Adira Angkasa Samudra, cucu dari sang Raja Properti-Adiyaksa Samudra.
Gadis jelita yang selamat dari kecelakaan maut yang membinasakan kedua orang tuanya saat ia masih berusia enam bulan.
Kyai Brama Erlangga, atau yang biasa dikenal sebagai Pertapa Tua, Pertapa Sakti, Pak Tua, Tabib. Seorang titisan dewa yang menjalani hukumannya di bumi selama tujuh ratus tahun lamanya.
Dengan bantuan dari Sang Pertapa Tua, Adira mejalani masa kecilnya di tengah hutan.
Hidup bersama seekor harimau besar dan seekor monyet nakal, membuat Adira kecil tumbuh menjadi gadis tangguh dan periang.
Tak bisa melawan takdir, tepat saat Adira berusia lima tahun, Sang Pertapa Tua harus kembali ke Nirwana, meninggalkan Adira.
Sebelum kepergiannya, Sang Pertapa Tua menitipkan Adira kepada Juki-seorang Supir yang menyebabkan kematian kedua orang tua Adira, sebagai bentuk penebusan dosanya kepada Keluarga Samudra.
Ikuti terus perjalanan Adira di novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 16
Saat fajar menyingsing, kereta yang ditumpangi mereka pun akhirnya sampai di Kota Jakarta. Juki kemudian mengajak Rendra dan Adira untuk membasuh diri di toilet umum, dan sesudahnya, mereka beranjak keluar stasiun.
Sesampainya di luar, Juki mendapati langit masih gelap. Ia pun berjalan mencari warung tenda di depan stasiun untuk mereka sarapan.
"Bu, di dekat sini ada penginapan murah?" ucap Juki sambil membayar makanan mereka.
"Ada, di sana Pak. Masuk aja, di sana banyak kos-kosan harian murah" ucap penjaga warung menunjuk sebuah gang.
Juki pun membawa Rendra adan Adira berjalan menyelusuri gang tersebut. Setelah mendapatkan kos dengam harga termurah, Juki pun meninggalkan Rendra dan Adira untuk beristirahat di sana.
Juki sendiri segera keluar dari kamar kos setelah mereka terlelap kembali.
###
Sambik berjalan kaki, Juki akhirnya sampai di Samudra Company.
Saat Juki hendak masuk ke pekarangan kantor tersebut, seseorang memanggilnya.
"Juki.." terdengar suara seseorang menyebut namanya dari belakang.
Mendengar ada yang memanggil namanya, Juki pun otomatis menoleh. Ia terkejut melihat sosok pria yang memanggilnya. Dengan reflek, ia segera berlari tanpa menjawab.
"Juki! tunggu!" ucap pria itu mengejar Juki.
Tapi Juki tak mengindahkan seruan itu, dan dia terus berlari masuk ke dalam sebuah gang lalu bersembunyi.
"Kenapa dia bisa di sini.." pikir Juki cemas.
Tak sempat bertemu dengan Tuan Adi, Juki pun memutuskan untuk pulang ke kos.
###
"Bos, beneran! Saya barusan ketemu sama Juki di depan perusahaan, tapi dia lari, kabur!" lapor pria tegap bernama Jalu yang tadi mengejar Juki.
"Hmm.. Cari dia. Bahaya kalau dia sampai buka mulut!"
"Baik Bos." jawab Jalu dengan hormat.
Bersama anak buahnya, Jalu segera kembali ke Samudra Company dan terus mengintai wilayah tersebut dengan seksama.
###
Bagaimana ini.. Bagaimana jika aku tertangkap.. Aku sudah jauh sampai di sini, aku harus menepati janjiku ke Tuan Pertapa.. pikirnya gelisah.
Juki akhirnya masuk ke dalam kamar kos berukuran 3 x 3 yang disewanya itu. Dilihatnya Adira dan Rendra masih tidur di atas matras dengan nyenyak.
Karena lelah, ia pun ikut merebahkan tubuhnya di sisi Rendra.
###
Matahari sudah bersiniar pada puncaknya. Rendra yang sudah memulihkan energinya pun terbangun dari tidurnya. Dilihatnya Juki dan Adira masih tertidur, begitu juga Ayi.
Rendra pun berdiri perlahan meninggalkan mereka lalu keluar dari kamar sempit tersebut menuju ke kamar mandi yang berada di luar.
Saat kembali ke kamar, dilihatnya bapaknya sudah terbangun dan sedang duduk termenung.
"Bapak.." panggil Rendra yang sudah berdiri di sisi Juki.
"Ren, duduklah," ucap Juki sambil mendongakkan kepalanya.
Rendra kemudian duduk di sisi Juki sambil menatap ayahnya dengan tajam dan penuh selidik.
Sebelum ia angkat bicara, Juki membalas tatapan Rendra.
"Ren, kamu masih ingat kan pesan Bapak? Surat yang sudah Bapak berikan, kamu bawa kan?" tanya Juki.
"Iya Pak, surat itu ada di dalam tas Rendra," jawab Rendra.
"Bagus.. Jika nanti terjadi sesuatu, misal Bapak tidak kembali, kamu harus berusaha mengantar Dira ke kakeknya ya.. Ingat jangan ke orang lain, harus Tuan Adiyaksa sendiri," Juki kembalk memberi pesan.
"Baik Pak," jawab Rendra yang sebenarnya memendam beribu pertanyaan, tapi ditahannya.
