Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Menggetarkan Hati
Kiara mengenang pertemuan pertamanya dengan Anabell. Entah mengapa ia sangat merindukan gadis kecil itu. Kiara menceritakan bagaimana ia bisa berkenalan dengan Anabell. Billy yang pernah mendengar cerita yang sama dari Anabell malah sudah melupakan kenangan manis Anabell yang menemukan kehangatan seorang ibu yang didapatkan dari Kiara.
Saat itu Billy tidak terlalu menanggapinya karena Anabell mengatakan kalau Kiara sudah menikah. Cerita itu menguap begitu saja. Siapa yang mengira gadis yang diceritakan oleh keponakannnya kini sudah terlibat terlalu jauh dalam hidupnya.
"Apakah pertemuan kami adalah sebuah takdir? karena Anabel saat itu berharap pernikahan Kiara dan Evert akan berakhir secepatnya agar aku bisa memiliki Kiara," batin Billy sambil menyimak cerita Kiara.
"Apa kabar gadis kecil itu sekarang? aku sangat merindukannya," Kiara memperlihatkan foto dirinya dan Anabell ketika berada di dalam pesawat. Billy mengambilnya lalu tersenyum dengan raut wajah sedih.
"Ada apa tuan? mengapa wajah anda terlihat sendu?" tanya Kiara penasaran.
Billy menceritakan bagaimana Anabell mengalami kecelakaan tepat dihari keberangkatan Kiara saat itu. Kiara terdiam dan mulai curiga dengan kecelakaan Anabell yang merupakan unsur kesengajaan.
"Apakah sudah ada perkembangan penyelidikan terkait kecelakaan Anabell tuan?" tanya Kiara.
"Katanya cctv di sekitar kolam renang beku itu mati karena cuaca ekstream saat itu," jelas Billy.
Kiara tidak percaya begitu saja. Ia ingin mengetahui kebenarannya." Di mana Anabell sekolah?" tanya Kiara yang ingin menyelidiki sendiri kasus yang menimpa Anabell. Billy menyebutkan alamat sekolah keponakannya dan Kiara mulai meretas cctv yang pastinya sudah terekam dan tersimpan di data sekolah.
Kiara menemukan hari kejadian kecelakaan yang menimpa Anabell. Kiara tersentak lalu Billy ikut melihat adegan demi adegan yang menimpa Anabell. Gadis itu sedang mengambil bonekanya yang sengaja dibuang oleh kepala susternya di tengah kolam beku. Lalu kepala suster itu memecahkan permukaan es di atas kolam renang itu dengan linggis hingga menyebabkan keretakan sekitarnya. Anabel tidak sempat menghindar karena tubuhnya langsung masuk ke dalam kolam renang beku itu. Suster itu segera meninggalkan tempat itu.
Wajah Billy terlihat murka. Ia tidak menyangka kepala suster itu tega menganiaya keponakannya demi uang dari seseorang.
"Aku akan menghajar suster itu ....!" Billy hendak keluar namun Kiara menahan tubuhnya.
"Jangan gegabah tuan. Anda harus membalas perbuatan suster itu dengan cara yang licik. Sekarang kita fokus saja merawat Anabell," ucap Kiara.
"Tapi, aku tidak bisa menunggu untuk menghukum suster sialan itu," geram Billy.
"Sikap yang terburu-buru menyelesaikan masalah hanya akan membuat sumber masalah menghindari hukumannya dan mencari alibi untuk bebas dari tuduhan atas kejahatannya," jelas Kiara.
Billy akhirnya mengalah. Ia merasa Kiara saat ini banyak membantu dirinya. Dia ingin mengikuti alur permainan yang sedang disusun Kiara untuk memperlihatkan keburukan para pejabat yang rakus akan kekuasaan. Selain itu, Kiara juga ingin membuka topeng para kaki tangan pejabat bak lintah yang menggunakan profesi mereka untuk menghabisi orang-orang tak berdosa yang menghalangi jalan kesuksesan mereka.. Contohnya Amanda dan kepala suster yang ada di asrama anak perempuan khususnya di sekolah Anabell.
"Apakah aku boleh bertemu dengan Anabell?" tanya Kiara meminta izin pada Billy.
"Tapi dia belum sadar sampai saat ini Kiara. Aku sangat sedih dengan keadaan keponakanku. Hanya dia satu-satunya keluargaku," ucap Billy.
