( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
Malam itu, Nindy menunggu taksi seperti biasanya. Rasanya hari ini, perasanya agak takut. Karena kantor sudah sepi dan hanya dirinya yang berada di situ. Pos security kantornya berada agak jauh dari tempat ia duduk menunggu taksi.
"Selamat malam Nindy..?" sapa seseorang dan orang itu tak lain adalah Kia.
"Kia..? Mau apa kamu..?" ucap Nindy yang agak takut juga sih tiba-tiba melihat Kia berada di hadapanya.
"Santai saja, aku hanya ingin menyapa dan mengantarmu pulang, apa salah..?"
"Makasih, tapi aku bisa naik taksi sendiri.."
"Wah..begitu..? Tak takut apa kalau kamu di culik kalau pulang sendirian..?" tanya Kia dengan tawa yang menyeringai.
"Enggak lah.." jawab Nindy berusaha untuk tenang.
"Eh si eneng..? Belum pulang neng..?" sapa pak security yang sedang bekeliling di depan kantor tersebut.
Nindy bernafas lega, kali ini lagi-lagi Tuhan melindunginya lewat pak Jaka, security di kantornya.
"Eh pak Jaka.., belum pak, ini mau pulang.."
Kebetulan ada sebuah taksi yang lewat, dengan buru-buru Nindy menyetopnya.
"Pak Jaka, Nindy duluan.." ucap Nindy yang sudah berada di dalam taksi dan melambaikan tanganya. Kia sangat kesal sekali, melihat Nindy yang berhasil kabur lagi.
"Si masnya mau ke mana..?"
"Aaahhhhh...!!" jawab Kia kesal lalu meninggalkan pak Jaka.
"Siapa itu, di tanya kok malah marah.." ucap pak Jaka yang bingung dengan sikap Kia, lalu melanjutkan keliling kantor untuk mengecek keamananya.
"Huhhh..., lagi-lagi kamu kabur nin..! Awas saja.." Umpat Kia yang kini sudah berada di dalam mobilnya dan menuju ke rumahnya.
"Pak agak cepat sedikit ya..?" Pinta Nindy kepada pak supir taksi.
"Baik neng.." jawab pak supir. Tak berapa lama, taksi yang membawa Nindy udah sampai di depan rumahnya. Setelah membayar, Nindy buru-buru masuk ke dalam rumah. Sebelum masuk ia mengatur nafasnya, agar kedua orang tuanya tak curiga kalau ia sedang ketakutan, setelah tenang, baru ia masuk.
"Malam ayah, ibu.." sapa Nindy ketika melihat ayah dan ibunya di ruang tamu.
"Malam nak.." jawab Ayah Nindy yang sejenak mengalihkan pandanganya dan menatap ke arah Nindy.
"Akhir-akhir ini kamu pulangnya agak malam terus..? Apa kerjaan di kantor banyak..?" tanya ayah Nindy lagi.
Nindy menyandarkan tubuhnya yang lelah, dan dengan pelan menjawab pertanyaan ayahnya.
"Di kantor kerjaan numpuk yah, kami sampai kualahan, rencananya atasan Nindy mau cari tambahan karyawan, tapi entah itu kapan, sampai sekarang belum nyari.."
"Sabar, Nin..., pasti secepatnya atasan kamu pasti akan nyari tambahan karyawan.."
"Oh iya.., ngomong-ngomong, akhir-akhir ini nak Kia jarang kemari, apa dia sedang sibuk juga dengan kerjaanya..?" tanya ibu yang spontan saja membuatnya terkejut.
"Mungkin bu..." jawab Nindy dengan malas. Karena kedua orang tuanya belum tau kalau dia dan Kia sudah putus.
"Oohhh.., begitu..?" jawab ibu lalu melanjutkan menonton televisi.
"Ayah, ibu.., Nindy ke kamar dulu.."
"Iya Nin, kamu pasti juga capek seharian kerja.." Nindy segera ke kamar. Ia bernafas lega, karena ayah dan ibunya tidak bertanya macam-macam tentang Kia. Dengan lesu ia mandi dan segera tidur malam itu.
