Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Sejak Leo mendatangi rumah Aisyah, kemana pun keluarga Aisyah pergi berlibur Leo dan Kemal selalu ikut. Tidak ada rasa canggung bagi Leo saat bersama keluarga Aisyah yang hidup dengan sederhana. Ayah Bimo dan ibu Aminah yang tidak segan-segan menggail Leo dengan sebutan menantu, membuat Aisyah semakin risih.
Walaupun begitu, Aisyah tidak ingin membuat suasana yang sudah akbrab menjadi canggung kembali hanya karena dirinya yang tidak menyukai kehadiran Leo. Sebisa mungkin Aisyah menghindari Leo jika laki-laki itu mendekatinya.
Meski sudah banyak Aisyah mendapatkan nasehat dari orang-orang sekitarnya, namun hati ini yang belum bisa memberikan kepercayaan kepada Leo. Ada bagian dari diri Aisyah yang membuatnya selalu merasa ragu. Entah itu ragu pada hatinya atau ragu terhadap keserius Leo.
**
Tidak terasa kini sudah waktunya bagi keluarga kecil Aisyah kembali ke kota J. Mereka tengah bersiap-siap. Leo akan menjemput mereka semua, karena mereka akan kembali menggunakan pesawat pribadi milik Leo.
Aisyah tengah berpamitan kepada kedua orang tuanya.
“Mak, Pak. Aisyah pamit. Do’akan Aisyah agar bisa memberikan kehidupan yang baik untuk ke-tiga anak Aisyah ya mak, pak.”
“Tanpa Ais meminta pun, kami akan selalu mendo’akan ke bahagian kalian.” ucap Ibu Aminah.
“Aisyah, Bapak hanya meminta agar kamu mengikhlas apa yang sudah terjadi. Terimalah dia untuk bisa menjadi sandaranmu dikala kamu merasa lelah, baik itu lelah dengan kehidupan, pekerjaan, atau pun yang lainnya. Dia pria yang cukup baik untuk mu dan anak-anak. Dia akan menjadi imam yang pantas bagimu dan ayah yang baik untuk anak-anak mu kelak.”
“Jangan terlalu terpaku pada masa lalu Aisyah. Semua butuh kesempatan untuk menjadi yang terbaik, termasuk dirinya. Bapak akan selalu mengarahkan anak bapak kejalan yang baik agar memiliki kehidupan yang baik juga. Dan ini lah pendapat bapak mengenai dirinya setelah beberapa hari mengenal dirinya Aisyah. Dan bapak yakin, tidak seorang wanita pun yang pernah dia sentuh selain dirimu. Kamu akan mengetahui alasannya apabila kamu bisa menerima kehadirannya. Hilangkan rasa tidak nyaman mu. Pertimbangkan lah Aisyah, Bapak menginginkan kehidupan yang layak bagi mu dan cucu-cucu bapak kedepannya. Kamu yang lebih paham dari Bapak apa yang seharusnya kamu lakukan.” ucap Bapak.
Aisyah memeluk tubuh pria yang merupakan cinta pertamanya sebagai seorang wanita. Aisyah menangis dalam pelukkan ayah Bimo. Ayah mengusap punggung Aisyah untuk memberikan ketenangan kepada anak satu-satunya itu.
“Insyaallah, akan Aisyah pertimbangkan nasehat ayah.”
Aisyah kembali memeluk kedua orang tuanya, setelah itu Aisyah kembali melihat anak-anaknya dikamar. Apakah sudah selesai atau belum.
Beberapa menit setelah Aisyah meninggalkan ayah Bimo dan ibu Aminah, Leo tiba dirumah Aisyah. Leo diminta ayah Bimo untuk ikut ke halaman belakang rumah itu, yang mana langsung mengarah ke sawah, sangat sejuk dipandang mata dan suasana yang tenang pas sekali untuk membicarakan sesuatu hal yang serius.
“Nak Leo.”
“Iya Pak.”
Ayah Bimo terlihat menghembuskan nafasnya pelan-pelan sebelum kembali untuk bersuara. Leo merasa sangat takut apabila ayah Aisyah memintanya untuk menjauhi Aisyah dan anak-anaknya. Leo menunggu dengan rasa penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh ayah dari wanitanya itu.
