hidup yang selalu di tertawakan semesta
mari ku beri tau rasanya menjadi simpanan petinggi kampus dan petinggi rumah sakit.
tidak waras kan? jika tidak suka pergi dan jangan mengikuti tentang hidup ku
ini bukan keinginan ku jadi diam saja jangan katakan apapun.
silahkan baca bagi yang mau dan saya minta maaf karena cerita saya selalu di luar nalar, jangan memaksa membaca jika tidak suka nanti tau2 ada yang kirim santet online..
sakerep mu welah jika ingin menghujat silakan saja karena saya cinta keributan .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fellaini kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17
Enjoy 🌟
setelah percakapan dengan Arthur si dosen tampan pun pulang banyak hal yang hadir di kepalanya , berita kehamilan Daisy membuat Jeffran terdiam banyak rasa hadir marah , kesal , juga bahagia .
" apa berita itu benar? " gumam Jeffran
dia memejamkan mata dan bersandar di kursi kerja , ketukan pintu terdengar dan Minji pun masuk .
" ini kopi nya . " ujar Minji
" Terima kasih . "
si cantik melihat wajah tampan sang suami terlihat lelah .
" apa ada masalah sayang? " tanya Minji sembari mengusap wajah rupawan suami nya
" tidak ada pergilah tidur . "
" baby rindu daddy . " wanita itu pun duduk di atas pangkuan Jeffran
mendengar kata baby hatinya kembali berdesir memikirkan kondisi Daisy , milik siapa yang telah hadir di sana .
" apa kondisi dia sehat? " tanya Jeffran
" tentu sayang dia baik2 saja . "
" aku ingin seorang jagoan . " secara refleks Jeffran berucap
" tapi seorang prinses pun dia tetap buah hati kita honey . "
" tetap seorang jagoan . "
Jeffran pun beranjak dan meninggalkan Minji di sana tanpa meminum kopi terlebih dulu , si cantik Risau dia juga belum tau jenis kelamin bayi yang masih tumbuh dalam rahim itu .
" mommy berharap kamu adalah seorang jagoan dan membuat daddy mu senang . " Minji mengusap pelan perutnya
dia ikut menyusul keluar betapa banyak ketakutan yang akan terjadi suatu saat nanti .
...
In Mansion Hwang
Daisy termenung di taman belakang dia sendirian di rumah nyonya Lee pergi berkunjung ke rumah teman lama , Lucas datang membawa susu dia juga sedih melihat wanita yang di cintai selalu saja bersedih .
" sudah ku bilang jangan terus bersedih sayang kasian baby . " Lucas duduk dan mengcup kening Daisy
" aku masih bingung harus bagaimana.. " ujar Daisy dengan lirih
" apa yang membuat bingung? ada aku di sini . " ucap Lucas
" bahkan aku masih malu dia ini milik siapa . " Daisy menangis kembali
" baby milik ku jangan khawatir aku adalah ayah nya . " Lucas pun memeluk Daisy agar lebih tenang
lalu salah satu maid datang memberi tau ada tamu yang datang , Lucas menyuruh untuk membawa tamu nya ke belakang .
" maaf mengganggu presdir Hwang . " seorang pria tampan tersenyum
" berani sekali kau kemari brengs*k ! " Lucas bangun dan emosi melihat Arthur
" santai saja Hwang saya datang baik2 kesini . " ujar Arthur
Arthur memandang Daisy dengan penuh kerinduan .
" panggil keamanan dan usir orang itu dari sini sekarang ! "
" aku ingin berbicara dengan Daisy sebentar saja. " ucap Arthur
" takan ku izinkan sialan ! kalian membuat dia menderita . " tolak Lucas
" Lucas tenang . " Daisy bangun dan menggenggam tangan si presedir Hwang
" saya janji takan macam2 "
Daisy menatap Arthur dalam mata nya terlihat kesungguhan .
" hanya sebentar saja . " pinta Daisy
" kamu yakin? "
" iya Lucas . "
Lucas pun mengalah dan melayangkan tatapan tajam pada Arthur , mengisyaratkan untuk jangan macam2 .
" mari silahkan duduk dokter Jung . "
Arthur pun mendekat dan duduk ber 2 di bangku taman sambil melihat bunga2 cantik .
" saya sudah tau tentang berita kehamilan mu . " ujar Arthur
Daisy menunduk ternyata sudah secepat itu padahal rencana tidak akan memberitahu .
" kenapa tidak memberi tau saja lebih awal? "
" untuk apa? apa anda akan bertanggung jawab? aku rasa tidak perlu . " ujar Daisy
" saya tidak sebrengs*k itu bagaimana mungkin saya abaikan tentang semua ini ! "
" lagi pula aku tidak tau bayi siapa ! jadi apa yang harus di pertanggungjawabkan . "
" sayang.. " tatapan Arthur melembut dan menggenggam kedua tangan Daisy
sedangkan si manis sudah kembali menangis .
" saya senang sekali ketika mendengar kamu mengandung , itu artinya saya akan menjadi seorang ayah..jika benar dia adalah baby Jung saya akan langsung bertanggung jawab . " ujar Arthur
" lalu menyakiti istri sah mu sungguh aku benar2 wanita jahat ! , pergi aku tak butuh tanggung jawab mu belum tentu dia anak mu ! " di hempaskan nya tangan Arthur
Daisy berdiri dan akan pergi tapi tangan kekar Arthur memeluk dari belakang .
" saya mohon jangan begini sayang..biarkan saya ikut menjaga nya , hingga nanti waktu yang memberi tau semua tak ada kebohongan sedikitpun saya benar2 mencintai mu . " Arthur membenamkan wajah nya di pundak Daisy
sepasang mata juga melihat itu dengan pandangan terluka wanita yang begitu dia cintai bersama pria lain , andai Lucas bisa mengulang waktu dia tidak pergi dan mungkin saat ini Daisy sudah menjadi istri nya .
...
waktu cepat berlalu kini malam sudah menyambut setelah melakukan makan malam Daisy membereskan piring , Arthur pulang setelah berbicara panjang lebar si cantik masih tidak tau apa yang harus di lakukan .
" kamu istirahat saja . " Lucas datang menyusul ke dapur
" aku tidak sakit kenapa selalu di suruh tidur oleh mu Luke . "
" kamu tidak boleh lelah kasian baby . "
" justru tidak boleh diam saja nanti baby tau ibunya pemalas sekali . " ujar Daisy
Lucas tersenyum dan mencium kening Daisy menyalurkan rasa sayang yang begitu tulus , lalu dia mengecup sekilas bibir ranum itu dan mendapat protes dari si ibu muda .
" Tuan anda mendapat panggilan dari Swiss . " ucap sang bodyguard
" pergilah istirahat . "
" boleh tidak aku pergi ke minimarket depan? ingin membeli coklat . "
" aku akan menyuruh orang untuk membeli nya sayang . "
" aku ingin pergi sendiri ku mohon hanya sebentar , ini juga baru jam 7 malam setelah itu janji akan kembali . " bujuk Daisy
Lucas menghela napas tapi jika di tolak tak ingin membuat mood si cantik buruk .
" baiklah hati2 di jalan hubungi aku jika ada apa2 Oke . " ujar Lucas
" Terima kasih Luke . "
dengan semangat Daisy mengambil jaket dan segera pergi ke minimarket depan , angin berhembus membawa kesegaran di malam sunyi ini .
Daisy melihat ke atas bintang hadir menghiasi langit sehingga membuat nya semakin cantik , dia juga mengamati mobil2 yang masih berlalu lalang bahkan orang2 masih sibuk beraktivitas .
" selamat datang nona . " sapa seorang karyawan
si cantik tersenyum dan segera masuk ke dalam tapi seketika langsung terdiam ketika dia bertatapan , dengan sepasang manik tajam di sebrang sana rasa terkejut dan rindu bercampur menjadi satu .
Daisy segera berbalik tetapi tangan kekar seseorang menahan dia .
" lepaskan tangan saya Profesor . " ujar Daisy
" saya ingin bicara . "
" tidak ada yang perlu di bicarakan lepaskan tangan ku ! "
Jeffran semakin mengencangkan pegangan nya agar Diasy tak lari , ini benar2 kesempatan emas sehingga tak sengaja bertemu dengan si pujaan hati .
" tangan ku sakit . " ujar Daisy dengan pelan
" maka dari itu diam dan jangan melawan ikut saya untuk bicara sebentar . "
pria itu membawa Daisy keluar dan mereka masuk kedalam mobil agar lebih nyaman .
" ada apa cepat katakan ! " ucap Daisy
" kenapa tidak memberi tau ku? "
" tentang apa . "
" perihal kamu mengandung . "
tangan Daisy meremat jaket cepat atau lambat pasti dia akan tau .
" untuk apa? apa kau akan mengakui anak ini jika benar dia adalah darah daging mu? "
" setidaknya jangan sembunyikan apapun dari ku Lee Daisy ! " Jeffran membentak si cantik
" kau sendiri yang bilang tak ingin tau apapun lagi tentang ku , lalu sekarang untuk apa? "
" mungkin saja itu anak Lucas ! "
" tak sedikit pun dia menyentuh ku dia adalah pria baik2 , aku juga malu untuk melakukan nya karena aku ini bekas ! . " mata Daisy berkaca-kaca
" lalu dia milik siapa? kenapa tidak melakukan pemeriksaan ! "
" tidak perlu aku tak butuh tanggung jawab mu dan Arthur ! , silahkan lanjutkan saja rumah tangga mu jangan pusingkan masalah ini . "
Daisy akan keluar tetapi mobil masih di kunci .
" buka pintu nya ! "
" katakan pada ku anak siapa itu ! "
" dia anak ku dan Lucas kau puas brengs*k ! " teriak Daisy
Jeffran meremat stir emosi sudah membungbung tinggi , dia menyalakan mobil dan membawa Daisy tak peduli dengan tolakan dari si manis .
tak lama kemudian mereka sampai di apartemen tempat Daisy dulu , Jeffran menyeret nya masuk kedalam setelah mengunci pintu dia membanting Daisy ke ranjang .
" berani sekali kau melakukan ini pada ku hm? " Jeffran membelai wajah Daisy yang sudah banjir air mata
" ak-u ingin pulang.. " suara Daisy bergetar menahan takut
" pulang kemana? bahkan dari dulu ini rumah mu sayang . "
" Lucas.. "
Plakkk
bunyi tamparan bergema sudut bibir Daisy robek dan berdarah rasa panas langsung menjalar .
" jangan menyebut nama pria lain ketika sedang bersama ku ! " amuk Jeffran
" hikss.. "
" diamlah sayang apa kamu tak merindukan ku? " Jeffran pun naik ke atas ranjang
tubuh Daisy bergetar sedangkan Jeffran sibuk membuka jaket serta baju Daisy , dan mengecup pundak mulus itu .
" tidak ***-eh baby nanti terluka hiksss.. "
" aku tidak suka kau melahirkan anak Lucas ! anak ini tidak boleh lahir , dia harus hilang dan tidak boleh tumbuh . "
Diasy memberontak dan menagis histeris ketika Jeffran mulai membuka seluruh pakainya , bahkan pria itu pun mulai membuka semua di dalam apartemen teriakan kesakitan dan kesedihan bercampur menjadi satu .
halo bertemu lagi dengan aku hehe
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan
sehat selalu ya love
sampai jumpa nanti .
knpa bisa terjadi seperti itu.. dua cowok gk ada cinta tp hdp seranjang.. nafsu semata2..😅
wow luar biasa nih
terus semangat utk berkarya ya
pa kbar nya kak?