Di apartemenya, Vano tersenyum gembira. Kerjaanya yang kemarin ia selesaikan sudah di ambil sama yang pesan.
"Waahh.., jadi juga traktir mbak Ririn sama mbak Nindy.." kata Vano yang menatap layar ponselnya. Di dalam aplikasi m-banking, ia dapat dengan jelas melihat nominal yang ia terima dari si pemesan desain buatanya. Sungguh fantastis sekali. Ia sangat puas sekali dengan hasil kerja kerasnya.
"Ayah, ibu, semoga kalian tenang di sana, putramu di sini sudah bisa hidup mandiri.." ucap Vano dengan pelan. Kemudian ia meletakan ponselnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Dengan perasaan bahagia, ia memejamkan matanya.
******
Sabtu yang sangat cerah sekali. Pagi ini, Nindy bangun lebih awal dari biasanya. Ia berniat berolah raga ringan di depan rumahnya. Dengan pelan ia keluar kamar dan segera keluar rumah untuk olah raga pagi itu.
"Tumben udah bangun Nin..?" kata ayah yang mengagetkan Nindy.
"Waahh.., Nindy keduluan sama ayah bangunya.., Nindy jadi malu.."
"Hemm, ayo kita barengan olah raganya.." Dengan senang hati keduanya berolah raga bersama. Beberapa menit kemudian, Nindy menyudahi berolah raganya, karena harus mandi dan bersiap pergi ke kantor.
Selesai mandi, Nindy segera sarapan bersama ayah dan ibunya.
"Mbak bareng sama Ari nggak..? Soalnya Ari berangkat pagi, lumayan kan nggak usah naik taksi.."
"Emm.., boleh juga.." jawab Nindy sambil manggut-manggut. Selesai sarapan dan pamit kepada ayah ibunya, Nindy dan Ari segera berangkat. Terlebih dahulu Ari mengantarkan Nindy ke kantornya.
"Udah sampai mbak.."
"Hemm, cepet sekali ya..?"
"Mau lama..? Ayo ikut Ari dulu ke kampus, tapi kembalinya mbak naik taksi dan bayar sendiri.., hehe.."
"Hemm, dasar adik nggak pengertian, mau mbak cubit..?"
"Jangan mbak, sakit kan..?"
"Ya sudah, mbak masuk dulu, hati-hati ya, jangan ngebut.."
"Oke siap mbak.." jawab Ari dan meluncurlah mobil Ari ke kampus.
"Pagi Nin..? Eh yang anterin kamu tadi siapa..? Berondong ya..?"
"Brondong apa an sih, dia adiku tau..!!" ucap Nindy kepada Lily.
"Ohhh.., adik kamu ya Nin? Maaf.., aku kan nggak tahu.
"Iya ga papa.."
"Cakep juga adik kamu Nin..?"
"Eitzz, jangan di ganggu.." ucap Nindy sambil berjalan beriringan bersama Lily menuju ruang kerjanya.
"Iihhh.., Nindy gitu deeh..?" Keduanya lalu tertawa bersama.
"Ada apa sih, pagi-pagi udah ketawa-ketiwi..? Kasih tau dong..?" kata Ellen yang sudah sampai duluan.
"Iiihh.., kepoooo.." seru Nindy dan Lily barengan.
"Huuu..." jawab Ellen manyun. Karena jam kerja udah mulai mereka segera mengerjakan tugas masing-masing. Hari itu Vano merasa aneh. Setiap ia melihat Nindy, ada getar-getar yang ia rasa sangat aneh sekali. Apakah mungkin di dalam hati Vano mulai tumbuh rasa cinta kepada Nindy? Sedangkan setelah putus karena di khianati mantan pacarnya, ia enggan mengenal cinta. Sungguh di dalam hati Vano kini mulai merasa tak nyaman. Rasa yang sulit di katakan namun nyata ia rasakan. Hari itu ia bekerja dengan tak tenang, sering kali kerjaan yang tengah ia kerjakan banyak yang salah.
Mungkinkah itu Cinta...? Hanya dia yang tahu.
********
Jangan lupa like rate and votenya ya kak...🤗
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..