Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Walikota Linbao
Lalu kembali, sebuah suara anak kecil dari ruangan VIP nomor dua memecah keheningan itu.
"Dua ratus dua puluh juta."
Seluruh ruangan meledak.
"Apa, siapa anak di ruangan nomor dua? bagaimana bisa seorang anak memiliki uang sebanyak itu?"
"Iya, aku sendiri bahkan tidak memiliki uang sebanyak itu."
"Gila, apakah pendengaran ku tidak salah? Itu dua ratus juta keping perak? Bahkan jika di tumpuk, itu bisa mencapai tumpukan gunung kecil."
. . .
Orang-orang saling berpandangan satu sama lain. Bisik-bisik meledak dari segala sudut. Siapa anak kecil di ruangan nomor dua? Dari keluarga mana? Bagaimana mungkin anak sekecil itu punya uang sebanyak itu?
Dari ruangan VIP nomor satu, juga terjadi keheningan, ini berlangsung lebih lama dari biasanya.
Lalu suara itu kembali terdengar. "Dua ratus lima puluh juta." Suara itu datang dari ruang VIP nomor satu.
Bersamaan dengan itu, di susul Dengan suara yang sangat ramah, "Aku tidak tahu tuan muda di ruangan nomor dua dari keluarga mana, namaku adalah Chen Bofeng, walikota Linbao. Aku sangat membutuhkan cairan Spiritual kali ini. Jika tuan muda ini tidak menawar lagi, aku akan sangat berterimakasih."
Ruangan beku.
Bukan hanya sunyi. Semua orang membeku seolah-olah tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Setelah beberapa saat, ruangan lelang yang sebelumnya sempat sunyi, seketika meledak dengan hiruk pikuk yang tidak kalah dengan sebelumnya.
"Wow, tidak menyangka bahwa sosok misterius yang di ruangan nomor satu adalah tuan walikota kota Linbao."
"Yah, tidak heran dia langsung menaikan harga lima puluh juta keping perak."
"Ternyata tuan Walikota bahkan menghadiri lelang cairan Spiritual ini juga."
. . .
Walikota Chen Bofeng. Kultivator puncak tingkat sembilan alam Pemurnian Qi. Orang paling berkuasa di seluruh wilayah ini hadir secara langsung dan bahkan begitu sopan pada orang yang di ruangan VIP nomor dua.
Butuh waktu beberapa saat sebelum akhirnya terdengar suara anak-anak dari ruangan VIP nomor dua, "Baiklah, barang ini milikmu."
Zhang Tiangxia menatap botol kecil di bawah panggung sebentar.
Dia tidak menawar lagi, alasan menawar sebelumnya hanya bersenang-senang. Meskipun dia tidak punya uang sebanyak itu, tapi dia punya satu kolam cairan spiritual yang bisa di jual lagi kalau dia mau.
Mata wanita di atas panggung menatap ruangan nomor satu lalu ke ruangan nomor dua dengan senyum yang sangat manis, kemudian matanya menatap orang yang hadir. "Apakah ada yang menawar lagi?"
Namun setelah tiga tarikan nafas tetap tidak ada yang mengajukan tawaran, akhirnya palu di ketuk.
Tok!
"Dua ratus lima puluh juta keping perak, tiga tetes cairan spiritual kali ini berhasil dimiliki tuan di ruangan nomor satu."
. . .
Lelang belum sepenuhnya bubar saat Manager Wen sudah berdiri di depan pintu ruangan VIP nomor dua.
"Tuan Muda Zhang, Walikota Chen Bofeng ingin bertemu."
Zhang Tiangxia menatap Manager Wen sebentar. Lalu berdiri.
"Ayo."
Manager Wen membawanya ke lantai enam. Ruangan di ujung lorong, pintunya lebih tebal dari ruangan lain dan dijaga dua orang bersenjata pedang di pinggang mereka.
Di dalamnya sudah ada tiga orang.
Nona muda Balai Perdagangan Yuan berdiri di sisi meja dengan ekspresi tenang. Di depannya duduk seorang pria dengan jubah abu-abu yang sederhana. Meskipun sederhana, tekanan yang keluar dari tubuhnya tidak bisa disembunyikan, jelas dia seorang master yang kuat. Ini adalah Chen Bofeng, walikota kota Linbao.
Di sampingnya, seorang lelaki berusia sekitar empat puluh tahun berdiri dengan punggung tegak. Tubuhnya besar dan lebih tinggi dari Chen Bofeng, matanya sangat tajam. Fluktuasi Qi dari tubuhnya juga sangat dalam.
Chen Bofeng berdiri begitu Zhang Tiangxia masuk.
