NovelToon NovelToon
Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kirana, Executive Chef bintang lima di Jakarta, mati konyol karena ledakan gas. Sialnya, dia malah terbangun di tubuh Putri Tantri—tokoh antagonis dalam novel sejarah yang baru saja meracuni adik angkat suaminya!
​Di hadapannya, Jenderal Arga sang "Iblis Perang Utara" sudah menghunus pedang, siap memenggal kepalanya.
​Tak mau mati dua kali, Kirana mengajukan penawaran gila: "Jangan bunuh aku dulu! Izinkan aku masak makanan terakhir!"
​Bermodalkan bawang merah, kecap manis buatan sendiri, dan teknik masak modern, Kirana bertekad mengubah takdir kematiannya. Siapa sangka, masakan lezatnya tak hanya menyelamatkan lehernya, tapi juga menyembuhkan maag kronis sang Jenderal dan mengguncang lidah satu kerajaan?
​Tapi hati-hati, Kirana! Musuhmu bukan cuma panci gosong, tapi juga pelakor bermuka dua dan intrik politik yang mematikan. Sanggupkah Kirana bertahan hidup di zaman kuno tanpa rice cooker dan kulkas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Klepon Meledak, Kopi Gula Aren, dan Runtuhnya Monopoli Teh

​[Lokasi: Ruko Tua di Persimpangan Jalan Utama Ibu Kota]

[H-7 Grand Opening]

​"Kau yakin tempat rongsokan ini bisa menghasilkan uang?"

​Arga berdiri di tengah ruangan yang penuh debu, sarang laba-laba, dan kayu lapuk. Dia menatap skeptis ke sekeliling.

Gedung dua lantai ini dulunya gudang kain yang bangkrut. Lokasinya strategis—tepat di persimpangan jalan menuju pasar dan distrik pemerintahan—tapi kondisinya mengenaskan.

​"Ini bukan rongsokan, Jenderal. Ini Vintage," jawabku sambil memegang gulungan denah. "Lokasinya emas. Orang-orang yang pulang kerja dari istana atau pasar pasti lewat sini. Mereka butuh tempat nongkrong."

​"Nongkrong?"

​"Duduk-duduk santai, ngobrolin gosip, sambil buang-buang uang. Itu budaya masa depan," jelasku.

​Aku menunjuk sudut ruangan. "Di sana, kita jebol temboknya. Ganti dengan jendela kayu besar yang bisa dibuka lebar. Biar orang di jalan bisa mencium bau masakan kita."

"Di tengah, kita taruh meja bar panjang. Open Kitchen. Pengunjung bisa lihat langsung barista meracik minuman. Itu atraksi."

​Arga menghela napas, lalu merogoh kantong uangnya yang tebal.

"Baiklah. Berapa yang kau butuhkan? Tapi ingat, Tantri, keluarga Sengkuni menguasai 'Kedai Teh Teratai'. Semua pejabat minum teh di sana. Teh mereka mahal, impor dari dataran tinggi. Kau mau lawan teh mahal dengan apa?"

​Aku tersenyum misterius.

"Teh itu minuman orang tua, membosankan. Aku akan jualan KOPI."

​"Kopi? Air hitam pahit obat ngantuk itu?" Arga bergidik. Di zaman ini, kopi hanya diminum tentara jaga malam atau kuli panggul, diseduh asal-asalan, ampasnya bikin keselek, rasanya pahit getir.

​"Bukan kopi biasa, Sayang. Ini Kopi Susu Gula Aren. Manis, creamy, dan bikin nagih. Tunggu saja tanggal mainnya."

​[Dapur Eksperimen - Persiapan Menu]

​Selama seminggu penuh, aku tidak tidur nyenyak (untung janin di perut kooperatif, mualnya sudah berkurang berkat es puter).

​Aku melatih tiga pelayan muda yang cerdas (rekrutan baru, bukan dari rumah Jenderal biar nggak ada mata-mata Laras). Aku mengajari mereka teknik brewing kopi sederhana menggunakan kain saring (teknik V60 manual).