"Ren, tolong pergi ke warung di depan tadi, beli air minum ya," ucap Juki menyodorkan uang ke tangan Rendra, dan Rendra pun segera berangkat menuju warung yang tak jauh dari kos mereka.
Adira yang baru bangun, melihat kamar itu kosong. Ia segera menuju pintu, lalu memutar kenopnya. Dilihatnya Juki sedang duduk sendiri di teras sambil melamun.
"Paman, di sini panas sekali.." seru Adira.
"Iya Dira, maaf ya.. Kamu mandi dulu gih biar seger," jawab Juki sambil menatap Adira yang sedang berdiri di ambang pintu dengan Ayi.
###
Malam hari, Juki pun berpamitan. Ia sudah memantapkan tekadnya untuk sekali lagi mencoba bertemu dengan Tuan Adi. Rendra dan Adra hanya menatap kepergian Juki yang tak bisa menyembunyikan kegelisahannya.
"Kak Ren, paman kenapa terlihat takut ya?" tanya Adira.
"Nggak tau. Sudah, kita tunggu di dalam saja yuk," ajak Rendra membawa Adira masuk
"Di Dalam panas Kak.. Dira susah tidur," keluh Adira.
"Ya sudah, kita ngobrol di sini saja," ajak Rendra.
###
Juki yang baru turun dari angkutan umum menuju rumah Tuan Adiyaksa, segera berjalan dengan cepat menelurusijalan besar tersebut.
Saat sampai di depan kompleks perumahan mewah, Juki pun masuk dan mulai alamat tempat tinggal Tuan Adiyaksa.
Setengah jam berjalan. akhirnya Juki pun menemukan alamat rumah tuannya. itu. Sayangnya, satpam rumah gedong itu mengatakan bahwa Tuan Adiyaksa sedang tak tinggal di sana, dan sedang tinggal dirumah lainnya.
Dengan lesu, Juki kembali berjalan keluar komplek untuk mencegat kendaraan lewat.
"Juki!" panggil seseorang.
Mendengar ada yang memanggilnya, Juki segera berlari dengan cepat. Jalu yang sudah antisipasi juga segera mengejar Juki. Juki yang kalut dengan ketakutannya menyeberang jalan tanpa melihat kiri dan kanan.
Tak ayal lagi, sebuah mobil yang melintas dengan cepat menabraknya dengan keras.
Melihat Juki terkapar, Jalu segera mundur bersembunyi dan mengamati. Tampak pengemudi mobil itu segera keluar dari mobilnya dan menghampiri Juki.
Dilihatnya tubuh Juki yang pernuh darah, dan tak merespons panggilannya. Ia pun segera menelepon ambulans. dan Juki pun segera dilarikan ke rumah sakit.
Jalu yang mendengar ucapan dari masyarakat yang menonton kejadian tersebut, bisa menduga kalau Juki tak tertolong lagi.
Dengan puas, Jalu segera mengabari bosnya.
"Bos, sudah beres. Juki tertabrak mobil dan tak tertolong lagi," ucap Jalu pada sambungan telepon.
"Bagus."
###
Di kamar sewaannya, Rendra tampak gelisah karena ayahnya belum pulang hingga larut malam.
"Kak Ren kenapa mondar-mandir terus?" tanya Adira yang memperhatikannya.
"Ini sudah malam, tapi Bapak belum pulang," jawab Rendra sambil mengamati jalanan di depan kosnya.
"Kan Paman juga biasa pulang pagi?" jawab Adira.
"Ini kan bukan di rumah. Jadi beda Dira. Kalau di rumah Bapak kan kerja. Ini Bapak nggak kerja," jelas Rendra semakin gelisah.
"Oh.. Begitu ya.." jawab Adira menganggukkan kepalanya sok paham.
"Kamu tidur dulu sana, biar Kakak yang menunggu Bapak pulang," ucap Rendra.
"Nggak ah. Di dalam panas. Dira disini saja ya tidurnya," ucap Dira sambil merebahkan dirinya di kursi kayu panjang.
Rendra hanya diam, dan terus menatap keluar. Sekali-kali ia berjalan menuju depan gang, melihat ke kanan dan kiri jalanan yang sudah sepi, tak ada satu orang pun yang lewat.
Malam terus beranjak, Rendra pun semakin gelisah.. Bapak di mana.. ucapnya dalam hati.
"Hei… ini sudah malam, kenapa kamu masih di luar?" sapa seorang pria yang baru memasuki area kos tersebut.
"Lagi nunggu Bapak saya pulang," jawab Rendra.
"Tunggu di dalam sana.. Kasihan itu adikmu, nanti digigit nyamuk," ujar pria yang ternyata juga penghuni kos
"Ia Pak," jawab Rendra sambil berjalan mendekati Dira.
"Dek.. Bangun, ayo pindah ke dalam.." ucap Rendra sambil menggoyangkan tubuh Adira.
Dengan masih mengantuk Dira bergerak mengikuti Rendra yang memapahnya. Ayi yang ikut terbangun pun juga ikut masuk ke dalam.
Setelah Dira kembali tidur di dalam kamar, Rendra masih menunggu ayahnya yang tak kunjung pulang, hingga akhirnya Rendra tertidur dalam posisi duduk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...
...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...
...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...
...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...
...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...
...Terima kasih.❤...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers, hari ini upnya cuma satu yaa~
ditunggu terus ya kelanjutan kisah Dira!!
terima kasihh