NovelToon NovelToon
Perisai Sang Mafia

Perisai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Reigan Douglas hanya bisa patuh saat Kakek memaksanya menikahi Hana—gadis "kampung" bermata bulat. Pernikahan itu terasa datar dan mati. Bagi Reigan, kehadiran wanita itu hanya akan membatasi geraknya sebagai penguasa Odelgard.

Namun, segalanya berubah ketika sebuah peluru melesat dan nyaris menembus pelipisnya. Reigan pun menyadari satu fakta yang menghantam egonya: peluru penyelamat itu berasal dari senjata milik Vesper—sniper legendaris yang ternyata adalah Hana, istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 17 Dia lemah

Reigan membetulkan kancing baju yang belum terpasang. Melirik kamar ganti yang sejak tadi belum terbuka.

Apa dia mau kabur? Kenapa harus? Dia saja mau dinikahkan denganku, kenapa tiba-tiba dia ingin pergi. Reigan mendengus lucu dengan pemikirannya. Dia tidak sabar.

"Hana! Aku rasa waktunya sudah terlalu lama kau di dalam sana! Ini waktunya kau keluar," panggil Reigan gusar.

Klak.

Terdengar suara pintu dibuka. "Bisakah kau menurunkan suaramu?" tegur Hana yang akhirnya keluar dari kamar ganti.

Namun bukan omelan yang meluncur dari bibir Reigan karena durasi wanita itu berganti pakaian dari butik lama. Netra Reigan mengerjap.

Sekali.

Dua kali.

Reigan menelan ludah. Lalu dia memalingkan wajah ke arah lain.

"Sudah waktunya berangkat," ujar Reigan tanpa menoleh.

Hana tampak cantik dengan gaun merah marun yang pas di tubuhnya. Membuat lekukan tubuh wanita ini yang tidak pernah terekspos, terlihat.

"Ayo," ajak Hana berjalan melewati Reigan.

Mata Reigan melirik. Ada nuansa baru yang ia lihat dari Hana. Jika biasanya ia tampil sederhana dan menjurus ke tampilan kampung, kini tampilan wanita ini berbeda. Indah dan menawan. Dia jadi tidak berkedip karena kagum.

"Kita jadi berangkat sekarang, kan?" tegur Hana. Ternyata wanita itu menghentikan langkahnya karena merasa Reigan tidak mengikutinya. Kini ia menghadap ke arah Reigan.

Sial, umpat Reigan dalam hati ketika sadar bahwa dirinya sedang terlena memandang Hana.

Dia yakin wanita itu tahu kalau matanya terpana. Di luar dugaan, bibir wanita itu bungkam. Tidak ada ejekan atau sindiran tajam.

Keengganannya untuk merasa bahagia karena ditatap seorang pria sekelas Reigan, justru membuat Reigan semakin geram. Sekaligus terobsesi.

***

Akhirnya mereka tiba di rumah kakek Douglas.

Reigan keluar lebih dulu dari mobil. Keningnya mengerut saat Nico turun dan tergesa-gesa.

Apa yang dilakukan Nico?

Ternyata Nico hendak membukakan pintu untuk Nyonya Reigan.

Hana tersenyum. "Terima kasih, Nico."

"Sama-sama, Nyonya." Nico membungkuk hormat. Marco mendengus melihat sikap sopan dan hormat Nico.

Setelah itu Hana mendekat ke Reigan.

"Nico menyambutmu?" Reigan bermaksud mengejek, tapi jawaban Hana sungguh mengejutkan.

"Bukan, dia hanya membuka pintu."

Reigan menipiskan bibir. Entah kenapa ia merasa Nico mendahuluinya.

Apa yang aku pikirkan? Fokus.

Pria itu berdehem pendek, memotong jarak di antara mereka, lalu menyodorkan tekukan sikunya dengan gerakan kaku. "Gandeng lenganku. Jangan membuatku terlihat seperti membawa orang asing di rumah kakekku sendiri."

Hana menatap siku itu selama satu ketukan datar, sebelum akhirnya mendaratkan jemarinya di sana tanpa protes.

"Belajar terlihat mesra?" tanya Hana datar.

"Mesra? Huh, yang benar saja," dengus Reigan.

"Lalu?"

"Kita tidak mungkin berjalan berjauhan di depan kakek, bukan?"

"Ya. Kita harus terlihat baik-baik saja meskipun kamu masih mencurigaiku."

****

Perayaan ulang tahun Arthur Douglas bukanlah sekadar pesta keluarga biasa. Bagi dunia bawah dan jaringan bisnis legal yang bernaung di bawah bendera klan Douglas, malam ini adalah panggung politik yang penting.

Seluruh faksi, sekutu dari luar kota, hingga anjing-anjing penjilat berkumpul di kediaman utama klan hanya untuk satu tujuan: membaca situasi. Mereka ingin melihat apakah sang singa tua yang membangun imperium dari darah itu sudah mulai melemah, dan seberapa siap Reigan Douglas mengambil alih takhta mutlak.

Begitu pintu ganda terbuka, semua senyap.

Reigan Douglas melangkah masuk dengan setelan tuksedo hitam potongan kustom yang sempurna. Auranya sebagai pewaris dominan seperti biasa, tetapi malam ini, fokus semua orang bukan pada dirinya. Melainkan pada wanita bergaun maroon yang berjalan di sisinya.

Kehadiran Hana di sisi Reigan malam ini adalah sebuah kejutan besar yang tidak terprediksi oleh siapa pun. Apalagi pernikahan mereka tertutup. Tidak banyak yang tahu.

