NovelToon NovelToon
Prahara Cinta Dua Saudara

Prahara Cinta Dua Saudara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dosen / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sensen_se.

Siapa sangka, jika pesona dingin seorang dosen mampu memikat hati dua perempuan kakak beradik.

****

Bryan Atmaja, dosen muda yang tampan selalu ketus dan dingin terhadap orang asing. Namun begitu lembut dan penuh kasih terhadap orang-orang yang dia sayangi.

Andin Mulia Pratiwi gadis polos sederhana yang tidak pernah mengenal cinta. Ia dijadikan asdos oleh dosen ganteng bernama Bryan Atmaja, yang pernah mencintai sahabatnya. Andin tidak percaya ketika cinta itu telah berlabuh untuknya.

Dewi Permata Putri, kakak kandung Andin juga jatuh cinta dengan Bryan sejak pandangan pertama. Bagaimana kisah segitiga itu berlangsung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Percaya

Andin sempat menegang, jantungnya serasa tertancap panah asmara. Namun, seketika ia kembali ke alam sadarnya. Andin cuek saja, bahkan tidak menatap Bryan sama sekali. Andin melahap roti dan mengunyahnya pelan. Ia menikmati sarapannya seolah suara Bryan hanyalah angin lalu.

'Harap tenang! Ini ujian, kuatin hati kamu Ndin,' gumam Andin dalam hati.

Bryan yang melihat Andin tanpa ekspresi itu, sontak menggeser kursi mendekatkan pada Andin. Ia bingung, bagaimana bisa Andin bersikap biasa saja.

"Ndin?" panggil Bryan. Andin menoleh sekilas namun kembali memakan rotinya lagi.

"Andin!" geram Bryan merasa tidak dianggap.

"Iya, Pak Bryan," jawab Andin santai setelah meneguk satu gelas susu.

Bryan tidak habis pikir, ia berdiri berkacak pinggang kemudian mengusap wajahnya kasar. Andin masih dengan tampang polosnya meletakkan gelas perlahan.

"Apa kamu sedang bermasalah dengan pendengaran?" Bryan melipat lengannya lalu membungkukkan tubuhnya mendekati Andin menajamkan mata.

"Eee ... enggak, Pak," jawab Andin pelan beringsut mundur.

"Lalu?"

"Lalu apa, Pak?"

"Aaaarrrgh! Lupakan. Anggap aku nggak pernah ngomong apa-apa!" geram Bryan mengacak rambutnya lalu melenggang pergi.

Andin menghembuskan napas beratnya. Ia segera menuangkan air putih dalam gelas dan meminumnya sekali teguk. Tangannya meletakkan gelas itu lalu mencengkeramnya kuat.

"Sudah kuduga, aku tidak percaya dengan semua kata-katamu, Pak. Terima kasih hati, kamu harus selalu kuat dan siap dihantam. Jangan mudah goyah, fokus sama hal-hal yang lebih penting," gumam Andin dalam hatinya.

Bryan mendudukkan dirinya dengan kasar di ranjang kamarnya, lalu merebahkan tubuhnya. Lengannya menutupi sebagian mukanya. Napasnya masih memburu. Dadanya juga masih bergemuruh.

Bryan memang tidak berpengalaman soal menyatakan cinta. Sebelumnya hanya pada Chaca, sama kakunya. Dia bukan tipe pria romantis dan suka berbasa basi. Lagi pula pengalamannya memendam perasaaan terlalu lama, hingga pada akhirnya terlambat dan sia-sia, membuat Bryan tidak muluk-muluk dan to the point. Dia takut akan terulang lagi kehilangan cintanya.

Tapi ternyata, respon Andin membuatnya geram. Andin seolah tidak peduli dan tidak mau mendengarnya.

"Apa mungkin terlalu cepat? Atau dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku?" Bryan bertanya-tanya dengan gusar.

Selang beberapa menit, Andin mencuci piring dan gelasnya ketika dia sudah merasa lebih tenang. Lalu memilih untuk mandi di dekat dapur.

Usai mandi, Andin melihat kamar Bryan masih tertutup rapat. Sehingga dia memutuskan untuk pulang tanpa berpamitan. Langkahnya pelan dan tidak menimbulkan suara.

Andin berdiri lama di depan apartemen Bryan, sembari bersandar pada pintu. Ia menekan dadanya ketika mengingat ucapan Bryan. Dari pernyataan cintanya, lalu setelahnya berubah meminta untuk dilupakan.

Semua itu membuat Andin sesak, meski sedari awal dia terus memperingati hatinya untuk tidak jatuh terlalu dalam. Namun jauh di lubuk hatinya ia juga bahagia seperti bunga yang sedang bermekaran.

Lagi-lagi Andin harus menekan kuat perasaan itu. Berharap tidak akan timbul lagi. Dia tidak mau terlalu berlebihan menganggap semua ucapan Bryan. Karena sesuatu yang berlebihan tidak akan berujung baik. Andin tidak mau kecewa pada akhirnya.

Andin berjalan semakin menjauhi apartemen. Pikirannya kosong, sesampainya di jalan raya, ia lebih memilih jalan kaki.

Bryan tersadar, sudah terlalu lama ia berdiam di kamar dengan segala kegundahannya. Dia lalu beranjak dan berjalan keluar.

Matanya mengeliling mencari sosok gadis yang ia cari. Tapi tidak menemukannya dimanapun.

"Andin! Ndin kamu di mana?" teriak Bryan menyusuri apartemennya.

Bersambung🤭

kok gemes ya up dikit2...wkwkwk

1
De2130
hahaha lucu
elis khen
kok gk lanjut thor?
nobita
masa depan Arman itu Dewi..
nobita
iyaa ini lamaran di rumah sakit.. sepesial buat kamu Andin...
nobita
jadi gemes dehh.. dengan sikap dua sejoli itu...
nobita
kesempatan dalam kesempitan.. Bryan bisa memeluk Andin...
nobita
sampek Bryan gak sengaja nyium punggung tangannya Andin... gak sadar dia... terlalu khawatir berlebihan...
nobita
seperti kisah nyata ini... reel... author emang the best... pemilihan alur ceritanya mantappp...
nobita
yup aku mampir di karyamu yg ke 3
𖣤​᭄☘𝑺ᴇᴎᴤᴇᴎ͠ ⍣ᶜᶦᶠ//@sensen_se: terima kasih banyak kak ❤❤
total 1 replies
Omha Achun
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
bagus
ros
Luar biasa
Fatimah Azzahrak⃟K⃠
Judul menarik isi cerita juga menarik 😭
Fatimah Azzahrak⃟K⃠
Cerita nya bagus ni buat awalan tir
Atiah arini
lanjud bagus
Dayu Dwita
Keren banget
Sarah Harona
ini ceritanya lbih seru dri gandi chaca trimakasih thor semangat
𖣤​᭄☘𝑺ᴇᴎᴤᴇᴎ͠ ⍣ᶜᶦᶠ//@sensen_se: terima kasih banyak sudah mampir kak... mampir juga di karya lainnya yuk ☺
total 1 replies
Sarah Harona
karyamu keren Thor sangat menarik
Sarah Harona
karyamu keren banget Thor
sepriadi sepiisfa
nuhun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!