“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Buat bocah dibawa umur 🔞tahun diharap tutup mata , hehehe
Jam 8.30 malam
Vivi memutuskan untuk masuk kamar terlebih dahulu , sedangkan suaminya masih di luar , “ apa yang harus aku lakukan” ucapnya sambil berjalan mondar mandir seperti setrikaan rusak “ oh my , kemarin aku bisa ngelak , lah sekarang bagaimana jika dia mau ngelakuin itu malam ini” ucapnya sambil ngebayangin …… , kemudian dia sadar dari bayangannya “ apa iya aku harus pura pura sakit aja , tapi kan gak etis” ucapnya dengan nada frustrasi , sambil menjambak rambutnya , “ nah! Ngapain bingung , pura pura tidur aja, tar kalau dia mengajakkin pura pura gak dengar” ucapnya sambil terkekeh , kemudian dengan cepat merebahkan tubuhnya di atas ranjang , membungkus tubuhnya dengan selimut hampir mirip dengan lontong hanya mukanya saja yang terlihat .
Beberapa saat kemudian dicky sudah masuk ke dalam kamarnya , dia melihat istrinya sudah tidur “ aneh , apa dia gak pengap pakai selimut sampek segitunya ?” ucapnya “ apa suhu AC nya yang terlalu rendah?” imbuhnya , kemudian berjalan menaiki ranjang “ apa dia sengaja karena gak mau diajak ……” gumamnya dalam hati , setelah merebahkan tubuhnya diatas ranjang , sebuah seringai jail muncuk di bibir dicky ,dia memiringkan tubuhnya agar bisa melihat istrinya , kemudian dia membalik tubuh istrinya yang tadinya membelakanginya , “ sayang kalau kamu kedinginan biar aku bantu panasi” bisik dicky , tepat ditelinga istrinya dengan nada menggoda
Sontak saja wajah vivi blusing mendengar ucapan suaminya , namun dia masih tidak mau membuka matanya, bagaimanapun dia harus bisa menghindari hub se… dengan suaminya , apalagi dia belum
menerima kenyataan jika orang yang dia benci kini menjadi suaminya
“ kenapa diam , bukankah diam artinya iya” ucap dicky sambil membelai wajah istrinya , dia menahan tawa saat mengerjai istrinya , bagaimana pun dia laki laki yang tidak bisa menahan gejolak dalam tubuhnya saat berdua saja dengan wanita di dalam kamarnya namun dia bukan pria berengsek yang akan memuaskan kebutuhannya tanpa memikirkan perasaan pasangannya. Apa lagi kesan dia pada wanita yang kini telah menjadi istrinya kini kesannya sangat jelek , apa lagi jika dia memaksakan kehendaknya sendiri yang ada istrinya akan semakin membencinya
Deg deg
Detak jantung vivi berdetak tak karuan saat suaminya membelai wajahnya “ apa apa an dia , apa dia hilang ingatan sampek gak tau kalau orang tidur gak mungkin jawab kalau di ajak bicara, bisa bisanya dia bikin kesimpulan kalau aku menyetujui usulnya” gumam vivi dalam hati , tiba tiba saja dicky menari selimut yang dia pakai dan ikut membenamkan tubuhnya di bawah selimut yang sama dengannya , kemudian tangan suaminya menarik tubuhnya ke dalam pelukannya .
“ kalau gini kan tambah hangat” ucap dicky setelah mendekap tubuh istrinya dalam pelukannya
Vivi terjaga cukup lama di dalam pelukan suaminya , tentu saja dia mewaspadai kalau saja suaminya tiba tiba menuntut haknya , setelah mendengar dengkuran halus suaminya, setelah itu vivi berani memejamkan matanya karna sudah tak bisa menahan kantuk ,
。。。
Tiba tiba saja mata vivi terbuka lebar saat merasakan ada seseorang yang telah menggerayai tubuhnya “ apa yang kau lakukan” ucap vivi kaget , saat melihat suaminya sudah berada di atasnya, mengurung dengan kedua tangannya
“ tentu saja melakukan apa yang dilakukan oleh sepasang suami istri” ucap dicky dengan suara parau
“bajuku” ucap vivi kaget setelah mendapati dirinya sudah tak mengenakan sehelai kainpun ,dia semakin kaget saat suaminya juga sudah menanggalkan bajunya, dicky langsung menciumnya , melumat bibirnya , tangan vivi berusaha mendorong tubuh suaminya namun dia kalah tenaga , suaminya mengunci kedua tangannya diatas kepala ,
“aku tidak perduli jika nanti kau marah padaku , saat ini aku sangat menginginkanmu” ucap dicky , kemudian menghisap benda sintal istrinya itu secara bergilir ,
Sebuah desahan lolos dari mulut mungil vivi , membuat suaminya makin gencar melakukan sentuhan demi sentuhan pada setiap bagian tubuhnya , kini dia mulai menikmati permainan suaminya , Tetesan keringat suaminya jatuh ke wajahnya saat dicky berusaha menyatukan tubuh mereka
。。。。
Vivi mengerutkan kening saat merasakan wajahnya basah , samar samar dia mendengar suaminya memanggil namanya
“ hei bagun udah subuh” ucap dicky sambil mencipratkan air pada wajah istrinya yang masih tidur.
Vivi berlahan membuka matanya , kemudian dia mengecek pakaianya “ untung Cuma mimpi” ucapnya setelah melihat pakaiannya masih utuh
“ apa apa an kau , cepat sana ke kamar mandi , keburu siang” ucap dicky , kemudian beranjang meninggalkan istrinya
“ bisa bisanya aku mimpi hal seperti itu” ucapnya kemudian beranjak dari ranjang , melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi “ tapi terasa seperti nyata” ucapnya kemudian mencuci mukanya .
Bersambung
Terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca karya saya , untuk kakak kakak mohon maaf karna saya tidak bisa membalas komen satu persatu tapi saya baca kok komennya , untuk grazie update saya tidak bisa janji , tapi saya usahain bisa update setiap hari,