NovelToon NovelToon
Puskesmas Di Tengah Hutan [ END ]

Puskesmas Di Tengah Hutan [ END ]

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:159.2k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

Novel keempat berjudul TELUH SAMBER NYOWO.

Sejak awal, Fani sudah menduga bahwa ia akan ditugaskan di desa setelah lulus dari pendidikan kebidanan.
Namun, ia tak pernah menyangka bahwa desa tempat ia ditugaskan sangat terpencil dan berada di tengah hutan.
Pergolakan batin, kerap ia rasakan.
Terlebih, gangguan ghaib tak henti-hentinya meneror setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sundel Bolong

Lilis lekas bertanya saat Fani kembali ke rumah dinas.

"Dari mana mbak?"

"Dari rumahnya Dinda."

"Ngapain?"

"Hanya memastikan saja."

"Memastikan apa?"

"Memastikan kalau dia bukan setan."

"Hah?"

Fani tertawa.

"Rasanya, otakku memang ada yang bergeser dari tempatnya jadi gampang merasa curiga. Meski begitu, aku bersyukur kalau ternyata, Dinda beserta keluarganya memang benar manusia."

Lilis hanya mengerutkan dahinya. Fani melenggang ke dalam rumah untuk membersihkan diri, sarapan lalu berangkat ke puskesmas.

...🌸🌸🌸...

Ternyata, Dinda benar-benar kembali datang untuk membantu Fani di puskesmas. Fani lekas menghampirinya seraya bertanya, apa Dinda sudah sarapan.

"Sudah bu bidan."

"Ya sudah, ayo masuk!"

"Iya."

Pekerjaan Fani tentu terasa lebih ringan dengan bantuan Dinda. Rasanya, sudah seperti asisten profesional saja. Sekali diminta, Dinda sudah langsung mengerti dan lekas mengingatnya sehingga Fani tak perlu menjelaskan untuk yang ke dua kali.

"Dinda, terima kasih banyak ya!"

"Iya bu bidan. Saya senang melakukannya."

Hari itu, puskesmas cukup sibuk. Untuk makan siang saja, harus bergantian. Fani mempersilahkan Dinda untuk makan terlebih dahulu barulah kemudian dia makan setelah pasien selesai ia tangani semuanya.

"Bu bidan pasti capek. Pasien banyak sekali hari ini."

"Tidak masalah, saya malah senang. Dulu, pas masih awal-awal datang, puskesmas sangatlah sepi. Sungguh membosankan, sekarang ramai, saya lebih suka, terasa lebih hidup."

"Hidup?"

"Iya, maksudnya.. hemm.. suasananya lebih enak beginilah pokoknya."

"Iya."

"Kamu boleh pulang dulu Dinda, istirahat, tidur siang di rumah!"

"Tidak usah bu bidan. Saya mau di sini sampai jam pulang puskesmas nanti."

"Apa ibumu tidak mencari?"

"Saya sudah izin kok. Kalau pun ibu mencari, saya ada di sini, ibu bisa langsung ke sini."

"Ya sudah kalau begitu."

...🌸🌸🌸...

Waktu berlalu tanpa dirasa. Sibuk seharian membuat tubuh merasa lelah. Dinda meminta izin kepada Fani untuk menumpang mandi. Fani memperbolehkan. Pikirnya, setelah Dinda selesai mandi, ia akan mengajaknya makan lalu mengantarkannya pulang.

...Tok.. tok.. tok......

Terdengar suara ketukan, Fani membukanya. Ternyata, ibu Dinda yang datang.

"Apa Dinda di sini bu bidan?" tanyanya.

"Iya bu, masih mandi. Silahkan masuk dulu, kita makan bersama sebelum ibu pulang bersama Dinda!"

"Waduh jadi merepotkan bu bidan."

"Sama sekali tidak, Dinda banyak membantu saya. Saya sangat berterima kasih."

Tak lama kemudian, Dinda selesai mandi. Fani lantas memanggilnya dan mengajaknya untuk makan bersama. Fani juga mengajak Lilis untuk makan bersama mereka.

