Kisah berlanjut......
Ig:Mel.a8813
bukan novel update tiap hari 🙏
Kisah cinta romantis anak-anak dari lanjutan novel MENIKAHI PRIA DEWASA 1&2.
Kisah cinta Malik dan keysha tak lekang oleh waktu, walaupun keduanya semakin tua dan anak-anak tumbuh beranjak remaja.Keysha dan Malik selalu berusaha menciptakan keharmonisan rumah tangga.Dan saling percaya dan selalu menjaga perasaan masing-masing.
Kiran tumbuh menjadi gadis yang cantik, berkulit putih dan kini Kiran duduk di bangku sekolah SMA kelas 12.Sementara Kenzo dan Kai duduk di bangku sekolah SMP.Dan si bungsu Kenzie masih SD dan sangat manja kepada ayah dan ibunya.Kiran tumbuh sama seperti ketiga adiknya memiliki kemiripan dengan sang ayah Malik walaupun Malik bukan ayah kandungnya,dan Kiran selalu berusaha untuk bersikap adil kepada ayah kandung dan ayah sambungnya walaupun sulit dan serba salah.
(DI SARANKAN UNTUK MEMBACA NOVEL MPD SATU ATAU DUA)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Zain dan Kiran sudah lelah mencari pedagang makanan yang Malik inginkan,tapi keduanya tak kunjung mendapatkan nya.
"Baby?"Zain menoleh karena suara berisik Kiran tidak dia dengar lagi, Kiran tertidur pulas.Zain menepikan mobil,lalu membuka jaketnya.Dan menyelimuti Kiran dengan jaketnya.Zain menatap Kiran lekat."Kenapa terlihat sangat tenang ketika tidur seperti ini?"Zain mengelus pipi Kiran gemas perlahan."Gadis konyol"Zain tersenyum.Dan Kiran menggeliat.
"Kau bilang apa tadi?"matanya masih tertutup dan Zain menjauh.
"Kau bisa tidur lagi saja"Zain menarik jaketnya sampai ke leher Kiran dan Kiran kembali tertidur.
"Apa pedagang martabak semuanya tutup malam ini?"Kiran menggeliat dan membuka matanya, merentangkan kedua tangannya sampai membentur wajah Zain.Zain menepisnya kesal."Auw!"Kiran meringis karena Tangannya membentur body mobil.
Zain panik dan meraih tangan Kiran,lalu meniupnya perlahan."Aku benar-benar tidak sengaja,aku minta maaf.Huff"merasa bersalah dan terus meniup tangan Kiran, Kiran terkejut dengan reaksi Zain seperti itu dan Kiran gugup."Masih sakit?"tanya Zain dan Kiran menggeleng kepala.
Menikmati makan bersama.
Semilir angin berhembus pelan menerpa kulit wajah gadis yang tengah duduk dengan segelas susu hangat di tangannya.Matanya melirik Zain berulang kali, Zain yang sadar Kiran berulang kali meliriknya hanya diam dan menikmati susu hangatnya.
"Haaa"Kiran terkejut saat mengingat sesuatu.
"Kenapa?"Zain menoleh dan menatapnya.
"Ponselku hilang"meraba-raba setiap saku di celana dan bajunya,tapi tidak ada.
"Apa tertinggal di kedai tadi?"tanya Zain mengeluarkan ponselnya dan meminta nomor Kiran untuk mengeceknya.Ponsel Kiran berdering dan ada disana.
"Hehe!"Kiran tersenyum lebar dan menarik ponselnya dari Hoodie jaket Zain.
"Kau menipuku?"kesal Zain dan menggeleng kepala."Modus!"
"Aku benar-benar lupa"Kiran menatap layar ponselnya dan berhasil mendapatkan nomor ponsel Zain.
"Jika kau mau nomor ku,minta saja.Aku benar-benar panik tadi"Zain menoyor kepala Kiran kasar dan Kiran memukul bahunya.
"Siapa juga yang mau nomor mu"Kiran meraih cemilannya dan memakannya.
"Jujur saja."Zain kesal karena Kiran tidak mau jujur, Zain mendekatkan wajahnya menggigit wafer yang sedang di gigit oleh Kiran,kedua mata Kiran membulat dan tidak bisa bernafas dengan wajah Zain sedekat itu dengannya.Zain menggigit wafer kembali dan wajahnya semakin mendekat.
"Aku tidak bisa bernafas"gumam Kiran.
Brug!!Zain terjatuh dari kursi dan Kiran kabur.
"Auw sakit"Zain memegang pantatnya dan mengejar Kiran.
"Kenapa dia sangat tampan"jerit Kiran dalam hati.Zain membuka pintu mobil dan Kiran masuk.Mobil melaju kencang menuju pulang.
