NovelToon NovelToon
SANG PENGUASA

SANG PENGUASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahmuda / Spiritual / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Sequel SALAH NIKAH

Rico menikahi Layyana karena sebuah dendam.

Demi menuntaskan dendam yang sudah lama dia pendam, Riko rela menghabiskan sisa umurnya bersama wanita yang dia benci. Tujuannya satu, membalaskan dendam.

Layyana yang notabene adalah wanita kaya raya dan berpendidikan tinggi, selalu berpenampilan sederhana demi mencari cinta sejati yang mendekatinya bukan karena materi, melainkan karena cinta yang tulus. Sayangnya pria yang mengucap ijab qobul di sisinya pada hari pernikahan bukanlah Rendi, tapi sosok pria asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Car Free Night

POV Layyana

Setelah tadi pagi makan bersama dengan Rico, siang juga makan bersama, sekarang giliran Rico mengajakku keluar. Ppukul tujuh malam, masih ada waktu untukku memilih pakaian.

Ya ampun, entah kenapa aku merasa semua pakaian tidak cocok. Sejak tadi bolak-balik memilih pakaian tapi rasanya tidak ada yang pas. Mendadak saja aku merasa ingin tampil cantik di hadapan Rico.

Setelah cukup lama berkutat di depan cermin untuk emilih pakaian, akhirnya gaun warna gold juga yang terpilih olehku. Secepatnya aku keluar menemui Rico yang sudah menunggu di depan.

Pria itu menganggukkan kepala dengan seulas senyum tipis. Aku berpamitan pada Bunda.

Bunda yang sedang duduk di sofa pun bangkit berdiri, tampak sumringah menatap aku dan Rico yang berdiri bersisian.

Sederet pesan pun disampaikan oleh bunda. “Kalian sangat serasi. Bunda ridha melihat kalian seakur ini. Rico, jagain Lala ya. Kamu adalah panutan untuk Lala. Dan kamu Lala, baik-baik sama Rico. Kalian hati-hati.”

Rico mengangguk sopan, laksana menantu baik. Duh, aku senang melihatnya.

Setelah itu aku dan Rico pergi dengan menggunakan motor.

“Pegangan ya!” seru Rico sambil menolehkan kepala ke arah samping supaya pendengaranku menjangkau suaranya.

Aku tersenyum sambil meletakkan tangan ke pinggang Rico. Rasanya masih canggung.

Rico menarik satu per satu tanganku ke depan dan memposisikan kedua tanganku itu melingkar di pinggang pria itu, menumpuk antara satu tangan dengan tangan lainnya di atas perut pria itu. Fix, posisi permukaan tubuhku menempel di punggung pria itu.

Kemudian motor melaju kencang. Kurasakan tamparan angin di sekujur tubuhku, namun tubuh besar Rico melindungiku dari hempasan angin kencang.

Motor berhenti di sebuah tempat yang aku sendiri belum pernah ke sana. Aku berjalan beriringan dengan Rico memasuki Car Free Night. Persis seperti pasar malam, ramai dan disana ada berbagai macam permainan. Aku tidak pernah memiliki minat ke pasar malam karena memang aku tidak hobi dengan berbagai permainan yang ditawarkan di sana. Aku lebih suka ke bioskop atau ke pantai jika ingin berekreasi.

“Layyana, kamu jangan berjalan di depanku!” tutur Rico saat aku berjalan lebih cepat hingga kini posisiku berada di depan Rico.

“Kenapa?” Aku berhenti dan menoleh. “Biasanya cowok tuh lebih memilih jalan di belakang biar bisa cekatan melindungi saat wanitanya kenapa-napa. Ini kok malah aku nggak boleh jalan di depan?”

“Cewek tuh jalannya di belakang. Minimal kamu jalan di sampingku. Bahaya kalau aku melihat pinggul kamu gerak sana-sini, iya kan? Jadi mendingan kamu jalannya di samping saja kalau kamu tidak mau di belakang.”

Aku mengulum senyum. Aku mengira Rico tidak suka dipunggungi wanita, ternyata Rico memiliki alasan bernuansa rohani untuk hal itu.

“Tapi bukankah kamu sudah halal untuk melihat pinggulku bergoyang?” bisikku menggodanya.

“Halal tapi belum bisa kunikmati untuk menyentuhnya. Itu sama saja kau menyiksaku. Lebih baik jangan melihat,” jawab Rico.

Aku tertawa. Lalu memundurkan langkah dan kini berdiri menjajari Rico.

“Kita naik biang lala, yuk,” ajak Rico sembari menatap biang lala yang berputar dengan lampu berkilauan di sekitarnya.

“Enggak ah, takut.”

“Kan ada aku.”

“Memangnya kamu bisa menyelamatkan aku kalau aku kenapa-napa?”

“Setidaknya berusaha. Kau harus melawan rasa takutmu. Manusia yang mau maju adalah manusia yang berani melawan rasa takut.”

“Ada tiga hal di dunia ini yang aku takuti.” Aku menatap biang lala di ketinggian. “Pertama, melihat darah. Kedua, ketinggian. Dan ketiga…” Aku sengaja menjeda kalimat hingga Rico menekuk kening menungguku untuk melanjutkan. “Patah hati.”

Sontak bibir Rico mengulas senyum. “Poin ke tiga jangan ditakuti. Aku tidak akan membuatmu patah hati. Kalau poin ke dua, aku akan membantumu untuk melawan rasa takut pada ketinggian. Ayo, kita coba!” Rico menggandeng tanganku menuju ke biang lala setelah ia membeli popcorn dua bungkus.

Duh.. Kata-kata Rico entah kenapa membuatku jadi termotivasi. Dia benar-benar pria yang pintar dalam hal membujuk.

Meski dengan jantung berdentuman, aku menuruti Rico yang memaksa naik biang lala setelah aku merengek menolak berkali-kali namun Rico terus mendesakku.

TBC

1
Hermien Rudatin
MasyaAllaah ...pesan moralnya bagus banget..trimakasih Thor
selamat berkarya semoga sukses mencerdaskan anak2 bangsa melalui tulisan
Hermien Rudatin
masa buktinya cuma kayak bgt oercaya aja..telusri donk lala dapat serbuk itu dr siapa ..bla bla.....pasti ketemu
Tati Tati
Kecewa
Pink Kitty
tambahin ex chap dong wkwkkw
kiy
Luar biasa
inggrid LARUSITA Nganjuk
Kecewa
inggrid LARUSITA Nganjuk
Buruk
Erina Munir
tq juga thoor
Erina Munir
😭😭😭 sedih juga jdinya..
Erina Munir
maksn buah simalakama kau rico
Erina Munir
naah kaaan akhirnya....bangkr biar ditutup2in...tetep bauu..tauuu
Erina Munir
nah kan ...apa ku bilang ...mampusss kam luuhh...tuh yg pere hajar lgi ajah...biar sama2 sekarat
Erina Munir
rassaiin luh...capek kan luh rico...makanyaa...jdi orang jangan jahaat
Erina Munir
tuhhh kaan...udh kaya kebakaran jenggot kan...klo nyesel selalu belakangan tong
Erina Munir
Luar biasa...tpi aku gregetan sama rico thoor...sadis.../Panic//Panic//Panic/
Erina Munir
cakep...tpi jahaatt
Erina Munir
pasti luh bakalan nyesel rico...
Erina Munir
sadis banget rico...manusia apa jelmaan dri jin
Erina Munir
waduuhh..
bahaya niih
Erina Munir
klo ush kaya gitu gimana lgi yaak..menurut aku sih itu udh jujur banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!