NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:770.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Melly

Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 16 Naomi Pergi Lagi

Seperti ke inginan Lusiana, bahwa ia ingin datang kerumah Naomi, maka pagi itu Lusiana dan Tama langsung bergegas ke rumah Naomi.

Tapi sayangnya rumah itu seperti tidak berpenghuni, Lusiana terus terusan memanggil nama Naomi, tapi tidak ada respon.

"Ma.....,ma..,bukan pintu nya ma, ini Lusi datang ma.." teriak Lusiana sambil mengetuk pintu rumah Naomi.

"Kayanya mama kamu nggak ada di rumah deh" kata Tama setelah melihat ke sekeliling area rumah Naomi.

"Mungkin mama masih tidur kali, kan ini masih pagi, mungkin aja mama belum bangun" tutur Lusiana

"Nggak mungkin, lihat tu.., saklar lampu nya aja mati, ini seperti nya sengaja di matiin" jelas Tama sambil menunjuk saklar lampu yang telah mati.

Tiba-tiba pemilik kontrakan Naomi melihat Tama dan Lusiana menggedor gedor pintu kontrakan itu.

"Ada apa ya, menggedor gedor rumah kontrakan saya sepagi ini?" tanya pemilik kontrakan.

"Orang yang tinggal di rumah ini kira-kira ibu tau nggak, dia kemana sepagi ini?" tanya Tama kembali.

"Owhh ibu Naomi?, dia udah nggak tinggal di sini lagi" jawab pemilik kontrakan.

"Kapan, apakah Ibu tau dia mau pergi kemana?" tanya Lusiana.

"Kemaren sore, dia menyerahkan kunci rumah ke saya. Tapi saya nggak tau dia mau pergi kemana, soal nya dia kelihatannya terburu buru" kata pemilik kontrakan.

"Kira-kira, mama Naomi pergi kemana ya?" tanya Lusiana pada Tama.

"Aku nggak tau juga sih, kita pulang dulu aja, nanti aku yang akan mencari tahu keberadaan nya" tutur Tama.

"Ya udah, terimakasih ya buk, kami pamit dulu "kata Lusiana pada pemilik kontrakan.

"iya, sama-sama"jawab pemilik kontrakan.

Tama dan Lusiana meninggal kan rumah kontrakan Naomi, setelah mendapat kan informasi bahwa Naomi telah meninggal kan kontrakan nya sejak kemaren sore.

Mungkin saja Naomi telah pergi jauh, jadi mereka memutuskan untuk pulang kerumah dulu, dan Tama yang akan mencari tahu keberadaan Naomi, tapi sepertinya Lusiana sudah tidak bersemangat lagi untuk mengetahui keberadaan Naomi.

"Nggak usah deh kita cari tahu lagi keberadaan mama Naomi, aku rasa mama butuh ketenangan atau mungkin memang dia sudah nggak mau bertemu dengan aku lagi" tutur Lusiana pada Tama.

"Kamu yakin, nggak mau mencari tahu keberadaan nya?" tanya Tama.

"Iya, aku yakin, soal nya setelah kamu tahu dimana rumah nya, dia langsung pindah dari sini" kata Lusiana.

"Iya, kamu benar juga sih" kata Tama.

"Kamu mau ke kantor kan?" tanya Lusiana.

"Iya, tapi kamu yakin nggak apa-apa, atau kamu mau kita jalan-jalan lagi, untuk nenangin fikiran kamu" kata Tama, setalah sekian lama mereka tak jalan-jalan bersama.

"Lain kali aja, aku nggak apa-apa kok, kamu antar aku pulang aja" Jawab Lusiana.

"Ya udah, kalau memang seperti itu kemauan kamu" jawab Tama.

Atas keinginan Lusiana, maka Tama segera mengantarkan nya pulang kerumah. Sedangkan Tama kembali ke kantor. Namun di rumah Lusiana masih terus ke fikiran di mana keberadaan Naomi sekarang dan apa kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kehidupan nya sendiri.

Begitu pula dengan Tama, di kantor ia terus terusan ke fikiran Lusiana, karena saat turun dari mobil dia kelihatan murung. Dengan segera Tama mengambil telfon genggam nya untuk menghubungi Lusiana. Hanya untuk mendengar kabar Lusiana apakah benar ia baik-baik saja, seperti apa yang di ucapkan nya.

Namun Lusiana tak mengangkat telfon dari Tama, oleh karena itu Tama merasa panik, dan bergegas pulang untuk mengetahui pasti keadaan Lusiana.

Setibanya di rumah Tama melihat Lusiana tertidur sambil memegang foto Naomi. Tama yang melihatnya tak tega membangun kan Lusiana dan juga tidak mau meninggalkan Lusiana sendirian dalam keadaan sedih.

Tama menghubungi Hendrik untuk memberi tahu bahwa ia tak balik ke kantor dan meminta Hendrik menghendle semua pekerjaan hari ini.

Lusiana terbangun ketika merasakan kehadiran Tama di samping nya.

"Kamu kok balik cepat?" tanya Lusiana yang bergegas untuk duduk.