"Makan dulu Lis!"

"Mbak Fani duluan saja. Saya mau mandi, gerah!"

"Ya sudah."

Usai makan, ibu Dinda lantas mengucapkan terima kasih lalu berpamitan. Ibu dan anak tersebut beranjak dari rumah dinas, melangkah menjauh dari sana. Fani menutup pintu rumahnya namun lagi-lagi, dia merasa penasaran. Segera ia buka kembali pintu rumah seraya berlari kecil melihat ke arah Dinda beserta ibunya berjalan.

Seketika itu juga Fani terhenyak. Sosok perempuan yang menggandeng tangan dinda adalah sundel bolong. Fani bimbang, antara kembali masuk ke rumah atau berlari menyelamatkan Dinda. Alhasil, ia kumpulkan seluruh keberanian yang tersisa seraya lekas berlari menarik Dinda dan membawanya kembali ke dalam rumah dinas.

......Brakkk.........

Fani membanting pintu rumah dan kemudian memeluk Dinda dengan erat.

"Ada apa bu bidan?"

"Dia bukan ibumu Dinda!"

"Dia ibu saya."

"Apa kamu tidak lihat punggungnya itu bolong? itu artinya ... ah sudahlah, pokoknya dia bukan ibumu!"

"Bu bidan, itu tadi ibu saya. Meski pun semua orang bilang kalau ibu saya sudah meninggal, nyatanya setiap hari, ibu selalu menemani saya. Kemana pun saya pergi, ibu selalu ada."

"Apa?"

Kaki Fani mendadak lemas.

"Jadi.. ibu kamu sudah meninggal apa belum?"

"Belum, bu bidan lihat sendiri kan tadi?"

"Tapi yang tadi itu..."

"Bu bidan.. "

...Deg......

Sebuah suara yang sangat familier menyela pembicaraannya dengan Dinda.

"Saya memang ibunya Dinda."

Fani membulat seketika, ia menelan ludah sebelum menoleh ke sumber suara.

"Aaaaaaaa!!!!!"

Fani berteriak dan kemudian pingsan.

...🌸🌸🌸...

Keesokan harinya, Fani sudah berada di ranjang ketika tersadar. Lilis menghampirinya lalu membantunya untuk duduk.

"Apa yang terjadi mbak?"

"Apa?"

Fani linglung sesaat sebelum kemudian dia mengingat kejadian semalam dan langsung panik tak karuan.

"Mbak Fani tenang! ada apa sebenarnya?"

"Dimana Dinda?"

"Dinda sudah pulang sejak semalam."

"Ibunya?"

"Ibunya.. harusnya ibunya juga pulang bersamanya."

"Semalam, kamu lihat ibunya Dinda kan?"

"Iya lihat."

"Lis, dia sundel bolong. Dia bukan ibunya Dinda. Atau mungkin juga, itu arwah ibunya Dinda karena.."

"Karena apa mbak?"

"Ini benar-benar membingungkan Lis."

"Coba mbak Fani tenang dulu! Ceritakan pelan-pelan!"

"Dinda.., aku harus ke rumah bu Yanah untuk menanyakan kebenarannya."

Fani bergegas tanpa menghiraukan Lilis yang lekas mengikutinya dari belakang. Bu Yanah pun cukup dibuat terkejut dengan kedatangan Fani pagi-pagi dengan membawa pertanyaan perihal ibunya Dinda. Bu Yanah menghela napas panjang seraya membenarkan bahwa ibunya Dinda memang telah lama meninggal. Fani terduduk lemas di lantai dapur rumah bu Yanah membuat semua orang mengkhawatirkannya.

"Bu bidan.."

"Saya baik-baik saja bu. Lanjutkan ceritanya!"

"Seperti kebanyakan anak-anak lainnya. Jelas Dinda terpukul dengan kematian ibunya. Anehnya, semenjak kematian ibunya, Dinda jadi sering berbicara sendiri. Ketika ditanya, dia menjawab bahwa sedang mengobrol dengan ibunya padahal kan ibunya telah tiada."