“Leo, apa kamu serius dengan ucapan mu kepada bapak tempo hari?”
“Aku tidak pernah bercanda mengenai itu Pak. Apakah Bapak akan memberikan restu kepada ku?.”
“Bapak merestui kalian. Berikan kebahagian untuk putri Bapak dan cucu-cucu bapak. Ambillah hati kedua cucu laki-laki Bapak sebelumnya.”
Leo tersenyum mendengar permintaan ayah Bimo.
“Sebenarnya kami sudah akrab pak, hanya didepan Aisyah kami seperti itu.”
Mendengar ucapan Leo membuat ayah bingung apa maksud dari perkataan pria didepannya ini.
Leo yang mengetahui ayah Bimo kebingungan mulai lah Leo menceritakan apa yang direncanakan oleh ke-tiga anaknya. Tidak ada cerita yang dilebih-lebihkan oleh Leo atau pun dikuranginya. Ayah bimo yang mendengar itu ikut senang.
“Semoga apa yang kamu dan anak-anak lakukan membuahkan hasil. Kejarlah Aisyah dengan pelan-pelan, jangan pernah memaksakan kehendakmu kepadanya atau dia akan berbalik dan menjauh dirimu. Aisyah itu memiliki kemampuan yang membuat orang lain akan kesulitan untuk mencarinya. Semoga niat baikmu dimudahkan oleh Allah SWT dan hati Aisyah diluluhkan oleh Yang Maha Membolak Balikkan Hati.”
“Insyaallah ya pak. Bantu kami dengan do’a pak. Jangan beritahukan kepada siapa pun ya Pak.”
“Baiklah, kalau begitu kita kembali kedalam. Mungkin Aisyah dan yang lainnya sudah menunggu.”
Ayah Bimo dan Leo masuk kedalam rumah dan mendapati semua orang tengah menunggu mereka. Semua orang kini tengah berpamitan dengan ayah Bimo dan ibu Aminah. Ibu Aminah meminta ninik Asih untuk menjaga putri dan cucunya serta ibu Aminah meminta maaf apabila selama tinggal dirumah ini ninik Asih merasa tidak nyaman atau ada perkataan ibu Aminah yang menyinggung ninik Asih. Keduanya saling memaafkan untuk hal apa pun yang terjadi. Begitu pula dengan Intan, ibu Aminah meminta sahabat Aisyah itu untuk sering-sering berkunjung. Ibu juga berpamitan dengan cucu-cucunya. Zakiya paling histeris karena akan meninggalkan kakek dan neneknya, dengan susah payah Aisyah menenangkan Zakiya akhirnya putri kecilnya itu berhenti menangis.
“Terimakasih Pak, sudah menerima kami.” ucap ninik Asih mewakili Intan dan Kemal. Mereka bersalaman secara begantian, yang lainnya sudah memasuki mobil kini hanya tersisa Aisyah yang masih memeluk Ibu Aminah. Sedangkan Leo berdiri di samping Aisyah, menunggu Aisyah selesai, baru lah setelah itu Leo bersalaman dengan ibu Aminah.
“Nak Leo, Mak nitip putri dan cucu mak. Tolong dijaga mereka.”
“Insyaallah mak.” Kemudian Ibu Aminah memeluk Leo, Leo membalas pelukkan itu dan menunggu antrian selanjutnya. Leo memandang Aisyah yang sangat enggan melepas pelukkan nya dari Ayah Bimo.
“Aisyah, sekarang udah jadi Ibu. gak boleh cengeng lagi. Dan pikirkan lagi nasehat Bapak yang tadi ya nak” ucap ayah Bimo
“Kalau nangis didepan bapak, kan gak apa-apa pak. Insyaallah ya Pak. Bantu Aisyah dengan do’a ya Pak. Apa pun pilihan Aisyah nantinya Aisyah harap Bapak dan Mak mendukungnya. Dan bapak sama mak harus jaga kesehatan.” Ucap Aisyah sambil melepaskan pelukkan tersebut.
