" aku pulang besok pagi dan aku harap kamu sudah pergi dari hidupku untuk selamanya !! "
Aryasena
" kalau kau tidak mencintaiku aku mohon jangan sakiti aku "
Kinara
" lihat wajahku dengar suaraku aku suamimu mencintaimu seumur hidupku !"
Surya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alpha Hya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Kinara baru saja turun dari tangga, sebentar lagi waktunya makan malam, Kinara menuju dapur, nampak pa Maman sedang menata beberapa makanan di meja makan khusus pelayan.
" Makanan nya sudah siap pa ? bayi mu sudah kelaparan "
Ucap Kinara sambil mengusap perutnya.
" Sebentar lagi juragan, bagai mana kalau saya ambilkan buah ?"
Jawab pa Maman sambil mengambil piring kecil dan mulai mengiris beberapa macan buah lalu di angsurkan ke hadapan Kinara.
" Silahkan juragan " kata pa Maman
" Terima kasih ya pa "
Jawab Kinara sambil mengambil garpu kecil dan mulai menyuapkan irisan buah itu ke dalam mulut nya.
Pa Maman selalu memperlakukan Kinara dengan baik, walaupun Kinara tidak mendapatkan fasilitas sebagai nyonya rumah tapi bagi pa Maman Kinara tetap majikannya.
Kinara sedang asik dengan cemilan nya ketika tiba tiba terdengar suara pintu di tendang dan teriakan dari arah pintu depan.
BRAAKK !!!!!
" Kinara !!!! sini kamu !!!"
Pa Maman berlari ke arah depan demi mendengar suara gaduh itu.
Tampak Arya dengan wajah memerah menahan emosi dan tangan terkepal terlihat berjalan ke arah pa Maman.
" Ada apa juragan ?" tanya pa Maman
" Mana Kinara !!" bentak Arya pada pa Maman
" A..ada juragan, sedang makan di belakang "
Jawab pa Maman dengan gugup.
" Oohhh...nyonya besar sedang makan malam rupanya !!! hebat sekali anda bisa menikmati hidup anda tanpa perduli dengan hidup orang lain yang berantakan gara gara anda !!"
Sinis Arya sambil mendekat ke arah Kinara yang sudah berdiri ketakutan.
" A..aada apa mas ?"
Tanya Kinara sambil mencengkram sandaran kursi makan dengan tubuh gemetar ketakutan.
" Kamu bilang apa lagi sama kakek haahh !!!?" teriak Arya
" Saya tidak pernah bilang apa pun pada kakek mas "
Jawab Kinara sambil menggelengkan kepalanya, cengkraman tangannya semakin kuat.
" Kalau bukan kamu siapa lagi!!?"
Bentak Arya sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Kinara.
Kinara langsung mundur menghindari Arya, tapi Arya langsung menangkap pergelangan tangan Kinara
Lalu menghentakkan nya ke depan dan melepaskan nya begitu saja cekalan tangan nya sehingga tubuh Kinara yang kecil langsung terhempas ke arah depan dan langsung membentur sisi tembok pemisah dapur dan ruang makan utama.
" Aaahhkkkk !!! "
Kinara menjerit sambil meraba pelipisnya yang berdarah.
" Juragan...!!"
teriak pa Maman langsung menghampiri Kinara yang bersimpuh di lantai sambil memegang pelipis nya.
Tapi belum sempat pa Maman melihat seberapa parah luka majikan nya Arya langsung mendorong pa Maman agar menjauh dari Kinara.
" Ngapain kamu !! biarkan saja! tidak perlu kamu perduli ! perempuan ular seperti dia memang pantas diperlakukan seperti itu !!"
Hardik Arya sambil kembali menjambak rambut Kinara dan menyeret nya ke kamar atas.
Pa Maman berusaha menghalangi langkah Arya tapi dia kalah cepat.
Kinara histeris dan berusaha melepaskan cengkraman Arya di rambutnya
" Ampun mas !! aku bersumpah tidak pernah mengadu apapun sama kakek !!"
Teriak Kinara sambil terisak
tapi Arya tidak perduli dengan teriakan Kinara.
" Tolong maass !!!...ampuni saya, sakiittt !!!"
Rintih Kinara sambil berjalan terseok Seok karena jambakkan Arya dirambutnya semakin kencang.
Tampak bi Wari dan bi Neni menangis sambil berpelukan di pojok ruang makan, mereka tidak tega melihat Kinara diperlakukan seperti itu, tapi mereka tidak bisa melakukan apa apa.
Kejadian itu terulang kembali, terdengar teriakan permohonan ampun dan teriakan kesakitan dari mulut Kinara juga makian Arya pada Kinara.
" Ini kan yang kamu mau !! dasar ja**ng !!" umpat Arya
"sSuudaahh..maass !!aammpun !"
Rintih Kinara di sela isak tangis nya, memohon agar Arya segera melepaskannya.
Tapi sepertinya tidak mudah bagi Kinara untuk lepas dari cengkraman Arya.
Malah sepertinya suara rintihan kesakitan Kinara terdengar seperti ******* yang menggoda kelelakian Arya dan geliat tubuh kesakitan Kinara bagai tarian erotis yang membangkitkan hasrat terpendam Arya.