​Bahan utamanya:

​Biji Kopi Robusta & Arabika: Aku minta Arga carikan dari petani di pegunungan yang selama ini bijinya dihargai murah. Ku-roasting sendiri sampai Medium Dark.

​Gula Aren Cair: Dimasak dengan daun pandan biar wangi.

​Susu Segar: Di-pasteurisasi dulu.

​Menu Andalan Makanan:

​KLEPON LUMER: Bola-bola tepung ketan hijau (pewarna daun suji), isi gula merah cair. Sensasi "meledak" di mulut adalah kunci marketingnya.

​BIKA AMBON: Kue kuning berongga sarang tawon, wangi daun jeruk dan serai. Teksturnya kenyal dan eksotis.

​PISANG GORENG PASIR: Pisang kepok dibalut tepung panir kasar (dari roti kering yang ditumbuk), digoreng krispi, dikasih topping parutan keju (kelapa sangrai asin) dan gula aren.

​Nama Kedainya?

"KEDAI NUSANTARA"

Slogan: Rasa yang Menyatukan Negeri.

​[HARI H - GRAND OPENING]

[Pukul 10.00 Pagi]

​Tidak ada potong pita. Gantinya, aku menyuruh Arga memotong tumpeng nasi kuning kecil di depan pintu.

​Tampilan kedai sangat mencolok.

Cat dindingnya putih bersih dipadu aksen kayu jati gelap. Jendela-jendela besar dibuka lebar. Aroma kopi yang baru digiling dan wangi pandan dari kukusan klepon menyebar ke jalanan, membajak hidung siapa saja yang lewat.

​"Bau apa ini? Wangi sekali!"

"Bukan teh... ini bau kopi? Tapi kok wangi manis?"

​Orang-orang mulai berkumpul penasaran.

Tapi mereka ragu masuk. Tempatnya terlihat terlalu "Bagus". Takut mahal.

​Saat itulah, Brand Ambassador (Influencer) andalanku tiba.

Kereta kuda emas berhenti.

Pangeran Panji turun dengan gaya superstar, dikawal dayang-dayang.

​"Wah! Wah! Kakak Ipar buka kedai tidak bilang-bilang!" seru Panji keras-keras (sesuai skrip yang kusuap dengan janji makan gratis seumur hidup).

​"Silakan masuk, Pangeran! Jadilah pelanggan pertama kami!" sambutku ramah.

​Panji duduk di kursi bar paling depan.

"Aku pesan menu andalanmu!"

​Aku dengan sigap meracik Es Kopi Susu Gula Aren dalam gelas kaca bening (mahal, tapi investasi).

Lapisan gula aren cokelat di bawah, susu putih di tengah, dan kopi hitam di atas. Gradasi warnanya cantik sekali (Instagramable kalau ada Instagram).

​"Aduk dulu sebelum minum, Pangeran," instruksiku.

​Panji mengaduknya. Warna menyatu jadi cokelat muda.

Dia menyeruputnya.

Matanya membelalak.

"Demi Dewa! Ini kopi?! Kenapa tidak pahit? Kenapa rasanya seperti... karamel? Susunya gurih! Kopinya wangi!"

​"Dan ini temannya," aku menyodorkan piring kecil berisi tiga butir Klepon hangat yang ditaburi kelapa parut.

​"Bulat-bulat hijau apa ini?" Panji mengambil satu, langsung memasukkan semuanya ke mulut.

Dia menggigit.

CROT!

​Gula merah cair yang hangat meledak di dalam mulutnya, membanjiri lidah dengan rasa manis legit.

Panji kaget, menutup mulutnya, lalu mengunyah dengan nikmat. Sensasi kenyal tepung ketan berpadu dengan ledakan gula cair.

​"MELEDAK!" teriak Panji heboh. "Kuenya meledak di mulutku! Enak sekali! Gila! Aku mau sepuluh piring!"

​Teriakan Panji adalah iklan terbaik.

Melihat Pangeran Kerajaan makan dengan begitu lahap dan heboh, kerumunan di luar langsung menyerbu masuk.

​"Pangeran bilang enak!"

"Aku mau yang meledak itu!"

"Aku mau kopi yang diminum Pangeran!"