Hana menjadi pusat perhatian. Kulit bahunya terekspos kontras dengan warna gelap gaunnya. Rambutnya disanggul rapi ke atas, menyisakan beberapa helai yang membingkai leher jenjangnya. Wajahnya dipoles riasan minimalis, tetapi sepasang matanya tetap dingin.

Reigan bisa merasakan bagaimana setiap pria di ruangan itu menahan napas, mengubah pandangan mereka menjadi tatapan menilai yang penuh hasrat.

Rahang Reigan mengeras samar. Jari-jarinya yang besar bergerak di atas punggung tangan Hana yang berada di sikunya, meremasnya pelan dengan ketukan posesif yang tidak disembunyikan.

"Semua orang menatapmu," bisik Reigan, suaranya serak dan rendah. Nyaris tenggelam di antara denting piano klasik yang mengalun di latar belakang.

Sialan. Aku benci fakta bahwa aku tidak bisa mencungkil mata mereka satu per satu di tempat ini, batin Reigan.

Hana tidak menoleh sedikit pun, pandangannya tetap lurus menyapu seisi aula yang penuh kepalsuan. "Bukan aku, tapi kamu. Mereka heran ada wanita yang berada di sampingmu."

Reigan melirik sebentar lalu kembali melihat ke depan.

Kalimat kasual Hana barusan tidak hanya mematahkan keliaran posesifnya, tetapi juga menelanjangi realitas di ruangan ini. Selain karena ini pertama kalinya seorang Reigan datang dengan wanita, mereka tersenyum licik karena merasa mendapat kelemahan Reigan Douglas.

Bukannya menjauh, kilat obsesi di mata gelap Reigan justru semakin pekat. Wanita ini benar-benar tahu cara mengobrak-abrik ketenangannya.

Disana ada Leon. Pria yang ada di dalam CCTV. Tatapan pria itu seperti biasa, memuakkan.

Tepuk tangan formal terdengar saat lampu utama perlahan meredup. Kakek Douglas baru saja menyelesaikan pidato singkatnya yang sarat akan otoritas dan kejayaan keluarga.

Reigan berdiri tidak jauh dari panggung, tatapannya menggelap. Pikirannya sama sekali tidak berada pada pidato kakeknya, melainkan pada Hana yang berdiri dua langkah di sampingnya.

Amarah akibat rekaman CCTV kematian Boris yang direkayasa seseorang masih membakar dadanya, membuat setiap jengkal tubuhnya menegang posesif sekaligus curiga

Reigan membawa Hana ke pesta ulang tahun kakeknya malam ini awalnya untuk mengawasi wanita itu di bawah radar koridor kekuasaannya sendiri. Namun, keadaan justru berbalik.

Melihat Reigan dan istrinya, Beliau mendekat. Tongkat emasnya mengetuk lantai marmer sekali, menimbulkan bunyi konstan yang berat.

"Selamat ulang tahun, Kakek," ucap Reigan.

"Terima kasih, Reigan." Setelah itu beliau berpindah ke Hana dengan wajah hangat yang tidak akan pernah dilihat siapapun.

"Selamat ulang tahun. Semoga kakek selalu sehat dan bahagia," ucap Hana hormat.

"Hahahaha. Aku akan sehat dan selalu bahagia, Hana." Kakek tampak senang melihat Hana. Tangan beliau mengelus lengan Hana dengan penuh kasih sayang. Seperti bayangan masa muda sahabatnya terlintas sejenak.

Pemandangan yang tidak biasa. Semua langsung tertuju pada Hana lagi. Jika tadi mereka penasaran kenapa ada seorang wanita berada di samping Reigan, kini tatapan mereka berubah liar. Mereka merasa menemukan satu mangsa. Menemukan rahasia baru dari keluarga Douglas.

Dia pasti lemah. Lihatlah, Arthur Douglas seperti takut wanita itu remuk.

Arthur Douglas tidak akan bersikap hangat seperti itu.

Dia pasti jadi kelemahan dalam keluarga Douglas.

1
Riri
cemburu bang...😄
Idah Faridah
dtunggu thor up nya
Idah Faridah
ternyata hana bukan perempuan biasa👍
Lady Ve: Terima kasih Sudah mampir untuk baca🙏
total 1 replies
Riri
reigan ketagihan dialog sama Hana...
Riri
aura gadis desa itu...
Riri
POV Marco: dikira jaman purba
Riri
😂😂😂
Riri
kayak horor punya suami kek Regan
Kusyanti Handayani
thorrr llamnnjuttt lah
E F
lanjuttttt thor dobleeeee🙏💪😍
E F
lanjuttt thor💪😍
Lady Ve: Terima kasih tetap baca.
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
Kusyanti Handayani
semangat ladyyyy lanjooootttt
E F
tq thor🙏😍
semangattttt
lanjutttt😄💪
Anonim
❤️❤️❤️
pawon ngebul
kakak othor pokoknya getar hrs update biar g getir nungguinya😩🥺🥺🥺🥺🙏🙏🙏🙏
Lady Ve: 🤣🤣🤣🤣. iya tenang ....
total 1 replies
Kusyanti Handayani
bikin bedebar hanaaaa
Kusyanti Handayani
lanjuttttt
Herlin
Hana..... Sangaaar
Lady Ve: 🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
E F
tq thor🙏😍
lanjuttt
smangattt💪😄
Lady Ve: Terima kasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!