**********
Keesokan harinya.
Kai duduk di atas pohon,dengan memangku kotak makanan nya.Dia benar-benar tersiksa dengan tidak mau nya sang ayah berbicara dengannya.Malik mendiamkannya.
"Kaindra"teriak June dari bawah pohon dan Kai melihatnya.Kai diam dan tidak perduli,lalu memakan makanannya kasar."Kai turun,kau bisa jatuh nanti"katanya lagi agar Kai turun.Tapi Kai tidak perduli, jangankan turun menimpali ucapan gadis itu saja dia enggan.June menggeleng kepala dan kesal,lalu duduk di kursi di bawah pohon dan membuka kotak makanan nya.Kai yang melihat June sedih melemparkan kotak makanan yang sudah kosong itu dan mendarat di atas kepala june."Sialan"teriak June dan memegang kepalanya yang berdenyut.Kai turun perlahan dan mendekati June.
"Kotak makan ku berbahan plastik tipis dan mudah pecah,mana mungkin sesakit itu!!"kata Kai mendelik sebal.
"Ini benar-benar sakit!!"June berteriak.Kai tidak perduli dan June menatap temannya yang tengah sedih itu.June meraih kotak makanan yang dia bawa untuk Kai,lalu menyodorkannya kepada Kai."Ini untukmu"kata June dan Kai menatap kotak makanan dan June bergantian.
Kenzo tiba-tiba datang dan menyambar kotak makanan tersebut.Gadis itu benar-benar tersentak kaget dan bergeser merapat kepada Kai,kejadian waktu itu benar-benar membuat June trauma.Dan takut saat melihat Kenzo.
”Mana sendoknya?"tanya Kenzo duduk di sebelah June,gadis itu terhimpit di antara Kai dan Kenzo.June memberikan sendok dan Kenzo menerimanya.June terlihat gugup, mendorong kaca mata tebalnya dari pangkal hidungnya.Bibirnya tersenyum tipis saat bisa sedekat itu dengan Kenzo,di tambah Kenzo yang memakan makanan buatannya.Kai hanya diam memperhatikan kakaknya penuh pertanyaan.Mungkin Kenzo seperti itu karena sudah tersadar setelah papa nya memarahinya.
********
Kiran diam dan menggambar seseorang dengan pensil di atas kertas gambarnya,Yuta yang melihatnya tersenyum lalu setengah berlari mendekati Kiran.
"Baby"panggil Yuta dan Kiran menarik tangannya agar berhenti.
"Jangan memanggilku seperti itu"Kiran menyapu sekeliling dan Yuta memperhatikannya."Jangan memanggil ku seperti itu di sekolah"tambah Kiran melepaskan tangannya dan Yuta melihat gambar wajah pria yang belum selesai.Kiran menutup buku gambarnya malas untuk melanjutkan.
"Kau mau ini?"Yuta mengangkat kantong plastik berisi makanan kesukaan Kiran,ceker ayam pedas.
"Haaaa aku mau"Kiran benar-benar tidak tahan dan meraih kantong plastik itu."Jam istirahat masih lama kan?"Kiran menatap jam tangannya.
"Bukan lama,tapi masih ada waktu"Yuta tersenyum.Kiran menikmati makanan yang Yuta bawa,dari kejauhan Indri, Hito dan Sani memerhatikan keduanya.Indri terlihat kesal dan memilih pergi ke kelas."Apa kau tahu kenapa Dylan tidak masuk sekolah?"tanya Yuta dan menatap bibir Kiran yang merah karena makanan pedas itu.
"Aku sudah mengirimkan pesan padanya,dan Dylan belum membalas.Aku harap dia baik-baik saja"Kiran terdiam dan sangat khawatir kepada sahabatnya itu.
"Aku yakin dia akan baik-baik saja dan akan mengirimkan pesan kepada kita"Yuta menenangkan Kiran dan menyentuh tangan Kiran, Kiran terkejut dan menjauhkan tangannya, kembali menikmati makanannya.Yuta yang melihat Kiran menolak nya,merasa malu sendiri dan menggaruk kepalanya.
Setelah menikmati makanannya dan sudah habis, Kiran mencuci tangannya begitu juga dengan Yuta.Keduanya kembali untuk melanjutkan belajar setelah bel berbunyi.Menandakan jam istirahat usai dan para murid harus segera kembali ke kelas.
trimakasih banyak sdh menghibur kami sebagai pembaca,,aku percaya tidak mudah mencari ide-ide untuk menciptakan karya mu yang luar biasa ini,menguras otak, pikiran dan waktu, tidak smua orang bisa menciptakan cerita sebagus ini 👍👍👍
semangat dengan karya selanjutnya 💪💪
udah yg keberapakali baca novel karyamu ini... nggak membosankan