Entah suatu kemalangan atau permainan takdir untuk Faranisha Gayatri, menjelang hitungan jam pelaksanaan akad nikah dengan sang kekasih yang telah menjalin kasih selama 3 tahun dengannya, pihak mempelai pria malah membatalkan pernikahan tanpa alasan. Sebagai gantinya, hadirlah sesosok pria yang bersedia menjadi pengganti mempelai pria.
Ialah Naufal Kenan, sosok pria yang sangat sensasional. Seorang dokter spesialis bedah dan penyakit dalam dengan segudang prestasi dan pencapaian. Berparas tampan, kaya raya nan dermawan. Dan ternyata, ialah sosok pria yang menjadi cinta pertama Fara. Cinta yang dulu hanya bisa dipendamnya dalam diam tanpa dapat tersampaikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama Keluarga
Kini Farzan, Fara dan Kenan tengah berkumpul di ruang keluarga kediaman Farzan. Ini adalah rutinitas keluarga Farzan setiap hari, famili time dimalam hari. Demi menjaga keharmonisan dalam keluarga, mereka selalu menyempatkan berkumpul bersama sebelum tidur. Berbagi cerita tentang apa yang mereka lakukan siang harinya, bersenda gurau, dan tak jarang mendiskusikan masalah yang penting.
Rutinitas ini sudah berjalan sebelum mendiang Maya, ibu Fara sekaligus istri Farzan kembali kepangkuan ibunda pertiwi. Namun sejak 11 tahun silam, hanya Fara dan Farzan yang menekuninya. Terkadang Ami, tante fara sekaligus adik Farzan beserta keluarga kecilnya juga ikut serta jika sedang menginap di kediaman Farzan. Mulai sekarang dan mungkin hingga seterusnya, Kenan juga akan termasuk diantaranya.
"Jadi, apa yang akan kalian rencanakan dengan rumah tangga kalian kedepannya?" tanya Farzan pada anak dan menantunya itu, memulai pembicaraan ketika mereka tengah bersantai menonton tv.
"Emm, mengenai itu, sebenarnya ada yang ingin Kenan bicarakan Yah." ragu-ragu Kenan yang menyahut.
"Katakan saja Nak!" Farzan mempersilahkan.
"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas berat, seberat apa yang akan diungkapkannya "Kenan berencana mengajak Nisha tinggal berdua di apartemen Kenan."
Bukannya Kenan ingin memisahkan sepasang ayah dan anak itu. Selain ingin menghindari bisik-bisik tetangga yang bisa saja menilai buruk tentang dirinya yang bahkan tidak dapat menyediakan tempat bernaung untuk sang istri, ia juga ingin menjalani rumah tangganya tanpa melibatkan orang lain. Terutama Farzan sebagai ayah fara sekaligus mertua Kenan, pasti akan sangat canggung bagi dirinya dan Fara untuk bersikap selayaknya pasangan suami istri pada umumnya di bawah pengawasan Farzan. Ia menjadi serba salah di sini. Di satu sisi ia memikirkan perasaan sepasang ayah dan anak itu yang pasti akan berat untuk berpisah. Di sisi lain ia hanya ingin rumah tangganya berjalan sebagaimana mestinya. Terlebih lagi pada kasus dirinya dan Fara, yang sebelum masuk ke tahap rumah tangga yang sesungguhnya, mereka harus melalui tahap penyesuaian diri terlebih dahulu untuk saling mengenal lebih dalam lagi, alias PDKT. Berat memang, tapi harus ia ungkapkan.
Seperti yang diharapkan, Farzan dan Fara terhenyak mendengarnya. Keduanya terdiam seakan enggan untuk menanggapi.
"Hufh..." sekali lagi Kenan menghembuskan nafas berat setelah sekian waktu berlalu, namun mertua dan istrinya itu masih bungkam "Tapi, tentu saja itu jika Ayah dan Nisha setuju. Kenan tidak akan memaksa, Kenan mengerti, pasti berat untuk Ayah dan Nisha."
