NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

"Aku sama Alex, Mah. Alex teman satu sekolah aku," ucap Rani sambil menangis.

"Jangan menangis, sayang, pasti ayah kamu akan baik-baik saja. Percaya sama Bunda," ucap ibu Rani sambil memeluk dan mengusap air matanya.

"Iya, Bunda. Aku tidak mau kehilangan ayah, Bun," ucap Rani, terdengar begitu takut.

"Kamu jangan sedih, Rani. Pasti akan baik-baik saja ayah kamu. Doakan saja yang terbaik," ucap Alex sambil menatap Rani.

"Kata teman kamu juga jangan menangis. Kamu doakan ayah yang terbaik agar bisa kembali sehat," ucap ibu Rani.

Tiba-tiba, dokter yang menangani ayah Rani pun keluar. Rani dan ibunya berdiri, lalu Rani bertanya kepada dokter.

"Dok, bagaimana kabar ayahku, Dok?" tanya Rani.

"Saat ini pasien sudah normal. Kamu jangan khawatir, besok juga pasien sudah bisa bangun," ucap dokter.

Mereka yang berada di depan ruang UGD merasa tenang, terutama Rani dan ibunya. Ibu Rani pun mencoba bertanya kepada Rani.

"Nak, kamu sudah makan belum?" tanya ibu Rani.

"Belum, Mamah. Aku belum makan. Kalau Mamah sudah makan?" ucap Rani.

"Mamah sudah tadi sama Risa. Kamu pulang dulu saja, jangan lupa makan biar kamu tidak sakit, sayang," ucap ibu Rani.

"Rani, kita makan di restoran, mau tidak? Tante mau ikut?" tanya Alex kepada Rani dan ibunya.

"Enggak, deh. Tante di sini saja," ucap ibu Rani.

Rani mengangguk sambil menjawab ucapan Alex. Mereka pun bersama-sama melangkahkan kaki untuk menuju restoran terdekat. Sambil berjalan, dalam pikiran Rani, dia tersenyum bahagia karena dia tidak harus mengajar dan mencari tahu tentang Alex.

Tetapi dia akan mencoba untuk mendekati Alex dengan perasaan. Senyuman pun dia rasakan. Di sisi lain, Rani merasa begitu bahagia karena bisa diantar oleh Alex sampai ke rumah sakit. Kini mereka sudah berada di depan tempat makan yang lumayan besar dan bernama di kota itu. Mereka berdua pun masuk bersama-sama dan langsung menuju kursi meja kosong.

Mereka berdua pun duduk. Tidak lama kemudian, pelayan restoran datang dan menanyakan pesanan mereka. Alex dan Rani pun memesan menu makanan yang lumayan murah. Mereka berdua memesan makanan dan minuman yang sama. Hingga pesanan dibuat oleh pelayan restoran, Alex memulai berbicara kepada Rani dengan tatapan begitu ragu. Namun, Alex mencoba memberanikan dirinya untuk berbicara.

"Rani..." panggil Alex, masih merasa ragu.

"Emm, iya. Kamu kenapa seperti ragu untuk berbicara?" tanya Rani.

"Aku tidak apa-apa. Aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Alex.

"Ya, silakan. Apa yang mau kamu tanyakan?" jawab Rani.

"Emm... gimana, sih, rasanya bisa punya pasangan?" tanya Alex sambil menunduk.

"Eh, kamu salah orang. Aku belum pernah sama sekali pacaran sama siapa pun. Aku juga belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta. Memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?" ucap Rani sambil tersenyum.

"Tidak ada, sih. Berarti kita sama, sama-sama belum merasakan jatuh cinta," ucap Alex sambil tersenyum.

"Emm, iya, hehe. Tetapi aku pernah merasakan sakit, walaupun bukan aku yang jatuh cinta," ucap Rani sambil menatapnya.

"Hah? Bagaimana? Aku belum mengerti kamu bisa sakit walaupun tidak jatuh cinta," tanya Alex, begitu heran.

