Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKAN KU PASTIKAN KAU TERTANGKAP.
"Tak kan ku biarkan kau terus membunuh orang yang tak bersalah." Hyejin sangat bertekad untuk menangkapnya.
Dibelakang Hyejin ada Da Eun yang memperhatikan nya dari tadi dan ia menahan ketawa nya dan juga mencoba untuk terus mengamati nya sampai ia benar-benar sadar jika ada orang lain di ruangan itu.
Hyejin tiba-tiba membalikkan badannya dan mendapati Da Eun yang sedang memperhatikannya.
"Ah Sunbae sejak kapan anda berada di situ?" Tanya Hyejin dengan malu dan canggung.
"Sejak kau marah-marah dan bertekad untuk menangkapnya.." ucap Da Eun yang tersenyum pada Hyejin.
"Ah begitukah?" Hyejin Menjadi malu karena tingkahnya sendiri.
"Apa kau menemukan sesuatu?" Tanya Da Eun padanya.
"Ya.. saya menemukan seseorang tentang pelakunya. Dan jika anda berkenan mari kita membahas ini bersama mereka.." ucap Hyejin dengan wajah serius.
"Baiklah, kalau begitu panggil mereka untuk berkumpul!" Perintah Kim Da Eun pada Hyejin.
Hyejin langsung memanggil mereka untuk datang ruang pertemuan untuk membahas hal ini bersama.
Di dalam ruang pertemuan,
"Nah perhatian semua di sini saya akan menjelaskan tentang apa yang saya temukan baru-baru ini.." ucap Lee Hyejin pada semuanya.
Semua mulai memperhatikan Hyejin. Dan Hyejin mengatur gambar di papan tulis dengan sangat baik sehingga mudah bagi mereka untuk memahaminya.
"Nah ini adalah gambar dari pacar korban Cho Jiwoo yang bernama Kim Beom Seok, berusia 26 tahun ia lulusan universitas Daejeon yang sama dengan Cho Jiwoo dan juga korban yang ditemukan baru-baru ini yang bernama Han Yuna yang berusia 25 tahun. Pihak cybercrime menduga bahwa mereka saling memiliki hubungan satu sama lain dengan Kim Beom Seok. Dan dia Kim Beom Seok baru-baru ini ditemukan berada di dekat pegunungan gyejok dan dia yang menelpon kantor kepolisian Yuseong. Nah mengapa ia melakukannya? Jawabnya berada di kedua korban ini.." Hyejin menjelaskan nya dengan seksama.
"Memang kenapa dengan kedua korban tersebut?" Tanya petugas Choi pada Hyejin.
"Ahk aku tahu di kedua korban memiliki tanda api di dekat mayatnya dan tanda api itu identik dengan Kim Beom Seok itu.." ucap Kim Da Eun yang mengerti maksud Hyejin.
"Benar sekali.. karena, coba kalian perhatikan Kim Beom Seok memakai jam tangan yang memiliki ukiran api yang dibuat olehnya karena itu menandakan cinta yang membara seperti api dengan Cho Jiwoo dan Cho Jiwoo juga senang melihat kekasihnya mencintai nya dengan sangat tulus. Tetapi entah karena apa ia membunuh Cho Jiwoo dengan sangat tragis. Untuk Han Yuna, dia juga menjalin suatu hubungan sebelumnya dengan Kim Beom Seok dan entah mengapa juga dia membunuh para wanita yang telah menjalin hubungan dengannya. Dan kita tinggal memecahkan teka-teki ini. Kenapa dia melakukan hal tersebut?"Hyejin mulai memikirkan cara untuk memecahkan kasus ini.
"Oke kita sudah tahu siapa pelakunya dan mari kita menyelidiki lebih dalam dimana rumah dan tempat yang sering dia kunjungi akhir-akhir ini." Ucap Wakil kepala Nam pada semuanya.
"Bisakah kalian mengurus sisanya?" Tanya Da Eun pada mereka bertiga.
"Ya tentu saja. Apapun akan kami lakukan untuk menangkapnya, benar bukan?" Ucap petugas Park.
"Tentu saja.." petugas Choi menjawabnya dengan tersenyum.
"Terima Kasih atas kerja keras kalian semua.." Hyejin berterima kasih pada mereka semua.
"Tidak… jangan berterimakasih sekarang kapten Lee karena kami belum menangkapnya secara langsung jadi simpan saja ucapan terimakasih anda.." ucap Wakil kepala Nam pada Hyejin sembari tertawa.
Hyejin hanya bisa tersenyum mendengar ucapan para rekannya dan kemudian Da Eun mendekati Hyejin untuk mengajaknya mengobrol di ruangannya.
"Kya cepat keruangan ku.." perintah Kim Da Eun pada Hyejin.
"Ya? Untuk apa?" Hyejin bertanya-tanya.
"Ikut saja jangan banyak bertanya.." Da Eun yang tidak banyak bertele-tele langsung menarik Hyejin untuk mengajaknya ke ruangannya.
Melihat Da Eun menarik Hyejin mereka bertiga langsung saling menatap satu sama lain dan berpikiran bahwa mereka benar-benar sedang mulai berkencan.
"Kenapa? Apakah ada yang salah? Atau informasinya kurang akurat bagi anda?" Hyejin bertanya tanpa henti.
"Tidak aku hanya akan bertanya padamu.. kenapa kau tidak bilang bahwa kau sudah tahu siapa pelaku sebenarnya?" Da Eun bertanya karena ia merasa telah dicurangi oleh Hyejin.
