REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Apa kakak Sehat
"Apa yang mamah ceritakan pada Ines?" tanya Elvan dengan wajah dingin nya.
"Kamu ini tanya apa sih?" tanya balik Risma pura-pura tak tahu.
"Jangan suka ikut campur urusan ku mah." pinta Elvan.
"Sayang, mamah hanya ingin kamu bahagia."
"Dengan cara menyatukan Elvan dan Ines kembali?"
"Van, dia wanita baik-baik tidak seperti istri kamu itu."
"Cukup mah, jika dia wanita baik-baik, kenapa dia tega meninggalkan Elvan tepat di hari pernikahan Elvan dan membuat papah meninggal." ujar Elvan menahan emosi.
"Van, papah mu meninggal karena sudah takdir, bukan kesalahan Ines." balas Risma membela Ines.
"Apa yang di lakukan Ines hingga membuat mamah seperti ini?" tanya Elvan dengan sorot mata tajam.
"Van, Ines sangat mencintai mu nak, mamah tahu jika kamu juga masih mencintai dia."
"Tahu apa mamah soal cinta?" tanya Elvan dengan penuh emosi.
Tanpa mendengarkan jawaban Risma, Elvan langsung pergi meninggalkan rumah besar nya.
"Viska jadi takut mah." ucap Viska baru membuka suara.
"Kamu tenang aja, dari pada mamah punya menantu miskin tak berguna seperti Azura mending mamah punya menantu Ines." ucap nya dengan nada sombong.
Hari semakin siang, Elvan menyusuri jalan tak bertujuan, pria itu lagi-lagi kacau akan kehadiran masa lalu nya. Cukup lama Elvan berpikir, akhir nya ia memutuskan untuk pulang.
Sesampai nya di rumah, Elvan melihat istri dan adik nya sedang tertidur di ruang keluarga dengan televisi masih menyala.
Vilna yang menyadari kedatangan kakak nya langsung bangun lalu menarik kakak nya masuk ke dalam kamar kakak nya.
"Kamu ini kenapa sih Vil?" tanya Elvan sedikit marah.
"Jangan sakiti kak Zura kak." pinta Vilna.
"Apa dia mencuci otak mu?"
"Tidak kak, Vilna tahu mana yang baik dab buruk untuk kakak." jawab nya "Buka lah hati kakak, jangan biarkan penyesalan menyelimuti hati kakak suatu saat."
"Kamu bicara apa Vilna?"
"Jangan pura-pura bodoh kak, masa lalu adalah guru terbaik untuk masa depan kak, jadi, jangan pernah mengulang hal sama dengan wanita yang berbeda." ujar Vilna kemudian berlalu pergi.
Sinaran senja menyapa, sejak Vilna tinggal bersama kakak nya, gadis itu selalu menemani Zura melakukan aktifitas rumah terutama memasak. Mereka sangat akrab, membuat Elvan suka mengintip kebersamaan istri dan adik nya.
"Sebenarnya kau wanita baik Zura, tapi entah kenapa hati ini belum bisa menerima." batin Elvan lalu menuju meja makan.
Vilna menatap kakak nya aneh, gadis itu seperti mencari-cari jawaban dengan sikap kakak nya malam ini.
"Kau sedang apa Vilna?" tanya Elvan risih melihat tatapan adik nya.
"Apa kakak sehat?" tanya Vilna tak masuk akal.
"Kau ini mendoakan kakak mu sakit." ujar Elvan lalu mencubit pipi adik nya.
Azura tertawa melihat kelucuan Elvan dan Vilna, wanita itu bahkan tak menyadari jika Elvan beralih menatap nya.
"Apa yang membuat mu ketawa?" tanya Elvan pada istri nya, seketika wajah Zura berubah.
" Tidak..." jawab Zura gugup.
Mereka kemudian duduk di kursi masing-masing, sedangkan Zura melayani suami nya untuk mengambil nasi beserta lauk pauk nya. Elvan terus menatap wajah cantik Zura, membuat Zura sedikit gugup.
"Kau cantik, aku senang melihat wajah mu." batin Elvan tak berani mengungkapkan.
Vilna yang menangkap gelagat aneh dari kakak nya, membuat gadis itu langsung berdoa berharap kakak nya akan merubah sikap nya.
"Vilna harap di hati kakak hanya ada kak Zura, cukup masalalu menghantui diri mu kak dan sekarang berubahlah demi kebahagiaan mu sendiri." batin Vilna.