"Hufh..." Farzan ikut menghembuskan nafas berat "Bukannya Ayah tidak setuju Nak, tapi, bisakah kamu memberikan kami waktu?" ujarnya mencoba berkompromi.
Kenan tersenyum "Tentu saja Yah."
Lalu Farzan beralih memandang sang putri "Bagaimana Nak, kamu setuju kan?" tanyanya meminta pendapat Fara.
"Iya Yah." Jawab Fara setelah merenung sejenak. Ia tahu, ia tidak punya pilihan lain lagi. Sama halnya dengan Kenan, ia juga menjadi serba salah. Ia tidak masalah jika hanya dirinya yang bersedih, namun untuk Farzan, ia benar-benar tidak tega membuat sang ayah juga bersedih. Di samping itu, ia juga sangat ingin menjalani rumah tangga yang sesungguhnya dengan Kenan, sang cinta pertama yang pernah ia coba menyerah untuk meraihnya. Tentu saja kali ini ia tidak akan melepaskannya lagi.
"Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan." tandas Farzan Kemudian.
Kenan dan Fara hanya mengangguk.
"Terus, untuk resepsi pernikahan kalian bagaimana?" lanjut Farzan bertanya.
"Ah ya, untung Ayah ingatkan. Kalau Kenan maunya secepatnya, paling lambat dalam sebulan ke depan. Tapi, itu juga tergantung Nisha." jawab Kenan. Ia sudah memikirkan itu matang-matang sebelumnya, setelah melihat gunjingan masa terhadap sang istri, termasuk yang di balik layar. Terutama mereka yang berada di lingkungan NK Hospital, tentu saja semua itu tak lepas dari pengawasannya. Yang berada di luar wilayah kekuasaannya saja, tak lepas dari pengawasannya, apa lagi di wilayah kekuasaannya sendiri. Oknum-oknum yang menggunjing Fara itu tak tahu saja, kalau yang mereka gunjing adalah istrinya.
Farzan dan Fara cukup terkejut mendengarnya. Terutama Fara, hatinya menghangat dan berbunga-bunga. Segala pikiran tentang dirinya sebagai istri yang tidak dianggap, seketika lenyap entah kemana.
"Oh, sepertinya ada yang sudah tidak sabar mengumumkan pada dunia bahwa putri Ayah adalah miliknya." goda Farzan.
Bukan hanya Kenan, Fara juga wajahnya ikut memerah. Namun bukan Kenan namanya jika hanya diam saja saat digoda "Tentu saja Yah. Istri cantik begini bisa bahaya jika tidak segera ditegaskan kepemilikannya." ucapnya meladeni.
Kini jadilah Fara yang menjadi sasaran godaan. Jangan tanyakan reaksi gadis itu. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Jika di dalam film kartun, mungkin sudah keluar asap dari atas kepalanya, saking panasnya.
Farzan terkekeh "Hehe... Kamu memang menantu terbaik, tidak salah Ayah memilihmu. Pemikiran kita satu server."
"Tentu saja Yah, kan sebelum jadi menantu, Kenan udah jadi anak Ayah."
"Betul, betul, betul!" Farzan menirukan meme si bungsu kembar botak dari Malaysia.
"Hahaha..." sepasang mertua dan menantu itu pun tertawa bersama tanpa mempedulikan sang putri sekaligus sang istri yang semakin memanas karena malu sekaligus geram.
"AYAAAH, KAK KEEEN!!!" akhirnya Fara berteriak membuat kedua pria berbeda generasi itu seketika berhenti tertawa. "Sudah puas godain Fara?" sentaknya garang.
Glek...
Farzan dan Kenan cukup terkejut dengan reaksi Fara. Mereka tidak menyangka bahwa Fara akan semarah ini hingga meninggikan suara pada mereka. Fara yang lembut dan sangat menghormati orang yang lebih tua, kini seperti singa betina yang sedang marah meraung-raung.
