NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:127.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 17 - Jangan Menghina Suamiku!

Para pekerja, melihat keadaan semakin tak terkendali, segera berhamburan keluar.

Di luar ruangan, Fania merasakan firasat buruk. Ia menjulurkan kepala ke dalam dan mendapati Fasha tengah mengamuk.

"Ayah, cepat lari!," Ucap Fania seraya mencoba untuk melarikan diri juga.

'Lari? Enak saja! Tidak seorang pun akan lolos hari ini!'

Fasha mencengkeram sepotong kayu dengan erat dan mengayunkannya ke arah sang ayah di sudut ruangan. Pukulannya begitu kuat hingga mengenai punggung Herman dengan telak.

“Dasar bodoh, aku ayahmu!”

'Aku memukulmu karena kamu sampah.'

Gerakan Fasha tampak kacau, namun setiap serangan selalu mengenai titik terlemah Herman. Pria itu terpaksa mundur, tak mampu melawan amarah Fasha.

Tongkat kayu itu patah, setelah itu Fasha langsung menerjang, mencengkeram kerah Herman dan mengguncangnya dengan kasar. Jari-jarinya perlahan mengencang, air mata mengaburkan pandangannya.

“Mengapa kau membuang barang-barangku?” tanyanya parau. “Mengapa?”

Herman terbatuk keras. Wajahnya memerah, dan sekilas kegembiraan aneh terpancar di mata Fasha saat ia menambah tekanan, berharap sang ayah menghilang selamanya.

Tiba-tiba, kehangatan menyentuh punggung tangannya. Sander menariknya dengan lembut, memisahkan mereka.

“Fasha…”

Suara serak itu membuat Fasha tersadar, seolah terbangun dari mimpi. Jari-jarinya gemetar hebat, dan ia pun menangis.

“Sander… semuanya hilang. Semua sudah hilang.”

“Aku tahu. Aku tahu,” jawab Sander pelan. “Jangan menangis.”

Fasha menjatuhkan dirinya ke pelukan Sander, melingkarkan tangan di pinggangnya dan menangis tersedu-sedu.

'Sialan. Aku seharusnya memukulnya lebih keras.'

Orang itu kabur terlalu cepat, dalam sekejap mereka sudah menghilang.

Lengan Sander yang semula terkulai perlahan terangkat, menepuk punggung Fasha dengan lembut untuk menenangkannya.

Beberapa saat kemudian, Fasha berhenti menangis dan dengan enggan melepaskan pelukan itu. Ia mencium aroma dingin dan bersih yang khas dari Sander.

“Kupu-kupu kecilku… sudah mati.”

Kupu-kupu kecil itu adalah robot kupu-kupu. Permukaannya telah teroksidasi oleh waktu, membuat warna aslinya memudar.

Fasha menggenggam sayapnya, dan air mata yang tertahan kembali jatuh.

Sander mengambil benda itu dari tangannya tanpa berkata apa pun. Ia berjongkok, mengumpulkan semua bagian yang masih bisa ditemukan, lalu menyimpannya di saku.

“Cari apakah masih ada barang penting lainnya.”

Kamar tidur itu berantakan. Fasha tidak menemukan apa pun yang berguna, jadi ia hanya mengumpulkan buku-bukunya, memeluknya, lalu menggeleng pelan.

“Tidak ada lagi.”

Saat mereka turun ke bawah, Herman tergeletak di sofa sambil mengerang, begitu ia melihat Sander dari sudut mata, erangannya justru semakin keras.

“Kakak, kamu sudah keterlaluan,” kata Fania. “Semua orang tahu kamu punya masalah mental, jadi mereka memakluminya. Tapi kamu tidak seharusnya memukul Ayah. Menurutmu apa yang sedang kamu lakukan?”

'Apa yang sedang kulakukan? Aku ingin merobek mulutmu.'

Kalau saja Fania tidak lari begitu cepat, dia pasti sudah dipukul juga.

Tokoh protagonis kesayangan penulis—begitulah Fasha menilainya. Seperti yang diduga.

Penulis menggambarkan Fania dengan kata-kata terindah, menyebutnya bagaikan makhluk abadi yang turun dari surga, setiap senyum dan kerutannya mampu memikat hati.

Namun saat Fasha melihatnya langsung, yang terlintas hanyalah satu pikiran.

'Hanya itu? Fania bahkan tidak secantik itu!'

Dan menurutnya, Fania tidak cocok sebagai protagonis utama, ia begitu kasar dan bodoh.

“Jangan pikir hanya karena kamu punya keluarga Carter sebagai pendukung, semuanya akan beres,” kata Fania tajam. “Apa kamu benar-benar mengira Sander menyukaimu? Bermimpilah. Mengapa tidak bercermin dulu?”

“Beraninya kamu berkata seperti itu saat wajahmu seburuk ini?”

Fania terkejut. Ia menoleh ke arah suara itu—Sander.

“Kau bilang aku jelek?” katanya tak percaya. “Tuan, jangan bercanda.. para pencari bakat ingin merekrutku ke industri hiburan, tahu?”

“Oh,” jawab Sander dingin. “Berarti memang banyak orang buta. Ambil cermin dan lihat dirimu sendiri.”

Fasha menahan senyum, dengan bangga menegakkan dada.

'Suamiku memang hebat sekali.'

“Jangan kira hanya karena kamu Tuan Sander aku tidak berani bicara,” Fania mendengus. “Bahkan orang bodoh pun kamu inginkan. Kamu lebih buruk dari orang bodoh. Semua orang tahu kamu sakit mental. Orang bodoh dan orang gila—pasangan sempurna.”

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajah Fania. Kepalanya terpelanting ke samping, darah keluar dari mulutnya, pipinya mati rasa. Dengan bingung ia mendongak—dan melihat Fasha berdiri di sana.

“Jangan berani-beraninya kamu menghina suamiku!,” katanya tegas.

“Tidak seorang pun boleh menindasnya.”

1
Puch🍒❄
jujur kecewa sih knp endnya harus gini banget ini salah 1 cerita yg aku tunggu2 updet nya loohhhh tp endingnya mengecewakan banget🥺😭 ini sih bukan ending tp ngegantung ceritanya gk ada kejelasan sama sekali ih gk like deh aku😭👊
@Biru791
maksa bgttt udahan nyaa ihhhh
Ari Peny
wah kok end 😭😭😭
Lynn_: Maaf ya kak, memang dipaksakan end karna retensi dari awal kecil.. Terimakasih sudah membaca🙏☺️
total 1 replies
Fahreziy
👣👣👣👣
sya
masa cuma 10cm cuma bisa liat rahang. gw aja 152 beda 20cm lebih bisa nyampe telinga cowok gw yang 170an lebih
@Biru791
ihhhh ayo dongsss uppp
Nur Hayati
kak kapan up.. sayang sudah mulai terbuka misterinya jangan ke putus... selesaikan kak
@Biru791
ihh kapan up jngan di lupain dongsss kgn fashaa
SYBHSSMN
kok udh gk pernah uptade thorrr🤔
@Biru791
thour ayo dong up yg ini jangan d lupain
@Biru791
kapan lah up lagi
Ari Peny
lanjuuut
Ellasama
ni kak, ku kasih kopi jgn telat up y/Coffee//Determined/
Ellasama
makin kesini makin ngeselin,,, kalau nanti si George gak dibikin menyesal se-menyesal mungkin gua gak terima sih.... alurnya terlalu lambat kak,,, bab ny byk banget tp masih gitu2 aja
@Biru791
ayolahhh up lagi cepat tiap hari ku tengok blm jga
Ellasama
jgn lupa up y kak💪
Ellasama
tak de 5 minit tp dah abis sudah laaa
Ellasama
dah terang2 an ni yee
Ari Peny
lanjuuuut
Ellasama
up CRAZY UP
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!