Part 2, lanjutan dari Ta'aruf Pembawa Cinta. Disarankan untuk membaca part pertama terlebih dahulu.
Daffa pergi meninggalkan rumah dan melepaskan semua yang akan menjadi miliknya dan mulai membuka usahanya sendiri.
Lelaki bernama Daffa itu adalah seorang duda yang memiliki seorang putri kecil yang begitu cantik, Ia sangat menyayangi putrinya itu bahkan memberinya nama seperti nama mendiang istrinya, Zeline.
Daffa dibuat frustasi saat semua orang mendesaknya agar menikah lagi, hal yang sangat sulit lelaki itu pikirkan, bahkan dengan membayangkannya saja ia sama sekali tidak sanggup jika harus mencari pengganti dari istrinya, wanita yang sangat ia cintai itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasti Terlihat Serasi
Pagi ini Daffa tidak langsung ke kedainya, ia mampir terlebih dahulu di super market untuk membeli bahan kue. Saat berbelanja, trolinya tidak sengaja di tabrak oleh troli lain dari seseorang
"Maaf, saya tidak sengaja" ucap orang itu merasa bersalah
"Tidak apa-a.." Daffa menggantungkan perkataannya begitu melihat siapa orang yang menabrak trolinya
"Pak Daffa, anda berbelanja juga?" tanya Zafina, orang yang menabrak troli Daffa dengan trolinya
"ekhm iya" jawab Daffa singkat
"Maaf kaki saya agak ngilu tadi makanya berjalan agak susah sampai trolinya terlepas" ucap Zafina merasa bersalah walaupun hal seperti itu biasa terjadi di super market, Daffa pun memperhatikan kaki Zafina yang ia tekuk sedikit, wajahnya pun terlihat sedang menahan sakit
"Kenapa berbelanja sendiri? karyawan anda mana?" tanya Daffa terlihat khawatir namun langsung menyadari situasinya
"Kau pasti gila Daffa, untuk apa menanyakan itu" Batin Daffa menyesal menunjukkan kekhawatirannya
"Arin harus menjaga toko, lagipula penyakit semakin di manja akan semakin lama sembuhnya" tersenyum tipis menerima perhatian kecil dari Daffa, namun kata-kata Zafina membuat Daffa tertegun
"Aku baik-baik saja Daffa, semakin di manja penyakit ini akan semakin lama sembuhnya" kata-kata itu selalu Zeline lontarkan saat ia sedang sakit dan di manja oleh Daffa, semuanya serba di awasi agar rasa sakit Zeline tidak bertambah dan ia bisa pulih dengan cepat
"Benar juga" gumam Daffa samar
"Iya?" tanya Zafina tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Daffa
"Ah tidak, boleh saya bantu bawakan trolinya?" tanya Daffa menepiskan lamunannya, ia pun menawarkan bantuannya kepada Zafina
"Tidak usah Pak Daffa, saya tidak mau merepotkan anda" tolak Zafina merasa tidak enak dengan Daffa
"Kemarikan saja, anggap saja sebagai bentuk terima kasih saya karena anda sudah menolong putri saya" kata Daffa sedikit memaksa, bagaimanapun wanita itu terluka karena menyelamatkan putrinya
"Saya menolong Zeline dengan ikhlas Pak Daffa" ucap Zafina tersenyum tulus, terkadang senyumannya itu sangat mengganggu Daffa, bukan karena risih melainkan karena sesuatu yang lain
"Saya tau itu, makanya saya juga ikhlas mau membantu anda" jawab Daffa, setidaknya ia bisa membalas sedikit kebaikan wanita itu
"Bicaranya yang santai saja Pak Daffa" pinta Zafina yang merasa Daffa berbicara dengannya terlalu formal
"Hmm?" tanya Daffa tidak mengerti, apa ia berbicara kasar lagi pada wanita itu? pikirnya
"Tidak perlu terlalu formal" jelas Zafina tersenyum lagi
"Kita tidak begitu akrab nona Zafina" kata Daffa tidak berniat untuk berbicara dengan santai pada Zafina, "Mari jalan. Anda mau membeli apa lagi?" tanya Daffa mengambil alih troli Zafina dan mendorong troli tersebut beserta trolinya dengan kedua tangannya
Zafina tersenyum melihat lelaki beranak satu itu berjalan mendahuluinya.
"Terima kasih kakiku, berkatmu orang itu sudah bisa berbicara baik padaku sedikit demi sedikit" batin Zafina tersenyum senang, ia lalu berjalan dengan agak susah namun langkahnya ia percepat agar bisa berjalan bersama Daffa.
***
"Terima kasih Pak Daffa sudah menemani saya berbelanja" ucap Zafina begitu mereka selesai berbelanja dan sekarang sedang menuju ke kasir
"Lebih tepatnya membantu nona Zafina" jawab Daffa meluruskan maksudnya
"Ah iya, membantu" kata Zafina tersenyum tipis
"Silahkan membayar duluan" kata Daffa mempersilahkan begitu mereka tiba di kasir
"Terima kasih" ucap Zafina
Wanita itu lalu membawa trolinya ke kasih dan memindahkan satu demi satu barangnya untuk menghitung harga berlanjaannya, tapi ada yang aneh dari raut wajahnya, Zafina seperti menahan sakitnya. Daffa pun merasa kasihan dan tentunya perasaan bersalahnya masih tersisa, ia pun berinisitif untuk membantunya lagi.
"Biar saya bantu" kata Daffa mengambil alih troli Zafina hingga wanita itu bergeser sedikit. Begitu semua belanjaan Zafina sudah dihitung, kasir tersebut melontarkan pertanyaan yang membingungkan Daffa
"Belanjaannya tidak sekalian Pak?" tanya kasir tersebut
"Iya?" tanya Daffa menanyakan maksud dari kasir tersebut
"Belanjaannya berbeda dengan istrinya?" tanya kasir itu lagi hingga Daffa mengerti maksudnya
"Dia bukan istri saya, saya hanya bantu saja karena kakinya sedang sakit" jelas Daffa langsung muluruskan kesalah pahaman tersebut
"Oh maaf, saya kira anda pasangan suami istri" ucap kasir tersebut merasa sedikit malu dengan tingkahnya
"Benarkah? terlihat seperti itu?..kita berdua pasti terlihat serasi Pak Daffa" tanya Zafina pada kasir tersebut lalu beralih bercanda pada Daffa
"Iya Bu" jawab kasir tersebut dengan kikuk
"Ibu? saya belum menikah mbak. Berapa totalnya?" cebik Zafina merasa kesal di panggil ibu-ibu oleh kasir itu
"Anda pasti terlihat sangat berjiwa keibuan nona Zafina" ledek Daffa menahan senyumnya
"Ck" cebik Zafina bertambah kesal dengan ledekan Daffa
lanjut dg karya yg bagus lagiii....
semangaaaattt....
MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS dari Endergamer 1256
"Malam ini kamu pulang ke rumah.
Rumah kita.
Udah terlalu lama kamu berkeliaran di luar.
Aku harus jaga calon istriku biar gak ditidurin orang lain.
Besok..kita pulang ke Indonesia.
Langsung kawin.
Sedikit aja kamu mau kabur...aku gak akan segan-segan ngeluarin video kita." kembali Michael mengancam.
Numpang iklan dan terima kasih kakak author 😘