Ayah Bimo hanya menggangguk sebagai jawaban. Lalu Leo mengambil kesempatan itu untuk bersalaman.
“Tolong dijaga anak perempuan bapak. Kamu pasti bisa meluluhkan hatinya.”
“Insyaallah pak.” jawab Leo sambil mengangguk.
“Hati-hati dijalan semuanya. Jika sudah sampai jangan lupa beri kabar kepada kami.” pinta Ayah Bimo.
"Iya pak." Lalu mereka mengucapkan salam. Dan berjalan menuju mobil.
Ayah Bimo dan ibu Aminah berdiri didepan pintu hingga mobil yang ditumpangi anak dan yang lainnya menghilang dari pandangan mereka. Mereka masuk dan saling berdo’a di hati masing-masing akan kehidupan anak dan cucu mereka.
**
Aisyah dan yang lainnya sudah tiba di bandara, mereka disambut oleh sopir pribadi Leo dan beberapa mobil, karena Leo sendiri yang akan mengantar Aisyah dan anak-anak. Sedangkan ninik Asih akan satu mobil dengan Kemal. Intan sendiri diantarkan sopir dengan mobil yang lain karena Intan ingin langsung pulang kerumahnya.
Kini semua orang kembali keposisinya masing-masing dan akan sibuk dengan kesaharian mereka.
**
Satu bulan berlalu, hubungan Aisyah dan Leo berangsur membaik. Aisyah mencoba menerima kehadiran Leo. Leo juga menceritakan kepada Aisyah kalau orang tuanya sudah mengetahui semuanya dan mereka meminta Leo untuk membawa Aisyah dan cucu mereka.
Dan hari ini, merupakan hari yang dijanjikan Aisyah kepada Leo. Aisyah dan anak-anaknya sudah rapi sejak tadi hanya menunggu Leo yang akan menjeput mereka. Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah Aisyah.
Aisyah membuka pintu dan melihat Leo sudah keluar dari dalam mobil untuk melangkah kedekat Aisyah, namun anak-anak sudah berlari kearahnya. Aisyah pamit kepada ninik Asih dan meminta wanita paruh baya itu untuk tidak menunggu mereka.
Diperjalan, Leo memperhatikan Aisyah. Wanita tersebut tampak gugup sedangkan anak-anaknya tampak senang, karena akan mengunjungi rumah Leo.
Sesampainya dirumah orang tua Leo, Aisyah dan anak-anak disambut dengan ramah oleh kedua orang tua Aisyah. Mendapatkan suasana seperti itu hilang sudah rasa gugup yang sedari tadi Aisyah rasakan.
Aisyah menyuruh ke-tiga anaknya bersalaman kepada kedua orang tua Leo, namun mama Tia meminta cucu-cucunya untuk memanggil dengan sebutan opa dan oma tidak dengan sebutan nenek kakek. ke-tiganya mengangguk dan memberikan salam.
Mama Tia mengajak Aisyah dan cucu-cucunya untuk masuk dan duduk diruang tamu selama makan malam sedang disiapkan oleh pelayan dirumah tersebut. Mereka terlihat akrab begitu pula ke-tiga anak Aisyah yang merasakan kenyaman dirumah tersebut.
Kepala pelayan rumah memberitahukan kepada mama Tia bahwasannya makan malam sudah siap dihidangkan. Dan mama Tia mengajak semuanya untuk segera menuju ruang makan, suasana makan malam kali ini dipenuhi oleh suara Zakiya yang banyak bertanya. Selesai makan mereka kembali duduk di ruang tamu.
Mama Tia dan Aisyah yang memiliki sifat yang hampir sama membuat mereka terlihat seperti anak dan orang tua. Mereka sama-sama nyaman menceritakan apa pun. Ketika suasana yang penuh dengan kehangatan itu berubah menjadi hening ketika Zakiya melontarkan permintaannya.
“Bu, apa Kiya bisa seperti mereka” ucap Zakiya sambil menunjukkan sebuah film keluarga yang tampak bahagia sama dengan suasana yang tercipta saat ini.
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo
jadi geram maunya apa sih
Leo juga mau bertanggung jawab
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat