Masih tahap Revisi, harap maklum!!
Sejak kecil Kenzo sangat menyukai Zana, wanita yang lebih tua tiga tahun darinya. Zana selalu saja menolak perasaan Kenzo, karena menurutnya impossible.
Berbeda dengan Kenzo, menurutnya Nothing is Impossible. Tanpa ada kata menyerah, dia terus berusaha mendapatkan hati wanita pujaannya.
Maukah Zana menerima hati Kenzo??
Ikuti terus kisahnya yaaa.....
Cover by : @Destiyanacindy94
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baikan
Hubungan Kenzo dan Zana begitu cepat menyebar karena memang keduanya sangat terkenal di sekolah. Awalnya Zana malu semua orang mengetahuinya tapi melihat orang-orang banyak yang mendukung hubungan mereka akhirnya Zana merasa lega.
"Kenapa mukanya cemberut lagi sih sayang?" kata Kenzo sambil menarik hidungnya.
"Aaw sakit tau ... Aji masih tidak mau berbicara padaku," ucap Zana dengan menekuk wajahnya.
Memang sejak pertama dia tau hubungan Zana dan Kenzo sampai satu minggu ini Aji tidak pernah mau berbicaranya dengannya. Setiap kali Zana menghampiri atau mengajaknya ngobrol Aji selalu saja menghindar.
"Sabar yaa mungkin dia butuh waktu,"
"Beuuuh ngeliat kalian udah berduaan gini hati gue jadi panas deh," ucap Yuri yang baru saja bergabung duduk di meja kantin.
"Makanya Ri, pakein AC donk hatinya jadi kalo panas tinggal di setel kan adem," ucap Galen yang menyusulnya duduk, Kenzo dan Zana hanya tertawa.
"Kak, kok jarang bareng sama kak Aji sih?" tanya Yuri.
"Yaaaah ... diingetin lagi," ucap Kenzo, Yuri dan Galen tidak mengerti.
"Aji sampai sekarang masih marah sama gue,"
"Ya ampun, kak Aji kaya bocah aja. Gue aja yang ngejar-ngejar Kenzo dari kelas satu SMP aja ikut seneng,"
"Ya ... cowok yang lo kejar dari kelas satu banyak bukan Kenzo aja ya panteslah, sedangkan kak Aji kan dari dulu selalu setia nungguin kak Zana," jelas Galen.
"Kenapa jadi kalian berdua yang sibuk sih?" Kenzo dan semua tertawa.
"Haiiii guysssss ...." tegur Keysa dan langsung duduk di sebelah Zana dan semua menjawab teguran Keysa.
"Key gimana Aji?" Zana langsung menanyakan Aji pada sahabatnya.
"Kayanya dia merasa terpukul banget Zan,"
"Sekarang dia dimana?"
"Tadi sih gue liat dia pergi ke perpustakaan." Zana bangkit dari tempat duduknya hendak pergi kesana.
"Mau kemana?" tanya Kenzo sambil memegang tangan Zana.
"Aku mau ke perpus dulu,"
"Aku ikut ya!" Kenzo berdiri dari duduknya tapi Zana melarangnya dia memohon pada Kenzo agar memberikan waktu untuk dirinya dan Aji. Akhirnya Kenzo mengalah karena melihat wajah Zana yang serius memohon padanya.
Ketiga sahabatnya hanya melihat keduanya, "Kaya drama Korea," bisik Keysa sambil menopang wajahnya melihat Zana dan Kenzo, Galen dan Yuri yang mendengarnya tertawa.
Zana pun segera pergi ke perpustakaan. Kenzo duduk kembali, terlihat dia sangat kesal di wajahnya.
"Udah Ken kasih waktu kak Aji sama kak Zana berbicara," ucap Yuri.
"Iyaa lo ga perlu khawatir, lagipula hati Zana buat lo ini." lanjut Keysa dan Kenzo hanya diam.
** PERPUSTAKAAN **
Zana mencari di setiap lorong rak-rak buku tapi tidak bertemu Aji disana. Ji kamu dimana sih? ucapnya dalam hati. Zana pun mencoba menelponnya, ada suara kecil di ujung rak di perpustakaan membuatnya penasaran berjalan ke sana. Benar saja Aji sedang duduk di bawah pojokan rak buku sambil membaca.
"Aji ...." panggil Zana duduk di sampingnya.
"Ngapain lo disini?" tanyanya dengan nada yang ketus.
"Gue kangen sama sahabat gue, sudah beberapa hari ini gue di cuekin sama dia." kata Zana yang terus menatap Aji, tapi tidak dengannya Aji sibuk membaca buku yang ada di depannya.
"Ji, kok gue di cuekin sih?"
"Lo ga liat kalau gue lagi baca?" ucapnya masih dengan nada yang jutek, tapi Zana tidak akan menyerah dia ingin hubungannya seperti dulu lagi.
Zana mengambil buku yang ada di tangan Aji membuat kedua mata mereka saling memandang, Zana melemparkan senyumannya tapi Aji diam melihatnya dengan wajah yang datar.
"Aji, senyum donk!" ucap Zana dengan nada manja sambil menarik kedua bibirnya dengan menggunakan kedua telunjuk tangannya.
"Maafin gue, Aji! sebenarnya selama ini gue memang sudah mencintai Kenzo tapi gue terus menyembunyikannya. Dan sekarang gue ingin jujur sama perasaan gue, ternyata menyembunyikan perasaan itu sakit. Aku berharap lo bisa mengerti dan satu lagi gue ga mau kehilangan sahabat sebaik lo." Zana akhirnya meneteskan air matanya sambil menundukkan wajahnya.
Aji mengangkat wajahnya dan tersenyum membuat wanita cantik itu merasa senang.
"Gue seneng akhirnya lo menyadari perasaan lo dan juga mau menjelaskan ini sama gue. selama ini gue marah karena lo menyembunyikan nya dari gue. maafin gue juga ya kalau gue terlalu kekanak-kanakan," Zana tersenyum mendengarnya.
"Makasih ya Aji, lo memang sahabat gue yang terbaik, kita akan terus berteman baik kan Ji?" Aji tersenyum mengangguk.
Kenzo mendengar percakapan keduanya di belakang rak pun ikut tersenyum. awalnya dia merasa sangat cemburu dan langsung mengikuti Zana ke perpustakaannya tapi setelah mendengar semuanya rasa cemburu Kenzo pun pergi.
Bel tanda masuk sudah berbunyi , Aji dan Zana langsung menuju kelas mereka dan Kenzo pun begitu.
"Ciiieee ... udah baikan," goda Keysa keduanya tersenyum.
"... gitu donk kan enak liatnya" lanjutnya
**♥️♥️**
"Ken lo dari mana?" bisik Galen di sela-sela pelajaran.
"Gue habis ikutin Zana,"
"Gimana kak Aji udah maafin belum?" Kenzo hanya mengangguk menjawab pertanyaan Galen.
Tidak terasa bel pulang berbunyi dan semua siswa mulai merapihkan buku mereka.
"Gue duluan ya," ucap Kenzo pamit dan segera berlari keluar.
"Kenapa tu orang?" tanya Yuri yang menghampiri Galen.
"Tau ...." jawabnya singkat.
Kenzo dengan cepat berlari ke kelas kekasihnya.
"Zan, pacar lo udah nunggu aja tuh," bisik Keysa karena memang guru yang ada di kelasnya belum keluar. Zana tersenyum melihatnya.
"Kalau gitu jangan lupa tugas bapak ya ,siang." pamit seorang guru fisika dan meninggalkan kelas.
"kerjain tugas bareng yu!" ajak Aji menghampiri bangku Keysa dan Zana.
"Ayoooo, otak gue mentok pelajaran fisika," keluh Keysa.
"Ya udah, ke rumah gue aja gimana?" ajak Zana dan mereka semua menyetujuinya.
"Kok lama sih yank?" tanya Kenzo pada Zana yang baru keluar dari kelas.
"Aku tadi lagi ngebahas tugas, Aji dan Keysa sekarang mau ke rumah ngerjain tugas boleh kan?" Kenzo mengangguk dan dia pun menggenggam tangan Zana sambil jalan ke parkiran. Aji dan Keysa mengikuti dari belakang
"Ga keliatan ya, kalau Zana lebih tua." kata Keysa yang masih mengikuti langkah keduanya.
"Zana cantik dan imut." kata Aji yang tatapannya masih melihat ke arah Zana.
"Woooy jangan baper loo." ucap Keysa sambil menutup wajah Aji dengan lima jarinya. keduanya pun tertawa.
"Aku ikut kalian ngerjain tugas ya!" kata Kenzo sambil memakaikan helm untuknya.
"Iya, sayang." pertama kalinya Zana mengucapkan kata itu membuat Kenzo kaget dan menatap Zana dengan senyuman yang lebar.
"Kamu kenapa?" Zana heran dengan tatapan Kenzo.
"Terus panggil aku dengan panggilan itu ya, aku senang." Zana tersenyum mengangguk.
TERIMAKASIH SEMUANYA
MAAF YA TELAT UPDATE
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAA JUGA DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR DENGAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA MAKASIIIH ♥️😘😘😘