NovelToon NovelToon
Gara-gara One Night Stand

Gara-gara One Night Stand

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: dina Auliya

Satu malam yang seharusnya terlupakan justru mengubah segalanya. Nayra, mahasiswi yang hidupnya sederhana, terbangun dengan kenyataan pahit—dia hamil dari pria asing yang bahkan tidak ia kenal namanya. Di tengah ketakutan dan tekanan, Nayra memilih mempertahankan janin itu, meski harus menanggung semuanya seorang diri.


Sementara itu, Arsen—seorang CEO dingin yang tak pernah memikirkan cinta—mulai dihantui bayangan malam yang sama. Hanya berbekal satu nama, ia mencari gadis yang tanpa sengaja telah mengubah hidupnya. Namun saat akhirnya mereka bertemu kembali, kenyataan jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.


Ketika tanggung jawab berubah menjadi perasaan, dan jarak usia menjadi tembok yang sulit ditembus… akankah Nayra membuka hatinya, atau justru memilih menjauh dari pria yang dulu hanya ia anggap kesalahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertanggungjawaban

Sore itu langit tampak mendung. Awan gelap menggantung rendah, seolah menekan suasana yang memang sudah berat sejak siang tadi. Nayra duduk diam di kamar kos.

Sinta di sampingnya. Tidak banyak yang mereka bicarakan. Karena semuanya… sudah terlalu jelas.

“Na…” Sinta akhirnya membuka suara.

“Iya…” jawab Nayra pelan.

“Kamu yakin sama keputusan mu?”

Nayra menatap ke depan. Kosong. Namun perlahan ia mengangguk. “Iya.”

Sinta menghela napas. “Walaupun sekarang orang lain mulai tahu?”

Nayra tersenyum tipis. Pahit. “Iya… walaupun itu.”

Sinta menatapnya. “Kamu kuat?”

Nayra tidak langsung menjawab. Tangannya perlahan menyentuh perutnya. “Aku harus kuat.” Jawaban itu sederhana.Tapi penuh tekad.

Di tempat lain—Arsen berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Hujan mulai turun. Rintik kecil yang perlahan semakin deras.

Raka berdiri tidak jauh darinya. “Pak…”

Arsen tidak menoleh. “Dia hamil.” Kalimat itu keluar pelan. Namun jelas.

Raka tidak menjawab. Karena tidak perlu.

Arsen melanjutkan, “Dan waktunya… cocok.”

Raka mengangguk pelan. “Besar kemungkinan itu anak Bapak.”

Arsen menutup mata sejenak. Menarik napas dalam. Lalu membukanya kembali. Tatapannya berubah. Tidak ragu lagi. “Siapkan semuanya.”

Raka langsung tegak. “Maksud Bapak?”

Arsen menoleh. “Aku mau ketemu dia.”

Raka sedikit terkejut. “Langsung?”

“Iya.” Nada suaranya tegas. Tidak bisa dibantah. “Besok.”

Raka mengangguk. “Baik, Pak.”

Malam hari hujan turun lebih deras. Suara rintiknya terdengar jelas dari dalam kamar. Nayra duduk memeluk lututnya di atas ranjang. Lampu redup. Suasana sunyi.

“Na…” Sinta menatapnya.

“Iya…”

“Kamu harus siap kalau… bapaknya muncul.”

Kalimat itu membuat Nayra membeku. Beberapa detik. “Dia nggak akan muncul,” jawab Nayra pelan.

Sinta menghela napas. “Sekarang semua kemungkinan bisa terjadi.”

Nayra menunduk. Tangannya semakin erat memeluk dirinya.

“Kalau dia datang…” lanjut Sinta, “Kamu bakal gimana?”

Nayra tidak menjawab. Karena ia sendiri… tidak tahu.

Keesokan paginya— Udara terasa lebih segar setelah hujan semalam. Namun tidak dengan hati Nayra. Ia berjalan lebih pelan dari biasanya.

Sinta di sampingnya terus memperhatikan.

“Kamu kelihatan tegang,” kata Sinta.

Nayra tersenyum tipis. “Perasaan aja.”

“Bukan perasaan. Kelihatan banget.”

Nayra tidak membantah. Karena memang benar. Ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi.

Di gerbang kampus— Mobil hitam berhenti. Arsen turun. Hari ini berbeda. Langkahnya tidak ragu. Tatapannya lurus.

“Pak… sudah siap?” tanya Raka.

Arsen mengangguk. “Iya.”

Tidak ada lagi keraguan. Tidak ada lagi penundaan.

Di dalam kampus— Nayra berjalan menuju kelas. Namun langkahnya tiba-tiba berhenti.

Dadanya berdebar. Lebih cepat dari biasanya.

“Na?” panggil Sinta.

Nayra menoleh. “Aku… ngerasa aneh.”

Sinta mengernyit. “Aneh gimana?”

Nayra menggeleng pelan. “Nggak tahu… tapi…” Ia menatap ke arah depan. Koridor panjang. Orang-orang berlalu-lalang.

Dan di ujung sana— Seorang pria berdiri. Tinggi. Diam. Tatapannya… langsung ke arahnya.

Nayra membeku. Jantungnya berdetak semakin kencang. “Dia…” bisiknya pelan.

Sinta mengikuti arah pandangnya. Lalu terdiam. “Na…”

Suasana di sekitar seperti menghilang. Yang tersisa hanya mereka. Dan jarak yang semakin menipis.

Arsen berdiri di ujung koridor. Matanya terkunci pada satu sosok. Gadis itu. Kali ini— Tidak ada keraguan. “Itu dia…” gumamnya.

Langkahnya mulai bergerak. Pelan. Namun pasti.

Nayra tidak bisa bergerak. Kakinya seperti terpaku. Perasaannya campur aduk. Takut. Bingung. Dan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

Sinta memegang lengannya. “Na…”

Nayra tidak menjawab. Matanya masih pada pria itu. Semakin dekat. Semakin jelas.

Dan ketika jarak mereka hanya beberapa langkah— Arsen berhenti. Tepat di depannya.

Beberapa detik— Sunyi. Sangat sunyi. Arsen menatapnya dalam.

Sementara Nayra menahan napas.

Arsen membuka suara. “Nama kamu… Nayra?”

Suara itu tenang. Tapi tegas. Seperti memastikan sesuatu yang sudah ia yakini.

Nayra tidak langsung menjawab. Matanya berkaca-kaca. “Iya…” jawabnya pelan. Satu kata. Tapi cukup.

Arsen mengangguk kecil. Tatapannya berubah. Lebih dalam. Lebih serius.

“Aku Arsen.”

Nayra terdiam. Nama itu— Asing. Tapi pria itu… tidak.

“Dan Aku mau bicara denganmu.” Kalimat itu jatuh seperti beban.

Sinta langsung menatap Nayra.

Nayra menggenggam tasnya erat. “Untuk apa?” suaranya hampir bergetar.

Arsen menatapnya lurus. “Karena Aku tahu… kamu hamil.”

Deg.

Dunia Nayra runtuh dalam satu detik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!