"Jadi itu cerita yang sebenarnya, pantas saja perasaanku tidak enak terus dari kemarin."

"Bu bidan harap maklum ya dengan sikap Dinda!"

"Bukan persoalan maklum atau tidak bu Yanah tapi arwah ibunya Dinda menemui saya."

"Serius bu bidan?"

"Beneran bu dan wujudnya itu sundel bolong. Saya takut sekali semalam dan sepertinya, saya pingsan setelah melihat sundel bolong itu dengan jarak yang sangat dekat."

"Oh jadi itu penyebab mbak Fani pingsan?"

"Iya Lis."

"Saya bingung saat melihat mbak Fani tergeletak di depan pintu."

"Saat kamu menemukan saya, Apa Dinda sudah tidak ada?"

"Tidak ada mbak."

"Ya sudahlah. Rasanya memang hanya hiburan semu bisa merasa tenang di desa ini."

"Mbak Fani.."

"Tenang saja Lis! aku gak apa-apa kok."

"Sabar ya mbak!"

"Iya."

Fani mengembuskan napas perlahan seraya meluruskan kakinya. Apa yang ia alami di desa Waringin sungguh di luar nalar semua.

"Benar kata dokter Agung, mas Adi dan mas Fahmi. Semakin lama, aku di sini akan semakin terbiasa dengan semua hal gila yang terjadi."

...🍂 Bersambung... 🍂...

1
Mega Arum
mampir.. suka baca crta horor, sengaja cari yg sdh tamat...semoga ceritanya bagus
Diankeren
mksd'y ibu Dinda : tu tuh kjdian udh lma. pas lu dtg desa tu udh jdi desa hntu. 👻👻👻👻
skrg yg dksih liat tu reka ulang'y Fan.....
Diankeren
wabah si Kona tu psti 🤣
Diankeren
lah kan bner kan... desa hntu 🤦🏻‍♀️ ksian Fani mnsia sndri² dsitu 🤦🏻‍♀️🥴
serem'y
hii
Diankeren
hayo loh Fani..... tau kan bjimane emak² klo udh purik? 🤦🏻‍♀️ purik'y aja serrem aplgi marah'y 🤣 aplgi ni emak² gaib loh...!
hhaahhaayy de
Diankeren
naszib mu fan.... d dmen in Wowo 🤣
Diankeren
emang wowo mah gnjen bin gatel
Diankeren
🤦🏻‍♀️
Diankeren
mauuuuu 😋
ngiler nih....
suruh dtg ksono mah ogah.... hii
Diankeren
s'tau w y tor, Bidan jmn dlu g pke msin USG juga tau dia tu byi lempeng apa sungsang 😁yg klilit tali puser aja tau 🤦🏻‍♀️🤣 pdhal cuma dpncet² , teken² , usap²
Diankeren: 😁 samma... eike juga. dlu.... skrg mah pengacara 🤣
total 4 replies
Diankeren
desa hantu y tor?
g ada asal muasal'y y knpe trjdi pnmpkan trus
cus ahh... lnjoot
Diankeren
🤣🤣🤦🏻‍♀️ msih bgus g joprak
kebuut fan.... ayo w bntu doa
Diankeren
iya tu si qorin 🤭
Diankeren
lah tu si Lilis bjimane tu wooii... !!! 🤣
Diankeren
iye bner fan. w si ngalamin bru ngliat 1 org yg mirip w 😁
Diankeren
et Bu be ah bisa aja klo ngliat yg licin, bwaan'y mo kpleset trus y Bu 🙊
Diankeren
kolok... anak bntot psti 🤦🏻‍♀️ sama kyk anak w 🤭 lki ge kolok bner 🥴
Diankeren
sayur kunci 🤔 sayur apa tu tooor? 🙈
Diankeren: masa...... 🙈
nmbah Lgi pngthuan 👍🏻
total 4 replies
Diankeren
dsr setan.... untung w tdr'y lesehan 👅 g bisa lu nakutin w mah 🤣
Diankeren
tuh, kmaren bda 1 hruf doank
skrg antiq
suka² otor bae ah 👻👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!