"Aku telfon kamu, tapi kamu nggak mengangkat nya, jadi aku merasa khawatir. Untuk memastikan kekhawatiran aku, aku langsung Pulang aja" jawab Tama.

"Oh iya, kamu menelfon aku berkali-kali ya, maaf ya aku ketiduran" ucap Lusiana sambil melihat layar ponsel nya dan melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Tama.

"Kamu masih ke fikiran mama Naomi mu ya?" tanya Tama, sambil melirik foto Naomi yang masih di pegang Lusiana.

"Gimana aku nggak ke fikiran, di langsung pergi gitu aja, setalah kamu tahu tempat tinggal nya" jawab Lusiana.

"Kalau memang kamu ke fikiran terus, tapi mengapa kamu melarang ku untuk mencari tahu lagi keberadaan nya?" tanya Tama penasaran.

"Karena aku nggak mau mama Naomi merasa terganggu, karena kamu terus terusan mencari keberadaan nya, nanti dia pindah lagi, kan kasihan" jawab Lusiana.

"Kamu sangat menyayangi mama Naomi mu ya?" tanya Tama melihat Lusiana yang begitu peduli dengan Naomi.

"Iya, sebenarnya mama Naomi itu orangnya baik, tapi semenjak di tinggal papa dia merasa kesusahan, yang biasanya di manja oleh papa. Namun setelah papa tiada, dia merasa kehilangan semuanya. Aku yakin cepat atau lambat dia pasti akan berubah" tutur Lusiana.

"Iya kamu memang benar, dia pasti akan berubah" kata Tama karena teringat saat ia bertemu di kontrakan Naomi kemaren, terlihat raut penyelasan di wajah Naomi.

"Ya udah, kamu balik ke kantor sana" ucap Lusiana.

"Aku udah menghubungi Hendrik kok, bahwa aku nggak balik lagi ke kantor" tutur Tama.

"Terimakasih kasih ya, kamu begitu peduli padaku, buktinya ketika aku nggak mengangkat telfon darimu, kamu langsung pulang" Kata Tama sambil mengambil tangan Tama dan meletakan di atas tangan nya.

"Iya, pastinya dong, aku sangat peduli pada mu kan kamu istri ku" kata Tama yang langsung memeluk Lusiana.

Tiba-tiba ponsel Lusiana berdering, dan di lihat ternyata tidak ada nama dari panggilan itu. Dan tidak di angkat Lusiana, karena Lusiana tak mau mengangkat nomor yang tak

di kenal.

"Kenapa, kok nggak di angkat" tanya Tama

"Nomor tak di kenal" jawab Lusiana.

"Angkat aja, mana tau itu penting" ucap Tama yang melihat ponsel Lusiana terus berdering.

"Aku nggak mau, aku nggak biasa mengangkat nomor tak di kenal, itu juga pesan mama papa" ucap Lusiana.

"Ya udah kalau gitu biar aku yang mengangkat nya" kata Tama sambil mengambil ponsel Lusiana dari tangan nya.

"Halo...ini siapa ya?" ucap Tama.

"Kok kamu yang ngangkat sih, Lusi mana?" tanya orang yang sedang menelfon, dan ternyata Nurin yang menelfon Lusiana karena Tama mengenali suaranya. Dengan segera Tama memutuskan sambungan telefon.

"Siapa kok di matiin?" tanya Lusiana yang melihat Tama langsung menonaktifkan ponsel Lusiana.

"Benar, mama papamu benar melarang kamu mengangkat nomor yang tak di kenal. Tindakan mu itu sudah benar" jawab Tama.

"Memang nya siapa sih?" tanya Lusiana penasaran.

"Orang iseng yang tak di kenal, yang hanya mengganggu orang aja" ucap Tama.

Setelah itu Tama pamit pada Lusiana untuk keluar sebentar.

Bersambung 😍

1
Yuni Sari
Buruk
Yuni Sari
Biasa
imafe
tunggu2 rekaman adam kok ada yg janggal ya,
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
imafe
eh eh eh.....knp yg cantik ini jadi nurin sipelakor sih ,padahan dia manis banget apalagi klo senyum,gigi gingsulnya bikin imut,
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
imafe: murah senyum
total 1 replies
imafe
kurang micin ceritanya dan sedikit gk nyambung
Lastri Gandhi
Kenapa hrs pakai kata ganti org kedua " Kau " sih thor....kaku bgt, lbh enak di baca dgn kata " Kamu. "
Keroppi
Kira-kira apa alasan tama membeli lusiana🤔
Dhina ♑
thor ayo promo
Shalwa Sabil
lanjut
Shalwa Sabil
..lanjut
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nur Hayati
bener Tama kl Nurin pengen blk sm Tama Krn harta
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nia Bae
nunggu lagi ahhh
Nia Bae
makin suka aja ma ceritanya,, sayang ceritanya gak up tiap hari hehehe😁😁😁😁lama banget nunggu nya
Nilaaa🍒
like
Mirna Watie
lanjuttt
Nilaaa🍒
semangat kak
like episode tertinggal
salam dari IKYD
Shalwa Sabil
lanjut thour... kenapa senyum nya nurin sinis ya....
Kaka Pertama
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!