"Aku hanya ingin melihatnya saja. Apakah tidak boleh?" desak Kiara.
"Baiklah. Aku akan mempertemukan kalian nanti malam. Sekarang kamu harus makan dan membersihkan tubuhmu. Aku sudah meminta pelayan menyiapkan semua kebutuhanmu. Carlota akan mengantarmu ke kamarmu. Dan satu lagi dokter wanita akan memeriksa kesehatanmu. Katakan kepadanya apa yang kamu rasakan dan jangan sungkan karena kamu harus memulihkan tubuhmu dan juga trauma selama di kurung di sana," ucap Billy lalu mendorong kursi roda Kiara keluar dari ruang kerjanya.
Makanan sudah tersaji di meja makan. Billy memang meminta chef internasional untuk memasak makanan Indonesia agar Kiara merasa berada di rumah sendiri. Kiara menatap makanan itu membuat liurnya hampir jatuh karena ia sangat rindu makanan Indonesia.
"Makanlah Kiara...!" Billy mengambil beberapa lauk untuk Kiara dan juga untuk dirinya karena dia juga sangat penasaran dengan makanan Indonesia.
"Aku merasa sudah pulang ke Indonesia dengan melihat makanan ini," ucap Kiara penuh haru.
"Wah, ini sangat enak. Apa nama masakan ini?" tanya Billy.
"Itu adalah semur daging," ucap Kiara yang sedang makan gado-gado kesukaannya. Keduanya saling bercerita tentang komposisi bahan masakan yang mereka makan. Suasana menjadi akrab tanpa mengingat mereka baru saja mengalami hari yang menegangkan.
Sementara itu media sosial ramai memperlihatkan data diri Amanda yang asli dan juga Kiara yang sedang memulihkan nama baiknya. Beberapa pejabat terkait dengan kasus terbunuhnya calon senator Mark tampak panik. Mereka meminta anak buahnya untuk menyingkirkan Amanda sebelum kasus ini menjadi viral. Begitu juga dengan Amanda yang tidak menyangka sederet kejahatannya terpampang nyata di dalam media sosial.
"Siapa yang melakukan ini? bukankah temanku sudah menukar identitas aku yang sekarang menjadi Kiara? aduh bagaimana ini? aku harus menghubungi Xanders atau aku akan dihukum mati di negara ini," gumam Amanda ketakutan.
Di rumah sakit, Kelly sedang menghadapi kenyataan saat melihat kedua kakinya sudah diamputasi dengan luka bakar serius memenuhi tubuhnya. Ia baru saja sadar sambil meneliti tubuhnya yang sudah cacat.
"Kenapa aku jadi begini? siapa yang mengizinkan kalian mengambil kedua kakiku....ohh...! ini tidak mungkin. Aku ingin cepat mati daripada hidup cacat," rintih Kelly terlihat syok berat.
"Maaf nyonya. Kaki anda sudah tidak bisa diselamatkan lagi. jika tidak diamputasi maka akan terjadi infeksi dan akan menyebabkan jaringan syaraf lain ikut lumpuh," jelas dokter lalu keluar dari ruang rawat Kelly.
Kelly makin histeris sendirian di kamar itu. Karma yang ia dapatkan saat ini karena ulahnya sendiri yang selalu menendang dan memukul tersangka tanpa ingin mendengar penjelasan mereka terutama tersangka yang tidak bersalah.
Sidang hari itu akhirnya dibatalkan karena tidak adanya terdakwa. Lagipula Kiara yang asli sudah memperlihatkan sejumlah dokumen pribadinya melalui media sosial. Ia juga meminta kedutaan Indonesia yang ada di Amerika untuk menjemputnya dan membawa pulang dirinya ke tanah air setelah nama baiknya dipulihkan kembali oleh negara itu.
Billy mempertemukan Kiara dengan keponakannya. Kiara berjalan pelan sambil berdoa mendekati tempat tidur Anabell.
Kiara menangis melihat keadaan Anabell. Suaranya terdengar parau memanggil nama gadis kecil itu.
"Hallo Anabell...! kita bertemu lagi sayang. Maaf aku baru bisa menemuimu. Aku sudah bertemu dengan pamanmu. Benar katamu kalau pamanmu sangat tampan," ucap Kiara sambil mengusap air matanya dipipinya.
Billy yang mendengar pujian Kiara padanya merasa bergetar. Ia tersenyum samar sambil memperhatikan Kiara sedang bicara pada keponakannya yang masih koma.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