Queeny adalah Vampir baik hati.
Memiliki kekuatan dan tangguh.
Queeny ditakdirkan sebagai 'sang Abadi'.
Yang mampu mengendalikan seluruh bangsa vampir.
Akankah Queeny mampu menjadi pemimpin seluruh Clan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Mattew melepas kain yang menutup mulut wanita itu.
Lalu melepas tali yang mengikatnya di kursi.
Mattew melepas kancing kemejanya.
"kamu mau apa??"
kata wanita itu memalingakan wajah.
"kamu mau keluar dengan penampilan seperti ini kah?"
Mattew melepas kemeja darj badannya dan memberikannya pada wanita itu.
"pakailah"
kata Mattew lembut.
Wanita itu menatap Mattew.
"makasih"
wanita itu tersenyum cantik.
Wanita itupun langsung memakai kemeja mattew.
"untung saja aku memakai kaos,biasanya aku akan langsung memakai kemejaku"
kata mattew melepas tali yang membelit di kaki wanita itu.
"jika tidak pakai kaos,kamu tidak akan memberikan kemejamu untukku?"
kata wanita itu pelan.
Mattew menatap wanita itu dan tersenyum.
"tentu saja aku akan memberikannya"
"aku kan pria baik"
Mattew membantu wanita itu berdiri.
Wanita itu tersenyum
"oke oke makasih ya.. pria tampan dan baik hati"
Mattew terpesona oleh kecantikan wanita itu.
Dia merasakan badannya panas.
"hei pria,muka mu merah"
wanita itu tertawa kecil.
"astaga,kamu sedang malu kah??
"ehemm"
"gak kok,gak malu"
jawab Mattew dingin.
"baiklah,baiklah.."
"aku tak akan menggodamu lagi"
Wanita itu berjalan mendekati si hitam dan jongkok memegang kepala si hitam.
lalu berdiri dan melalukan hal yang sama pada si gendut.
Mattew heran.
"apa yang kamu lakukan pada 2 orang menjijikan ini"
"aku hanya menghilankan ingatannya saja"
Wanita itu berdiri dan menghampiri Mattew.
"kamu tidak membunuh mereka,jika mereka bangun dan membuka mata maka akan ada berita besar bukan"
"kamu.."
Mattew terdiam.
"Tuan vampir"
"jangan sembarangan perlihatakan kekuatanmu di depan umum"
"itu akan membuatmu dalam bahaya besar"
Wanita itu terseyum menatap Mattew.
Mattew kaget,
"kamu siapa?"
Mattew bertanya lembut.
"aku Michela"
"panggil chela saja"
jawabnya pelan.
"kamu??"
"aku Mattew"
jawab Mattew.
Mereka saling berjabat tangan,Mattew merasakan tangan Michela yang aneh.
"kamu??"
"Clan Wall"
kata Mattew.
"ah,kamu bisa tau"
chela melepaskan tangannya tapi Mattew menggenggam erat.
"lepas nggak"
chela mengibas ibaskan tangannya.
"nggak"
"kamu harus bertanggung jawab,aku sudah terkena sihirmu"
kata Mattew.
"apa?"
"aku bahkan tidak gunakan sihir padamu,bagaimana bisa"
Tiba tiba mattew menarik tangan chela,sehingga chela masuk dalam pelukan Mattew.
"sssstttt"
Mattew mendekap chela.
chela terdiam.
"kita harus pergi,ada yang datang"
Mattew menggendong chela dan melesat pergi.
Sampai di mobil Mattew.
Mattew membuka pintu mobil dan medudukan chela.
"aku akan antar kamu pulang"
Mattew menutup pintu mobil dan dengan cepat berjalan disisi yang lain.
Mattew membuka pintu dan masuk kedalam mobil.
Mattew melajukan mobilnya mengantar chela.
Diperjalanan Chela terus memandang mattew.
pria tampan dan keren di sebelahnya begitu menggoda.
Mattew menatap chela.
"kenapa melihatku terus?"
"tidak tidak.."
"tidak ada apa apa"
chela memalingkan wajahnya.
"wanita ini,sudah ketahuan tidak mau mengaku"
batin Mattew.
"aku akan kembalikan kemejamu besok"
kata chela lembut."
"hmm.."
"aku punya banyak di rumah"
"ambil saja itu"
jawab Mattew dingin.
"eh.."
