Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaun kesukaan ku
Dewa telah bersiap dan menunggu istrinya di bawah. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, dan mereka akan segera berangkat.
Sementara di dalam kamarnya Naura terlihat masih kebingungan memilih gaun mana yang harus dia pakai. Sudah beberapa gaun dia Coba namun tak satupun yang sesuai dengan seleranya.
"ini terlalu terbuka." ucapnya menjatuhkan satu gaun ke atas tempat tidur.
"Dan ini, ini terlalu mencolok," ucapnya dengan gaya geli menjatuhkan kembali gaun itu.
"Mengapa tidak ada yang cocok" ucapnya kesal.
Naura tidak suka, menurutnya gaun gaun itu terlalu glamour dan tidak cocok dengan usianya yang masih muda. Apalagi ini hanya pesta biasa.
Tak sabar menunggu, Dewa pun naik ke atas dan melihat Naura. Amarahnya muncul melihat gadis itu masih belum juga bersiap. Gadis itu belum mengenakan apapun, masih mengenakan kaos kedodoran andalannya.
"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu belum juga bersiap" bentak Dewa
" Aku bingung harus pakai baju yang mana?"
"Bingung?" tanya Dewa menoleh pada tiga buah gaun yang tergeletak diatas ranjang tidur Naura
"Darimana kamu dapatkan gaun itu?" bukannya mereda amarahnya kembali meningkat.
"Dari dalam lemari, maaf" ucap gadis itu menunduk takut, dia bisa lihat dengan jelas amarah di dalam diri Dewa.
"Gaun itu ku beli untuk Laras,"
"Maaf aku telah lancang menbukanya." ucap Naura memungut kembali gaun-gaun itu dan mengembalikan nya ke dalam lemari.
Setelah bicara Dewa berjalan keluar, tangannya sibuk dengan benda pipih di depannya, dan tak lama kemudian, seorang kurir datang menenteng paper bag.
Dewa membawa paper bag itu ke kamar naura.
"Pakai ini" ucapnya menyerahkan tas itu dan berjalan keluar.
Baru dua langkah pria itu berhenti, tanpa menoleh dia kembali bicara "waktumu hanya sepuluh menit, jika dalan sepuluh menit kau tidak keluar juga dan bersiap, aku akan menghukum mu, ingat, aku tidak mau terlambat," ancam Dewa
Tak bicara lagi, Naura hanya bisa mengangguk setuju, sorot mata tajam suaminya itu membuatnya bergidik ngeri.
Naura membuka paper bag dan tersemyum ringan, dia mengeluarkan gaun berwarna pink dengan hati-hati. Kemudian dia memakainya.
"Ini gaun yang cantik dan cocok buat aku yang cantik." ucapnya memuji dirinya sendiri.
Dia juga mulai memoles bedak dan lipstik tipis berwarna merah muda.
"Ayo" ucap Naura menuruni tangga, menciptakan kebisingan dari suara heels yang dia gunakan,
seketika Dewa menoleh dan terpesona. Rambutnya sengaja dia biarkan terurai, Naura hanya menggunakan aksesoris.
"Kenapa?" tanya Naura karena suaminya menatapnya tak berkedip
."Ayo!" ajak gadis itu tapi sepertinya Dewa tidak menghiraukannya.
"Kau, apa yang kau lakukan? apa ada yang salah?" tanya gadis itu memindahkan km
"Memangnya mau kemana?"
"Kamu nanya?" ejek Dewa
"Is nyebelin, mengapa pakai gaun ini?" tanya istrinya lagi
"cepat," sahut dewa tidak membalas pertanyaan istrinya.
Mereka berjalan bersisian, dan Dewa masuk kedalam mobil lebih dulu, diikuti oleh istri barunya, Dewa tidak bersikap manis pada nya.
"Mas tunggu,"
Dewa terus berjalan tak memperhiraukan istrinya sedikit berlari Naura mengejar dewa.
Tiba-tiba Dewa berhenti di depan Naura dan mengulurkan tangannya, Naura pun menempelkan tangannya,
"Kau harus berakting jika kita pasangan bahagia."
"Bahagia, apanya yang ada justru seperti ini, dia selalu saja memaksaku." batin Naura
"Senyum dan jangan lupa bersikap ramah," bisik Dewa
Mereka tiba di dalam, Dewa memeluk pinggang istrinya dan berjalan menuju meja Daniel.
"Hai Daniel"
"Hai Dewa, Btw ini siapa?" ucapnya melirik gadis yang ada dalam dekapan hangat Dewa
Apa ya jawaban nya???
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...