​Dalam sekejap, Kedai Nusantara penuh sesak.

Antrean mengular sampai ke jalan raya.

Arga, yang tadinya cuma mau nonton, terpaksa turun tangan jadi Security dadakan mengatur antrean biar nggak rusuh.

​[Markas Kedai Teh Teratai - Milik Sengkuni]

​Di seberang jalan, agak jauh sedikit, berdiri bangunan megah bernuansa merah. Kedai Teh Teratai.

Biasanya jam segini ramai oleh pejabat yang rapat atau istri saudagar yang arisan.

Tapi hari ini... sepi seperti kuburan.

​Manajer Kedai Teh, anak buah Sengkuni, menatap nanar ke arah keramaian di Kedai Nusantara.

"Tuan... pelanggan kita... semuanya ke sana," lapor pelayan dengan gemetar.

​"Kenapa?! Teh kita teh impor terbaik!" bentak si Manajer.

​"Mereka bilang... teh kita membosankan. Di sana ada kopi susu. Ada kue yang bisa meledak. Ada Pangeran Panji."

​Di lantai dua, Sengkuni mengintip dari balik tirai bambu. Tangannya meremas cangkir teh porselen sampai retak.

​"Tantri..." desisnya. "Kau tidak hanya merebut hati Raja, kau juga merebut kantong uangku."

​Bisnis teh adalah sumber dana utama Sengkuni untuk menyuap pejabat dan membiayai mata-mata. Kalau bisnis ini hancur, kekuatannya akan pincang.

​"Cari tahu resepnya," perintah Sengkuni dingin. "Kirim orang untuk beli 'Klepon' dan 'Kopi' itu. Kita tiru. Kita jual setengah harga. Hancurkan pasarnya."

​[Sore Hari - Kedai Nusantara]

​"Sold Out! Habis! Klepon Habis!" teriak Sari dengan suara serak tapi wajah bahagia.

​Kami tutup lebih awal karena bahan ludes.

Aku duduk lemas di kursi kasur, menghitung tumpukan koin perak dan emas.

Keuntungannya gila-gilaan. Margin kopi itu besar sekali.

​Arga menghampiriku, membawakan segelas air putih hangat.

"Kau pucat. Jangan terlalu capek," katanya khawatir, mengelus perutku.

​"Aku senang, Arga. Lihat ini," aku menunjuk tumpukan uang. "Ini modal buat beli popok anak kita sampai dia kuliah... eh, sampai dia dewasa."

​Arga tersenyum bangga. "Kau istri yang menakutkan, Tantri. Kau bisa bikin Sengkuni bangkrut dalam sebulan kalau begini caranya."

​"Itu rencananya."

​Tiba-tiba, seorang pelayan magangku, Bagas, datang membawa bungkusan daun pisang.

"Nyonya, tadi ada orang mencurigakan. Dia beli 10 porsi Klepon dan 5 Kopi, tapi tidak dimakan. Dia langsung bawa lari ke arah Kedai Teratai."

​Aku tertawa renyah. "Ah, Industrial Espionage (Mata-mata Industri). Sengkuni mau meniru resepku?"

​"Gawat Nyonya! Kalau mereka meniru dan jual lebih murah gimana?" Sari panik.

​"Tenang saja," aku mengibaskan tangan. "Resep Klepon itu tricky. Kalau salah adonan, jadi keras kayak batu. Kalau salah rebus, bocor duluan sebelum dimakan. Dan Kopi Susu Gula Aren... rasanya tergantung tangan baristanya."

​"Dan satu lagi..." mataku berkilat licik. "Aku sudah mematenkan 'Brand' ini di hati Pangeran Panji. Di bisnis kuliner, Originality adalah raja. Peniru akan selalu dianggap KW."

​"Biarkan Sengkuni mencoba masak. Aku ingin lihat dia belepotan tepung."

​[Malam Hari - Dapur Kedai Teh Teratai]

​Kekacauan terjadi.

Koki-koki terbaik Sengkuni sedang stress berat.

​"Bagaimana cara memasukkan air gula ke dalam tepung bulat ini?!" teriak Kepala Koki frustrasi.

