"Mengapa wajahmu selalu merasuki pikiranku setelah mencuri ciuman pertama darimu" Kim Charlos Antony
"Sialan wajah laki-laki itu merusak pikiranku setelah ia mencuri ciuman ini" Puput Fernandez
"Mengapa hati ini begitu sulit mengungkapkan perasaan padanya" Devander
Kisah cinta segitiga antara seorang anggota TNI dengan seorang agen rahasia yang memperebutkan sebuah hati beku dari wanita tomboy
Dapatkan mereka memperjuangkan cinta & juga akan mengulik masa lalu dari agen rahasia yang di panggil jendral tersebut yang merupakan anak dari ketua mafia yang berjaya pada masanya.
cuss baca aja cerita lengkapnya.
SILAKAN PROMO DI LAPAKKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13
Ia pun merogoh saku celana dan mengambil sebuah handphone untuk menghubungi markas pusat dan menanyakan tempat dan keadaan dimana berliannya di rawat.
“Hallo,” sapa Devander pada seberang telepon.
“......”
“Kenapa kau kaget mendengar suara saya hm?” sahutnya dengan nada dingin.
“......”
“Masih di sini. Saya hanya ingin memastikan sesuatu,” ucapnya dengan nada serius.
“......”
“Bagaimana saya bisa tenang dengan misi ini. Saat kalian memberikan kabar mengejutkan itu” sahutnya dengan nada tinggi di seberang telepon.
“......”
“Temukan keberadaan dia dan jangan lupa pantau juga sampai dia pulih. Apa kau paham?”
Ttttuuutttt. Setelah mengakhiri sebuah panggilan telepon.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk segera menyelesaikan misi penting agar dapat menemui sang berlian tercinta yang tengah terbaring di brangkar rumah sakit.
.
.
.
.
.
Sementara di malam hari di sebuah kantin rumah.
Terdapat sang sahabat dari yang tengah terbaring nyenyak di brangkar rumah sakit.
“Kalian sadar enggak....?” tanya Nico pada ketiga sahabatnya.
“Maksud lu apaan?” jawab Qya yang bingung dengan pertanyaan ambigu Nico.
“Ingat enggak sih kalian sama pria yang kena tendangan maut si Puput?” ucap Nico dengan ketus.
“Oh”
“Au ah males gua tahu enggak” kata Nico dengan raut muka yang di tekuk.
“Situ lagi PMS mas?” sahut Putri El sambil menyeruput jus favoritnya setengah meledek Nico.
“Apa jangan-jangan lu enggak ada kabar-kabaran sama Sheira?” tanya Tito yang sedari tadi hanya diam menyimak.
“Entah lah mana saya tahu. Masa gua harus tanya rumput bergoyang?”
“Lalu masalahnya lu nanyain ke kita soal pria yang kena tendangan sekaligus yang nolongin Puput?” sahut Qya yang di angguki oleh Nico.
“Emang ada apa sih?” ucap Putri El dan Tito bersamaan serta penasaran dengan pertanyaan Nico.
“Enggak apa-apa. Gua itu heran sama dia, kenapa bisa sahabat kita di tolong dia. Jelas-jelas tuh orang kena tendangan mautnya,” jawab Nico pada sahabatnya.
Hal tersebut sukses membuat mereka berpikir dan memutar otaknya secara keras.
“Sudah deh jangan kebanyakkan mikir. Yuk kita kembali ke kamar aja deh. Biar mami sama papi bisa pulang,” ajak Qya pada sahabatnya.
Setelah mereka menghabiskan waktu untuk mengisi perut masing-masing.
Keempatnya bergegas menuju kamar inap dari sang sahabatnya itu.
Ceklekk....
Masuk lah keempat sahabat itu dengan perasaan sedih di pikiran dan di hati masing-masing.
Mendapati orang yang sangat berharga bagi mereka terbaring nyenyak di atas kasur dengan mata yang terpejam.
“Mami bagaimana keadaannya? Kapan dia sadar?” tanya Qya pada mami Kezia.
“Mami juga tidak tahu,” jawab mami Kezia serta menahan sesak di dadanya.
“Mami sama papi sebaiknya pulang dulu. Apa enggak kasihan di mansion kan ada twins sama arra belum dapat kabar ini kan?” ucap Putri El yang membuat keduanya menepuk dahi masing-masing.
“Baik lah kalau begitu. Mami titip ya. Kabarin sama kita bila dia sudah sadar,” sahutnya pada keempat sahabat Puput.
Mereka berdua pun akhirnya meninggalkan sang putri tercinta di temani oleh para sahabatnya.
