NovelToon NovelToon
Remember Today

Remember Today

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tata Tetott

Lily terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bahagia. Dante tidak pernah mencintainya. Dante menikahi Lily hanya untuk membayar hutang Budi orang tuanya kepada orang tua Lily.

Namun sebuah kecelakaan membuat keadaan berubah. Dante didiagnosa menderita cedera otak parah yang membuatnya kehilangan ingatan jangka pendek.

Dante hanya mengingat apa yang terjadi hari ini, lalu setelah dia tertidur dia akan melupakan semua. Begitu setiap harinya.

Inilah kesempatan bagi Lily untuk membuat suaminya bisa menerima dan mencintainya sepenuh hati.

Inilah kesempatan bagi Dante untuk memperbaiki kesalahan besar yang telah dia perbuat.

Namun, kehidupan tidak semudah itu untuk memberi mereka kebahagiaan.

berhasilkah mereka membangun Rumah tangga bahagia atau bahkan perceraian adalah jalan terbaik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tata Tetott, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Lily : I'm not Tired

Aku menunggu dengan cemas di dapur bersama Ibu mertuaku dan juga Bi Aluh. Tentu saja aku tidak mengutarakan kecemasanku pada mereka.

"Ku harap mereka bisa bekerja sama dengan baik," ucap ibuku pelan sangat pelan bakan, seolah kalimat itu hanya untuk dirinya sendiri.

Aku yang terlanjur mendengar ucapan itu secara reflek bertanya, "memangnya ada apa, Ma?"

Beliau nampak kaget, beliau sepertinya tidak menyadari kalau ucapan beliau sebelumnya terdengar olehku. "Tidak ada apa-apa sayang," ucap Ibu mertuaku sambil tersenyum.

"Oh, baiklah." Aku berusaha membalas senyuman beliau.

Hampir sejam lamanya hingga akhirnya dokter Ryan mendatangi kami dan berkata kalau sesi hari ini sudah selesai.

"Bagaimana?" tanya Ibu mertuaku tidak sabar dan langsung turun dari high chair ketika melihat dokter Ryan.

Dokter Ryan tidak bicara, hanya membalas dengan senyuman.

"Mas Dante masih di ruang tengah?" tanyaku.

"Ya dia masih di sana, dia tidak mau ku bopong menuju kesini, dia memintamu yang ke sana," jawab dokter Ryan.

"Oh begitu baiklah." jawabku.

Aku tersenyum dan menunduk pada Ibu mertuaku juga Dokter Ryan sebelum meninggalkan mereka dan berjalan dengan tergesa menemui Mas Dante di ruangan tengah.

***

"Hai," sapaku pada Mas Dante yang sedang duduk di Sofa.

"Hai," balasnya sambil tersenyum.

"Bagaimana sesi terapinya?" tanyaku.

"Tidak ada terapi," katanya sambil tersenyum.

Aku mengangkat alisku, ekapresi bingung.

"Kami hanya berbincang-bincang mengenai apa yang kurasakan," jawabnya seolah bisa membaca raut wajahku. "Sini duduk," dia memukul lembut aiansofa yang ada di sebelahnya.

Aku berjalan menuju sofa dan duduk di sebelahnya kemudian berucap, "bukankah itu juga bagian dari terapi?"

"Memang," jawabnya singkat.

"Lalu?" tanyaku.

"Lalu apa?" Mas Dante balim bertanya.

"Apa saja yang kalian bicarakan?"

"Ya tentang kondisiku."

Tiba-tiba aku bingung ingin berkata apa lagi, suasana menjadi canggung lagi dan lagi dan kami hanya terdiam.

Mama dan dokter Ryan datang tidak lama setelah itu, bukan untuk ikut duduk lagi dan berbincang, namun untuk pamit pulang. Sebagai menatu yang baik aku berniat untuk mengantarkan ibu mertuaku sampi ke depan rumah, tapi tiba-tiba tangan mas dante menggenggam lenganku lagi saat aku akan beranjak berdiri.

"Kamu di sini saja, mereka bisa kok keluar sendiri tanpa harus tersesat di rumah ini. Lagian rumah ini juga rumah mama juga, beliau tidak akan masalah kalau kamu tidak mengantarkan beliau sampai ke depan, iyakan, Ma?"

Ibu mertuaku mengangguk seraya tersenyum sumringah, "Iya, tentu saja. Tidak apa-apa Lily, kamu temanibsaja Dante. Mama pamit dulu."

Dan menit berikutnya mereka Ibu mertuaku dan Dokter Ryan sudah meninggalkan rumah ini. Tersisa aku, Mas Dante, Bi Aluh di ruangan bagian belakang dan, Pak Anang di halaman.

Terasa sekali sunyi yang canggung menyelimuti suasana ruang tengah. Hampir tiba jam makan siang saat Mas Dante membuka pembicaraan.

"Dia akan datang seminggu sekali setiap hari sabtu," kata Mas Dante.

"Siapa?" aku binggung tentang siapa. Yang dia maksud.

"Fisioterapis ku," jawab Mas Dante singkat.

"Dokter Ryan?" tanyaku untuk memastikan.

Dia hanya mengangguk kecil.

"Apa lagi katanya?" tanyaku lagi sebelum suasana kembali menjadi diam dan canggung.

"Dia menyarankanmu untuk memakai tongkat," ucap Mas dante pelan.

"Tongkat?" ulangku untuk memastikan.

"Iya, alat untuk membantu memudahkanku berjalan, dia bilang aku berat, kau pasti kesulitan membopongku ke situ ke mari."

"Aku?" tanyaku binggung.

"Kenapa kau selaku mengulangi kata-kataku untuk menanyakan sesuatu?"

