Mengkisahkan seorang bernama Kikan yang wanita yang mencintai Pria Introvert,Tapi Cinta nya seperti bertepuk sebelah tangan,karena pria itu tidak menunjukan rasa suka dan ketertarikan pada Kikan.
Tapi sebuah kejadian membuat mereka akhirnya bersatu, tapi tentu saja tidak membuat Kikan merasa di cintai setelah memiliki nya,tapi ia merasa sangat jauh meski mereka sangat dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 - Jerry Kecelakaan
Saat Peniupan Lilin selesai, dan di lanjutkan pemotongan Kue.
Kikan tampak mengobrol dengan Nayla dan Naura.
"Dia manis sekali." Ucap Kikan menatap Kenzi yang tertidur di Stroller bayi nya.
"Iya, manis seperti Mama nya pasti nya."Balas Naura.
"Iya-Iya kita tahu kau yang paling manis di antara kita."Balas Nayla.
Tawa ketiga nya pun pecah sembari mengobrol bersama, menikmati malam yang ramai dan menyenangkan ini.
"Eh Ra, Evan sama siapa tu Ra?." Tanya Nayla.
Kikan yang mendengar pertanyaan Nayla pun hanya diam saja. sembari ia melirik Evan yang tampak duduk bersama dengan Aldo dan Joan.
"Itu Sekertaris nya Evan, teman sekolah juga."Balas Naura.
"Kok diajak?."
"Itu tadi Evan baru pulang meeting kemalaman,soal nya mau kesini, karena kasian Joan pulang sendiri, jadi sekalian di ajak sama dia, nanti dia antar pulang setelah pulang dari sini."Balas Naura.
"Oh gitu."Balas Nayla.
Saat mendengar jawaban Naura, Kikan teringat oleh kakak nya, ia pun melihat sekeliling mencari Jerry yang tak terlihat di kerumunan para tamu. "Kakak mana ya?." Gumam Kikan.
Kikan lalu mengambil ponsel nya untuk menghubungi Jerry, namun ia malah mendapati sebuah pesan dari Kakak nya untuk nya yang masuk beberapa menit yang lalu.
"Kikan, kalau mama papa Cari kakak, bilang kakak ada urusan, kakak tadi tidak sengaja jatuh dari tangga belakang, jadi kakak Istriahat di atas." Isi pesan Jerry.
Sontak saja kedua mata Kikan membulat besar karena terkejut, ia sangat kaget membaca pesan dari kakak nya yang mengalami kecelakaan.
Kikan pun lekas berdiri dari kursi membuat Nayla dan Naura mengangkat kepala nya menatap Kikan dengan bingung.
"Kenapa Ki?." Tanya Naura.
"Kak Jerry jatuh dari tangga." jawab Kikan.
"Apa?, dia dimana sekarang?." Tanya Nayla.
"Iya Ki, dimana Jerry sekarang?." Tanya Naura juga.
"Ada di atas, aku ke atas dulu ya." Kata Kikan.
"Aku ikut dengan mu Kikan." Saut Nayla dan Kikan mengiyakan.
"Ra kamu disini aja ya, Kasian Kenzi, lagian Rian juga sedang asik mengobrol dengan teman nya."Ucap Kikan dan Naura mengiyakan.
Kikan dan Nayla pun bersama menuju ke tangga untuk melihat Jerry, Kikan melewati Evan dan Aldo, karena tangga yang akan mereka naik dekat dengan posisi mereka duduk.
Namun Kikan tak menghiraukan Pria itu karena rasa panik nya pada kondisi kakak nya.
"Eh kenapa Tu Kikan dan Nayla, kok wajah nya panik gitu?." Tanya Aldo pada Evan.
"Gak tahu."Balas Evan yang juga bertanya -tanya.
Kikan ke kamar dan menghampiri Jerry yang tampak sedang merintih kesakitan karena kaki nya yang lebam akibat terjatuh.
"Kakak."
"Kalian kenapa disini?." Tanya Jerry.
"Masih tanya, sudah pasti aku khawatir dengan keadaan kakak, bagaimana bisa kakak masih bertanya." ketus Kikan bercampur kesal.
"Tidak apa-apa ini luka kecil."Balas Evan.
"Ke dokter aja yuk?." Ajak Nayla.
"Gak usah Nay, ini hanya luka kecil."Balas Evan.
"Kikan, ambil kan air es untuk mengompres kaki kakak."Ucap Jerry.