"Tuan Muda Zhang." Suaranya sangat ramah saat melihat Zhang Tiangxia masuk bersama manager wen. "Terima kasih sudah mau meluangkan waktu."
"Tuan walikota terlalu sopan." Zhang Tiangxia berkata sambil tersenyum lalu masuk dan duduk di kursi yang disediakan.
Awalnya ada rasa tidak puas di hatinya. Balai Perdagangan Yuan seharusnya merahasiakan identitas penjual. Tapi saat dia melihat Chen Bofeng, dia menekan perasaan itu.
Kultivator puncak tingkat sembilan alam Pemurnian Qi. Orang di level ini punya jalur informasi yang tidak bisa dibandingkan dengan cabang kecil balai perdagangan di desa. Bagaimanapun juga, yang menjaga balai di sini kultivasinya sangat rendah. Wajar jika Chen Bofeng bisa mengetahuinya.
"Tidak masalah." Zhang Tiangxia berkata datar.
Chen Bofeng tersenyum. "Maaf jika harus merepotkan tuan muda untuk bertemu," Chen Bofeng agak canggung, "Namun tujuanku bertemu karena permintaan dari seorang teman." Dia menunjuk ke pria di sampingnya.
"Ini Jendral Wei, nama lengkapnya Wei Changfeng. Bertugas di perbatasan barat negara Tianlong."
Wei Changfeng mengangguk pada Zhang Tiangxia. Caranya mengangguk singkat pada Zhang Tiangxia.
"Tuan Muda Zhang." Suara Wei Changfeng lebih berat dari Chen Bofeng. "Aku dengar cairan spiritual yang dilelang malam ini berasal darimu."
Zhang Tiangxia tidak menjawab langsung. Matanya beralih ke nona muda balai sebentar.
Nona itu membaca ekspresinya dan berkata, "Maaf Tuan Muda. Kami tidak menyebarkan informasi ini. Tapi Walikota Chen memiliki cara untuk mengetahuinya sendiri."
Zhang Tiangxia mengangguk pelan. Dia sudah menduga.
"Ya. Itu dariku."
Wei Changfeng menarik napas. "Tuan Muda Zhang, aku perlu jujur. Aku datang ke sini karena aku sangat butuh cairan spiritual untuk menerobos ke alam penghancur fana."
"Situasi di perbatasan semakin buruk." Dia melanjutkan dengan nada yang lebih serius. "Negara Yanhuo di barat terus memperkuat pasukannya. Jumlah tentara mereka bertambah setiap bulan. Dan baru-baru ini, mereka mengangkat jendral baru." Wei Changfeng berhenti sebentar. "Jendral itu adalah master di alam penghancur fana."
Ruangan sunyi sebentar.
"Jika aku tidak bisa menerobos sebelum konflik besar berikutnya, perbatasan barat akan sangat sulit dipertahankan."
Chen Bofeng menambahkan, "Aku dan Changfeng sudah mencari cairan spiritual selama dua tahun. Baru malam ini kami menemukannya." Dia menatap Zhang Tiangxia. "Tuan Muda, apakah kamu tahu di mana kamu menemukannya? Apakah tempat itu masih menghasilkan lebih banyak?"
Zhang Tiangxia berpikir sebentar.
"Aku menemukannya di dalam hutan, di kedalaman Gunung Tuanling." Dia berkata hati-hati. "Tapi yang aku ambil adalah yang terakhir di tempat itu. Kolam sumbernya sudah kosong."
Ekspresi Wei Changfeng sedikit jatuh.
"Namun." Zhang Tiangxia melanjutkan. "Aku masih punya satu tetes yang tersisa."
Wei Changfeng langsung menatapnya. "Kamu mau menjualnya?"
"Tergantung harganya."
"Berapa yang kamu minta?"
Zhang Tiangxia menatap Wei Changfeng sebentar. Jendral yang bertugas di perbatasan, kultivasi puncak pemurnian Qi, sedang dalam tekanan besar dari musuh. Ini bukan orang yang perlu dia persulit.
"Sama dengan harga lelang tadi. Delapan puluh juta per tetes."
Wei Changfeng tidak ragu. Dia membuka kantong di pinggangnya dan mengeluarkan sebuah kartu jade berwarna hijau tua. "Ini kartu penyimpanan. Ada seratus juta di dalamnya. Sisanya anggap saja hadiah dari perbatasan barat."
Zhang Tiangxia mengambil kartu itu lalu mengeluarkan satu botol kecil dari dalam bajunya. Di dalamnya satu tetes cairan biru kehijauan bercahaya redup.
Wei Changfeng menerimanya dengan kedua tangan.
Dia menatap botol kecil itu beberapa detik. Lalu mengangguk dalam pada Zhang Tiangxia.