Eh, kok dia tiba-tiba marah?

"Hhmm ... maaf," ucapku pelan.

"Lily," panggilnya dengansuaea lembut dan pelan.

"Apa aku menyulitkanmu? Apa aku membebani hidupmu setelah kecelakaan itu?" tanyanya dengan suara lemah.

"Tidak. Tidak sama sekali," jawabku tegas.

Tentu saja tidak membebani sama sekali. Oke, ku akui sedikit memelahkan mengurus mas dante sedari dia di rawat di rumah sakit hingga saat ini. Di tambah lagi aku harus menjelaskan banyak hal yang sama yang berulang setiap harinya. Tapi, sungguh itu bukanlah beban. Andai kau tahu, Mas, bahwa bebanku lebih berat sebelum kejadian ini.

"Apa kau tidak akan malu punya suami cacat seperti ini?" tanyanya lagi.

"Mas tidak cacat, hanya harus membiasakan diri beraktivitas seperti sedia kala saja." Ku sentuh punggung tangannya.

Dia mebalik punggung tangannya, menyatukan telapak tangannya dengan telapak tanganku dan tersenyum menatapku, "aku juga hilang ingatan," katanya.

"Mas pasti akan sembuh suatu saat nanti."

Dan saat itu tiba, ku harap kau bisa mencintaiku sepenuhnya, Mas.

"Aku akan melupakanmu lagi besok."

"Aku akan mengingatkanmu lagi seperti hari-hari sebelumnya."

"Kau akan lelah dan putus asa."

"Tidak akan."

"Mengapa?" Mas Dante menatapku dengan tatapan yang sungguh teduh.

"Karena aku mencintaimu," ucapku tak mampu lagi menahan perasaan yang selama ini ingin sekali ku ungkapkan.

"Aku juga mencintaimu."

Deg!! Jantungku seolah berhenti bertedak. Bukankah ini kali pertama dia mengatakan dia mencintaiku. Aku tak sanggup menahan getaran yang tiba-tiba saja merambat keseluruh tubuhku, merasakan pipiku menghangat. Seperti inikah rasanya saat orang yang begitu kita cintai mengucapkan kata Cinta pada kita. Aku bahagia, Tuhan. Aku bahagia.

"Wajahmu memerah Lily, ada apa?" tanya Mas Dante sambil mengusap pipiku.

"Benarkah?" tanyaku.

Mas Mengangguk. "Kamu cantik sekali. Aku pasti begitu mencintaimu dalam enam bulan pernikahan kita."

Satu pukulan kenyataan menamparku. Mas Dante hanya mencintaiku untuk hari ini. Besok dia bahkan akan melupakanku. Sekalipun dia mengingatku setelah aku jelaskan panjang lebar, belum tentu sikapnya akan semanis hari ini.

"Ada apa?" ucapbmas Dante sambil masih mengelus pipiku.

"Apa?" tanyaku balik.

"Kenapa raut wajahmu tiba-tiba berubah?"

"Berubah?"

"Dan kenapa kau selalu mengulang kata-kataku," Dia tertawa.

Aku juga ikut tertawa kecil. "Maaf."

"Tidak perlu minta maaf," katanya.

"Mas marah?" tanyaku.

"Marah utuk apa?" tanyanya balik.

"Karena aku selau mengulang kata-kata mas."

"Tidak. Aku tidak marah, itu menggemaskan." Dia mencubit pelan pipiku.

"Aw sakit. Kenap dicubit?"

"Karena kau menggemaskan, boleh aku memelukmu?"

Aku hanya tersenyum,sebuah senyum yang mengisyarakatkan bahwa aku mengijinkan dia untuk memelukku.

~Bersambung~

1
Annisa Rahma
kak sehat2 kah?
al juna kai ruby azzam
Give up...🥀
Juwita Sisamhadhi
ditunggu kak
Anonymous
duh....pliss thor jangan gantung ya.....berharap cerita ini sampe tamat
Annisa Rahma
alhamdulillah akhirnya up juga... selalu ditunggu kak lanjutannya ❤❤❤❤❤❤❤❤
Wahidah Wahidah
Akhirnya Dante-Lily kembali,mksh Thor, 👍
Wahidah Wahidah
tahun telah berganti tp Dante dan Lili belum muncul jg ?????
Anonymous
desember akan segera berakhir....lili ma dante blom nongol2......
Siti Jamrah
Dantenya kemana? udah ditungguin nih 😄
Annisa Rahma
kak udah awal Desember dante sama. lily nya mana kak? 🤭🤭🤭
Wahidah Wahidah
tetap ditunggu Author, smg ketulusan lili bisa menyadarkan Dante, dari manusia jahat, jd manusia yg tahu pengorbanan pasangannya. berharap ada part Dante yg mengejar cintanya pd Lili, tetap bahagia lili-Dante 🙏🙏🙏
Annisa Rahma
whoooaaa kaget pas lihat notif ada up dari mas dante dan lily... selalu ditungguin kak updatenya... semangat selalu ya kak... ❤❤❤❤❤❤❤❤
Aqua Star: betul banget kaget juga
total 1 replies
Annisa Rahma
kak kangen mas dante🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
wah mana nih mas dante.....katanya mau sering2 up date dan udah janji mau sampe tamat nih thor...
Annisa Rahma
kak belum up ya!
Wahidah Wahidah
lama tdk up...
Anonymous
semakin kesini.semakin romantis tapi kok jd deg2an....gmn kl ingatan dante kembali ya....
Aqua Star
yuhuuu Lily Dante Miss youu
Wahidah Wahidah
Alhamdulillah, up, terima kasih Thor... smg Lily dan Dante selalu bahagia
punya nama
semangat thor, semoga gk ketularan tetangga seberang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!