"Ah itu.. maafkan saya, karena saya juga baru tahu setelah membaca pesan teks dari Hyun Woo dan saya juga menelponnya tadi.." jelas Hyejin pada Da Eun.
"Begitukah? Oke asal jika kau atau aku memiliki informasi, kita harus membicarakannya terlebih dahulu baru kita membahas dengan rekan lainnya." Pinta Da Eun pada Hyejin.
"Ya saya mengerti.." Hyejin menjawabnya dengan tersenyum.
"Oke… emm jangan lupa jika nanti kita akan minum bersama!" Da Eun menginginkan Hyejin akan hal itu.
"Ya saya sudah mengingatnya dari tadi,.. kalau begitu saya pamit karena saya akan berpatroli sendiri.." jawab Hyejin dengan tersenyum dan langsung pergi untuk berpatroli.
Hyejin mulai berpatroli sendiri dan tanpa ia sadari ada yang mengikutinya dari belakang, Hyejin awalnya tidak menghiraukannya tetapi lama kelamaan kok dia semakin mendekati Hyejin dan Hyejin mulai curiga sehingga ia menengok ke belakang dan mendapati,
"Ha.. astaga ku kira siapa… kenapa anda ikut berpatroli Sunbae?"Hyejin terkejut mendapati Da Eun yang mengikutinya dari belakang.
"Aku juga akan berpatroli dengan mu jadi mengapa kau meninggalkanku?" Da Eun bertanya pada Hyejin sembari mengusap hidungnya yang gatal.
"Oh baiklah jika ingin pergi berpatroli dengan saya silahkan saja…" Hyejin mempersilahkan nya.
Akhirnya mereka berjalan bersama dan di tengah perjalanan mereka ditabrak oleh seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan membuat mereka mencurigai nya.
"Oh bukankah dia.." Hyejin membelalakkan matanya dan langsung mengejarnya dan menyuruh Da Eun ikut mengejarnya.
"Kya Lee Hyejin di sisi lain cepat!" Perintah Kim Da Eun pada Hyejin.
"Kya kau yang berbaju hitam dengan topi baseball.. berhenti di tempat!" Da Eun meneriaki nya tetapi ia tidak perduli dan terus berlari.
Mereka berdua terus mengejarnya walau dengan memakinya .
"Aishh dasar kau punk tak akan kubiarkan kau pergi dari ku…" Hyejin semakin mempercepat langkah larinya untuk menangkap pria itu.
"Kya kau berhenti…" Da Eun akhirnya meneriakinya dan melihat bahwa Hyejin telah menghadangnya di depan sana dan di samping kanan kirinya adalah tembok sehingga ia tidak bisa lolos dari mereka berdua.
"Aishh kau sangat menjengkelkan,... Kenapa kau sangat cepat berlari ha?" Ucap Hyejin yang kesal padanya.
"Kya kau kemarilah ini adalah jalan buntu dan kau tak mungkin bisa lepas.." Da Eun menyuruhnya untuk datang padanya tetapi, pria itu mengeluarkan sebua pisau lipat yang mungkin saja akan digunakannya untuk melawan mereka berdua.
"Kya Kim Beom Seok.. benar bukan? Kau tuan Kim Beom Seok? Lepaskan pisau itu dan mari kita berbicara…" ajak Da Eun yang melihat pisau yang mulai diarahkan ke arahnya dan ke arah Hyejin.
Mungkin menurutnya melawan perempuan lah yang paling mudah sehingga ia mengarahkan pisaunya ke Hyejin dan berusaha menusuk nya.
Karena Hyejin merupakan ahli beladiri ia langsung menepis pisau itu dan mulai menggeluti nya dengan tangan kosong dan langsung membanting nya ke tanah, hal tersebut membuat Kim Da Eun kagum tetapi, Hyejin berhasil di tusuk oleh pria itu yang menggunakan pecahan kaca yang berada di dekat tempat nya di banting.
"Akhh ishh kau.." Hyejin merintih tetapi tetap berusaha mengunci tangan pria itu.
Sampai akhirnya Da Eun menghubungi rekannya yang lain dan langsung menarik Kim Beom Seok menjauh dari Hyejin dan langsung memborgolnya, tetapi sebelum ia melihat Hyejin Da Eun memukuli pria itu dengan amarah yang tak terkontrol dan membuat Hyejin berteriak.
"Sunbae hentikan kau akan membunuhnya.." ucap Hyejin yang tetap tenang walau dirinya telah di tikam oleh pria itu yaitu Kim Beom Seok.
Selang beberapa menit para rekannya datang bersama dengan Dae Hyun dan Hyun Woo dan juga para petugas paramedis untuk membawa Hyejin kerumah sakit.
Hyun Woo yang melihat Hyejin mengeluarkan darah begitu banyak merasa marah pada Kim Beom Seok dan langsung memukuli nya walau dia sedang di bawa menuju mobil polisi.
"Aihhh Kya kau .. kemari.. kemarilah lawan aku! Ha? Kenapa kau menusuk nya? Kenapa? Lawanaku saekiya.." Hyun Woo berteriak tanpa henti pada Kim Beom Seok dan Hyun Woo menggenggam kerah baju Kim Beom Seok.
"Kya cukup hentikan nona Lee akan sedih jika tahu kau sangat marah ayo kita ke rumah sakit." Ucap Dae Hyun pada Hyun Woo sembari menarik tangannya.
"Ishh lepaskan aku.. dan kau.. akan ku pastikan kau masuk penjara dengan hukuman paling berat.." Hyun Woo mengancam nya.