✧---------
'Wah cover nya baguss"
"maaf cover ini bukan buatan saya"🗿
cerita ini berdasarkan imajinasi saya, Yah pikir-pikir ada yang mau baca, menulis cerita adalah hobi saya (ketika gabut)
Ξ Ini adalah kisah seorang anak berumur 5 tahun tiba-tiba terbangun di sebuah hutan yang lebat. Anak itu tidak mengingat sama sekali mengenai dirinya. Tidak tahu namanya, tempat tinggalnya, serta keluarganya.
Suatu hari Raja iblis menemuinya dan memberikannya tempat tinggal dan untuk pertama kalinya ia memiliki dua saudara kembar yang sangat menyayanginya. Seorang pangeran dan putri dari Sang Raja Iblis.
Seiring dengan berjalannya waktu, Ia memiliki peran penting dalam dunia ini. Keberadaannya bahkan menjadi ancaman bagi Antagonis dari Cerita ini.
Anak ini bernama Laplace
-----------------------------------------
kutipan dari seseorang,
"Tuhan tidak menyuruhmu untuk sukses, Tapi menyuruhmu untuk berjuang tanpa henti"
◑cuma mampir lihat-lihat saja gak apa-apa👍, tapi yahh komen dikit lahh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
Musuh mundur dari pertempuran.
Penduduk yang bersembunyi mulai pergi melihat keadaan rumah mereka yang ternyata banyak yang mengalami kerusakan.
Sebuah kejadian yang berada diluar perkiraan.
Ini kali pertamanya Benua Iblis mendapat serangan dari musuh dengan skala besar.
serangan terakhir terjadi 150 tahun yang lalu, pada saat itu keadaannya berbeda.
150 tahun yang lalu seluruh benua pernah berperang satu sama lain, karena setiap benua berpendapat jika Ras yang berbeda merupakan sebuah Ancaman.
Perang 150 tahun yang lalu memuncak ketika terjadi pertempuran Antara Iblis, Manusia dan Elf.
Tiga ras tersebut berperang di sebuah hamparan padang yang luas yaitu padang Kurusetra.
Padang Kurusetra sendiri berada tepat di tengah wilayah yang memisahkan benua Iblis, Manusia dan Elf.
Di padang Kurusetra sendiri konon terdapat benda peninggalan Laplace sang pahlawan ketika perang sedang berlangsung.
Namun perang tersebut berhasil dihentikan oleh empat orang.
Empat orang tersebut salah satunya adalah Laplace sang pahlawan.
Dan tiga orang lainnya berasal dari ras yang berbeda, yaitu : Ras iblis, Manusia, dan Elf.
ketiga orang yang bersama Laplace itu sekarang disebut 'Tiga Pilar Kehancuran'.
Tiga pilar sebelumnya adalah rekan dari Laplace sang pahlawan, namun setelah beberapa tahun mereka menjadi bermusuhan dan memiliki tujuan yang berbeda.
para pilar memang sudah mati, namun setiap pilar yang telah Laplace bunuh meninggalkan salah satu organ tubuh mereka, yang sepertinya tidak bisa dihancurkan.
pilar hitam meninggalkan jantungnya, yang mana sebelumnya disimpan di Central Castle.
pilar merah meninggalkan sepasang bola mata yang sampai sekarang tersegel di benua manusia.
dan pilar putih meninggalkan tangan kanannya, yang sekarang tersegel di benua Elf.
setiap bagian tubuh dari pilar sampai sekarang masih memancarkan aura negatif.
kembali ke masa sekarang→
Laplace dan teman-temannya diantarkan menuju ke rumah masing-masing.
Miya memutuskan untuk menemani Carmilla pulang kerumahnya.
Tetapi keadaannya tidak baik sama sekali.
"Ini bohong kan?" ucap Carmilla.
Carmilla meneteskan air mata.
Sebuah kejadian yang sangat membuatnya tertekan.
Sebuah keadaan yang membuatnya depresi.
Sebuah Takdir yang tidak bisa Ia terima.
"Ayah, Ibu, Miko!" Teriak Carmilla.
Beberapa prajurit membawa Tiga jenazah yang sangat Carmilla kenal.
Yah jenazah itu adalah keluarganya,
Ayah, Ibu, dan Miko adiknya telah tewas karena serangan para pion dan Monster.
Jasad mereka kemudian dimakamkan di pemakaman kota Arklay.
Laplace yang mendengar kabar duka tersebut langsung bergegas menuju ke pemakaman.
Laplace tidak memperdulikan kondisinya, karena prioritasnya kali ini adalah Carmilla.
Di pemakaman, Carmilla tidak bisa berhenti menangis.
pemakaman keluarganya dilaksanakan ketika Hari sudah hampir pagi.
waktu itu hujan mengguyur deras, didampingi oleh suasana penuh duka.
"Carmilla, ayo kita pulang" Ucap Laplace.
Namun Carmilla tetap menolak ajakan Laplace.
Gil,Miya, Cano,Alice,Finx,Ferin, dan Max menghadiri pemakaman keluarga Carmilla.
Mereka Semua pergi terlebih dahulu, Karen hujan semakin deras.
"Laplaceku sebaiknya kita pulang, ajaklah Carmilla juga" ucap Alice.
"Kak Alice, Kak Cano, Kalian pulanglah terlebih dahulu, aku akan disini untuk sementara".
Lalu Cano dan Carmilla meninggalkan Laplace dan Carmilla di pemakaman.
Carmilla masih belum berhenti menangis.
"Ini tidak adil, kenapa harus keluargaku!" ucap Carmilla.
Laplace tidak tega dengan keadaan Carmilla saat itu.