Karena mereka juga harus memberi kabar pada semua keluarganya tentang keadaan putri tercintanya.
Di perjalanan mereka tengah memikirkan tentang perkataan sang dokter.
Bahwa putri mereka telah terdonorkan darahnya oleh seseorang yang membuat mereka menjadi penasaran.
“Sayang apakah kamu tahu siapa yang mendonorkan darahnya secara cuma-cuma pada putri kita?” tanya Afkar pada Kezia.
“Hm” deheman dari sang istri membuatnya menghela nafas panjang di balik setir kemudi.
“Oke-oke kita akan bicara lagi di lain waktu. Apa pun yang terjadi putri kita pasti kuat” ucapnya dengan nada serius.
Tak butuh waktu lama mobil yang di kendarai oleh Afkar sampai di mansion di tambah sang istri yang tiba-tiba menjadi dingin setelah keluar dari rumah sakit.
Tanpa banyak kata ia pun menggendong sang istri ala bridal style. Dan hal tersebut sukses membuat sang istri terkejut yang selalu mendapat perlakuan manis dari sang suami.
“Ah.... Apa-apaan main gendong saja. Turunkan aku. Jangan bikin malu,” gerutu Kezia yang masih syok dengan perlakuan manis sang suami.
“sssuuuttt....Diam sayang jangan teriak. Nanti si twins dengar suara kamu,” bisiknya terdengar sensual di telinga sang istri.
Bisikkan maut dari sang suami membuat sang istri bertambah kesal.
Tanpa banyak kata ia pun menggigit leher sang suami dan meninggalkan tanda bekas gigitan olehnya.
Sedangkan sang suami mengerang menahan hal lain yang sangat ingin menerkam sang istri tercinta saat ini juga.
Namun ucapan sang istri membuatnya lesu dan patah arah. Karena semangatnya ingin menerkam sang istri mendadak hilang dengan bersamaan datangnya tamu bulanan sang istri tercinta.
“Aku sangat ingin memakanmu sekarang. Kenapa sih ada tamu segala. Apalagi saat dinginmu yang datang tiba-tiba saat keluar dari rumah sakit?” ocehnya dengan nada merajuk bak bayi yang tidak mendapat jatah makannya.
Ocehan tak jelas dari sang suami membuatnya menatapnya secara tajam setajam silet yang akhirnya membuat nyalinya menciut melihat tatapan dari sang istri.
Otomatis membuat ia lebih memilih kamar mandi lain untuk berendam di air yang dingin untuk menyegarkan otaknya yang sedang traveling berkeliling menikmati tubuh indah sang istri tercinta.
Sang istri sendiri pun juga mandi dengan air hangat untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Sementara ia pun tertawa puas mengerjai suaminya yang bilang kedatangan tamu bulanan. Karena nyatanya ia memang sedang kedatangan tamu bulanan itu.
Sambil berendam ia pun melancarkan aksinya tak lupa ia pun mengetik di sebuah handphone yang ia bawa untuk menghubungi seseorang yang ia kenal.
(“Bisakah kamu besok temui aku caffe xxx jam 12.00 siang”)✓✓
Centang dua otomatis pesan yang ia kirim masuk ke si pengguna handphone tersebut.
Ia pun tersenyum licik. Karena ia diam-diam akan menyelidiki sendiri tentang putrinya. Bahkan sang suami pun tidak mengetahui jati diri dari sang istri tercinta.
.
.
.
.
.
*****
penasaran jangan lupa kasih tipsnya dong ✌️✌️
vote juga gpp biar aku makin semangat nih buat nulis.
sampai ketemu lagi
see you next time 😘😘😘
pas koma nengoin pas udah sadar lupa ruangan nya...
MAAF YA ALUR YANG KU BUAT INI SANGAT MEMBAGONGKAN KARENA INI MURNI HASIL PEMIKIRANKU SENDIRI
JADI BILA KALIAN TAK KUAT DENGAN ALUR YANG BERTELE-TELE SILAKAN SKIP AJA LAGIAN GAK NGARUH JUGA D AKU YANG PENTING AKU TETAP BUAT NERUSIN ALUR SAYANG KAN KALAU GAK D TERUSIN JADI NIKMATIN AJA YA ALUR YANG SANGAT MEMBAGONGKAN DAN TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MAU MAMPIR MAAF BILA AKU TAK MEMBALAS KOMEN KALIAN BUKAN BERARTI AKU SOMBONG KARENA KALIAN NGOMEN JELEK DI KARYA INI PUN GAK NGARUH BUAT AKU KITA KETEMU LAGI UNTUK BAB BARU YA TERIMA KASIH SALAM LITERASI 😊😊😊