"Tuan Muda Zhang, terima kasih."
Kemudian dia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah token. Bahan dasarnya besi hitam, dengan ukiran dua pedang bersilang di permukaannya. Sederhana tapi berat saat dipegang.
"Ini token pribadiku." Wei Changfeng meletakkannya di atas meja di depan Zhang Tiangxia. "Siapapun yang membuat masalah padamu di wilayah negara Tianlong, tunjukkan ini. Bahkan jika mereka keluarga kelas atas tidak akan ada yang kebal hukum selama token ini ada di tanganmu."
Zhang Tiangxia menatap token itu sebentar. Lalu mengambilnya dan memasukkan ke dalam bajunya.
"Baik."
Chen Bofeng tertawa kecil. "Tuan Muda Zhang, kamu masih tujuh tahun tapi caramu berbicara seperti orang yang sudah hidup puluhan tahun."
Zhang Tiangxia tidak merespons komentar itu.
Mereka bertiga keluar dari balai perdagangan bersama beberapa saat kemudian.
Udara malam desa Cansu masih ramai. Orang-orang yang tadi menghadiri lelang masih berkerumun di luar, membicarakan apa yang baru saja terjadi.
Zhang Tiangxia baru melangkah tiga langkah dari pintu ketika sebuah suara memotong.
"Hei. Berhenti."
Shen Yubai berdiri di depan dengan tangan terlipat. Bekas tamparan di pipinya masih sedikit merah. Di belakangnya ada dua orang pengawal keluarga Shen.
Matanya langsung menemukan Zhang Tiangxia. Dia tidak memperhatikan dua orang di samping Zhang Tiangxia.
"Aku sudah menunggumu keluar." Shen Yubai berkata dengan nada yang berusaha terdengar dingin. "Kamu pikir Manager Wen bisa melindungi mu selamanya?"
Zhang Tiangxia tidak berhenti berjalan.
Shen Yubai melangkah maju menghadang. "Berhenti saat aku bicara—"
"Yubai."
Suara Shen Daoru memotong tajam dari belakang. Kepala keluarga Shen berjalan keluar dari pintu balai dan langsung melihat situasi di depannya. Wajahnya berubah saat matanya mengenali dua wajah di samping Zhang Tiangxia.
Shen Yubai menoleh ke arah ayahnya dengan bingung. "Ayah, aku hanya..."
"Diam." Shen Daoru berjalan cepat ke depan dan langsung membungkuk dalam ke arah Chen Bofeng. "Walikota Chen. Maaf atas kelakuan anakku yang tidak tahu diri."
Chen Bofeng tersenyum tipis. "Tidak masalah, Kepala Keluarga Shen."
Shen Yubai menatap wajah pria jubah abu-abu di samping Zhang Tiangxia. Lalu ekspresinya berubah pucat.
Walikota.
Dia baru saja hampir menghalangi orang yang berjalan bersama walikota kota Linbao.
Dari sudut jalan yang lain, tiga orang dari keluarga Han berjalan mendekat. Mereka sudah mengikuti Zhang Tiangxia dari tadi, menunggu momen yang tepat. Salah satu dari mereka sudah setengah mengangkat tangan.
Lalu mata mereka melihat wajah Chen Bofeng.
Seketika tubuh mereka bergetar ketakutan lalu menarik tangan itu turun kembali.
"Ma... Maaf.. Ini.. Ini salah paham."
Ketiga orang keluarga Han saling bertukar pandang sebentar. Lalu secara bersamaan dengan tubuh bergetar ketakutan. Mereka mundur sepuluh langkah ke belakang Sebelum akhirnya membalikkan badan dan menghilang ke dalam kerumunan.
Zhang Tiangxia juga melihat ekspresi ketakutan di wajah mereka, namun dia tau ini karena mereka melihat dua orang yang berjalan bersamanya saat ini. Mereka bukan takut pada dia tapi sama dua orang yang bersamanya.
Ini juga menyadarkan Zhang Tiangxia satu hal, dia terlalu lemah. Jika bukan karena bertemu walikota sebelumnya, mungkin saat dia keluar akan menjadi target keluarga Han dan lainnya.
Chen Bofeng berpaling ke Zhang Tiangxia. "Tuan Muda, apakah kamu perlu pengawalan sampai rumah? Sepertinya keluarga Han berniat melakukan sesuatu padamu."
"Tidak perlu." Zhang Tiangxia menjawab singkat. "Terima kasih untuk malam ini, lagi pula barusan mereka terlihat sangat ketakutan. Sekali lagi terima kasih. Jika ada waktu, kita akan bertemu lagi "
Setelah itu Zhang Tiangxia berjalan kembali rumahnya.
. . .