Jam sudah menunjukan angka 11, sudah empat jam sejak Arya menyeret Kinara ke kamarnya.
Pa Maman dan pelayan lain nya menunggu Arya keluar dari kamar itu dalam diam. Bi wari sudah menyiapkan kotak obat dan segala sesuatunya.
Jika Arya keluar dari kamar itu ia akan langsung masuk ke kamar Kinara untuk memastikan kondisi majikan nya.
Tapi sudah empat jam dan blum ada tanda tanda Arya akan keluar kamar.
Ketika jarum jam tepat di angka 11.30 menit terdengar suara handel pintu di tarik dan nampak Arya keluar dari kamar dengan kemeja yang tidak dikancingkan dan celana panjang dengan gesper yang tidak terikat lalu masuk ke kamarnya.
Bi Wari seperti pelari estapet yang menunggu giliran lari, ketika Arya masuk ke kamarnya bi Wari setengah berlari sambil menarik tangan bi Neni langsung menuju kamar Kinara di ikuti oleh pa Maman dan pelayan lainnya.
Tampak di hadapan nya Kinara yang tertidur miring dengan selimut menutupi tubuhnya, bi Wari mendekat sambil memanggil majikan nya..
" Juragan...!! juragan !! " panggil bi Wari sambil menyentuh pundak Kinara.
Terlihat Kinara membalik kan tubuhnya menghadap bi Wari dengan perlahan.
" Iyaa bi...ada apa ?"
Jawab Kinara dengan pelan dan mata terpejam sepertinya sangat lelah .
" Juragan tidak apa apa "? tanya bi Wari.
" Badan saya sakit semua bi "? jawab Kinara dengan suara semakin lemah
" Bibi obatin ya "? kata bi Wari lagi.
Kinara tidak menjawab hanya mengangguk kan kepala nya saja tanda setuju.
Perlahan bi Wari mengambil handuk kecil dan air hangat yang di siapkan bi Neni lalu mulai menyeka tubuh majikan nya.
Nampak beberapa luka tapi tidak separah waktu pertama kali Arya menyiksa nya.
waktu bi Wari melihat pelipis Kinara yang berdarah sepertinya sudah di obati sehingga tidak lagi mengeluarkan darah.
Bi Wari pun melihat di beberapa bagian tubuh nampak beberapa tanda merah apalagi di leher dan bagian depan tubuh Kinara.
ketika bi Wari hendak menyeka pahanya, Kinara langsung mengaduh kesakitan.
" Aahhkkkk...pelan pelan bi !" rintih Kinara.
Bi Wari langsung melepaskan pegangan tangan nya di kaki Kinara.
" Maaf juragan " kata bi Wari
sepertinya juragan Arya ngerjain juragan istri abis abisan, kasian juragan istri sampai kayak gini ,
Gumam bi Wari sambil menyeka pangkal paha Kinara dengan lebih pelan.
Bi Neni membawa teh manis hangat di gelas besar lalu disimpan di atas meja kecil dekat tempat tidur,
Sedangkan bi Wari sedang membantu Kinara memakai daster, setelah selesai bi Wari mengambil teh manis dan memberikan nya pada Kinara.
" Minum dulu teh manis nya juragan " kata bi Wari
" Iya makasih bi "
Jawab Kinara sambil meraih teh manis di tangan bi Wari lalu meminum nya.
Entah haus entah lapar, teh manis itu langsung tandas sekali tegukan, tak lupa bi Wari memberikan obat pereda nyeri pada Kinara.
" Juragan mau makan ?" tawar bi Wari.
"Tidak usah bi..badan saya sakit semua , saya mau tidur saja "
Jawab Kinara sambil merebahkan tubuhnya.
Bi Wari pun membantu Kinara lalu menutupi tubuh Kinara dengan selimut.
Sedangkan bi Neni nampak membereskan kamar Kinara yang berantakan.
Setelah itu keduanya meninggalkan kamar Kinara agar Kinara bisa segera beristirahat.
Pa Maman nampak menunggu dengan sabar kabar dari kamar Kinara.
" Bagaimana keadaan juragan istri ?" tanya pa Maman
" Tidak separah yang pertama pa, walaupun ada luka tapi tidak banyak" jawab bi Wari.
Setelah mendengarkan penjelasan dari bi Wari pa Maman pun merasa tenang.
Pa Maman menyuruh para pelayan untuk istirahat karena besok pagi pekerjaan rutin sudah menanti mereka.
Sementara itu di kamar Arya.
Begitu masuk ke kamarnya Arya bersandar di pintu kamar sambil memejamkan matanya.
Arya mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian tubuh Arya melorot jatuh sampai terduduk dengan lutut di tekuk.
Arya memejamkan matanya mencoba menghalau bayangan kejadian empat jam yang lalu, tapi sepertinya sia sia , semakin Arya ingin melupakan semakin jelas terbayang di wajahnya bagaimana kejadian itu terulang kembali.
biasax klo baca novel, gk smp selesai, soalx kdang udah bisa mengira endingx gmn.
ini mah bikin penasaran, kadang bikin bingung.
hahaha,,
it's oke gpp.
sehat selalu thor. 🤗