pernah dekat dengan wanita," tiba-tiba Raina mengucapkan itu.
"Mengapa kau membicarakannya padaku? Terserah Alpha, pasti beliau sedang mencari matenya," jawab Elle.
Raina menggeleng. "Revanio bukan serigala pada umumnya, Elle."
Dahi Elle mengkerut. "Apa maksudmu?"
"Namanya Emilie, klan Elf,"
Dahi Elle semakin mengkerut dalam.
"Selama aku tinggal di sini dan menjadi saudarinya, hanya Emilie saja wanita yang pernah dekat dengannya," kata Raina. "Tapi Emilie pergi meninggalkan gege ketika ia menemukan mate," Raina terkekeh kecil. "Tentu saja ia akan memilih matenya dibandingkan gege,"
Ternyata orang seperti Alpha Revanio juga pernah jatuh cinta, Elle mengira bahwa Alpha Revanio adalah orang yang sama sekali tidak tau hal seperti itu.
"Alpha pasti akan menemukan matenya juga," ujar Elleona.
Raina menghela napasnya pelan. "Sudah kubilang, Revanio bukan serigala pada umumnya," jawab Raina.
Ingin Elle bertanya, tapi ia sadar bahwa tidak boleh mencampuri urusan orang lain.
"Selesai." Raina berkacak pinggang setelah menyelesaikan rangkaian bunga mawar itu.
"Kau sangat handal dalam merangkai bunga, jika kau membuka toko bunga pasti akan laris," ujar Elle.
Raina tertawa. "Keluargaku masih mampu memberiku makan," ucapnya. "Oh iya, aku akan memberimu gaun. Beberapa hari lagi kami akan mengadakan pesta kemenangan pack,"
Elle menatap Raina, mendengar kata pesta membuat tubuh Elle bergetar. Kilasan-kilasan menyakitkan tentang pesta langsung merasuki pikirannya.
Mengetahui pikiran Elle, Raina langsung menjawab, "tenang saja, kami tidak mengundang orang luar, Elle."
Elle merasa sedikit lega mendengarnya, sebenarnya ia juga ingin keluar dan bertemu Bella, namun jika berkunjung ke dana Elle tidak yakin ia akan diterima lagi meskipun sebagai tamu. Dan Elle tidak yakin rasa itu akan hilang jika bertemu dengan pria yang sempat singgah di hatinya.
***
"Alpha, bagaimana dengan para penduduk Dark Moon pack? Mereka yang tersisa hanyalah ibu dan anak," ujar Beta Arnold.
Alpha Revanio bersandar pada pilar halaman belakang mansion, tatapannya tertuju pada sosok yang berada di kebun anggur tak jauh darinya.
"Ku serahkan semuanya padamu, aku percaya pada kinerjamu," ucapnya tanpa mengalihkan tatapan pada sosok itu.
Beta Arnold mengikuti pandangan sang Alpha, di sana ia melihat seorang wanita yang sekarang sudah bersantai di teras rumah kayu.
"Alpha, saya tidak pernah melihat wanita itu. Mengapa dia bisa berada di kediaman Anda?" tanya Beta Arnold. Rumah kayu itu adalah buatan Alpha Revanio dengan tangannya sendiri. Tidak ada yang berani masuk ke dalam sana termasuk para saudara kembar Alpha sekalipun, karena Alpha Revanio melarangnya. Tapi, mengapa kali ini wanita asing itu bisa dengan santainya berada di sana? Bahkan terlihat seperti kediamannya.
"Aku tidak memerlukannya lagi," jawab Alpha Revanio.
"Tapi, siapa wanita itu? Aku tidak pernah bertemu dengannya,"
Alpha Revanio memandang Beta Arnold datar. "Haruskah aku menjawabnya?"
Beta Arnold menunduk. "Tentu saja jika Alpha ingin menjawab,"
"Bukankah kau juga salah satu dari mereka yang suka bergosip?"
Beta Arnold menelan ludahnya, ia bukan penggosip tapi jika ada sesuatu yang membuatnya penasaran maka ia ingin membahasnya juga. Membahas berbeda dengan bergosip, itulah menurutnya.
Beta Arnold terkejut melihat wanita itu tiba-tiba sudah tersungkur di depan tangga rumah kayu itu.
"Alpha, wanita itu terjatuh!" seru Beta Arnold.
Alpha Revanio mengangguk masih dengan tatapan yang sama seakan-akan ia sedang menonton pertunjukan bagus.
"Gadis yang ceroboh," ucap Alpha Revanio kemudian berlalu dari sana.
Beta Arnold kebingungan, apakah harus ia tolong? Tapi melihat wajah wanita itu yang kesal sepertinya ia tidak terluka. Beta Arnold pun membuntuti Alpha Revanio.
Sedangkan di sana, Elleona tengah berdecak kesal. Ia terjatuh karena gaunnya terinjak olehnya.
"Mengapa gaun ini panjang sekali?!" kesalnya. "Ah sial! Buah persik pertama dan terakhirku hancur sudah," Elle menatap miris satu buah persik yang sudah hancur tertimpa olehnya.
"Tidak mungkin aku meminta kepada Raina lagi." Elle mendesah, "ah! Padahal aku sangat menginginkan buah itu,"
Tiba-tiba sebuah tangan terjulur memberikannya dua butir buah persik.
"Ambilah,"
Elle tersenyum senang lalu mengambil buah itu, Elle menoleh. "Terima kasih--"
Deg!
Mata Elle langsung bertemu pandang pada sosok bertubuh jangkung di sampingnya. Ucapannya terhenti digantikan dengan suara detak jantungnya yang berlomba-lomba berdetak.
"A-Alpha?"
***
Komentar sebanyak2nya, harus melebihi komentar sebelumnya ya wkwkw supaya saya lebih semangat lagi😂🖤🖤🖤
Hrs'a ada keterangan dlm kurung apa itu pack, mate, alpa, rougu dll,,, bikin bingung di awal bc..
Cb lanjut lg..