Mereka mencoba menyuntikkan gula—gagal.

Mereka mencoba membungkus gula cair—meleber ke mana-mana.

(Mereka tidak tahu triknya adalah menggunakan gula merah padat yang dipotong dadu, yang baru akan mencair saat direbus).

​Hasil tiruan mereka:

Klepon yang bocor, lengket, dan bentuknya penyok-penyok.

Kopi susu yang rasanya aneh karena mereka pakai gula pasir biasa dan susu yang belum dipasteurisasi (bau prengus).

​Sengkuni mencicipi Klepon tiruan itu.

Nyam.

Keras. Gulanya tidak meledak, malah lengket di gigi.

Dia meminum kopinya.

Pruhhh! Dia menyemburkannya. Pahit dan bau sapi.

​"SAMPAH!" Sengkuni membanting piring. "Kalian koki bayaran mahal tapi tidak becus bikin kue bulat?!"

​"Ampun Tuan! Resep wanita itu... ada sihirnya!"

​Sengkuni duduk dengan napas memburu.

Dia sadar, dia tidak bisa menang lewat rasa.

Dia harus menggunakan cara kotor. Cara Sengkuni.

​"Kalau kita tidak bisa menyaingi rasanya... kita hancurkan citranya," gumam Sengkuni.

​"Siapkan tikus mati. Siapkan kecoa. Besok, saat kedai itu ramai... pastikan ada 'kejutan' di piring pelanggan."

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ada kelegaan yang menyumbat rongga dada,
Kasih di mana tak dapat bersatu di masa itu ,kembali bereinkarnasi menemui cinta abadi nya.
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta Arga membawa nya ke masa depan
tak berjodoh di masa lalu
berjodoh di masa depan
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
tdk bisa kah takdir di rubah kembali
Tantri akan bahagia bersma jenderal dan putra nya
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
seluruh istana pasti berduka atas hilangnya Tantri yang istimewa
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
waduhh , kisah masa lalu bisa kacau kembali ini
kalau Tantri kembali ke masa depan
apa tantrii sebenarnya yg telah meninggal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
huhuhu.. /Sob/ bagaimana kelanjutannya ini thor? semoga happy ending..
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
taktik gerilyaa apalagi tantri
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah sia2, ....
siapa tahu "SUARA" itu akan tersentuh oleh ketulusan cinta kalian.
Hingga nanti semua akan berakhir bahagia
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
udah ngaku aja daripada disuruh makan ceker mercon yg isinya potongan jari2 sendiri 🙈🙀
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tambahin irisan kol dan daun bawang 😆😆
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak main main, 5 liter minyak jelantah 🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
kAlau kirana bangun ,tantri kembali kesetelan awal donk🤣,kecuali tersisa memori dan sedikit keahlian kirana agar tantri hidupnya tak sengsara dengan kehilangan keahliannya.
Ahh ...kirana jangan kau kacaukan dulu perjalanan mereka, biar berdiri dulu sekolah tata boga tantri dan sukses mencetak lulusan terbaik baru kau kembali ke asalmu😄
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
refresh tenaga dlu ya tantrii
musuh baru akan segera datang
🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Bebek timbung = bebek betutu, hhmmm yummy....
besok masakin bebek bengil yaa kirana, dengan lawar sayuran pedas🤤
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yoo jadikan si cakar ayam bulan2an, yg kepleset minyak, kesiram air, kena tepung, kejepit pintu 🥳🥳🥳
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: panjangin listnya /Determined//Determined//Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
eeh kirain namanya Pembunuh Bayaran Cakar Ayam 🤣🤣
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta lama sulit terganti kan ya Diah
sampai segala cara di pake buat merebut arga
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
mantan jenderal kembali
seperti apa kisah cinta mu jenderal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 tidur dulu biar bangun udah fresh, siap atur strategi hadapi ibu suri 🥳
Ai Emy Ningrum: turing#turumiring😴😴😴😴😴💤💤💤💤💤
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
Diah ngajak warrr 🤼‍♀️ siapkan amunisi Tantri 🥁🥁🥁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!