"pria aneh,sebentar baik ssbentar jahat"
batin chela.
Mobil pun berhenti.
"thanks Matt"
Chela tersenyum cantik.
Mattew menarik tangan Chela dan mendekatkan wajahnya.
"aku akan meminta imbalanku lain waktu"
suara Mattew terdengar ditelinga chela.
chela merasa aneh.
Dengan cepat mendorong Mattew.
"iya iya terserah saja"
"aku turun,kamu berhati hatilah"
chela turun dari mobil.
Mattew tersenyum tampan dan pergi meninggalkan Chela dengan mobilnya.
---
KEDIAMAN FOX
-KAMAR STANLIE-
Queeny sedang melihat keadaan Stanlie.
merasa khawatir.
"jika lukanmu sudah sembuh seharusnya aku tidak perlu repot kesini"
Queeny merapikan baju stanlie.
"oh,jadi jika aku sekarat kamu baru akan datang?"
Stanlie kesal.
"bukan.. bukan.. maksudku"
Stanlie dengan cepat menarik tangan Queeny masuk dalam pelukannya.
"Aku merindukanmu sayang"
Stanlie mengusap kepala Queeny.
"eh.."
"apa yang kamu lakukan Stanlie?"
Queeny berusaha berontak.
Stanlie merebahkan Queeny diranjang dan menindihnya.
"kamu mau bagaimana?"
Stanlie dengan senyum jahat.
"jika kamu berani macam macam aku akan mmbunuhmu"
Queeny mengancam.
"oh benarkah?"
"Exel mau membunuhku saja kamu tolong"
"yakin,kamu mau bunuh aku?"
Stanlie mendekatkan wajahnya.
"kau dasar....."
Bibir Quenny dicium lembut oleh stanlie.
Queeny mendorong Stanlie.
"kau benar benar ingin mati hah??"
Queeny dengan tatapan jahat.
"Ya,bunuhlah aku"
jawab stanlie lembut.
Stanlie memegang tangan Queeny.
"aku rela mati,jika kamu menginginkannya"
Stanlie bersungguh sungguh.
"aku hanya bercanda stan"
"aku tak akan membunuhmu dan biarkan kamu mati dibunuh orang lain"
Queeny berdiri dari ranjang merapikan alat medisnya.
Stanlie dengan cepat memeluk Queeny dari belakang.
"Menikahlah dengan ku Queen"
kata Stanlie memohon.
Queeny melepas pelukan Stanlie dan berbalik.
meraba wajah Stanlie lembut.
"Buktikan jika memang kamu serius denganku stan"
Quenny tersenyum.
Stanlie mencium bibir Queeny,dan memeluknya erat.
Queeny membalas ciuman Stanlie,tangannya merangkul leher Stanlie.
Mereka saling berciuman mesra.
Ponsel Queeny berdering.
Queeny dengan cepat melepaskan ciumannya dan tangannya.
Stanlie menatap tajam Queeny.
Queeny meraba kanton celananya,mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan tanpa melihat layar ponsel.
"Hallo"
jawab Queeny lembut.
"Hallo Queen,aku sedikit terlambat untuk bertemu"
"kamu pesanlah dulu makan dan minum"
suara pria di ujung.
"ah direktur"
"baiklah direktur,saya mengerti"
Queeny memutus panggilan.
Stanlie terlihat kesal dan mengerutkan dahinya.
"siapa?"
"laki laki?
Queeny menatap Stanlie dan tersenyum
"iyaa laki laki"
"Direktur rumah sakitku"
"Aku pergi dulu ya"
kata Quenny lembut.
"aku antar kamu"
jawab Stanlie.
"tidak perlu stanlie"
"aku pulang sendiri saja"
"oke"
Queeny memegang tangan Stanlie.
"jika kamu ingin aku menikah denganmu,kamu harus sepenuh ya percaya padaku"
"baiklah sayangku"
"kabari aku jika sudah sampai rumah"
Stanlie memeluk erat tubuh Queeny.
Queeny melepas pelukan.
"oke"
"byee"
Queeny mengecup kilas pipi Stanlie lembut.
Queeny tersenyum dan berjalan cepat keluar dari kamar stanlie.
Stanlie terdiam,memegang pipinya dan tersenyum.
ishhh gak seruu dehh lanjut lagi laah kaaa
vampire maah bebasss ehehee