Farzan terkekeh kikuk "He he... Kita cuman bercanda."
"Iya Nis, benar kata Ayah." timpal Kenan.
"Humps..." Fara hanya mendengus kesal.
Farzan dan Kenan sama-sama menggigit bibir bawah mereka dan saling pandang sejenak, seolah berdiskusi dengan sorot mata mereka tentang cara menjinakkan singa betina yang tadinya marah, kini merajuk.
"Ehem... Jadi bagaimana Nak, apa kamu setuju dengan suamimu untuk mempercepat acara resepsi pernikahan kalian." sepertinya diskusi dalam diam mereka tidak membuahkan hasil, sehingga Farzan memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan, kembali ke laptop.
Namun Fara tidak bergeming, gadis itu hanya diam seolah tidak mendengar ucapan sang ayah, dan malah kembali fokus menonton tv sambil menikmati camilan yang tersedia.
Mendapati itu, Farzan dan Kenan sekali lagi saling pandang. Farzan mengedipkan sebelah matanya sambil mengangguk kecil mengisyaratkan agar Kenan mendekat. Kenan yang mengerti makna isyarat tersebut, dengan patuh mendekat pada sang mertua. Mereka pun mulai berdiskusi lagi. Kali ini bukan dalam diam, melainkan bisik-bisik.
Entah apa yang sedang ayah dan suaminya itu diskusikan, Fara sama sekali tidak tahu dan tidak mau tahu, ia memilih acuh. Hanya bunyi suara 'Sst, sst, sst' yang didengarnya sesekali.
"Ehem..." tiba-tiba Kenan berdehem setelah diskusi bisik-bisiknya dengan Farzan sudah mencapai kesimpulan "Sa- sayang..." ucapnya terbata kemudian. Tentu saja ucapan itu ditujukan pada Fara, sang istri. Ternyata kesimpulan hasil diskusi mereka, Kenan diharuskan merayu sang istri agar berhenti merajuk.
"Uhuk, uhuk..." spontan Fara tersedak camilan yang sedang dilahapnya. Sumpah demi apapun, ia benar-benar terkejut. Apa-apaan kesimpulan hasil diskusi itu? Merayu dirinya? Ia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran sepasang mertua dan menantu itu.
"Makannya pelan-pelan sayang, ini minum." dengan sigap Kenan menyodorkan sebotol air mineral yang telah ia buka tutupnya pada Fara. Mungkin karena khawatir, ia spontan mengucapkan kata 'sayang' dengan fasih. Bahkan ia tanpa sadar beranjak dan mengusap-usap punggung Fara dengan telaten.
Dan fara refleks menerima sebotol air mineral tersebut dan langsung meminumnya tanpa peduli dari mana asalnya. Setelah tenggorokannya mulai terasa membaik, ia lantas berhenti minum, namun tidak kembali menyerahkan botol air mineral itu pada Kenan. Ia malah terbuai menikmati usapan Kenan di punggungnya sembari setengah memejamkan mata.
"Udah baikan?" tanya Kenan lembut yang masih belum sadar dengan tangannya yang terus bergerak mengusap-usap punggung Fara.
Fara tersadar sembari mengerjapkan matanya yang setengah terpejam. Belum hilang ketegangannya akibat dipanggil 'sayang' oleh Kenan, ia semakin tegang saja dengan Kenan yang berada di dekatnya sambil mengusap-usap punggungnya. Sekilas tubuhnya tubuhnya bergetar samar. Tanpa mampu berucap, ia hanya mengangguk mengiyakan sebagai jawaban atas pertanyaan Kenan.
Sementara Farzan hanya tersenyum memperhatikan mereka.
ini kog ketus...
batal
pernikahan barat
why
apa sdh selesai ceritanya 😊