"Biar aku aja Ki."
"Gak usah, biar aku aja Nay, kamu kan juga gak tahu di mana dapur nya." balas Kikan.
"Sebentar ya Nay."Ucap Kikan dan Nayla mengiyakan.
Nayla merasa khawatir dan mendekati Jerry, ia duduk di samping pria itu sembari menatap Pria itu, melihat luka juga ada di wajah Jerry.
"Wajah kakak."Nayla menyentuh pipi Jerry dengan jari nya.
"Au Sakit."
"Maaf Maaf, kenapa bisa jatuh gitu sih kak?." Tanya Nayla dengan khawatir.
"Karena mikirin kamu Nay."Ucap Jerry menatap gadis itu dengan sendu dan membuat Nayla sontak terdiam dan mengalihkan pandangan nya.
"Kamu tahu kalau aku suka sama kamu sejak dulu, bahkan kau sudah menolak ku beberapa kali, tapi aku tak menyerah karena aku juga melihat kalau kau juga mencintai ku."Ucap Jerry.
"Ta-tapi Aku..."
"Aku tahu karena Kikan kan?, karena kau takut Kikan tak akan suka, kita belum mencoba nya, kita gak akan tahu." Balas Jerry.
Jerry lalu memegangi tangan Nayla, memegang dagu nya untuk menatap nya. Nayla pun memberanikan diri menatap kedua mata yang tampak mendambakan cintanya itu.
Jerry lalu mengeluarkan sebuah kotak berisikan sebuah Cincin. "Nay, kamu mau kan nikah sama aku, kamu mau kan terima aku?." Ucap Evan dan membuat Nayla sangat terkejut.
"Aku gak bisa, Aku belum siap, aku takut Kikan tidak akan suka dengan Ini, tolong mengerti sedikit Jer." Ucap Nayla dengan murung dan lekas berdiri, saat ia berbalik untuk pergi, tampak Kikan sudah berdiri di ambang pintu, ia sudah berdiri di sana sejak Evan menyatakan perasaan nya.
"Kikan." Nayla terkejut melihat Kikan tampak sangat syok melihat apa yang ada di depan nya.
"Kikan, itu gak seperti yang kamu lihat, aku dan Kak Jerry, gak ada apa-apa."Ucap Nayla memberi penjelasan dan mendekati Kikan.
Kedua wanita itu saling berhadapan. Kikan dengan wajah datar bercampur terkejut mendaratkan tamparan di pipi sahabat nya itu, membuat Nayla dan Jerry sangat terkejut.
"Kikan." Nayla memegangi pipi nya yang di tampar Kikan, menatap sahabat nya itu dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Kikan, apa yang kau lakukan."Ucap Jerry.
"Kau marah pada ku?."Ucap Nayla pelan.
"Iya, aku marah pada mu, bagaimana kau bisa berfikir aku sejahat itu Nayla, kau berfikir aku tak suka jika kau bersama kakak ku?, justru aku sangat menginginkan nya ( Air mata Kikan menetes ), aku menginginkan kau dengan kakak ku, justru aku yang takut kau tak mau dengan nya karena dia itu tengil dan usil."Ucap Kikan dan tersenyum sembari menangis bahagia, Begitu juga dengan Jerry tersenyum mendengar kata terakhir Kikan.
Jerry yang tadi terkejut juga tersenyum mendengar ucapan adik nya itu yang mendukung hubungan mereka.
"Kikan."
Kikan membuka tangan nya dan Nayla menyambut nya, kedua nya saling berpelukan.
"Kau pasti akan bahagia kalau kau bersama dengan kakak ku, dia pria yang baik,aku percaya juga kakak akan bahagia bersama mu, karena kau wanita yang baik, kau sahabat terbaikku." Ucap Kikan.
" kau selalu saja mengoda cinta ku, ternyata kalian bedua lebih miris dari cintaku." lanjut nya lagi.
"Maaf Kikan." Ucap Nayla.
"Maaf juga karena aku sudah menampar mu, tapi itu tamparan sayang ku." Kata Kikan dan membuat Nayla tersenyum.
Kikan lalu melepaskan tangan nya dan mengandeng tangan Nayla untuk kembali mendekati kakak nya.
"Kakak." Kikan memberi isyarat.
"Sekarang selesaikan urusan kalian, aku akan menunggu di luar." Kata Kikan.
hari minggu, Evan ke kantor ya?