"Laplace kamu tidak harus menemaniku" ucap Carmilla.
"Aku akan bersamamu disini sampai kamu kembali" jawab Laplace.
Hujan masih mengguyur mereka berdua dengan deras.
"Carmilla setelah ini kamu mau kemana?" tanya Laplace.
"Entahlah"
Carmilla memberi jawaban yang tidak jelas.
kemudian Laplace memberi sebuah saran kepada Carmilla.
"Carmilla ikutlah bersamaku"
"Aku hanya akan merepotkan mu"
Carmilla masih menunjukkan wajah melankolisnya.
"Carmilla ayah dan ibumu serta adikmu pasti mereka semua menginginkan kamu untuk menjadi lebih baik"
ucapan Laplace membuat Carmilla semakin sedih.
"Tapi Laplace, aku saja tidak bisa menyelamatkan keluargaku, dan aku juga hanya menjadi beban saat pertarungan kita tadi malam, aku tidak mungkin bisa menjadi lebih baik!"
untuk pertama kalinya Carmilla menunjukkan emosinya.
Kesedihan bercampur dengan kekecewaan.
Kemudian Laplace memeluk Carmilla.
"Kamu tahu Carmilla, kamu tidak menjadi beban, bahkan kamu sudah menyelamatkan banyak nyawa tadi malam" ucap Laplace.
"*Tapi Laplace Orangtuaku dan juga Adikku.."
"Keluargamu pergi bukan karena salahmu, sebaiknya kamu berfikir bagaimana cara agar keluargamu bisa tenang di alam sana*"
Carmilla masih menangis.
Carmilla menangis sambil berpelukan dengan Laplace.
Laplace bahkan sampai bisa merasakan kesedihan Carmilla yang begitu dalam.
"Ayo ikutlah bersamaku"
Laplace masih mengajak Carmilla untuk ikut bersamanya.
"Aku akan ikut denganmu" jawab Carmilla.
kemudian di saat Laplace ingin melepaskan pelukannya,...
"Kumohon, biarkan aku seperti ini beberapa waktu lagi"
Laplace dan Carmilla saling berpelukan, Laplace bersedia untuk menemaninya sampai selesai.
Hujan masih mengguyur mereka berdua dengan deras, sungguh suasana yang sangat mendukung kesedihan.
Sambil memeluk Carmilla, Laplace juga mengelus kepala Carmilla.
dan Saat itu juga Carmilla sempat mengatakan sesuatu kepada Laplace.
Beberapa hari setelah dicurinya benda terkutuk tingkat bencana, yaitu 'jantung pilar hitam'.
Seluruh Raja dari benua Iblis berkumpul di Central Castle.
mereka semua membahas masalah yang beberapa hari yang lalu menimpa mereka.
"Ini semua karena Raja Iblis Timur membiarkan musuh masuk begitu saja di gerbang barat."
Raja Iblis selatan berpendapat jika serangan waktu itu terjadi karena kelalaian Raja Orion.
"Raja Iblis Barat tenanglah, lagi pula walau gerbang barat tidak ditembus, musuh masih memiliki banyak sekali prajurit yang menunggangi Naga, bahkan kalaupun mereka memaksa menerobos masuk gerbang Utara, itu adalah hal yang mudah bagi mereka."
Raja Iblis Utara berusaha menenangkan Raja Iblis selatan
"Untuk sekarang lebih baik kita saling membantu memperbaiki perekonomian dan juga pertahanan di benua Iblis" ucap Raja Orion.
"Terserah kalian" ucap Raja Iblis Selatan.
"Aku setuju dengan Ide Raja Iblis Timur, dan juga keamanan Central Castle harus lebih diperketat" ucap Raja iblis barat.
semua Raja setuju, dan pertemuan Para Raja ini berhasil dengan hasil yang lumayan.
hubungan antar kerajaan juga semakin membaik.
...\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=|\=...
Sudah satu tahun semenjak penyerangan Pion pilar, dan sejak saat itu para pion tidak menunjukkan pergerakan sama sekali.
Di suatu pagi Laplace terbangun dari tidur pendeknya.
semalaman ia begadang menulis sebuah buku.
dan Ia berhasil menyelesaikan buku itu.
Ia yakin jika bukunya akan sangat berpengaruh dalam dunia sihir, bahkan ia yakin kali ini ia bisa membuat sejarah baru.
disaat ia masih termenung dari bangun tidurnya.
suara ketukan pintu mulai terdengar.
"Tok-tok-tok" (sfx ketukan pintu bro)
seorang pelayan wanita menyambutnya di pagi hari.
"Tuan Laplace selamat pagi, saya sudah menyiapkan semua barang yang siap anda bawa ke sekolah"
ucap pelayan wanita itu.
"*Terima kasih, dan juga jangan memanggilku dengan sebutan Tuan, lagi pula kita sudah sangat akrab,...."
"Carmilla*,..."
susah bgt nyari author yg mampu tamatin kisahnya, beda sama author cina, biar beribu ribu tapi tetep tamat dan kebanyakan bisa selesai. sedangkan +62? entahlah, org indo umumnya cuma gabut doang, makan gaji buta, tamat kagak, bikin emosi iy-_
jadi teruntuk author yg sudah menamatkan kisahnya secara sempurna maupun tidak sempurna dari segala genre, saya sangat berterima kasih sudah menemani masa mager saya di era pandemi ini, dan terima kasih juga buat author Who? karena sudah menciptakan karya yg luar biasa ini, selalu ditunggu kisah kisah baru yg anda ciptakan. dan tolong di selesaikan dan tamatkan, saya sudah muak baca novel yg memggantung terus menerus 🙏