"Jadi, waktu dulu, semasa aku tinggal di kelas satu SMP, aku memiliki seorang teman perempuan. Dia begitu baik dan sangat ceria. Waktu itu aku diajak dia untuk bertemu pasangannya. Namun, pertemuan yang sangat menyakitkan itu membuat aku ikut merasakan sakit," ucap Rani.

"Emm, terus, terus?" ucap Alex.

"Karena waktu itu temanku sempat tidak ada kabar dari pacarnya hampir satu minggu. Aku dan dia pun mencoba untuk bertemu ke rumahnya langsung. Tetapi pacarnya mengusir temanku dan aku, karena dia sudah beristri," ucap Rani.

"Berarti dia... pacaran sama teman kamu, dia sebelumnya sudah beristri?" tanya Alex.

"Yah, seperti itu. Bahkan temanku sempat bercerita dengan ucapan-ucapan pacarnya itu hingga dia merasa benar-benar sayang banget. Tetapi berakhir setelah mengetahui semuanya," ucap Rani.

"Emm... sungguh sangat menyedihkan temanmu," ucap Alex.

Di sisi lain, Aldo sedang berada di kamarnya dan memasukkan pakaian ke dalam ranselnya, meskipun tidak semuanya. Setelah semua selesai, Aldo pun berdiri dan melangkahkan kaki keluar rumah. Aldo pun langsung berangkat menuju rumah Hana yang jaraknya tidak terlalu jauh. Namun, Aldo menuju ke rumah Hana menggunakan sepeda motornya.

Sampai di depan rumah Hana, Aldo langsung mengetuk pintu rumah Hana. Selang beberapa saat, kedua orang tua Hana pun keluar dan menyapa Aldo dengan penuh kehangatan. Kini Aldo pun masuk ke dalam rumah sambil mengobrol dengan ayah Hana. Namun, dari tangga menuju lantai dua, Hana baru saja melangkah turun untuk menemui Aldo yang sudah berada di ruang tamu.

"Sayang... ayo ke atas," ucap Hana.

"Om, Tante, Aldo langsung ke atas, ya," ucap Aldo.

"Jangan panggil Om, Aldo. Panggil saja Ayah sama Bunda kamu sendiri biar enak, kan, Bun?" ucap ayah Hana.

"Maaf, A-ayah, Bunda," ucap Aldo.

"Iya, Ayah. Aldo sudah dianggap seperti anak sendiri," ucap ibu Hana.

Kedua orang tua Hana itu sangatlah baik. Mereka tidak mau membedakan anaknya. Aldo merasa begitu nyaman walaupun Hana menikah dengan tetangganya. Tetapi, sikap Aldo juga sangatlah baik. Aldo dan Hana kini menuju lantai atas. Sambil melangkah, Hana terus tersenyum melihat sikap Aldo yang akan tinggal di rumah Hana, walaupun baru pertama kalinya.

Sampai di ruangan kamar, Hana pun mengambil pakaian Aldo dan merapikan pakaian-pakaian yang Aldo bawa ke dalam lemarinya. Sambil merapikannya, Hana tidak hanya diam, dia juga berbicara kepada Aldo.

"Sayang, nanti malam aku mulai kembali bekerja," ucap Hana.

"Kamu mau langsung kerja lagi, sayang?" tanya Aldo.

"Iya, sayang. Pak Yosep sudah nge-chat aku. Cuti aku juga sudah habis, jadi nanti malam aku mulai berangkat kerja. Kamu antar aku, ya, sayang," ucap Hana.

"Iya, sayang, aku antarkan sampai ke tempat kerja kamu. Emm, nanti malam aku pulang malam sendirian dong di rumah?" ucap Aldo.

"Kan ada Bunda sama Ayah, sayang. Kamu tidak sendirian, kok," ucap Hana.

Setelah selesai merapikan pakaian Aldo, kini Hana pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah ranjang, lalu duduk di samping Aldo. Hana memandangi Aldo dengan lekat sambil berbicara.

"Kamu jangan kesepian, ya, sayang, di saat aku bekerja," ucap Hana sambil tersenyum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!